
Setelah mendapatkan tempat yang aman untuk bicara, Noland dan Rayden dengan serentak pun bertanya “Apa yang sebenarnya terjadi, Will?”
“Dimana Levi sekarang?” ujar Noland yang tidak melihat keberadaan Levi.
“Tidak! Jelaskan dulu apa yang telah terjadi pada kedua anak kembarku? Melihat dari reaksimu dan Levi tadi pasti telah tejadi sesuatu yang buruk pada Luca dan Luci. Iya ‘kan?” ujar Rayden yang leibih mengutamakan kedua anak kembarnya dibandingkan dengan apapun.
“Tuan, pertanyaan yang mana dulu yang harus aku jawab sekarang? Karena tidak mungkin aku menjawabnya sekaligus.”
Begini ‘lah susahnya menjadi Will, bingung harus menjawab pertanyaan yang mana lebih dulu.
Belum memulainya saja dia sudah pusing, mungkin setelah ini akan ada setumpuk pekerjaan yang akan menantinya. Sementara, Levi sedang asyik menyalurkan hobinya membasmi para musuhnya.
“Ouh,..Kau benar juga! Jelaskan dulu apa yang sebenarnya telah terjadi pada cucu kembarku?” ujar Noland yang sepertinya sedikit mengerti penderitaan Will.
“Benar apa yang tejadi pada Luca dan Lucia? Apa ada hubungan dengan Evan dan si Jay-jay sialan itu?” sahut Rayden dengan penuh emosi begitu membayangkan hal buruk yang telah dilalui oleh putra dan putri kembarnya itu.
Entah kenapa tiba-tiba pikiran buruknya sekarang terus tertuju pada Evan dan teman sekawannya si Jay itu.
“Tuan Evan? Tidak ada hubungannya sama sekali dengan dia, tapi ini ada hubungan dengan orang yang menjadi masalalu Nyonya muda!” Jawab Will yang sedikit merasa bingung kenapa Tuannya langsung menuduh Evan begitu saja.
Noland pun sepertinya merasakan hal aneh sperti yang dirasakan oleh Will. Karena selama pesta pernikahannya berlangsung Evan dan Jay tidak terlihat mencurigakkan sama sekali.
“Maksudmu Liam?” ujar Rayden dengan tepat. Karena tidak ada orang lain yang dekat dengan Zhia di masa lalunya.
“Iya, Tuan! Orang yang bernama Liam itulah yang berusaha menculik dan menyakiti Tuan dan Nona kecil! Tapi saat kami sampai diruangan itu, dia sudah dalam keadaan terluka cukup parah. Dan tepat pada saat itu, dia sepertinya ingin membunuh Nona kecil. Beruntung Levi segera menghadang serangan itu, jadi Nona kecil tidak terluka sedikitpun!” jelas Will sesuai dengan apa yang sebenarnya dia lihat dan yang tejadi saat dia dan Levi datang.
“Berani sekali cecunguk itu ingin melukai anak-anakku!” gumam Rayden seketika amarahnya memuncak begitu mendengar perbuatan Liam itu.
“Dimana dia sekarang?” lanjutnya lagi yang ingin segera memberikan hukuman berat untuk orang yang sudah berani-beraninya mengarah pisau kea rah kedua anak kembarnya.
“Tunggu, kau bilang si Liam itu sudah dalam keadaan terluka cukup parah saat kalian menemukannya?” ujar Noalnd yang sepertinya sedang memastikan sesuatu.
“Iya, Tuan!” sahut Will membenarkan.
“Woahhh,……Pasti itu kerjaannya Luci! Memang hebat sekali cucu-cucuku ini. Hahahaaa,……”
Noland dengan bangganya memuji kemampuan luar biasa yang dimiliki Luca dan Lucia. Rayden mengeryitkan dahinya, dia menjadi teringat tentang kekalahan telak yang dialami papahnya itu saat bertarung dengan Lucia.
__ADS_1
“Tentu saja! Bahkan mantan ketua klan mafia yang terkenal sangat hebat dan ditakuti semua orang juga berhasil dikalahkan oleh putriku itu. Bisa dibayangkan betapa malunya dia sampai harus berbohong. Hahahaaa,…..”
Benar-benar Rayden si bocah laknat disaat-saat genting seperti ini saja, dia masih bisa membuka kartu As nya dan juga menggoda papahnya sendiri.
Will sejenak terlihat bingung, tapi mendengar perkataan dari Tuannya Will tahu bahwa Noland juga telah dikalahkan seperti yang dialami Rayden.
Will tersenyum puas di dalam hatinya dia berkata “Hehehee,…… Akhirnya aku mendapatkan kartu As kalian berdua juga!”
“Hay, kau dasar anak Dajjal! Kau memata-mataiku ‘yah selama ini?” seru Noland yang harus bisa mempertahankan harga diri terkhirnya didepan sang anak.
“Untuk apa Cano melakukan itu! Lagian siapa suruh menggunakan ruang latihanku tanpa ijin, papah lupa yang kalua ruangan itu Cano pasang beberapa kamera cctv. Hahahaaa,…..”
Rayden benar-benar menikmati ekspresi malu dan kekesalan diwajah ayahnya itu. Rayden pun menyadari bahwa menggoda ayahnya seperti ini kayaknya lumayan juga, pantas saja Noland selama ini terus mencari kesempatan untuk menggoda Rayden.
“Sial, bagaimana aku bisa melupakan hal sepenting itu?” gumam Noland yang mengakui kesalahannya sendiri.
“Maaf, Tuan! Bukankah itu tidak penting sekarang, Tuan!” ujar Will yang berusaha mengalihkan pembicaraan pada topik utama, karena situasinya sudah tidak bisa untuk bersantai lagi.
Terlebih lagi klan musuh sudah mulai menyerang perbatasan secara terang-terangan dan mungkin saja akan dating penyerangan yang terjadi tanpa diduga lagi.
“Wilayah perbatasan juga sedang diserang, Levi saat ini sedang menanganinya yang disana. Sementara untuk orang yang bernama Liam itu, sekarang sedang berada di penjara ruang bawah. Beberapa anak buah kita sedang menginterogasinya, berharap ada sedikit petunjuk melaluinya! Lalu kita akan bagaimana sekarang?” jelas Will yang menjelaskan semua situasinya secara singkat, padat dan jelas.
“Iya, Tuan! Sepertinya penyerangan itu dilakukan bersamaan dengan pesta resepsi pernikahan anda di mulai. Kami mendengar kabar bahwa banyak anggota klan kita yang sudah berjatuhan, maka dari itu Levi segera meluncur kesana tanpa melapor terlebih dahulu pada Tuan!”ujar Will menjelaskan secara lebih mendetai apaya yang telah terjadi di wilayah perbatasaan kekuasaan mereka.
“Tidak masalah! Biarkan saja Levi sekarang menangani yang disana. Lalu bagaimana denganmu dan Zhia, Cano? Apakah kau berniat membatalkan acara bulan madumu?” ujar Noland yang sebenarnya merasa kadsihan dengan putra semata wayngnya itu.
Karena selalu saja ada gangguan saat ingin menghabiskan waktu berdua dengan Zhia.
Apalagi saat ini adalah hari bahagia mereka, yang seharusnya sudah menjadi hal wajar bagi sepsang penggantin baru untuk melakukan honeymoon dan juga malam pertama.
“Jika aku menundanya lagi dan sibuk mengurusi klan, maka Zhia kan semakin merasa curiga! Terlebih lagi Cano tidak ingin Zhia mengetahui bahwa aku sebenarnya adalah seorang ketua mafia. Hubungan kami baru saja semakin membaik, jika Zhia mengetahui bahwa aku seorang mafia. Cano takut, Zhia akan membenciku lagi dan meninggalkanku seperti sebelumnya!”
Rayden pun menceritakan segala rasa kekhawatirannya selama ini.
Sebenarnya Rayden tidak ingin mengatakan perasaannya yang satu ini kepada siapapun, tapi dengan keadaan yang semakin mendesaknya dia tidak ada pilihan lain selain berbagi masalah dengan papah da juga sekertaris kepercayaannya itu.
“Haah,…Memang susah berada diposisimu, Cano!” ujar Noland yang sangat mengerti dengan perasaan putranya yang satu ini.
__ADS_1
Sebab Noland juga pernah merasakan hal yang sama persis seperti ini, dia menyembunyikan identitas ketua mafia pada Julia.
Tapi ujung-ujungnya ketahuan juga dan dia pun harus berusaha keras untuk membujuk Julia agar mau menerima statusnya yang satu itu.
Namun, perbedaan antara kisah Noland dan Rayden sangat jelas. Noland dan Julia mengawali kisah mereka dengan saling mencintai satu sama lain, semarah apapun Julia pada Noland dia akan mencoba memaafkan serta menerimanya dengan atas cinta.
Tapi berbeda dengan Rayden, kisahnya dengan Zhia diawali dengan kesalahan. Meskipun sekarang Rayden telah mencintai Zhia, belum tentu Zhia juga mencintai Rayden. Karena selama ini Zhia tidak pernah mengatakan cinta pada Rayden sekalipun.
“Tuan, saya hanya bisa ikut bersimpati padamu!” ujar Will yang langsung mendapat tatapan tajam dari Tuannya itu.
“Kau bilang apa, Will?” seru Rayden dengan dingin dan penuh penekanan.
“Tidak ada, Tuan! Maafkan saya!” sahut Will yang segera menundukan kepalanya dan meminta maaf, meskipun dia merasa tidak melakukan kesalahan.
“Sekarang kita bagi tugas saja!” seru Noland yang sepertinya mempunyai rencana untuk sementara waktu.
Dalam situasi genting mereka harus saling bekerjasama sama satu sama lain, untuk memenangkan pertempuran antar klan yang sesungguhnya.
“Apa rencana papah sekarang?” tanya Rayden yang menanti dengan tidak sabar.
Bersambung............
Note :
Hay, kak!😄😄😄
Jangan Lupa guys!
Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉
Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄
Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄
Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄
Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚
__ADS_1
Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌
Terima kasih All!😙😘😚