
“Tentu, aku pasti akan selalu mengingatnya! Tolong jaga kakakku selama aku tidak ada disisinya!” ujar Jayden sebelum dirinya pergi.
“Hmmm,….Tentu saja, Jaydon ‘kan sudah seperti saudaraku sendiri! Begitu juga dirimu Jay, karena itulah jaga dirimu dengan baik saat berhdapan dengan Levi. Jangan biarkan dia melukaimu seperti yang dialami oleh Jaydon!” jelas Evan yang tidak ingin orang kepercayaannya juga terluka lagi.
“Baiklah, akan aku usahakan!” sahut Jayden.
Setelah itu, Jayden pun meninggalkan Evan dan menuju ke markas yang sedang mengalami penyerangan oleh Levi dan pasukkannya.
Setelah kepergian Jayden, Evan terdiam cukup lama ditempatnya. Evan sedang memikirkan cara untuk membuat Rayden lebih menderita lagi dengan menggunakan Zhia sebagai umpannya.
Namun, disatu sisi Evan sedikit menyayangkan jika Zhia mati ditangannya. Evan sendiri yang bersusah payah membangkitkan semangat hidup Zhia dulu, tapi sekarang dia malah harus membunuh Zhia untuk membuat Rayden menderita.
Hingga sebuah suara menyadarkan dirinya dari lamunannya, “Tuan, anda memanggil saya!”
“Hmmm, kau sudah datang rupanya!” sahut Evan yang langsung menoleh kearah sumber suara itu.
Ternyata Evan memanggil Grace untuk melakukan sesuatu yang dapat mendukung rencananya berjalan lancar.
Penampilan Grace memang masih terlihat bagaikan malaikat, tetapi hatinya sudah sudah seperti iblis yang isinya hanya balas dendam dan juga kebencian kepada keluarga Xavier.
Kini Grace sudah siap melakukan apapun, meskipun nyawa itu menjadi taruhannya. Hal itu tidak masalah asalkan dia bisa menyalurkan semua dendam dan kebenciannya.
“Apa yang bisa saya lakukan sekarang, Tuan?” ujar Grace yang siap melaksanakan perintah pertamanya.
“Ehmm,…Sebenarnya aku ingin kau mengurusi kedua bocah kembar itu, tapi sepertinya kau tidak bisa melakukannya. Jadi lupakan saja, kau bisa kembali sekarang!” ujar Evan yang merasa bahwa peintahnya itu tidak efisien untuk seorang Grace.
“Ijinkan saya mencobanya, Tuan! Aku yakin bisa melakukannya dengan baik!” sahut Grace yang sangat tertarik ingin menlukai anak kembar Rayden da Zhia sebaga awal dari balas dendamnya.
“Kalau yakin lakukanlah sesuka hatimu, tapi ingin jangan menyebabkan masalah untukku!” ujar Evan yang tidak melarang Grace jika memang ingin melakukannya, tetapi dia mengingatkan dengan penuh penekanan bahwa dia tidak ingin terlibat masalah lagi karena Grace.
“Baik, Tuan! Saya pasti akan terus mengingatnya!” sahut Grace sembari membungkuk memberi hormat.
“Kalau sudah selesai pergilah!” usir Evan yang tidak mau melihat Garce lama-lama.
“Baik, Tuan! Saya permisi undur diri sekarang!”
Setelah mengatakan itu Grace langsung saja keluar lagi dari sana. Begitu memastukan Grace sudah keluar dari sana, Evan kemudian berjalan menuju kekamar Jaydon di rawat.
Melihat kondisi Jaydon yang sangat parah, raut wajah Evan tidak menampakan ekspresi apapun hanya wajah datar dan dinginnya saja yang menatap lekat pada Jaydon yang tengah terbaring koma diatas ranjang.
“Sudah kubilang aku hanya menjadikan dirimu sebagai umpan saja, tapi kenapa kau malah mengantarkan nyawamu sendiri kepada Levi! Aku tahu kau mengalah kepada bocah itu, karena rasa bersalahmu masih ada terhadap gadis itu bukan? Karena itulah kau lebih memilih untuk mati daripada menjadi bonekaku!” ujar Evan dengan tatapan dinginnya.
“Aku dari awal sudah tahu bahwa hatimu yang baik itu tidak bisa aku control dengan sesuka hatiku, karena itulah aku mengirimmu keperbatasan. Karena hatimu mulai berubah menjadi baik dan itu sangat mengganggu rencanaku!” lanjut Evan lagi.
__ADS_1
Dari awal kedatangannya dinegara A, Evan sebenarnya mulai menyadari bahwa Jaydon telah berubah.
Sepertinya rasa penyesalan atas kematian Rayna dan seluruh keluarganya telah menyadarkan hati serta pikirannya bahwa semua dendam ini tidak akan berakhir sampai salah satu pihak menyadari kesalahannya masing-masing.
...****************...
Beralih pada si kembar yang baru saja menyelesaikan kegitan sekolahnya. Sesuai janji Julia datang untuk menjemput kedua cucu kembarnya yang menggemasakan pulang kemanshion.
Begitu sampai dimanshion, Luca dan Lucia langsung berlari masuk ke kamarnya masing-masing untuk berganti pakaian yang nyaman untuk berlatih bela diri.
Tidak sampai 10 menit, Luca dan Lucia sudah siap untuk memulai latihan mereka. Mereka pun segera berlari menghampiri Eva dan Alea yang tengah berbincang dengan Grandmanya diruang keluarga.
“Kakak cantik, kami berdua sudah siap untuk mulai latihannya!” seru Luca dan Lucia secara serentak dan penuh semangat.
Eva dan Alea pun menatap si kembar dengan tidak percaya bahwa permitaan mereka pagi tadi ternyata memang serius dan sekarang mereka sedang menagih janjinya.
Berbeda dengan Julia yang merasa bingung, karena dia belum megetahui bahwa Luca ingin belajar bela diri dari kedua pengawal Zhia.
“Latihan? Kalian berdua ingin berlatih apa?”
Julia pun menatap Alea dan Eva untuk meminta penjelasan, dia sudah tidak bisa menahan rasa penasarannya terhadap latihan yang dimaksud oleh kedua cucu kembarnya.
“Begini Nyonya besar,_...”
Luca segera memotong perkataan Eva yang sebenarnya ingin menjelaskan. Tapi, karena Luca sudah merasa tidak sabar ingin segera memulai latihannya, Luca pun menjelaskan semuanya sendiri dengan singkat dan terdengar sedikit memaksa.
“Hah? Kau yakin, sayang?” ujar Julia yang masih merasa tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
Karena Julia tahu bahwa Luca sebelumnya sama sekali tidak tertarik dengan dunia seni bela diri, cucu laki-lakinya ini terlihat lebih tertarik dengan dunia IT.
Tapi kenapa sekarang berubah pikiran dan bahkan terlihat sangat bersemangat ingin segera mempelajarinya.
“Iya, Luca sangat yakin! Sudah dulu ‘yah, Grandma! Luca dan master akan berlatih dulu sekarang!” sahut Luca dengan tidak sabar dia menarik tangan Alea untuk segera mengikutinya keruang latihan milik papahnya.
“Daahhh,….Grandma, Luci mau ikut kak Luca latihan dulu!”
Lucia pun melambaikan tangannya pada Grandma yang masih mematung tidak percaya dengan perubahan sikap Luca.
Setelah itu, Lucia mengikuti Alea dan Luca menuju keruang latihan mereka, Eva pun terpaksa harus mengikuti mereka kesana.
“Apa yang terjadi dengan Luca? Apakah penculikan kemarin yang membuatnya jadi bersemangat untuk berlatih bela diri? Aku harus emastikannya sendiri pada mereka, apa yang sebenarnya terjadi pada hari itu!” gumam Julia yang tidak bisa tinggal diam saja melihat kedua cucu bekerja keras menjadi lebih kuat, sementara dirinya hanya duduk santai sambil membaca majalah.
Julia pun mengikuti mereka keruang latihan, dia akan melihat Luca berlatih disana sekaligus menilai cara melatih kedua pengawal itu kepada cucu geniusnya.
__ADS_1
Sesampainya ditruang latihan, Luca sudah bersiap menerima setiap arahan yang akan diberikan oleh Alea dan juga Eva.
Akan tetapi, baik Eva ataupun Alea belum melakukan persiapan apapun untuk mengajarinya.
Karena permintaan Tuan kecilnya itu sangat mendadak dan mereka tidak ada pengalaman untuk mengajar anak kecil dalam melakukan latihan bela diri.
“Master, murid sudah siap untuk memulai latihannya. Silahkan master memberikan arahan pada murid!”
Luca bahkan meniru gaya bicara yang salah satu tokoh pemain Film yang dia tonton semalam, dia benar-benar telah menyiapkan segalanya dengan matang sebelum memutuskan utuk serius berlatih.
Bukan hanya itu saja, Luca pun langsung memberi hormat layak seorang murid didunia bela diri.
“Hah?”
Eva dan Alea bahkan terlihat terbengong sendiri melihat perlakuan Tuan kecilnya yangb belum apa-apa sudah memanggil mereka dengan sebutan Master dan juga memberi hormat layaknya seorang murid.
Eva dan Alea tampak saling melempar pandangan satu sama lain, seakan itu adalah ujian paling berat selama mereka berada didunia bela diri.
“Waaahhh,… Kakaknya Luci memang hebat ‘yah!” ujar Julia yang berdiri disebelah Lucia.
“Grandma, Luci ‘kan hebat, apalagi kak Luca! Grandma ingin melihat kak Luca berlatih juga ‘yah!” sahut Lucia yang baru menyadari Grandamanya ikut menyusul mereka.
Bersambung........
Note :
Hay, kak!😄😄😄
Jangan Lupa guys!
Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉
Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄
Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄
Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄
Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚
Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌
Terima kasih All!😙😘😚
__ADS_1