
2 hari berikutnya Lia pun sudah di perbolehkan pulang oleh dokter dan wajib kontrol 2 minggu sekali.
Lucas mengemudi dengan pelan karena masih sedikit trauma dengan kejadian sebelumnya.
Setelah 3 bulan hanya berbaring di rumah sakit ini adalah hari pertamanya keluar dan bisa menghirup udara segar.
Raut bahagia begitu terpancar di wajahnya yang merona.
Meski dirinya sudah melahirkan 3 bulan yang lalu tapi hari ini adalah hari pertama nya bertemu.
Betapa tidak sabarnya Lia untuk segera bisa sampai di rumah.
"Sayang, kamu ga mau mampir kemana? Mau beli apa gitu?" tanya Lucas
"Ngak mas, aku mau kemana mana. Aku hanya ingin secepatnya pulang dan bertemu anak-anak kita"
Tak hentinya Lia menatap foto kedua buah hatinya dari layar hp nya.
"Sabar sayang, bentar lagi kita sampe kok. Mereka juga sudah sangat merindukan mu, aku jadi penasaran bagaimana reaksi mereka nanti saat akan bertemu mama nya"
Karena tidak sabar ingin segera sampai, perjalanan pun terasa begitu panjang bagi Lia.
Lucas hanya tersenyum karena ia paham betul bagaimana perasaan istrinya.
Suara nada dering dari hp Lucas terdengar dari dalam saku jas nya.
__ADS_1
Segera ia mengambilnya untuk menjawab panggilannya.
"Ada apa Rom" tanya Lucas pada orang yang menelfon nya yang tak lain adalah Romi.
"Baiklah, kamu datang ke rumah. Kita bicara di sana. Aku sekarang sedang mengemudi" ucapnya sebelum mengakhiri telfon.
"Ada apa mas?"
"Romi menelfon, katanya ada hal penting yang mau di bicarakan"
"Hal penting, soal apa?"
"Soal seseorang yang berusaha membunuh mu"
"Dia adalah Viona"
Lia sontak terkejut. Ia tidak menyangka kalau Viona bisa berbuat nekat padanya sementara dirinya tidak pernah berbuat salah padanya.
"Tapi mas, bukan kah dia sudah di penjara? Bagaimana dia bisa bebas secepat itu?"
"Ya, dia bisa bebas karena ada yang menjamin nya. Aku sampai saat ini masih mencari tahu siapa orang do balik penjamin dia"
"Ya Tuhan... Kok bisa ada orang sejahat itu. Punya dendam apa dia terhadap ku?"
Lucas menggenggam tangan Lia "Dia tidak dendam pada mu, tujuannya melakukan ini karena kamu adalah istri ku. Dia tahu kalau kamu adalah kelemahan ku, sebab itu dia menyerang mu. Maaf kan aku sayang, aku sudah membawa mu ke dalam masalah yang seharusnya tidak kamu alami"
__ADS_1
"Tidak mas, kamu tidak perlu minta maaf pada ku. Kau adalah suami ku dan aku adalah istri mu. Setiap apa yang menjadi masalah mu itu juga adalah masalah ku. Begitu pun sebaliknya"
"Aku beruntung memiliki istri seperti mu. I love you..."
"Love you too, mas..." jawab Lia lalu mencium pipi Lucas
Sesampainya di rumah, pintu masih tertutup seperti tidak ada orang di dalam nya.
Lucas membantu Lia berjalan dengan memegangi tangan dan bahu nya.
"Kok rumah seperti nya sepi mas?"
Lucas hanya tersenyum tanpa memberikan jawaban.
Begitu pintu rumah terbuka kelopak bunga berjatuhan menyambut kedatangan nya.
"Selamat datang mama...." ucap Elda bersamaan dengan mama dan papa nya.
Lia tersenyum haru karena kepulangannya begitu di nanti oleh keluarganya.
Paman dan bibi nya langsung menghampirinya dengan bayi di gendongan mereka, Lia langsung menangis begitu wajah dari kedua buah hatinya bisa ia lihat secara langsung.
Rasa bahagia di dalam hatinya tak bisa ia ungkapkan dengan perkataan.
☀️☀️☀️☀️☀️
__ADS_1