Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Perasaan Seorang Ibu!


__ADS_3

“Kakak tahu, Luci! Tunggu sebentar lagi kakak harus mengirim yang ini juga!” sahut Luca, tangan kecilnya dengan cepat mengganti flashdisk yang satunya dan segera mengirim semua data didalamnya ke surel pribadinya.


Beruntung flashdisk yang satunya hanya berisi data informasi mengenai klan musuh, sehingga lebih cepat mengirimnya.


“Done!”


Kata itu menunjukkan bahwa Luca sudah selesai dengan pekerjaannya.


“Sudah semua, kak?” tanya Lucia sembari memastikannya sendiri.


“Iya, kakak akan membersihkan jejaknya dulu agar tidak ketahuan papah!”


Luca menggunakan tangan kecilnya dengan cepat dan terlihat sangat ahli menghapus semua jejaknya saat mengotak atik computer milik papahnya.


“Luci, tolong bantu kakak meletakkan ini ditempatnya seperti semula. Kakak sebentar lagi selesai!”


Luca kemudian menyerahkan kedua flashdisk itu kepada adiknya. Lucia pun menerimanya, dia meletakkan kedua flashdisk itu sesuai keadaan yang semula tanpa geser sedikitpun.


Selesai membereskan jejak mereka diruang rahasia milik papahnya, kedua bocah kembar itu mulai keluar dari sana.


Dan sesuai dengan dugaan Lucia, mamahnya sedang mencari-cari keberadaan mereka berdua. Bahkan seluruh orang didalam keluarga Xavier dikerahkan untuk mencari Luca dan Lucia yang dari tadi bersembunyi diruang rahasia papahnya.


Zhia menangis ketakutan mengira kedua anak kembarnya diculik oleh seseorang, karena Luca dan Lucia pergi sudah terlalu lama.


Julia berusaha menenangkan Zhia, perasaannya juga merasa khawatir dengan keselamatan kedua cucu kembarnya itu.


Apalagi baru kemarin Zhia mengalami penyerangan dan sekarang kedua anak kembar itu menghilang secara tiba-tiba.


Katanya pergi jalan-jalan ditaman, tetapi setelah dicari cukup lama tenyata tidak ditemukan. Noland membantu mencarinya dengan melihat cctv yang dipasang dirumah itu.


Sayangnya, banyak sekali cctv dirumah itu. Sehingga memakan waktu lama untuk memeriksa satu persatu semua rekaman cctv itu, meskipun areanya dipersempit.


“Mah, dimana anakku sekarang? Kenapa mereka belum kembali juga sampai sekarang? Mereka akan baik-baik saja ‘kan, Mah? Zhi, tidak mau mereka terluka sedikitpun. Hikss,…..”


Zhia menangis didalam pelukkan Julia.


“Zhi, tenanglah! Mamah yakin mereka akan baik-baik saja. Mereka adalah anak-anak yang pintar, jika ada yang berniat jahat pada mereka. Luci pasti akan melindungi Luca dengan baik! Mamah sangat percaya pada mereka, Zhi! Jadi kau juga harus mempercayai anak-anakmu juga, Zhi!” ujar Julia mencoba menghibur dan menenangkan menantu kesayangannya itu.


“Tapi mereka masih anak-anak, Mah! Apapun bisa terjadi pada mereka.”


Zhia masih tidak bisa berfikir jernih, kejadian kemarin yang menimpa dirinya membuat Zhia trauma. Zhia tidak mau kedua anak kembarnya juga mengalami hal yang sama dengan dirinya.


“Tidak, Mah! Zhi harus mencari mereka sendiri sekarang juga!”


Zhia terus bersikeras ingin mencari kedua anaknya sendiri. Meskipun dia percaya Lucia yang sangat pandai bela diri bisa menjaga diri sendiri dan juga Luca, tetap saja dimata Zhia mereka hanya anak kecil yang lemah.


“Zhi, jangan! Kau masih sakit. Bagaimana kalau terjadi sesuatu padamu lagi!”

__ADS_1


Julia dengan cepat menhentikan Zhia yang bersikeras ingin mencari sendiri Luca dan Lucia.


“Kalau mamah tidak membiarkanku pergi mencari anak-anakku, maka cepat beritahu Ray bahwa Luca dan Luci menghilang. Suruh dia mencarinya untukku, Mah! Aku takut orang itu juga melukai anakku, Mah!”


Zhia benar-benar frustasi memikirkan keberadaan kedua anak kembarnya yang sekarang tak tahu dimana.


Zhia bahkan meminta Rayden untuk pulang dan mencari kedua anaknya sendiri, karena hanya Rayden saja yang mengetahui soal Liam yang melukainya kemarin.


“Mamah!” seru Luca dan Lucia yang muncul entah dari mana dan langsung berlari menghampiri mamahnya yang sedang menangis itu.


Zhia dan Julia pun langsung menatap kedua anak kembar itu dengan perasaan lega.


“Sayang, kalian dari mana? Kalian berdua tidak terluka ‘kan? Kalian berdua baik-baik saja, bukan! Ya Tuhan, terima kasih telah mengembalikan anak-anakku dengan selamat.”


Zhia langsung memeluk kedua anak kembarnya itu dengan eratnya. Berkali-kali Zhia menucapkan rasa syukur dan menanyakan keadaan kedua anak kembarnya.


Airmatanya tidak bisa berhenti mengalir membasahi wajahnya. Julia ikut menangis, dia tahu persis bagaimana perasaan Zhia sekarang.


Karena dia juga pernah merasakan kehilangan seorang anak untuk selamanya.


“Mamah kenapa menangis?” ujar Luca sembari mengusap airmata yang terus keluar dari mata indah mamahnya.


“Iya, mamah jangan menangis. Luci juga ingin ikut menangis melihat mamah menangis seperti ini.”


Mata Lucia sudah berlinang airmata, melihat mamahnya menangis.


“Kalian dari mana tadi? Mamah benar-benar merasa sangat khawatir kalian tidak kunjung Kembali juga?” ujar Zhia yang menanyakan keberadaan kedua anak kembarnya yang membuatnya merasa sangat khawatir.


“Kami habis jalan-jalan ditaman, Mah! Tapi entah kenapa kami malah tersesat, soalnya rumah papah sangat luas ‘sih? Jadi kami susah menemukan jalan untuk kembali.”


Tentu saja apa yang dikatakan Luca sepenuhnya adalah kebohongan, karena dia tidak meungkin mengatakan sejujurnya pada sang mamah.


“Zhi, sudahlah! Kita masuk saja sekarang, yang penting Luca dan Lucia sudah ketemu sekarang. Mereka juga baik-baik saja, Zhi! Jadi kau tidak perlu merasa khawatir lagi, Zhi!” ujar Julia berusaha membuat menantu kesayangannya tidak berfikiran negative terus.


“Dan untuk kalian berdua, mulai sekarang tidak boleh pergi sendirian lagi dimana pun itu! Setiap kalian mau pergi harus didampingi oleh pengawal.”


Kini Julia beralih pada si kembar, dia tidak mau kejadian Zhia juga dialami oleh kedua cucu kembarnya itu.


“Tapi Grandma,_”


“Tidak ada tapi-tapian! Kalian berdua tidak mau melihat mamah kalian merasa khawatir seperti ini lagi ‘kan?”


Julia segera menyanggah perkataan si kembar. Keputusannya sudah bulat, bail Zhia maupun si kembar tidak boleh pergi tanpa didampingi oleh pengawal.


“Mamah, maafin Luca ‘yah? Karena sudah membuat mamah khawatir seperti ini!”


Akhirnya, sekarang Luca mengerti mengapa mamah bisa menangis seperti tadi.

__ADS_1


Lucia langsung memeluk mamahnya dengan erat seraya berkata “Maafkan Luci juga ‘yah, Mah? Luci dan kak Luca tidak bermaksud ingin membuat mamah khawatir seperti ini. Jadi, mamah jangan menangis lagi!”


“Iya, sayang! Lagian kalian sudah ada disini, jadi mamah tidak akan menangis lagi.” ujar Zhia kembali memeluk kedua anak kembarnya dengan penuh cinta dan kasih sayang.


“Ya sudah! Ayo, kalian masuk kedalam!” ujar Julia yang menyuruh Zhia dan Si kembar untuk masuk kedalam manshion.


“Luca! Luci, kalian berdua pergi mandi dulu. Nanti kita sarapan bersama, sebentar lagi sarapannya sudah siap!”


Julia beralih pada si kembar yang pagi-pagi sudah berbuat onar itu.


“Okay, Grandma! Okay, Mommy. Kami akan pergi mandi sekarang!” sahut Luca dan Lucia yang tersenyum dengan cerahnya.


Mereka berdua pun berlari menuju kekamarnya masing-masing, hingga membuat Zhia dan Julia merasa gemas sendiri saat melihatnya.


“Lihatlah, Zhi! Mereka baik-baik saja, bukan! Jadi kamu tidak perlu khawatir lagi.” ujar Julia pada Zhia yang masih terlihat cemas.


“Iya, Mah! Maaf tadi Zhi terlalu emosional!” ucap Zhia yang merasa bersalah karena telah membuat keributan dipagi hari.


“Tidak apa! Mamah sangat mengerti perasaanmu.” sahut Julia seraya memeluk tubuh Zhia dengan lembutnya.


“Andai putri mamah masih hidup. Mungkin dia sudah tumbuh secantik kamu, Zhi! Wajahnya mirip Cano dan pastinya akan selalu bertengkar dengan Cano hanya karena masalah sepele!”


Entah kenapa Julia tiba-tiba teringat dengan masalalunya. Perasaan yang dirasakan oleh Zhia sekarang, menumbuhkan kembali ingatan menyakitkan yang telah dia kubur semenjak lama.


Keluarga Xavier memang mengubur ingatan kejadian masa lalu menyakitkan itu, tapi bukan berarti mereka bisa melupakannya.


Bersambung..............


Note :


Hay, kak!😄😄😄


Jangan Lupa guys!


Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉


Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚


Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌


Terima kasih All!😙😘😚

__ADS_1


__ADS_2