
Sesuai perintah dari Tuannya, Levi pun langsung menghubungi Will dan memberitahukan segala yang tejadi dipulau itu tanpa tertinggal sedikitpun.
Will yang mendapat kabar dari Levi, tentu saja langsung menyampaikan pada Tuan besarnya Noland.
Meskipun Will sudah mendapat perintah langsung dari Rayden, dia masih perlu mendapatkan persetujuan dari Noland yang menjadi pengganti sementara selama Rayden tidak ada disana.
Will langsung saja menuju ke mansion, karena Noland sedang berada disana untuk menenangkan Julia yang mulai jatuh sakit sebab terlalu memikirkan Zhia yang belum ada kabar sampai sekarang.
“Dimana Tuan besar sekarang?” tanya Will pada salah satu pelayan yang ditemui begitu memasuki mansion.
“Tuan besar sedang berada dikamarnya sekarang! Beliau sedang merawat Nyonya besar yang kondisinya semakin memburuk setiap harinya!” jelas Pelayan itu yang langsung memberitahukan keberadaan Noland beserta situasi yang sedang terjadi di mansion itu.
“Tolong sampaikan pada Tuan besar bahwa ingin bertemu dengannya! Katakan bahwa ada hal penting yang perlu saya sampaikan sekarang juga padanya!” ujar Will yang terlihat sangat serius saat mengatakannya.
“Baiklah, tolong anda tunggu sebentar!”
Pelayan itu kemudian mengetuk pintu kamar tempat Noland dan Julia berada sekarang, setelah mendapat ijin pelayan itu langsung masuk kedalam untuk menyampaikan semua pesan Will barusan.
Setelah beberapa menit, pelayan itu kemudian keluar disusul dengan Noland dibelakangnya. Will langsung membungkan badannya memberi hormata pada Noland seperti biasanya.
“Tuan, maaf mengganggu waktu anda!” ucap Will setelah memberikan hormat pada Noland.
“Ada ada? Apakah Cano telah berhasil menyelamatkan Zhia?” ujar Noland yang mengira kali ini Rayden berhasil dalam misi penyelamatan Zhia.
“Tidak, Tuan besar! Evan berhasil melarikan diri lagi dengan membawa Nyonya muda dan sepertinya kali ini Evan membawanya ketempat itu!”
Will langsung memberitahukan situasinya, tapi dia tidak menjelaskan secara mendetail pada tempat yang yang dimaksudkan sebagai tempat pelarian Evan selanjutnya.
Sehingga membuat Noland sedikit bingung dfengan tempat yang dimaksudkan oleh Will barusan.
“Tempat itu? Maksudmu? Bicaralah yang jelas agar aku bisa langsung mengerti!” seru Noland yang sedikit kesal, karena hal itu malah membuatnya semakin penasaran dengan tempat yang sedang dimaksud oleh Will itu.
“Maafkan saya, Tuan! Maksud saya adalah tempat kediaman Sam Joseph dulu. Menurut informasi yang saya dapatkan dari Levi dan Levi mendapatkannya dari Tuan muda, sepertinya Evan berniat membawa Nyonya muda dimana kami membunuh semua keluarganya 10 tahun yang lalu.”
Seakan baru saja mendapatkan sebuah kartu kuning, Will pun tidak berani lagi memberi laporan yang membuat penasaran sang Tuan besarnya itu. Will langsung menjelaskan secara terperinci mengenai informasi yang dia dapatkan dari Levi.
“Jangan katakan padaku bahwa si Evan sialan ini juga yang telah membunuh putriku 10 tahun yang lalu, Will!” ujar yang Noland yang tiba-tiba berubah menjadi sangat marah.
Entah kenapa kejadian penculikkan yang terjadi pada menantu kesayangannya itu langsung mengingatkan pada kejaian yang dialami oleh putri kesayangannya pada 10 Tahun yang lalu. Kejadian yang membuat luka paling terdalam di hidupnya untuk sepanjang sisa hidupnya.
“Sepertinya memang dia ‘lah pelaku pembunuhan Nona muda yang sebenarnya bersama dengan teman-temannya yang bernama Jayden dan Jaydon. Beberapa temannya lagi sebagian sudah terbunuh pada penyerangan Tuan muda 10 Tahun yang lalu!”
__ADS_1
Mau tidak mau Will harus memberiotahukan kenyataan pahit ini kepda Tuan besarnya. Padahal dengan sangat susah payah keluarga Xavier untuk melupakan kejadian memilukan itu.
Namun dalam sekejap luka itu kembali berdarah oleh perbuatan satu orang yang sama yaitu Evan.
“Sialan, bajingan tengik itu harus mati ditanganku! Apa perintah Cano kepadamu sekarang, Will?” ujar Noland yang ingin tahu tindakan putranya untuk selanjutnya, sebelum dia sepenuhnya ikut campur dalam hal ini.
“Tuan muda hanya memerintahkan saya untuk mengawasi pergerakan musuh sampai mereka kembali ke negara A. Jika memungkinkan, saya dan beserta anak buah yang tersisa diperintahkan untuk langsung menangkap Evan dan Jayden dibandara!”
Will masih terus mengatakan semua sesuai dengan apa yang dia ketahui.
“Baiklah, untuk sekarang ikuti saja apa yang diperintahkan oleh Cano! Aku tidak akan ikut campur sampai Cano kembali!” ujar Noland yang akan menunggu putranya kembali dulu, baru mendiskusikan masalah mengenai rencana mereka selanjutnya. Dan tentu saja Noland harus aktif terlibat untuk penyerangan selanjutnya.
“Baik, Tuan! Kalau begitu saya pamit undur diri sekarang!” pamit Will.
“Pergilah!” ujar Noland, setelah memberikan hormat Will pun segera meninggalkan mansion untuk melaksanakan perintahnya.
“Entah bajingan sampah itu mati ditangan Cano atau tanganku sendiri, siapun yang berhasil membunuhnya aku akan ikut terlibat mulai sekarang!” gumam Noland yang membulatkan tekad untuk ikut bertarung dan membalaskan dendam putrinya.
Tanpa Noland dan Will ketahui, ternyata pembicaraan mereka didengar oleh Julia dan si kembar.
Mendengar bahwa Evan pelaku yang menyiksa dan membunuh putrinya dan sekarang menculik menantunya, Julia pun ikut membulatkan tekad untuk ikut membalas dendam.
Disisi lain, Luca dan Lucia langsung kembali kekamar Luca setelah mendengar semuanya. Baik Luca dan Lucia semakin marah dengan perbuatan dari Evan.
Bukan hanya menjadikan mamahnya sebagai tawanan, bahkan Evan dengan beraninya mempermainkan papah mereka dan yang lainnya.
“Kakak, bagaimana sekarang? Paman Evan hanya terus mempermainkan papah dan sekarang Luci benar-benar merindukan mamah!” ujar Lucia yang kembali menunjukkan kesedihannya didepan sang kakak.
“Kakak tidak akan membiarkannya lebih lama lagi!” sahut Luca yang langsung menuju kedepan layar computer dan langsung menyalakan semuanya.
“Maksud kakak?” seru Lucia sembari mengikuti kakaknya, meskipun kepalanya dipenuhi berbagai pertanyaan.
“Hari ini juga kakak akan membuat perusahaan paman Evan gulung tikar! Itulah balasan yang setimpal karena telah menjadikan mamah kita menjadi tawanannya terlalu lama dan mempermaikan papah!”
Dengan gerakan jarinya yang lincah dan juga keahliannya dalam bidang IT, Luca kembali meretas perusahaan IT milik Evan.
Kali ini bukan sedikit data yang Luca retas lalu menyebarkannya, sehingga menimbulkan se8dikit keurugian finansial pada perusahaan tersebut.
Akan tetapi, kali ini Luca akan menghancurkan perusahaan itu hingga tak tersisa sedikitpun. Luca meretas semua data yang tersimpan oleh perusahaan Evan, lalu menyebarkan semuanya.
Bisa dipastikan kerugian atas kebocoran data itu tidak lagi puluhan milyar dollar, tetapi ratusan triliun dollar sampai Evan tiddak akan mungkin bisa membangkitkannya lagi.
__ADS_1
Awalnya Luca hanya ingin mendesak Evan saja agar cepat menyerah dan melepaskan mamah mereka, tetapi mendengar papahnya dipermainkan lagi dia sudah tidak bisa tinggal diam lagi atau pun memakluminya.
“Waahhh,…..Kakak hebat sekali! Bagaimana kakak melakukannya?” seru Lucia yang takjub dengan keahlian kakak kembarnya itu.
“Ini baru pembalasan karena telah menculik mamah serta menjadikan mamah menjadi tawanannya serta mempermainkan papah kita saja! Dan sekarang tinggal membalaskan atas perlakuan pman Evan kepada adik papah. Ini khusus untuk Tante Rayna!”
Luca kembali membuat jari kecilnya bekerja dengan sangat cepat. Dan sekarang target Luca adalah menjadikan Evan dan komplotannya menjadi penjahat internasional.
Dengan menggunakan semua data yang berhasil Luca dapatkan saat merentas computer milik Evan, dia mendapatkan banyak bukti tentang kejahatan Evan.
Mulai dari bisnis pengedaran Narkoba, perdagangan manusia secara ilegal dan terutama tentang pembunuhan sadis Rayna.
Luca mengirimkan semua bukti yang dia dapatkan kepada ICC (International Criminal Court), FBI (Federal Bureau Of Investigation) dan juga INTERPOL (International Criminal Police Organization).
Bukan hanya mengirimkan bukti pada ketiga badan internasional itu, Luca juga mengirim daftar nama anggota klan Tiger Dark termasuk data milik Evan, Jayden dan Jaydon.
Dengan begitu sudah dipastikan Evan dan para anak buahnya akan dicap sebagai seorang penjahat bahkan jika mereka sudah mati.
“Bagus, Kak Luca! Ini hanya balasan dari kakak, tunggulah balasan dari Luci! Akan Luci pastikan akann lebih menyakitkan dari apapun!” ujar Lucia yang sudah tidak sabar lagi menunggu hari itu datang.
Bersambung.............
Note :
Hay, kak!😄😄😄
Jangan Lupa guys!
Novel ini masih On Going 'yah! Maaf untuk sementara waktu updatenya tidak menentu🙏🙏🙏😢 Maaf sekali lagi seharusnya aku up bab ini semalam sekalian, tapi saya merasa sangat lelah jadi memutuskan untuk update hari ini sekalian saja disela waktu istirahat ketja saya.
Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄
Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄
Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄
Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚
Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌
Terima kasih All!😙😘😚
__ADS_1