
“Maafkan aku, Zhi! Semua penderitaan yang kau alami bersama anak kita, karena sikap acuhku padamu waktu itu. Maafkan aku!”
Rayden terus saja mengatakan permintaan maafnya yng tulus pada Zhia, dia tidak akan pernah berhenti menyalahkan dirinya sendiri terhadap sikap acuhnya pada Zhia dulu.
Memang sepenuhnya bukan kesalahan Zhia maupun Rayden, semuanya murni karena kesalahan mereka berdua.
“Aku yakin kamu pasti tidak akan pernah tahu, apalagi merasakan berada di posisi itu. Hikss,…”
Zhia masih terus mengutarakan isi hatinya, tetapi tangisannya sudah sedikit mereda dan hatinya pun sudah mulai kemabli tenang berkat pelukan hangat dari sang suami idaman itu.
'
“Iya, Zhi! Aku minta maaf! Aku salah! Aku janji tidak akan bersikap seperti itu lagi untuk kedepannya. Jangan nangis lagi ‘yah?” ujar Rayden yang kembali berusaha membujuk Zhia untuk berhenti menangis layaknya sedang membujuk pada anak kecil saja.
“Aku juga minta maaf! Karena aku malah melimpahkan semua kesalahan padamu.” sahut Zhia sesegukkan, dia menundukkan kepala karena tidak berani menatap mata Rayden secara langsung.
Hatinya memang merasa lega setelah mengutarakan semua beban yang ada dihatinya langsung pada Rayden, tapi setelah itu Zhia malah merasa malu sendiri. Karena tanpa sebab Zhia menyalahkan sikap Rayden begitu saja.
“Tidak apa-apa, Zhi! Aku tahu kau mengatakan itu demi kebaikanku sendiri dan juga anak kita. Terima kasih, karena sudah mengajarkanku untuk berubah menjadi orang yang lebih baik, Zhi!” ujar Rayden masih dengan posisinya yang sedang memeluk Zhia, sesekali dia mengecup puncak kepala istrinya dengan penuh cinta.
“Maafkan aku!”
Hanya permintaan maaf yang keluar dari mulut Zhia, dia sekarang tanpa ragu ataupun rasa canggung ingin semakin dekat dengan sosok Rayden.
“Iya, istriku sayang! Jangan menangis lagi, jangan cengeng! Masa istri Rayden Cano Xavier cengeng ‘sih?” ujar Rayden yang tidak tahan untuk menggoda istrinya itu.
“Ray,…”
Zhia sedikit kesal atas perkataan Rayden itu, tapi dia tahu bahwa itu hanya untuk menghiburnya saja.
“Iya, ini sudah malam! Ayo, kita pergi tidur saja.” ujar Rayden pada Zhia.
Rayden pun memposisikan tubuhnya dengan nyaman untuk tidur, Zhia pun mengikutinya dengan patuh. Rayden menjadikan lengan tangannya sebagai bantalan untuk Zhia, dia memeluk tubuh Zhia dengan erat.
Sebelum Rayden menutup matanya, dia mengecup kening Zhia dengan lembut dan berkata “Selamat malam, istriku! Semoga mimpi indah.”
“Ehmm,…..Selamat malam, suamiku!” sahut Zhia yang membuat hati Rayden seketika bagaikan taman bunga yang sedang bermekaran.
Ribuan kupu-kupu terus saja berterbangan memenuhi hatinya.
Mungkin malam ini, Rayden dan Zhia benar-benar akan bermimpi indah didalam tidurnya. Zhia yang merasa lelah karena menangis akhirnya mulai memasuki alam mimpinya.
Rayden yang memang sudah sangat lelah dan mengantuk dengan mudahnya menyusul Zhia kealam mimpi indahnya.
Berbeda dengan anak kembar mereka yang ternyata sedang bekerja sama didalam kamar Luca untuk mencari tahu apa yang sedang diselidiki oleh papahnya.
__ADS_1
Demi melakukan penyelidikan mereka, Luca dan Lucia harus berpura-pura sudah tertidur pada mamahnya. Setelah mamahnya kembali kekamarnya sendiri, Luca dan Lucia langsung beraksi.
Luca langsung membuka dan memeriksa satu persatu rekaman cctv yang berhasil dia curi tadi pagi dari ruang rahasia milik papahnya. Lucia pun memperhatikannya juga dengan seksama.
Totalnya ada empat rekaman cctv yang membuat Luca dan Lucia saling bertanya-tanya satu sama lain. Luca membuka dan menyandingkan ke empat rekaman cctv itu sekalligus pada layar komputernya secara bersamaan.
Pertama focus si kembar tertuju pada rekaman pertama, rekaman yang terdapat di perempatan jalan dimana seseorang memblokir jalan yang mengarah ke toko bunga tempat penyerangan terjadi.
“Kak, coba perbesar tangannya paman itu!” pinta Lucia saat melihat rekaman cctv yang ada diperempatan jalan.
“Ini?” Luca pun menuruti apa yang diminta adiknya itu.
“Iya,…. Coba kak Luca perbesar dibagian pergelangan tangannya!”
Luca pun melakukan apa yang diperintahkan adiknya. Lucia semakin memfokuskan penglihatannya pada pergelangan tangan pria itu.
“Apa kau menemukan sesuatu, Luci?” tanya Luca yang merasa penasaran apa yang menjadi focus Lucia saat ini.
“Kak, lihatlah gambar macan hitam dipergelangan tangan paman itu!”
Lucia mengambil alih kursos dari tangan kakaknya, dia mengarahkan kursornya pada gambar itu agar Luca juga bisa melihatnya dengan jelas.
“Luci, melihat gambar ini ada di,….data yang berada di,….ruang rahasia milik papah! Iya, Luci melihatnya disana.” seru Lucia yang perlahan mengingat kembali tato macan hitam itu pernah dia lihat di berkas informasi yang tadi pagi dibacanya.
“Maksudnya?”
“Iya, benar! Gambar ini lambang dari grup milik musuhnya papah, si Macan Hitam!” seru Lucia setelah merasa yakin dan pasti dengan apa yang dilihatnya itu.
“Jadi, pelaku yang menyerang mamah adalah musuhnya papah?”
Lucia segera menganggukan kepalanya menandakan bahwa perkataan kakaknya benar.
Akhirnya, Luca bisa mengerti apa yang dimaksud oleh adiknya itu. Namun, dia masih ragu saat melihat rekaman cctv yang lainnya.
“Tapi lihat yang ini ‘deh, Luci!”
Luca menunjuk pada salah satu rekaman cctv yang berada didalam restaurant dimana sosok Grace terlihat jelas sedang mengawasi Zhia melalui jendela.
“Bukankah wanita itu yang dulu bertunangan dengan papah?” ujar Lucia sedikit ragu, dia sepertinya pernah melihat di internet mengenai informasi tentang Grace saat dia mencari tahu tentang foto masa kecil papahnya.
“Lihat yang ini juga, Luci!”
Belum selesai memperhatikan dan menerka apa yang dilakukan oleh Grace pada rekaman itu, Luca sudah teralihkan oleh rekaman yang ketiga. Focus Lucia pun ikut teralihkan kerekaman yang satunya lagi.
Dimana rekaman itu menunjukkan mamah mereka sedang ditusuk seseorang yang mengenakan jaket berhoodie untuk menutupi wajahnya.
__ADS_1
Terlihat jelas pada rekaman itu, bahwa mamah mereka sepertinya mengetahui siapa pelakunya.
“Isshhh,….Siapa ‘sih sebenarnya orang itu? Berani sekali melukai mamah! Kalau Luci sampai tahu siapa orang yang berani melukai mamah, akan Luci hajar sampai tak berbentuk lagi!” geram Lucia yang sangat marah saat melihat rekaman itu.
Lucia langsung bertekad, kalau sampai dia bertemu dengan pelakunya. Maka bersiaplah orang itu untuk menghadapan dengan malaikat mautnya yaitu Lucia sendiri.
“Sepertinya mamah sudah tahu siapa pelakunya! Lihatlah ekspresi wajah mamah!” ujar Luca yang semakin memperbesar dan memperjelas rekaman cctv itu.
“Iya, kak! Mamah sepertinya tahu siapa pelakunya!” sahut Lucia yang sependapat dengan kakaknya.
Namun, Luca masih diam tapi didalam hatinya dia sedang memikirkan kemungkin beberapa orang yangbbisa menjadi pelakunya.
“Apa Luci tanya langsung saja ke mamah siapa pelakunya ‘yah? Biar Luci bisa pergi menghajarnya sekarang juga!” seru Lucia dengan semangat membara.
“Kau yakin? Bukannya menjawab, mamah pasti malah akan memarahi kita berdua!” sahut Luca yang membuat semangat adik kembarnya langsung meredup.
“Terus bagaimana ‘dong, Kak! Luci ‘kan tidak bisa tinggal diam saja melihat mamah dilukai oleh orang lain seperti ini!” ujar Lucia yang tetap tidak bisa membiarkan orang-orang yang telah menyakiti mamahnya begitu saja.
“Papah pasti sudah mengurusnya! Kita lihat saja dulu, Luci!” sahut Luca yang tidak terlalu mengambil pusing masalah orang dewasa itu.
“Kak luca benar! Papah tidak mungkin diam saja ‘kan melihat mamah dilukai orang lain?” Lucia mencoba memastikan dengan bertanya pada kakaknya.
“Itu sudah pasti! Tapi yang terpenting ini, Luci!” ujar Luca yang membuat Lucia kembali mendekat dan menatap layar komputernya dengan seksama.
Luca menunjukkan sebuah rekaman cctv yang telah dia perbesar dan juga gambar yang sedikit dijernihkan pada adiknya.
“Paman Evan!” seru Lucia dengan tatapan tidak percaya, apa yang tengah dilihatnya itu.
Bersambung ......................
Note :
Hay, kak!😄😄😄
Jangan Lupa guys!
Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉
Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄
Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄
Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄
Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚
__ADS_1
Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌
Terima kasih All!😙😘😚