
Lucas terdiam dengan matanya yang fokus pada dinding kamarnya.
Tatapannya seperti kosong.
Lucas sejak berpisah dengan mama nya tak lagi ingin tau dan mendengar tentang ulang tahun.
Karena hari itu hanya akan mengingatkan nya pada mama nya.
Bahkan saking menghindari nya Lucas bahkan tidak pernah datang saat di undang ke acara ulang tahun teman sebaya nya dulu.
Karena sejak kecil di setiap ulang tahunnya mama nya adalah orang pertama yang memberinya ucapan selamat sebelum papa nya.
Dan terakhir kali Lucas ulang tahun adalah dimana ia berpisah dengan mama nya.
Di hari itu juga Lucas tau bahwa mama nya tekah menduakan papa nya.
Hari itu menjadi hari ulang tahunnya yang paling buruk sekaligus hari terakhir ia merayakannya.
Lia lalu menepuk pipi Lucas agar tersadar dari lamunannya.
"Apa yang kamu pikirkan mas?..."
Lucas tersadar lalu mengucek matanya yang hampir saja mengeluarkan air matanya.
"Aku benar-benar lupa dengan bulan kelahiran ku sendiri" ujar Lucas
"Ga papa kalau kamu lupa, mulai sekarang aku yang akan selalu mengingatkan" kata Lia sambil membelai dada Lucas
"Oh ya mas, kita mau adain resepsi di mana?" Sambung nya
"Kamu maunya di mana?"
Lia berpikir sambil menutup matanya
"Aku ingin resepsi di luar, garden party gitu. Gimana menurut kamu mas?"
"Sayang... Kamu mau resepsi garden party? Aku sih setuju aja, tapi sekarang kam lagi musim hujan"
"Oh iya ya, nanti gimana kalo pas acara di mulai trus hujan deras. Ngak deh ga jadi garden party"
"Di gedung aja ya, kamu cari cari dulu mau di gedung mana. Aku mau mandi dulu ya" Lucas lalu mencium kening Lia dan oergi ke kamar mandi
Lia mengambil hp nya dan mencari tempat untuk resepsinya.
Karena tak kunjung menemukan tempat yang cocok, akhirnya Lia mencari keperluan yang lain seperti model gaun dan makeup.
Lia mencari banyak inspirasi untuk hari resepsi nya nanti.
Tak lama Lucas pun keluar dari kamar mandi, rambutnya yang basah dan hanya menggunakan handuk di pinggangnya.
Lia bangun dari tempat tidurnya dan membantu Lucas untuk mengambilkan bajunya.
Setelah itu Lia juga membantu mengeringkan tambut Lucas juga menyisir nya dengan lembut.
"Apa kamu sudah menemukan tempat yang cocok untuk resepsi kita?"
Lia menggeleng "Belum mas, aku bingung harus pilih di mana. Kamu aja ya yang pilih tempatnya"
"Ya sudah, kita turun yuk aku udah laper" ajak Lucas
__ADS_1
Lia mengangguk dan mereka pun turun bersama.
Mereka langsung menuju ke dapur dan di sana tidak ada pak Arman pun meja masih kosong.
"Kok meja nya kosong, apa bi Narsih ga masak ya?" Ucap Lucas
"Mas, kamu tunggu di sana dulu ya. Kali aja bi Narsih belum selesai masuknya, aku mau ke dapur dulu lihat bi Narsih sekalian bantuin biar cepet selesai"
Lucas menarik tangan Lia saat Lia hendak pergi ke dapur
"Loh ngapain kamu di dapur, ga usah. Kamu duduk temenin aku aja sampe makanannya siap"
"Katanya kamu laper mas, kan biar cepet selesai masaknya"
"Ga usah sayang..."
"Ya sudah, aku ke dapur dulu mau minta bi Narsih untuk lebih cepat masaknya lalu aku akan kembali, oke"
Lucas mengedipkan matanya lalu pergi ke sofa sambil menonton tv.
Lia pergi ke dapur dan di sana bi Narsih sedang sibuk.
"Bi..." Panggil Lia
Bi Narsih yang sedang mengaduk masakannya di atas kompor langsung menoleh ke asal suara di belakang nya
"Eh non Lia, ada apa non. Non Lia perlu sesuatu?" Tanya bi Narsih
Lia menghampiri bi Narsih dan melihat di atas kompor apa yang sedang di masak olehnya.
"Ga ada kok, Lia cuma mau lihat bi Narsih aja. Makanannya masih lama ya bi?"
"Hm... Aromanya enak banget bi. Bi Narsih masak apa lagi?"
"Itu non udah aja di meja, tingga bibi sajikan. Non Lia udah laper ya?"
"Ngak kok bi bukan Lia, tapi mas Lucas yang yang udah laper"
"Oh baiklah non, ini juga udah mau mateng. 5 menit lagi bibi sajikan di meja makan"
"Ya sudah bi, Lia keluar dulu ya" Lia tersenyum lalu keluar dari dapur
"Iya non"
Bi Narsih segera mempercepat masakannya karena Lucas sudah lapar.
Bi Narsih telat menyajikan makanannya karena tadi ia ketiduran setelah melipat pakaian nya.
Lia dan Lucas menonton TV sambil menikmati camilan di sofa. Tak lama pak Arman pun turun dan duduk bersama mereka.
"Papa..." Sapa Lia
"Makan malamnya belum siap?"
"Sebentar lagi mungkin pa, papa sudah lapar?"
"Ya lumayan..." Jawab pak Arman sambil sedikit tertawa
"Permisi pak, makan malam sudah siap"
__ADS_1
Pak Arman menoleh dan mengangguk
"Iya bi..."
Lucas langsung beranjak dari duduk nya dan mengajak Lia dan papa nya untuk pindah ke meja makan
"Ayo sayang kita pindah, ayo pa. Lucas udah laper banget"
Lia tersenyum lalu berdiri juga, begitupun pak Arman.
Mereka pindah ke meja makan dan Lia langsung menyajikan makanan di atas piring suami dan papa mertuanya itu.
Sambil menikmati makan malamnya, pak Arman mulai bertanya tentang persiapan resepsi pernikahan.
"Bagaimana dengan rencana resepsi kalian, apa sudah tau akan di adakan di mana?" Tanya pak Arman
Lucas melihat istrinya lalu menghadap papanya.
"Masih bingung pa, Lia awalnya mau garden party gitu tapi karena sekarang lagi musim hujan ga jadi"
"Ya sekarang lagi musim hujan. Di dalam ruangan saja agar meminimalisir gangguan"
"Tapi menurut papa enaknya di mana ya pa?"
"Kok tanya papa, yang ini resepsi nya kalian. Tanya istri kamu gimana"
Lia tersenyum sambil melihat kedua pria di depannya "Lia sebenarnya bingung pa mau di mana, terserah mas Lucas aja mau di mana. Atau kalo papa ada saran tempat?"
"Hm... Gimana kalo resepsi kalian di buat di vila aja" saran dari pak Arman
Lucas memgangguk dan seperti nya itu ide yang bagus.
"Di vila? Boleh juga itu pa. Tapi vila yang mana, yang di puncak atau yang di-"
"Yang di puncak aja, jaraknya ga terlalu jauh dari sini. Di sana juga view lebih bagus, cocok buat kalian nanti foto-foto. Kasian Lia, dia maunya garden party tapi ga bisa ya foto foto nya aja di garden tapi resepsi nya tetap di dalam ruangan. Gimana"
Lia tersenyum dan mengangguk setuju.
"Lia setuju pa. Bagaimana mas, di vila aja?"
Sama seperti Lia, Lucas pun setuju.
Mereka akan membuat cara resepsi pernikahan di vila pribadi milik Danuarta.
Vila mewah yang terletak di puncak dan di keliling pohon cemara dan Pinus yang menjulang tinggi.
Selain vila yang megah juga dengan halaman yang luas baik di bagian depan maupun belakang nya.
Setelah makan malam Lia langsung bermainlah dengan laptop nya mencoba merancang gaun untuk resepsi nya sendiri.
Lia yang memang seorang designer sangat mudah untuk memciptakan karya.
Namun karya nya kali ini harus berbeda dari biasanya karena ini adalah khusus untuk dirinya sendiri.
Lia ingin membuat gaun agar dirinya terlihat seperti ratu di negri dongeng.
Tak hanya miliknya, Lia juga merancang apa yang akan di pakai oleh suaminya saat resepsi nanti.
☀️☀️☀️☀️☀️
__ADS_1