Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Rencana Bulan Madu


__ADS_3

“Hahahaaa,…..Lagian siapa suruh kau aneh banget jadi orang! Kau itu hobi membunuh yang membuat orang jadi hantu tapi kau malah takut sendiri dengan yang namanya hantu. Kalau tidak lucu terus apa ‘dong Namanya?”


Will bukannya berhenti tertawa, dia malah semakin ingin terus menggodanya.


“Haah,…..Sudahlah, aku pergi saja ke club dari pada menjadi bahan tertawaanmu disini!”


Levi pun segera beranjak dari tempat duduknya, karena merasa kesal ditertawakan oleh Will.


“Hay, kenapa kau pergi! Apa salahnya si kau membuatku tertawa. Dengarkan ‘nih, Lev! Membuat orang lain tersenyum itu merupakan ibadah dan bisa membuat orang itu serta dirimu menjadi awet muda tahu!” ujar Will yang berusaha menahan tawanya.


“Hay, Will! Dengarkan ini juga! Ketakutan seseorang juga merupakan hak seseorang tidak ada hubungannya dengan hobi atau apapun. Takut ‘yah takut saja tidak ada kaitannya dengan hal lain.” sahut Levi yang sudah terlanjur merasa kesal dengan Will


“Sensi amat ‘sih. Lev!” ujar Will sambil tersenyum.


“Sudahlah, aku mau bersenang-senang dulu sebelum besok mulai bertugas!” Setelah itu Levi pun segera pergi meninggalkan Will sendirian disana.


“Ya sudah, aku juga mau pulang juga! Firasatku mengatakan besok akan lebih sibuk lagi dari biasanya!” gumam Will yang segera menyusul Levi keluar dari markas besar dan kembali menuju kerumahnya.


...****************...


Disisi lain, Rayden baru saja menyelesaikan aktivitas mandinya yang sangat menyiksakan itu.


Sebenarnya Rayden sudah merasa kedinginan, tetapi si juniornya masih saja menegang sampai harus membutuhkan waktu yang cukup lama dia berendam dibawah guyuran air shower yang dingin.


Begitu keluar dari dalam kamar mandi, Rayden melihat putri kecilnya sudah tertidur. Rayden keluar dengan memakai setelan baju tidurnya yang berwarna senada.


Sementara Zhia sedang asyik memperhatikan wajah putrinya sembari membelai lembut rambut panjang Lucia.


Rayden pun perlahan berjalan menghampiri Zhia dan memposisikan dirinya tidur disamping Zhia seraya memeluknya dengan erat.


Zhia pun tersenyum, dia sudah bisa menduga apa yang dilakukan Rayden sampai lama berada didalam kamar mandi.


“Ray!” panggil Zhia dengan suara lembutnya.


“Ehmm,…”


Namun, Rayden hanya menanggapinya dengan dehaman saja.


Rayden malah semakin memeluk erat tubuh Zhia yang terasa lebih hangat di bandingkan dengan tubuhnya yang hampir mengigil karena kedinginan.


“Kau tidak apa-apa?” tanya Zhia lagi, dia sebenarnya ingin menghadap ke arah Rayden tapi tubuhnya tidak bisa bergerak karena adanya pelukan Rayden yang begitu erat pada tubuhnya.


“Aku sedang kedinginan, Zhi!” sahut Rayden dengan mata yang sudah tertutup rapat.


“Lepaskan aku dulu agar aku bisa memelukmu!” ujar Zhia yang semakin merasa kesusahan untuk bergerak.


Mendengar Zhia berkata akan memeluknya, Rayden pun segera melepas pelukkannya pada Zhia. Akhirnya Zhia bisa bergerak, dia pun memposisikan tubuhnya menghadap Rayden.


“Peluk!” pinta Rayden dengan ekspresi wajahnya yang terlihat sangat menggemaskan terlihat angat persis dengan si kembar.

__ADS_1


“Ya ampun! Manja sekali ‘sih kamu, Ray! Kemarilah!”


Meskipun mengatakan bahwa suaminya itu sangat manja, Zhia tetap saja mau memeluk Rayden yang sedang kedinginan itu dengan senang hati.


Rayden pun kembali memeluk tubuh Zhia dengan eratnya, walaupun dirinya masih sedikit merasa kecewa karena gagal mendapatkan jatah yang telah lama sudah dinantinya itu.


“Hangat!” gumam Rayden sembari memperat pelukannya pada Zhia.


“Ternyata aku salah menilaimu selama ini!” ujar Zhia secara tiba-tiba.


“Maksudmu?” tanya Rayden yang langsung membuka matanya dan menatap penuh tanya pada Zhia.


“Iya, begitulah!” sahut Zhia dengan ragu atau lebih tepatnya malu-malu.


“Begitulah gimana?” ujar Rayden yang semakin menekan Zhia untuk segera menjelaskannya.


“Yah,…Dulu aku pikir kau hanya seorang Ceo yang dingin, sombong dan juga arogant. Ternyata kau mempunyai sisi yang seperti ini juga!” jelas Zhia yang masih malu untuk bicara terus terang.


“Sisi yang seperti ini gimana?” tanya Rayden lagi yang sepertinya sedang ingin mempermainkan Zhia lagi.


“Manja, perhatian, lembut dan menjadi sosok papah yang baik serta sangat hebat dimata anak kembar kita!” puji Zhia secara langsung.


“Kau lebih suka sikapku yang mana? Yang pertama atau yang kedua?” tanya Rayden yang memberikan dua pilihan pada Zhia untuk menjawabnya.


“Tentu saja yang kedua!” sahut Zhia dengan cepat.


“Loh kenapa? Bukankah kau masih terluka? Kenapa masih saja dilanjutkan?”


Rayden mencecar Zhia dengan berbagai pertanyaan.


“Sudah tahu aku masih terluka, tapi kenapa kau masih memaksaku melakukan hal seperti tadi?”


Mendengar perkataan Rayden, Zhia pun segera membalik pertanyaan langsung menyerang Rayden balik.


“Itu,…Itu karena aku sudah tidak bisa menahannya lagi tadi! Tapi bukankah sudah digagalkan oleh putrimu itu!” ujar Rayden yang kembali merasa kesal, jika teringat tentang kejadian tadi.


“Luci juga putrimu, Ray!” sahut Zhia sambari tersenyum melihat kelakuan suaminya yang terlihat seperti anak kecil, jika berada disampingnya itu.


“Iya,..Iya, aku tahu! Terus kenapa acara pesta resepsinya tetap berlangsung sesuai rencana awal?” ujar Rayden yang kembali membicarakan mengenai pesta resepsinya.


“Begini, Ray! Sebagian undangan sudah tersebar dan semua persiapan yang lainnya juga sudah siap. Aku juga sudah merasa baikan sekarang, jadi buat apa kita menundanya lebih lama lagi. Bagaimana menurutmu?” tanya Zhia dengan raut wajah seriusnya.


“Bagaimana kalau kita lanjutkan yang tadi sempat tertunda dulu? Baru kita bicarakan yang ini!” ujar Rayden dengan senyuman nakalnya untuk menggoda Zhia.


“Iihhh,….Ray! Aku sedang bicara serius sekarang!” seru Zhia yang menjadi kesal, karena Rayden terus saja bercanda saat dia sedang bicara serius.


“Aku juga sedang serius, sayang!” sahut Rayden dengan bujukkan mautnya.


“Sudahlah, percuma juga aku bicara padamu!” Kali ini Zhia benar-benar kesal pada Rayden.

__ADS_1


“Jangan ngambek ‘dong, Zhi! Baiklah terserah kamu saja, tapi jangan pernah memaksakan dirimu ‘yah! Karena dirimu lebih penting dari pada apapun, Zhi! Dan juga untuk bulan madu, harus aku yang menentukan!” ujar Rayden yang langsung bersemangat, jika itu sudah menyangkut hal favoritnya.


“Bulan madu?” sahut Zhia yang sedikit bingung dengan kata ‘Bulan Madu’ yang tidak pernah dia bayangkan ada didalam daftarnya.


“Iya, sayang! Setelah acara pernikahan pasti akan selalu ada yang namanya bulan madu. Waktu berdua diantara kita berdua saja, di tempat yang romantic dan jauh dari pengganggu tentunya!” jelas Rayden yang sudah senyum-senyum sendiri walau hanya membayangkannya saja.


“Tapi bagaimana dengan Luca dan Lucia, jika kita hanya pergi berdua saja?” tanya Zhia yang lebih memtingkan kedua anak kembarnya dibandingkan apapun didunia ini.


“Tenang saja! ‘Kan ada mamah dan papah yang akan menjaga mereka berdua saat kita pergi berbulan madu.” Jawab Rayden dengan santainya.


“Tapi Ray,_.....?”


“Sudah, biar aku saja yang mengurus segalanya. Kau cukup mempersiapkan dirimu saja, karena pada saat itu aku akan pastikan tidak ada yang akan mengganggu waktu kita berdua!” ujar Rayden yang tidak ingin mendengar kata penolakan lagi dari Zhia.


“Hahahaha,……Aku pasti akan memakanmu tanpa tersisa sedikitpun, Zhi! Akan aku pastikan Lucia mendapatkan adik sesuai keinginannya dan begitu juga dengan Luca. Bersiaplah, Zhi! Untuk kehadiran 6 baby boy didalam perutmu ini!” batin Rayden yang sudah membayangkan samapai sejauh itu.


Tanpa Rayden sadari tangannya kini tengah mengelus-elus perut Zhia dengan lembutnya.


“Kau kenapa, Ray? Kenapa kau terus mengelus perutku seperti itu?” tanya Zhia yang membuyarkan Rayden dari lamunannya.


“Hah? Tidak apa-apa, ingin saja melakukannya. Tidak boleh?” ujar Rayden yang malah bertanya balik pada Zhia.


“Aneh banget ‘sih kamu, Ray?”


Zhia pun mengeryitkan dahinya melihat kelakuan suaminya yang terus saja melakukan hal aneh saat berada didekatnya.


Padahal kalau berhadapan dengan orang lain, Rayden akan bersikap dingin dan terkesan mendominasi orang tersebut salah satu contoh yang sering dia lihat adalah saat Rayden sedang berbicara dengan Will.


Bersambung..............


Note :


Hay, kak!😄😄😄


Jangan Lupa guys!


Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉


Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚


Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌


Terima kasih All!😙😘😚

__ADS_1


__ADS_2