
Rayden dan Zhia tak mampu menahannya lagi, mereka segera berlari menghampiri anak kembar mereka dan memeluknya dengan erat.
Menciumnya berkali-kali menumpahkan semua cintanya pada Luca dan Lucia yang tanpa sadar menggugah hati dan perasaan semua orang.
Noland dan Julia tak bisa hanya melihatnya saja, mereka berdua segera naik ke altar memeluk putra dan putrinya serta cucu kembar mereka yang menggemaskan.
Mereka terus menangis sambal berpelukkan, sehingga membuat Luca dan Lucia juga ikut menangis dibuatnya.
Suasana haru menyelimuti aula pesta itu, semua orang ikut menangis tak terkecuali Will dan Levi yang saling berpelukan satu sama lain.
“Will, aku jadi merasa sangat sedih! Hikss,….” ujar Levi dengan deraian airmata yang tidak mau berhenti mengalir.
“Aku juga, Lev! Kenapa Tuan dan Nona kecil harus mengatakan kata-kata yang sangat menyayat hati. Aku ‘kan jadi ikut sedih! Hiksss,…” sahut Will sambil membuang ingusnya dengan tisu dan menaruh tisu bekas itu disaku jas yang dikenakan oleh Levi.
Will sudah memasukkan tisu bekas ingusnya itu beberapa kali dan anehnya Levi tidak menyadarinya sama sekali.
“Bukan itu yang membuatku sedih, Will! Tapi bagaimana bisa Tuan dan Nona kecil tidak menyebut nama kita berdua, itu yang membuatku sangat sedih. Huhuhuu,…..” ujar Levi ang ternyata hanya merasa iri dan ingin bergabung dengan mereka seperti saat mereka melakukan fitting baju.
“Hay, kau pikir kita ini siapa! Jika kau mau berada diposisi mereka, kau harus menikahi salah satu anggota dikeluarga Xavier. Baru namamu akan disebut!” sahut Will yang kemudian mendorong tubuh Levi menjauh darinya.
“Huhuuu,….Kenapa semua orang jadi menangis? Luci melakukan kesalahan ‘yah?” tanya Lucia dengan wajah polosnya, dia tidak sadar bahwa semua itu karena kata-katanya barusan.
“Hikss,…Papah, Mamah, Grandpa dan Grandma juga ikut menangis! Pasti kami melakukan kesalahan!” ujar Luca yang jadinya ikut menangis didalam pelukkan mamahnya.
“Tidak, sayang! Kami semua menangis bahagia karena ada anak yang semanis dan menggemaskan Luca dan Luci!”
Zhia pun menjelaskan secara sederhana agar kedua anak kembarnya itu mengerti.
“Apa kami semanis dan semenggemaskan itu sampai semua orang menangis?” tanya Lucia masih dengan sifat polosnya.
“Iya, sayang! Kalian anak-anak termanis yang papah dan mamah miliki. Semua orang pasti merasa sangat iri!” sahut Rayden yang mencium putri kecilnya itu dengan gemasnya.
Noland dan Julia pun mengambil alih micyang tadi digunakan oleh si kembar, mereka berniat untuk melanjutkan acara pestanya.
Sementara Rayden dan Zhia menggandeng Luca dan Lucia, kini formasi keluarga sudah lengkap berdiri di atas panggung pernikahan.
“Terima kasih atas kehadiran Tuan dan Nyonya dalam acara resepsi pernikahan putra dan putri kami pada hari ini. Disini saya hanya ingin mengucapkan terima kasih pada Zhia, karena telah menerima putra kami Cano dengan segala kekurangan dan kelebihannya!” ujar Noland nada bicaranya terdengar sangat tulus dan penuh haru.
“Terima kasih juga untuk cucu kembar kami, Luca dan Lucia yang mampu maafkan serta menerima Cano sebagai papah kandungnya. Meskipun dipertemukan dalam keadaan yang tidak pernah terduga!”
Kini Julia yang bergantian mengutarakan apa yang ada didalam isi hatinya selama ini.
Tepuk tangan semua orang kembali terdengar dengan merianhnya, Noland pun memberi tanda isyarat pada Will untuk melanjutkan pesta.
“Waahh,…….. Sungguh pesan dan kesan yang sangat mengharukan! Semoga setelah ini keluarga besar Tuan Xavier selalu dilimpahkan dengan cinta dan kebahagiaan. Mari teruntuk semua tamu undangan yang mendoakan yang terbaik untuk kebahagian mereka dan diri kita masing-masing!” ujar Will yang menyudahi adegan penuh haru itu.
“Kita lanjutkan saja acara pesta ini dengan lempar bunga pengantin! Pasti para jomblo sudah sangat menantikan moment ini. Benar tidak?” lanjut Will yang mengubah suasana yang tadinya dipenuhi tangisan haru kembali meriah layaknya pesta yang sesungguh.
“Yahhh,…..Ayo cepat dimulai!”
__ADS_1
Benar saja para jomblo dengan penuh semangat menyahutinya dengan cepat. Bahkan Levi sudah stay dibagian paling depan Bersama beberapa wanita cantik yang terus mengelilinginya.
“Wahhh,…Sialan sekali bocah itu! Bisa-bisanya dia sudah siap-siap disana.” gumam Will dengan tatapan kesalnya pada Levi, tapi Levi seakan tidak peduli dia bahkan mengejek Will dengan santainnya.
“Okay,…..Kalian para jomblo bersiaplah! Cari tempat yang paling strategis untuk mendapat buket bunga pengantinnya, siapa tahu jadi cepat menyusul ke pelaminan. Hahahaa,….”
Lanjut Will yang harus tetap bersikap professional dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang Mc pengganti.
“Hay, Will! Bukankah kamu juga jomblo? Cepat ikut bergabung dengan para jomblo lainnya sana!” seru Noland yang menggundang tawa semua orang.
“Tuan besar, bagaimana saya bisa bergabung kalau saya masih harus terjebak sebagai Mc disini?” sahut Will yang terdengar sedikit kecewa dan putus asa dengan nasibnya sebagai tangan kanan Tuannya yang harus serba bisa melakukan setiap pekerjaan yang diperintahkan.
“Hah,….Hahh,…Maafkan aku, Tuan Will! Tadi terjadi sedikit masalah saat menuju kemari.”
Baru saja dibicarakan, sang Mc utama muncul dengan nafasnya yang terengah-engah sepertinya dia habis berlari.
“Lama sekali kau sampainya? Acaranya sudah hamper selesai kau baru tiba disini. Pegang ini! Lakukan tugasmu dan ingat upahmu hari ini dipotong untuk membayarku karena menggantikan dirimu!” ujar Will dengan tatapan tajamnya, dia pun menyerahkan tugasnya pada orang yang seharusnya.
“Tuan! Saya On the way sekarang kesana! Nyonya, jangan lupa lemparkan bunganya kearahku ‘yah!” ujar Will sebelum menyerahkan Micnya pada Mc utama.
Setelah itu Will pun berlari kecil menuju segerombolan para jomblo yang sudah bersiap dibawah panggung menunggu bunganya dilempar.
“Ray, sepertinya sekertarismu itu benar-benar sudah sangat kesepian! Kenapa kau tidak berusaha mencarikan jodoh saja untuknya?” bisik Zhia pada suaminya yang selalu berdiri disampingnya itu.
“Bagaimana dengan salah satu pengawalmu itu, Zhi? Mereka ‘kan sangat cantik!” sahut Rayden dengan senyuman nakalnya pada Zhia, dia bermaksud menggoda istrinya itu dengan memuji wanita lain tepat didepannya.
“Boleh saja kalau mereka mau! Dan untukmu malam ini tidur diluar ‘yah!” ujar Zhia sambil tersenyum sangat manis, tapi kata-katanya sangat menakutkan untuk Rayden.
“Papah malam pertama itu apa ‘sih?” Tanpa diduga Lucia mendengarnya, rasa penasaran bocah kecil itu pun kembali muncul.
“Jangan bilang lagi kalau papah sudah tidak bisa menahannya? Menahan apa ‘sih, Pah?” sahut Luca yang juga mash mengingat jelas percakapan pada saat makan malam waktu itu.
“Astaga, Zhi! Aku lupa ada kedua bocah ini!” bisik Rayden, Zhia pun tersenyum melihat suaminya itu yang tidak berdaya untuk menjawab pertanyaan dari anak kembarnya sendiri.
“Sayang, sepertinya malam ini kau juga harus menahannya lagi!” bisik Zhia penuh kemenangan karena Rayden mungkin tidak bisa menyentuhnya lagi malam ini. Jika si kembar selalu berada disamping mereka.
“Tidak, sayang! Malam ini juga, aku akan menculikmu kesebuah tempat yang tidak ada satu orang pun yang bisa mengganggu kita berdua. Jadi kau siapkan dirimu saja dengan baik!” bisik Rayden yang membuat Zhia langsung bergidik ngeri saat mendengarnya.
Kini Rayden yang tersenyum penuh kemenangan melihat reaksi istrinya itu.
“Lagi-lagi tidak dijawab!” gumam Lucia dengan wajah cemberutnya.
“Hay,…Hay,…. Semuanya sudah siap? Sudah stay di posisi yang dirasa nyaman?”
Suara sang Mc yang sesungguhnya membuat suasana kembali memanas.
“SIAP,………!?!” sahut para jomblo dengan tidak sabaran.
Disini Will dan Levi tampak terlihat sedang bersaing satu sama lain untuk mendapatkan buket bunganya, tapi tampang mereka malah terlihat seakan bersiap untuk saling bertarung sangar dan mengerikan.
__ADS_1
“Aku pasti yang akan mendapatkan bunganya?” ujar Will dengan penuh percaya diri.
“Tidak akan aku biarkan kau mendapatkan bunganya semudah itu, Will!” sahut Levi yang tidak mau kalah dengan si William Coopers itu.
“Baik, semuanya sudah siap! Tuan dan Nyonya muda Xavier, silahkan mengatur posisi untuk melemparkan bunganya!”
Mendengar perintah dari sang Mc, Rayden dan Zhia pun berbalik badan. Mereka berdua memegang buket bunga bersama-sama dan menunggu perintah untuk melempar bunganya.
“Para jomblo sudah siap?”
“SIAPP,…!?!”
“Sang pengantin siap?”
“Siiap!”
“Semuanya siap?”
“SIAAPPPP,…………..!!!!”
“Kita hitung sama-sama sampai tiga ‘yah?”
“Yaaaaa,……….!!!”
,….Satu!,……………Dua!!,………………Tiga!!!,…………
Hitungan ketiga Rayden dan Zhia melemparkan buket bunga pengantin mereka dengan semangat.
Pasukan para jomblo bersiap menangkapnya, buket bunga itu terbang melayang mengarah pada seseorang.
Will yang ingin sekali mendapatkan buket bunga itu langsung saja bergerak cepat menangkap buket bunga, hingga dia tanpa sadar menubruk seorang wanita cantik dan jatuh menimpanya dengan buket bunga yang berhasil ditangkap oleh keduanya.
Bersambung.......
Note :
Hay, kak!😄😄😄
Jangan Lupa guys!
Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉
Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄
Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄
Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄
Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚
__ADS_1
Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌
Terima kasih All!😙😘😚