Aku Hanyalah Istri Kedua

Aku Hanyalah Istri Kedua
Episode 43


__ADS_3

Lucas akhirnya mengangguk dan mau menuruti kemauan pak Arman untuk membawanya pulang ke Indonesia.


"Iya, papa pasti akan pulang. Tapi papa harus tenang ya, Lucas pasti akan bawa papa pulang"


"Baiklah papa percaya pada mu nak"


"Lucas keluar dulu ya pa, sebentar"


Lucas keluar dan pak Arman kembali beristirahat.


Lucas duduk bersama paman dan bibinya di luar.


"Bagaimana dengan papa mu, apa dia masih mau pulang?" Tanya Dika


"Iya, papa tetap maksa mau pulang. Lucas ga bisa lagi mencegah keinginan papa"


"Jadi kamu mau bawa kakak pulang, sekarang?"


"Ya gak sekarang juga bi, kalo ga besok ya lusa. Lucas mau konsultasi dulu sama dokter"


"Oo baiklah. Terserah kamu. Tapi kamu tau kan aa resikonya kalau papa kamu berhenti pengobatan?"


"Ya, Lucas paham. Lucas hanya membawa papa pulang hanya untuk istirahat, jika pikirannya sudah kembali tenang Lucas akan kembali bujuk papa untuk berobat"


"Baiklah, paman dan bibi hanya mendampingi papa kamu disini. Bagaimana keputusan selanjutnya terserah kamu"


"Baiklah paman, Lucas mau ke ruang dokter dulu"


"Mau paman temani?"


"Tidak usah, Lucas sendiri aja"


Dika dan istrinya masuk ke kamar pak Arman sedangkan Lucas pergi ke ruangan dokter.


Setelah beberapa beberapa lama Lucas berkonsultasi, kini ia pun keluar dan kembali ke kamar papa nya.


"Bagaimana nak, papa bisa langsung pulang sekarang?" Tanya pak Arman dengan tidak sabar


"Papa boleh pulang, tapi tidak hari ini"


"Lalu kapan nak, besok?"


"Papa, papa yang sabar dong. Lucas janji papa pasti pulang, tapi sebelum itu papa harus melakukan beberapa pemeriksaan dulu. Ga papa kan?"


"Apa lagi Lucas, harus pemeriksaan apa lagi"


"Gak banyak kok hanya beberapa. Papa yang sabar ya"


Kini pak Arman tak punya pilihan lain selain menuruti Lucas, demi bisa pulang ke rumah.


2 hari Lucas di sana dan setelah tawar menawar tentang kepulangan pak Arman akhirnya dokter menyetujuinya.


Boleh pulang asalkan harus tetap rutin kontrol dan tetap rajin minum obat dari dokter.


Pak Arman di boleh kan pulang 1 minggu lagi, jadi Lucas pulang lebih dulu ke Indonesia.


Nanti saat pak Arman sudah waktunya pulang Lucas akan menjemputnya kembali ke Singapura.


Pak Arman kini sudah terlihat lebih segar, mungkin karena ia merasa senang karena sebentar lagi ia akan pulang.

__ADS_1


Lucas hari ini memesan tiket pesawat dan sore nanti akan pulang.


Hari ini Lucas makan siang bersama dengan pak Arman, paman dan bibi nya.


Tawa dari pak sudah kembali, dan semua sangat senang melihatnya.


Jam 2 siang Lucas berpamitan sama papa nya, setelah itu paman dan bibi nya.


"Biar paman antar kamu ke bandara"


"Tidak usah paman, Lucas bisa berangkat sendiri"


"Ga papa, sekalian paman mau beli sesuatu di luar"


"Baiklah kalo gitu"


"Aku aterin Lucas dulu ya kak, apa kakak mau di belikan sesuatu?" Tanya Dika pada pak Arman


"Ga usah, kamu hati-hati"


Lucas dan pamannya pun pergi menuju bandara.


Di perjalanan paman nya mulai membicarakan sesuatu pada Lucas


"Jika kakak nanti pulang, bagaimana dengan istri mu?" Tanya Dika


"Aku juga bingung paman"


"Lia sekarang tinggal dimana?"


"Lia tetap tinggal di rumahnya, dia tidak mau tinggal di rumah ku karena ia masih belum meminta restu pada papa"


"Bagaimana dengan Viona?"


Lucas selalu bercerita pada pamannya, tentang bisnis maupun tentang perasaan nya.


"Kepulangan papa nanti aku akan menunjukkan sifat asli Viona pada papa. Agar papa tau gadis seperti apa yang apa pilihkan untuk ku" ujar Lucas


"Paman setuju itu, tapi kamu juga harus hati-hati untuk menjaga perasaan dan pikiran papa mu"


"Iya paman"


"Apa saja bukti yang akan kamu perlihatkan pada papa mu nanti?"


"Lucas sudah mengumpulkan ini dari lama, sudah banyak paman. Itu pasti akan cukup untuk membuat papa setuju untuk aku menceraikan Viona. Tak hanya itu, aku juga memiliki bukti rekaman tentang pak Surya yang hanya memanfaatkan papa"


"Bagus lah, selesai kan dulu urusan mu dengan Viona, baru setelah itu kamu bisa mengenal kan Lia sebagai istri mu pada kakak"


"Iya paman, Lucas juga berpikir begitu. Oh ya paman, aku minta tolong sama paman untuk menjaga papa agar tidak lagi termakan oleh omongan busuk pak Surya"


"Pasti, paman akan selalu mengingatkan papa mu tentang itu, semangat ya"


"Makasih paman"


Tak lama kemudian, mereka pun sampai di bandara.


"Aku pamit ya paman, jaga papa"


"Pasti nak, kamu hati-hati ya. Salam buat Lia"

__ADS_1


"Iya paman, nanti aku sampaikan"


Setelah memastikan Lucas mengudara, Dika pun kembali ke rumah sakit.


2 jam mengudara kini pesawat yang Lucas naiki sudah mendarat dengan sempurna.


Lia dengan perasaan rindunya yang menggebu sedari tadi sudah menunggu.


Kini orang yang Lia tunggu-tunggu kehadiran nya sudah hadir di depannya.


Lucas berjalan mendekat ke arahnya dengan koper kecil di tangan kirinya sedangkan tangan kanannya ia bentangkan untuk Lia.


Segera Lia berlari dan langsung memeluk Lucas.


Wangi dari aroma tubuh yang ia rindukan kini bisa kembali ia rasakan.


Betapa bahagianya hati mereka, Lucas membalas pelukan Lia dan melepas begitu saja kopernya.


Pelukan hangat dan kecupan mesra ia berikan di kening Lia.


"Maaf sudah membuat mu menunggu lama"


Lia mendongakkan kepalanya menghadap wajah Lucas yang lebih tinggi darinya


"Aku rindu...."


Seketika Lucas langsung tersenyum lebar dan mencium pipinya.


"Aku juga merindukan mu, sangat rindu" balas Lucas


"Kita pulang?"


Lucas mengangguk, dan menggandeng tangan Lia untuk segera pulang.


Di perjalanan pulang Lucas mereka tak sedetik pun melepas genggaman tangannya.


"Oh ya mas, gimana kabar papa?"


"Papa sekarang sudah lebih baik, bahkan wajahnya kembali bersinar dengan tawanya yang sudah lama hilang"


"Benarkah? Itu sungguh kabar baik mas"


"Iya, itu karena aku udah janji akan bawa papa pulang"


"Pulang? Lalu bagaimana dengan pengobatannya?"


"Sebelum pulang aku sudah konsultasi kan semua pda dokter, katanya papa boleh pulang tapi setelah melakukan beberapa pemeriksaan. Setelah itu papa harus rajin kontrol" jelas Lucas


"Ya mudah mudahan dengan papa pulang kesehatannya bisa lebih cepat pulih"


"Iya aamiin, itu juga harapan ku"


20 menit kemudian mereka sampai di rumah.


Bi Ina menyambut kedatangan mereka dan langsung membawa masuk koper Lucas.


"Mau bibi masakin apa non untuk tuan Lucas?" Tanya bi Narsih


"Ga usah bi, bi Ina istirahat aja biar aku sendiri yang siapkan"

__ADS_1


"Baik non" bi Ina lalu pergi ke belakang untuk membersihkan dapur lalu istirahat.


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2