Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Zhia Terluka Part 2.


__ADS_3

“Zhi,…!!”


Noland dan Julia pun langsung panik melihat seorang pria tengah menancapkan sebilah pisau didada menantu kesayangannya itu.


Tapi sayangnya, baik Noland maupun Julia tidak bisa berbuat apapun. Noland sedang terjebak didalam pertarungannya sendiri yang terus saja menyudutkannya karena 4 lawan 1. Sedangkan Julia terjebak didalam toko bunga.


Baakkk,………Bruukkkk,………….


Datang seorang pria yang langsung saja menendang pria berjaket hoodie itu hingga membuatnya terjungkal dan menjatuhkan pisaunya.


Zhia pun langsung terduduk lemas, tubuhnya sudah bergetar hebat karena merasa sangat ketakutan. Sementara lukanya sudah mulai mengeluarkan darah.


“Zhi, kau tidak apa-apa?” tanya pria yang telah menyelamatkan Zhia ternyata adalah Evan.


“E-evan,…” ujar Zhia dengan nada bicaranya yang gemetar.


“Iya, Zhi! Ini aku, kau baik-baik saja ‘kan? Apa lukamu parah?”


Evan dengan wajah paniknya segera berjongkok untuk memeriksa luka tusukan yang berada didada Zhia.


Namun, tanpa disangka ternyata pria berjaket hoodie tadi kembali bangkit dan berniat menyerang mereka dengan pisau yang tadi.


Pria itu tidak peduli meskipun harus membunuh banyak orang itu tidak masalah baginya asalkan Zhia mati dengan menggunakan tangannya sendiri.


“Evan, Awasss….!!”


Zhia mencoba memberi peringatan pada Evan, dia bahkan mencoba mendorong Evan agar menyingkir darinya.


Akan tetapi, tenaga Zhia sudah tidak ada lagi karena rasa takutnya yang teramat luarbiasa itu.


Evan pun segera refleks untuk menghindari tusukkan pisau itu, tapi sedetik kemudian Evan sadar dari awal pisau tidak mengarah padanya melainkan pada Zhia.


Jlebbb,……….Greeepppp,……


Sebelum pisau itu, semakin dalam menusuk dada Zhia. Tangan Evan langsung menggenggam pisaunya, dia berusaha menahan kekuatan pria berjaket hoodie itu yang semakin mendorong pisau itu menusuk dada Zhia.


Darah segar pun mengalir dari tangan Evan yang memegang pisau itu dengan kuat agar tidak menembus jantung Zhia.


Zhia terus merintih menahan sakit pada luka didadanya, disaat pria berjaket hoodie itu semakin menambah kekuatannya hingga membuat pisau yang berusaha ditahan Evan itu semakin menusuk kedalam dadanya.


Tiba-tiba saja terdengar suara sirine dari mobil polisi dan ambulance.


Wiu,….Wiu,….Wee,…….Wooo,….. Wee,…….Wooo,…..


Beberapa mobil polisi dan juga ambulace membuat para pembunuh bayaran itu langsung berlari kalang kabut untuk menyelamatkan diri mereka masing-masing.


Pria berjaket hoodie itu pun seketika juga merasakan ketakutan yang sama, dia langsung melepaskan pisaunya dan berlari untuk bersembunyi dari kejaran polisi. Meninggalkan Evan dan Zhia yang sudah terluka.


Karena tidak bisa melakukan apapun untuk membantu Zhia dan Suaminya, Julia pun memutuskan untuk menghubungi polisi.


Melihat Zhia yang juga terluka Julia pun juga memanggil ambulance untuk berjaga-jaga.


“Sial, aku pasti akan membunuhmu lain kali Zhi!” ujar pria berjaket hoodie itu sebelum dirinya kabur.


Namun, kesadaran Zhia langsung hilang saat itu. Beruntung ada Evan yang segera refleks menangkap tubuhnya, meskipun dengan tangan yang berlumuran darah akibat dari menahan pisau tadi.

__ADS_1


“Zhi,…” seru Noland dan Julia yang segera menghampiri menantu kesayangannya yang sudah jatuh pingsan itu dengan perasaan cemas dan khawatir.


“Tuan, kita harus membawa Zhi kerumah sakit sekarang.” ujar Evan pada Noland dan Julia wjahnya juga terlihat sangat cemas dan khawatir dengan keadaan wanita yang selama ini dia jaga dengan sepenuh hatinya.


Evan pun langsung menggendong tubuh Zhia ala bride style, membawanya masuk kedalam ambulance yang sudah sampai tepat didepan toko bunga.


Dan ambulance itu pun langsung meluncur kerumah sakit, tidak lupa tim medis memberikan pertama pada Evan akan lukanya tidak mengeluarkan darah terus. Begitu juga dengan luka yang dialami Zhia.


“Hmm, cukup beruntung juga wanita hina ini! Kita lihat, apakah keberuntungan selalu memihak padamu setelah ini.” gumam Grace yang ternyata masih berada disana lebih tepatnya berada disebuah Caffe yang letaknya tidak jauh dari toko bunga, menyaksikan semua kejadian itu dari kejauhan sembari tersenyum puas.


Sementara polisi langsung mengamankan lokasi penyerangan dan mengejar para pelakunya. Apapun yang terjadi mereka harus bisa menangkap salah satu tersangkanya.


Apalagi penyerangan ini sudah berhubungan dengan keluarga paling disegani dinegara A yaitu keluarga Xavier.


Julia terus menangis serta menyalahkan dirinya sendiri terus menerus. Jika saja dia tidak ceroboh dengan menghilangkan gelang tangannya dan meninggalkan Zhia seorang diri didepan toko, maka kejadian ini bisa mereka hindari.


Noland pun berusaha untuk menghibur istrinya, berusaha membuat istrinya merasa lebih baik dan tidak menyalahkan diri sendiri terus menerus.


Mereka mengikuti ambulance dengan menaiki mobil pribadi mereka. Karena tim medis tidak memperbolehkan Noland dan Julia untuk menemani Zhia.


Didalam ambulance hanya ada Zhia, Evan dan dua tim medis. Evan terus saja menantap wajah pucat Zhia yang kini terbaring tak sadarkan diri dihadapannya.


Wanita yang selama ini tampak kuat dan ceria bersama dengan kedua anak kembarnya itu, sekarang tampak sangat rapuh dan lemah.


Seakan perlu perlindungan ekstra agar tidak ada satu orang pun yang bisa menyakitinya.


Lamunan Evan terhenti, begitu mereka sampai dirumah sakit. Zhia langsung dibawa keruang VVIP yang telah disiapkan sebelumnya.


Maklum orang kaya pasti akan selalu diprioritaskan bahkan sebelum pasiennya sampai dirumah sakit.


Sementara, Evan dibawa ke ruangan lain untuk mengobati luka yang ada ditangannya. Apalagi lukanya cukup besar mengingat bagaimana Evan menahan pisau itu agar tidak semakin menusuk dan menembus sampai melukai jantung Zhia.


Noland dan Julia menunggu dengan perasaan cemas dan takut didepan raung rawat Zhia. Saat ini dokter tengah memeriksa dan mengobati lukanya.


“Bagaimana dengan Cano, Pah?” tanya Julia yang teringat dengan putra yang pasti akan merasa sangat cemas mendengar istri yang baru sehari resmi menjadi istrinya terluka dalam pengawasan mereka.


“Papah sudah memberitahunya, mungkin sebentar lagi Cano dan si kembar akan sampai disini.” sahut Noland yang pastikan akan langsung menghubungi Rayden yang saat ini statusnya sebagai suaminya Zhia.


Suasana suram kembali menyelimuti Noland dan Julia, kejadian itu benar-benar membuat mereka menjadi merasa sangat bersalah pada Zhia. Karena tidak bisa melindunginya dengan baik.


“Bagaimana dengan keadaan menantu kesayangan kami, Dok?” ujar Julia begitu dokter yang memeriksa dan merawat Zhia keluar dari ruangan Zhia.


Wajahnya semakin terlihat cemas dan khawatir dengan kondisi menantu kesayangannya itu.


“Syukurlah, lukanya tidak terlalu dalam sehingga keadaanya baik-baik saja. Nyonya Zhia hanya mengalami luka gores saja dalam beberapa hari juga akan sembuh asalkan tidak terkena air sampai lukanya mengering dengan sendirinya. Mungkin dia juga akan mengalami sedikit shock saat bangun, tapi itu gejala wajar bagi orang baru saja mengalami kejadian mengerikan.”


Sang dokter pun menjelaskan kondisi Zhia, hingga membuat Noland dan Julia akhirnya bisa bernafas dengan lega.


“Akhhh,..Syukurlah, Pah! Zhi kita baik-baik saja.” seru Julia yang menangis bahagia begitu mendengar menantu kesayangannya tidak mengalami luka yang parah.


“Iya, sayang!”


Noland pun meraih tubuh istri kedalam pelukkannya, dia juga merasa sangat bersyukur bahwa Zhia tidak mengalami luka yang parah.


“Kalau begitu, saya permisi dulu!” pamit dokter itu yang harus kembali melanjutkan tugasnya memeriksa pasien yang lain.

__ADS_1


“Terima kasih, dok!” ujar Noland dan Julia serentak.


Setelah kepergian sang dokter, Noland dan Julia pun segera masuk keruang rawat Zhia untuk melihat keadaannya secara langsung.


Airmata Julia kembali berjatuhan, begitu melihat sosok Zhia yang terbaring lemah diatas ranjang rumah sakit dengan wajah pucatnya dan selang infus yang terpasang ditangan menantu kesayangannya itu.


“Mah,…”


Perlahan Zhia membuka matanya, dia memanggil Julia dengan nada bicaranya yang terdengar sangat lirih.


“Iya, Zhi! Mamah disini.” sahut Julia yang langsung menghampiri Zhia dan menggenggam tangan menantu kesayangannya itu.


Brakkk,………………..


Tiba-tiba saja pintu ruangan itu terbuka dengan lebarnya, menampakkan sosok Rayden dan dua malaikat kembarnya masuk kedalam ruangan itu dengan raut wajah yang terlihat sangat cemas dan khawatir.


“Mamah!” seru si kembar Luca dan Lucia yang langsung berlari menghampiri mamahnya sambil menangis.


“Mamah, siapa yang berani berbuat jahat sama mamah! Luci pasti akan membalasnya.”


Lucia menangis sembari menggenggam tangan mamahnya dengan tubuh gemetar.


“Mamah, Tidak apa-apa ‘kan? Dimana yang terluka, Mah? Luca harusnya bisa jagain mamah. Hikss,......”


Luca bahkan tidak mampu menatap mata mamahnya, dia menangis terisak.


Mereka baru pertama kali melihat keadaan mamahnya yang seperti ini, kedua anak kembar itu sungguh merasakan ketakutan yang sangat luar biasa. Ketakutan melihat mamahnya terluka dan meninggalkan mereka.


“Sayangnya mamah, Luca dan Luci! Mamah baik-baik saja, ini hanya luka kecil bahkan mamah tidak merasakan sakit sedikitpun.” ujar Zhia yang berusaha untuk duduk.


Setelah itu, Zhia pun memeluk kedua anak kembarnya, menyakinkan mereka berdua bahwa dirinya baik-baik saja.


“Zhi,..”


Rayden perlahan mendekati Zhia dan kedua anak kembarnya, matanya sudah sangat berkaca-kaca menatap istrinya yang terluka.


Secara tidak langsung Zhia terluka karena dirinya sebagai ketua mafia yang mempunyai banyak musuh.


Bersambung.................


Hay, kak!😄😄😄


Jangan Lupa guys!


Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉


Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚


Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌

__ADS_1


Terima kasih All!😙😘😚


__ADS_2