Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Isi Hati


__ADS_3

Suara riuh sorak sorai para tamu undangan yang hadir disertai dengan kerasnya tepuk tangan terdengar sangat meriah begitu alunan lagu itu berakhir.


Zhia dan Rayden pun ikut bertepuk tangan untuk hadiah terindah yang tidak pernah dia bayangkan sekalipun dan mereka mendapatkannya dari seorang Levi.


“Terima kasih semuanya! Saya bukanlah penyanyi yang baik, tapi saya berdiri disini dan menyanyikan sebuah lagu hanya khusus untuk pasangan pengantin kita yang istimewa ini. Tuan dan Nyonya muda, saya harap kalian menyukai hadiah pernikahan dari saya ini!” ujar Levi yang penuh percaya diri saat berdiri diatas panggung.


“Terima kasih banyak, Levi!” gumam Zhia dengan senyuman bahagianya.


Rayden pun juga tersenyum bahagia melihat bagaimana Levi menyiapkan hadiah terbaik di hari pernikahannya dengan Zhia.


“Woaaahhh,……Kakak Levi!! Kau yang terbaik, Love you more!” seru Lucia yang dipenuhi antuasias dan semangat yang sangat luar biasa.


“Hahahahaaa,…..Terima kasih banyak, Nona kecil!”


Seorang Levi tersipu malu mendapat penyataan cinta dari seorang anak kecil yang sangat manis dan menggemaskan seperti Nona kecilnya, Lucia.


“Selamat atas pernikahan Tuan dan Nyonya muda! Semoga selalu dilimpahkan dengan kebahagian dan segala sesuatu yang baik! Sekian dari saya, Terima kasih banyak atas waktu dan perhatiannya!” ucap Levi yang mengakhiri penampilannya dengan sangat sempurna.


Sorak sorai dan tepuk tangan para tamu undangan pun kembali menambah suasana semakin meriah.


Tanpa disangka, Rayden meraih mic yang tadi digunakan oleh Levi.


Entah apa yang sedang Rayden rencanakan didalam otaknya, tapi sungguh ini hari yang sangat membahagiakan untuk semua orang terutama Zhia.


“Perhatian semuanya! Sebenarnya saya sudah menyiapkan sebuah hadiah istimewa untuk istri saya tercinta, Arzhia Mave Xavier! Sesaat aku ragu ingin memberikannya sekarang atau nanti, tapi setelah melihat hadiah dari Levi. Aku pun memutuskannya untuk memberikannya sekarang saja!” ujar Rayden yang terlihat sedikit gugup.


Karena ini pertama kalinya Rayden berusaha menjadi pria yang sedikit romantis untuk istrinya.


Semua orang pun merasa sangat penasaran, sebenarnya hadiah seperti apa yang akan seorang Rayden Cano Xavier berikan pada Zhia.


“Ya Tuhan, Ray! Apalagi yang ingin kau lakukan?” gumam Zhia yang berharap cemas dengan hadiah yang sudah disiapkan oleh Rayden itu.


“Aku tahu hadiah ini terkesan biasa saja! Tapi, hadiah ini mewakili seluruh isi hati saya pada hari ini. Sebuah lagu yang menggambarkan betapa sempurnanya dirimu, istriku tercinta!”


Perkataan yang sungguh sangat menyentuh hati bagi semua orang yang mendengar. Alunan violin kembali terdengar dipadukan dengan iringan piano menambah kesan yang sangat romantis dalam acara pernikahan itu.


Lagu yang berjudul Perfect dari penyanyi ternama Ed Sheeran dinyanyikan dengan merdu dan penuh perasaan oleh seorang Rayden yang dikenal oleh semua orang dengan pria dingin, arrogant dan tidak berperasaan.


...I found a love for me...


...(Aku menemukan cinta untukku)...


...Darling, just dive right in and follow my lead...


...(Sayang, ikut bersamaku dan ikuti arahanku)...


...Well, I found a girl, beautiful and sweet...


...(Aku bertemu seorang gadis, cantik dan manis)...


...Oh, I never knew you were the someone waiting for me...


...(Oh, Aku tidak pernah tahu kalau kau adalah seseorang yang menungguku)...


...‘Cause we were just kids when we fell in love...


...(Karena kita dahulu layaknya anak kecil di saat kita jatuh cinta)...


...Not knowing what it was...


...(Tidak tahu apa artinya)...


...I will not give you up this time...


...(Aku tidak akan menyerah kali ini)...


...But darling, just kiss me slow...


...(Tapi sayang, cium aku perlahan)...


...Your heart is all I own...


...(Hanya hatimu yang aku miliki)...


...And in your eyes you’re holding mine...


...(Dan di matamu kau menyimpan (hati) milikku)...


...Reff...


...Baby, I’m dancing in the dark...


...(Sayang, aku berdansa di kegelapan)...

__ADS_1


...With you between my arms...


...(Bersama dirimu diantara kedua tanganku)...


...Barefoot on the grass...


...(Telanjang kaki di rerumputan)...


...Listening to our favourite song...


...(Mendengarkan lagu kesukaan kita)...


...When you said you looked a mess...


...(Ketika kau bilang sedang terlihat berantakan (penampilanmu)...


...I whispered underneath my breath...


...(Aku berbisik perlahan)...


...But you heard it,...


...(Tapi (aku tahu) kamu mendengarnya)...


...Darling, you look perfect tonight...


...(Sayang, kamu tampak sempurna malam ini)...


...Well, I found a woman, stronger than anyone I know...


...(ya, Aku bertemu seorang wanita, lebih kuat dari semua yang ku kenal)...


...She shares my dreams, I hope that someday I’ll share her home...


...(Kita berbagi mimpi, dan aku harap suatu saat aku akan berbagi rumah dengannya)...


...I found a love to carry more than just my secrets...


...(Aku menemukan cinta untuk membawa tidak hanya rahasiaku)...


...To carry love, to carry children of our own...


...((Tapi juga) untuk membawa cinta, membawa anak-anak kita sendiri)...


...(Sekarang kita (juga) masih anak-anak tetapi kita sangat larut dalam cinta)...


...Fighting against all odds...


...(Melawan segala rintangan)...


...I know we’ll be alright this time...


...(Aku tahu kali ini kita akan baik-baik saja)...


...Darling, just hold my hand...


...(Sayang, peganglah tanganku)...


...Be my girl, I’ll be your man...


...(Jadilah wanitaku, aku akan jadi lelakimu)...


...I see my future in your eyes...


...(Aku melihat masa depanku di matamu)...


...Back to Reff...


Tanpa terasa airmata Zhia perlahan jatuh tak tertahankan lagi, dia menyesapi setiap lirik lagu yang dinyanyikan suaminya itu.


Liriknya begitu masuk kedalam hatinya, Zhia tidak pernah menyangka bahwa Rayden bisa seromantis itu kepadanya.


Benar-benar acara resepsi pernikahan yang penuh dengan warna perasaan bahagia, tegang haru dan masih banyak lagi yang lainnya.


Nyanyian Rayden berakhir dengan iringan suara tepuk tangan tamu undangan yang terdengar menggema disetiap sudut ruangan pesta itu.


“Kenapa kau menangis, sayang! Lagu ini aku persiapkan hanya untukmu!” ujar Rayden yang kini berada dihadapan Zhia yang masih menangis karena bahagia mendapat hadiah seromantis itu dari Rayden.


“Terima kasih banyak, Ray!”


Zhia segera memeluk Rayden tanpa ragu lagi, dia tidak mempedulikan sorak sorai tamu undangan yang merasa iri dengan keromantisan mereka berdua.


Rayden pun membalas pelukan Zhia dengan eratnya sesekali dia menciumi punacak kepala istrinya itu denuh cinta, hingga membuat para jomblo yang hadir semakin histeris dibuatnya.

__ADS_1


Sementara dibelakang panggung Luca dan Lucia menemui Will yang berada disana. Mereka meminta pada Will untuk membiarkan mereka berada diatas altar pernikahan untuk menyampaikan sesuatu pada mamah dan papahnya.


“Paman Will! Kami ingin mengatakan sesuatu untuk mamah dan papah, boleh ‘kan?” pinta Lucia dengan mata berbinar penuh harap untuk di ijinkan.


“Tentu saja, Nona kecil! Silahkan kalian bawa ini dan perhatian itu milik kalian berdua sekarang!” ujar Will yang dengan senang hati mengijinkannya, dia pun memberikan mereka masing-masing satu mic untuk berbicara.


Will pun mempersilahkan Luca dan Lucia untuk naik keatas altar pernikahan mamah dan papahnya, dia kemudian meminta untuk menyiapkan lampu sorot pada kedua anak kembar itu.


Dengan langkah kecilnya, Luca dan Lucia berjalan mendekati kearah mamah dan papahnya sampai tinggal tersisa beberapa langkah lagi mereka berhenti.


Suasana seketika menjadi hening, menunggu kata apa yang akan dikatakan oleh si kembar.


“Luca! Luci!” ujar Zhia yang menatap kedua anak kembarnya itu dengan penuh cinta, ingin sekali Zhia langsung berlari memeluk kedua anak kembarnya itu disana.


“Tunggu, Zhi! Sepertinya mereka ingin mengatakan sesuatu!”


Tapi Rayden segera menghentikan niat Zhia itu, dia ingin tahu apa yang mau disampaikan oleh kedua anak kembarnya.


“Mamah! Terima kasih karena selama ini telah merawat dan membesarkan kami, meskipun tanpa ada papah disamping mamah!” ucap Luca dengan tatapan matanya yang polos dan penuh ketulusan.


“Mamah bagaikan bahwa pahlawan dalam hidup kami! Tanpa mamah kami tidak akan pernah tumbuh dalam dunia yang penuh cinta ini!”


Lucia melanjutkan perkataan sang kakak. Iringan suara merdu dari violin menambah kesan yang mendalam dari setiap kata yang dikatakan oleh kedua anak kembar itu.


“Terima kasih, karena mamah menjadi mamah yang kuat dalam membesarkan kami! Jadi, kami juga tumbuh menjadi anak yang kuat seperti mamah!”


Perkataan Luca benar-benar mengandung bawang bombai, sehingga setiap orang yang mendengar menjadi merasa sedih dan meneteskan air mata.


“Dulu semua orang menghina mamah dan mengucilkan kami berdua, karena tidak memiliki seorang papah! Sekarang semua orang melihatnya, Mah! Kak Luca dan Luci sudah bertemu dengan papah kandung kami. Papah kandung kami bahkan lebih hebat dari pada papah yang dimiliki oleh teman-teman Luci yang lain! Jadi, mulai sekarang mamah jangan bersedih seorang diri lagi. Sekarang sudah ada papah yang akan menjaga kita!”


Habis terkena bawang bombai, sekarang perkataan Lucia sudah seperti cabai rawit yang menambah perih ini mata sampai tidak bisa berhenti meneteskan airmata.


Semua orang semakin manangis terisak, mereka menjadi berfikir sebenarnya apa yang selama ini dilalui oleh Zhia dan kedua anak kembarnya itu.


“Meskipun selama ini mamah bersikap tegar, tapi kami selalu tahu setiap mamah sedang bersedih! Mamah pasti akan menangis seorang diri didalam kamar mandi sambil menyalakan shower, meski mamah tidak mengatakannya kami juga tahu dan ikut menangis bersama mamah! Mulai sekarang seperti itu lagi ‘yah? Kan sekarang sudah ada papah!” ujar Luca yang semakin menyayat hati semua orang terutama hati Rayden.


Zhia semakin tercengang, ternyata kesedihan yang selama dia berusaha sembunyikan dari kedua anak kembarnya dari awal hanyalah sia-sia.


Kedua anak kembarnya selalu mengetahui apapun tentang dirinya, seperti dia mengetahui segalanya tentang anak kembarnya.


Diam-diam ibu dan anak kembar ittu selama ini saling melindungi dan menjaga perasaan masing-masing agar perasaan mereka tidak terluka.


“Terima kasih juga untuk papah! Karena mau menerima kehadiran mamah dan kami berdua yang sepertimya tidak pernah ada dalam bayangan hidup papah! Luci sebenarnya sangat takut, kalau papah tidak akan menerima mamah dan kami! Luci dan kak Luca bahkan sudah membuat rencana untuk memberi hukuman pada papah jika hal itu sampai terjadi, tapi untungnya papah bukan orang yang seperti itu. Sudah Luci katakan bahwa papah Luci itu yang terbaik dan paling hebat dibandingkan papah yang lainnya!” ujar Lucia mengutarakan segala isi hatinya.


“Papah, terima kasih karena sudah bersedia menjadi papah terhebat untuk kami!” sahut Luca disertai senyuman tulus menatap papah dan mamahnya.


Perkataan Lucia langsung membuat Rayden menangis terisak, dia tidak peduli semua orang mau mengatakan dirinya seperti apa.


Rasa penyesalannya lebih besar dibandingkan dengan nama baiknya yang selama ini dia jaga dengan sangat baik.


“Zhi! Aku pria brengsek yang sangat jahat padamu dan juga anak kita!” ujar Rayden pada Zhia, dia tak sanggup mengangkat kepalanya untuk menatap Zhia.


“Jangan seperti ini, Ray! Kau tidak dengar perkataan putrimu, kau itu papah terbaik dan terhebat untuk mereka! Dan suami terbaik untukku tentunya!” ucap Zhia yang berusaha menghibur Rayden.


“Papah! Mamah! Grandpa dan Grandma, kami sangat menyayangi kalian semua!” ujar Luca sambil menunjukkan senyuman manisnya.


“Kami sangat mencintai kalian semua!” ucap Luca dan Lucia serentak.


“Papah! Mamah! I LOVE YOU!” lanjut si kembar lagi.


“Kenapa kalian semua menangis? Apakah perkataan Luci menyedihkan?” tanya Lucia yang menyadari bahwa semua orang yang hadir sedang meneteskan air mata dan terisak.


Bersambung..........


Note :


Hay, kak!😄😄😄


Jangan Lupa guys!


Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉


Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚


Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌


Terima kasih All!😙😘😚

__ADS_1


__ADS_2