
“Akhh,….Sial! Kenapa hari ini aku selalu sial terus ‘sih! Sudah tidak mendapat puket bunga pengantin, tanganku terluka, sekarang lenganku juga terluka ditambah lagi aku kehilangan target buruanku yang sangat berharga!”
Levi terus mengeluh dan mengeluh, dia bahkan tidak mempedulikan luka-luka ditubuhnya.
Levi menendang semua benda yang berada didepannya sebagai bentuk pelampiasan atas kemarahannya.
Sebab dia telah kehilangan orang telah mereka cari dengan susah payah selama ini.
“Tuan, semuanya sudah dibereskan dan wilayah perbatasan kembali menjadi milik klan BlackSky lagi sekarang!”
Teo pun datang untuk menyampaikan kabar gembira bahwa pertarungan kali ini berhadsil dimenangkan oleh pihak Levi dan pasukannya.
“Haah,…Baguslah! Setidaknya masih ada yang bisa didapatkan!” sahut Levi yang terlihat masih tidak merasa senang setelah mendengar kabar mengenai kemenangannya merebut kembali wilayah kekuasaan mereka.
“Tuan, anda terluka cukup parah! Ayo, saya akan membawa anda kerumah sakit untuk di obati!”
Teo baru menyadari bahwa tangan dan lengan Levi terluka, sia pun segera menawarkan diri untuk mengantarnya kerumah sakit.
“Tidak perlu! Ini hanya luka kecil saja.”
Levi menolak tawaran baik dari anak buahnya itu, sebagai seorang mafia luka yang didapatnya saat ini bukanlah luka yang besar.
Mungkin bisa di katakan itu hanya sebuah luka goresan kecil karena terlalu lama bermain-main dengan musuh.
“Tuan, tadi Tuan besar Noland menghubungi! Katanya beliau ingin membicarakan sesuatu yang penting dengan anda!”
Tak ingin terlalu ikut campur dengan urusan Levi, Teo pun lebih memilih mengganti topik pembicaraan yang lain.
“Tuan besar! Baiklah aku mengerti, kau bisa kembali dengan yang lain. Jangan lupa bereskan semua ini dulu sebelum pergi!” ujar Levi yang memerintahkan Teo dan yang lainnya untuk segera membersihkan tempat TKP.
“Baik, Tuan!” sahut Teo yang segera membungkuk memberi hormat, setelah itu pergi untuk membereskan semuanya.
Levi pun menatap kesekelilingnya, sungguh benar-benar sangat kacau. Ada banyak darah dimana-mana dan tempat yang sudah hancur berantakkan dengan mayat yang bertebaran disetiap sudut tempat itu.
“Wahhh,….Aku paling benci dengan pemandangan seperti ini. Sudahlah, aku cari tenmpat lain saja untuk menelpon Tuan besar!”
Levi berjalan mencari tempat yang cukup nyaman untuk dipandang, sebenarnya bukan pemandangan yang dia cari melainkan sinyal pada ponselnya yang tidak ada satu pun jaringan masuk.
Setelah mendapat sinyal yang cukup bagus, Levi pun menekan nomor Tuan besarnya dan menunggu sampai panggilannya tersambung.
Tak perlu menunggu lama, terdengar suara dari seberang teleponnya “ Hallo, Lev! Bagaimana wilayah perbatasan sudah beres?”
“Semua beres, Tuan besar! Aku bahkan berhadapan langsung dengan ketua klan Tiger Dark yang baru, si Jaydon Carson itu!” ujar Levi yang selalu saja melapor dengan menggunakan gaya bahasa santai, jika melapor melalui sambungan telepon.
“Apa kau berhasil menangkapnya?” Noland terdengar sangat antusias begitu mendengarnya.
“Maaf, saya gagal! Ada beberapa orang yang datang membantunya meloloskan diri.” jelas Levi dengan singkat, padat dan mudah dimengerti.
“Sangat disayangkan!” ujar Noland menyayangkan kesempatan langka itu.
“Ouuhhyaa,….Ada tugas lain untukmu! Cano memerintahkanmu untuk terus menyerang klan Tiger Dark sampai ada perintah selanjutnya dari dia!” sambung Noland memberitahukan Levi mengenai tugas barunya.
__ADS_1
“Baiklah, Tuan besar! Dengan senang hati saya akan melaksanakan perintahnya.” Ujar Levi yang tampak senang saat mendengarnya.
“Yab sudah! Hanya itu yang ingin aku beritahukan dan untuk sementara urusan perusahaan dan klan dipegang olehku. Jika terjadi sesuatu segera hubungi aku ‘yah!” Hampir saja Noland melupakan mengenai hal penting itu.
“Baik, Tu,_..........”
Belum selesai Levi menjawabnya panggilan telepon itu diakhiri secara sepihak oleh Noland. Levi dengan raut wajh polosnya pun menatap layar ponselnya yang sudah mati dengan bingung.
Setelah itu, Levi pun kembali pada pasukannya untuk menyiapkan persiapan untuk serangan selanjutnya.
...****************...
Keadaan Rayden dan Zhia sangat jauh berbeda dengan yang terjadi pada Levi diwilayah perbatasan kekuasan antara klan mafia itu.
Rayden, Zhia dan Will sampai dipulau X pada malam hari. Begitu turun dari pesawat sudah ada dua mobil mewah beserta supir dan beberapa pengawal yang siap untuk menyambut sepasang pengantin baru itu.
Satu mobil khusus untuk Zhia dan Rayden serta satu mobil lagi untuk Will dan pengawal yang lainnya.
Tempat pertama yang dikunjungi oleh Zhia dan Rayden adalah sebuah restaurant mewah yang terletak tepat ditepi laut.
Menampilkan pemandangan malam yang sangat indah, suara debur ombar dipadukan dengan alunan biola dan violin menghasilkan sebuah melodi yang sangat merdu dan indah.
Hanya ada Rayden dan Zhia sebagai tamu mereka pada malam itu. Sementara Will langsung menyatu dengan para pelayan disana agar senantiasa dapat melindungi sekaligus melayani Tuan dan Nyonya mudanya itu.
“Ray, apa kau yang menyiapkan semua ini” tanya Zhia yang terlihat sangat bahagia dan menyukai kejutan yang disiapkan suaminya itu.
“Bukan aku yang menyiapkannya, tapi Will dan semua karyawan yang bekerja disini! Aku hanya memberi perintah, lalu membayarnya saja!”
“Kau itu ‘yah suami yang gak ada romantis-romantisnya, bahkan disaat seperti ini kau masih saja menunjukan sisi arogantsimu itu!” ujar Zhia yang segera mengalihkan pandangannya dari Rayden.
“Jangan ngambek ‘dong, sayang! Aku janji mulai sekarang, aku akan mencoba menjadi pria yang romantis khusus untuk dirimu, Zhi!”
Rayden pun harus kembali mengeluarkan rayuannya agar Zhia tidak marah lagi dengannya.
“Jangan kira kau bisa dirayu dengan mudahnya lagi oleh dirimu!” sahut Zhia dengan nada bicaranya yang jutek, tapi Rayden tahu persis itu hanya dibuat-buat saja oleh Zhia.
“Mau aku nyanyikan sebuah lagu romantis lagi agar kau percaya bahwa itu bukan sekedar rayuan?”ujar Rayden yang membuat mata Zhia seketika melotot.
“Jangan! Aku sudah percaya sekarang.” Sahut Zhia dengan cepat.
“Kalau begitu sekarang fokuslah pada makananmu agar nanti kau hanya focus padaku saja!”
Rayden pun memberikan steak yang sudah dia potong kecil-kecil dengan rapi untuk dimakan Zhia sambil tersenyum penuh arti seperti perkataannya barusan.
“Hah?”
Zhia ternganga mendengar perkataan Rayden yang terdengar sangat vulgar ditelinganya.
Sementara Will dan yang lainnya berusaha menhan tawa mereka agar tidak pecah ditempat kalau tidak Tuan mudanya itu pasti akan langsung melontarkan tatapan membunuhnya lagi padanya.
“Makanlah! Nanti giliran aku yang akan memakanmu diatas ranjang!”
__ADS_1
Melihat mulut Zhia yang terbuka dengan lebarnya, Rayden pun memasukkan sepotong steak.
Alhasil Zhia semakin menatapnya dengan tajam ditambah lagi kalimat terakhir dari ucapannya hanya mengandung satu arti yang membuat semua orang langsung tersipu malu terutama Zhia.
Daripada Rayden semakin mengatakan hal yang tidak-tidak, Zhia pun memutuskan untuk focus memakan makanannya saja.
Rayden pun terus tersenyum setiap melihat reaksi tidak terduga Zhia tiap kali dia menggodanya.
Akhirnya, makan malam sepasang pengantin baru itu selesai dan ditutup dengan segelas Champagne.
Rayden pun terus menatap Zhia, hingga membuat wanita itu merasa sedikit rishi dan canggung.
“Ada apa kau terus menatapku?” ujar Zhia dengan sedikit ketus.
“Kau mau langsung kekamar atau mau jalan-jalan disekitar sini dulu?” sahut Rayden yang memberikan dua pilihan disertai senyum misterius ysng membuat otak Zhia kembali travelling kemana-mana.
“Hah? Apa?” seru Zhia yang tak mampu berkata apapun lagi.
“Langsung kekamar kita atau pergi jalan-jalan dulu sebentar, istriku sayang!”
Rayden pun terpaksa mengulang perkataannya, senyumannya semakin terlihat misterius saja dimata Zhia.
Lagi-lagi Will dan yang lainnya menertawakan dalam diam kelakuan sepasang pengantin baru itu yang masih malu-malu.
“Aku ingin jalan-jalan saja, sepertinya pemandangan disekitar sini sangat indah.” Ujar Zhia yang segera beranjak dari tempat duduknya untuk menhindari tatapan Rayden.
“Kau paling indah dimataku, Zhi!”
Perkataan Rayden membuat Zhia semakin terpaku dengan sosok Rayden, seharusnya dia dari awal tidak meminta Rayden bersikap romantis padanya.
Bersambung............
Note :
Hay, kak!😄😄😄
Jangan Lupa guys!
Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉
Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄
Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄
Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄
Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚
Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌
Terima kasih All!😙😘😚
__ADS_1