Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Fitting Gaun Pengantin Part. 2


__ADS_3

“Hay, kenapa kau harus merasa tersindir, istriku sayang? Aku sungguh memujimu, kau wanita pertama yang membuatku tertarik hingga jatuh cinta seperti ini!” ujar Rayden mengungkapkan segala isi hatinya.


Sudah sejak lama Rayden menyadari bahwa perasaannya pada Zhia adalah perasaan cinta.


Bukan sekedar karena Zhia wanita yang pernah melalui malam panas dengannya ataupun karena dia merupakan sosok ibu dari kedua anak kembarnya.


Tapi karena dia hanyalah seorang Zhia, gadis yatim piatu yang sangat mendiri dan sedikit bar-bar jika hidupnya terusik.


Zhia kembali terpesona dengan pernyataan cinta Rayden yang sangat tulus padanya, mata mereka saling menatap mencoba menyalurkan perasaan tulus satu sama lain diantara mereka.


Dalam hatinya Zhia berkata “Ya Tuhan, Ray! Bagaimana bisa kau selalu membuat hatiku luluh sperti ini terus, Ray? Bagaimana aku tidak semakin jatuh Cinta padamu dengan sikap manismu ini?”


“Ya ampun! Aku tidak menyangka Tuan bisa bersikap seromantis itu pada Nyonya muda! Kapan ‘yah aku bias mendapatkan pria sperti Tuan Xavier ini? Sudah tampan, kaya, hebat dan sangat perhatian pada wanita yang dicintainya. Aku sangat iri dengan Nyonya muda!” gumam Eva yang merasa tersentuh dengan keromantisan Tuan dan Nyonya mudanya itu.


Tanpa disangka Will dan Alea mendengar perkataan Eva dengan sangar jelas. Dan tanpa sengaja mata mereka berdua saling bertemu satu sama lain.


Awalnya mereka sama-sama saling diam, tak lama kemudian Will tersenyumdengan manisnya hingga membuat Alea menjadi salah tingkah dibuatnya.


“Astaga! Kenapa dia tersenyum seperti itu padauk?”


Alea segera mengalihkan pandangannya dari Will, didalam hatinya dia terus bertanya. Sementara jantungnya terus berdetak tak menentu layaknyan habis melakukan lomba lari marathon.


“Ada apa dengannya? Apakah senyumanku seperti Joker, terlihat mengerikan dan menakutkan? Eeehhh,….Bukankan mengerikan dan menakutkan itu sama saja?” gumam Will yang menjadi bingung sendiri melihat reaksi Alea, pengawal baru Nyonya mudanya itu.


“Tuan, silahkan! Ini semua adalah model gaun pengantin terbaik sesuai yang anda minta.”


Sang pemilik berserta seluruh karyawannya pun kembali dengan masing-masing membawa sebuah gaun pernikahan yang diminta oleh Rayden.


Totalnya ada sepuluh gaun pengantin yang ditunjukkan oleh sang pemilik butik dan setia gaun pengantin dibawa oleh empat karyawan dengan sangat hati-hati.


Rayden pun langsung beralih pada deretan gaun yang sudah disuguhkan padanya itu, dia berjalan menghampiri salah satu gaun pengantin yang menarik perhatiannya.


“Zhi, kau coba kenakan gaun yang ini!” pinta Rayden pada Zhia semabri menunjuk salah satu gaun pengantin itu.


“Sekarang?” sahut Zhia dengan bingung.


“Sekarang ‘dong, istriku sayang! Masa setelah acara resepsinya selesai ‘kan tidak lucu!” ujar Rayden yangb bermaksud ingin mengajak Zhia sedikit bercanda.


“Hahahaa,….Tuan ternyata bisa bercanda juga!”


Will tanpa sadar tertawa terbahak-bahak mendengar lelucon garing dari Tuannya, sehingga membuat Rayden menjadi merasa emosi.


“Will! Apa aku sedang mengajakmu bercanda sekarang?” ujar Rayden melontarkan tatapan tajam dan dinginnya pada Will.


“Ma-maaf, Tuan! Saya tidak akan mengulanginya lagi!” ujar Will yang langsung diam sembari menundukkan kepalanya, dia tidak mau melihat tatapan iblis itu sedikitpun.


“Sana coba gaun yang ini!”

__ADS_1


Beralih pada Zhia, beralih juga ekspresinya. Rayden dengan hangat dan lembut menyuruh Zhia mencoba gaun yang telah dipilihnya itu.


“Silahkan, Nyonya muda! Kami akan membantu anda memakaikannya.”


Sang pemilik butik pun dengan cepat melakukan tugasnya. Dia membawa Zhia kesebuah ruang ganti yang berada didalam butiknya. Beberapa karyawan mengikutinya sambal membawa masuk gaun yang dipilih itu.


Didalam ruang ganti ada sekitar lima orang yang membantu Zhia mengenakan gaun pengantin itu.


Ada yang bertugas mendandani wajah Zhia, memakaikan gaunnya dan yang merias rambut panjangnya layaknya pengantin yang sesungguhnya.


Sementara Rayden kembali ketempat duduknya menunggu sampai tirai terbuka dan menampilkan Zhia dengan balutan gaun pengantinnya.


10 menit kemudian,……………


“Tuan, Nyonya muda sudah siap!” ujar sang pemilik butik, seketika tirai terbuka secara perlahan.


Semua orang tak mampu mengedipkan mata mereka sedetik pun terlebih lagi Rayden. Sudah pasti Rayden pasti sangat terpesona melihat kecantikan Zhia dengan balutan baju pengantin yang telah dipilihnya itu. Ditambah lagi rambut Zhia sedikit ditata dan wajahnya juga dirias secara natural.


“Ray? Apakah gaun ini tidak cocok denganku?” ujar Zhia yang membuyarkan lamunan semua orang.


“Waahhh,…..Nyonya muda benar-benar terlihat sangat cantik dan menakjubkan!” ujar Will tanpa sadar.


“Benar, Nyonya muda terlihat sangat menawan mengenakan gaun pengantin itu!” Puji Alea yang juga tidak sadar mengatakannya.


“Nyonya muda seperti seorang peri!” gumam Eva yang masih terpesona dengan kecantikan Nyonya mudanya itu.


“Terima kasih atas pujian kalian semua!” sahut Zhia yang menjadi tersipu malu saat mendengarnya.


Seharusnya pujia pertama harus Rayden yang mengatakannya tetapi Will malah mengambil kesempatan itu darinya.


“Awas saja kalian semua! Akan aku buat kalian bertiga tidak bias tidur sampai acara resepsi pernikahanku selesai!” batin Rayden yang telah merencanakan sesuatu untuk ketiga pengawalnya itu


“Ray, bagaimana menurutmu?” tanya Zhia lagi yang ingin mendengar pendapat dari suaminya sendiri.


“Lumayan! Coba ganti dengan gaun yang itu!” ujar Rayden yang membuat Zhia merasa sedikit kecewa. Rayden bahkan menyuruh Zhia untuk mencoba gaun pengantin yang lainnya.


Padahal didalam hatinya Rayden terus saja memuji istrinya tiada hentinya “Kau sangat cantik, Zhi! Bahkan aku sampai tidak ingin orang lain melihat dirimu yang bagaikan bidadari dari surga ini. Terima kasih Tuhan atas pemberianmu ini!”


“Baiklah!” sahut Zhia dengan nada bicaranya penuh kekecewaan.


Tirai pun kembali tertutup, sang pemilik butik dan karyawannya kembali melakukan tugas mereka membantu Zhia mengenakan gaun penganti yang lainnya.


Setiap tiarai terbuka selalu saja menampilkan sosok Zhia yang terlihat sangat cantik dan menawan, hingga dia tanpa henti menerima pujian dari ketiga pengawalnya.


Bahkan tanpa sadar mereka semakin membuat Rayden marah, karena tidak membiarkan dirinya menjadi orang pertama yang memuji Zhia.


Sekitar sudah hampir lima gaun pengantin yang telah coba kenakan, tapi Rayden masih saja belum memutuskan salah satu diantara gaun-gaun itu.

__ADS_1


Padahal Zhia sudah merasa lelah karena terus berganti gaun setiap 10 menitnya.


“Bagaimana dengan yang ini, Ray?” tanya Zhia dengan sedikit kesal.


“Sangat Cantik, Nyonya!” sahut Will dengan penuh antusias.


“Iya, apapun yang dikenakan Nyonya pasti terlihat cantic dan menakjubkan!” ujar Alea dengan semangat.


“Nyonya yang terbaik!” Puji Eva sembari menunjukkan kedua jempol tangannya pada Zhia.


“Hehehee,…..Terima kasih!” ucap Zhia sambil tersenyum canggung pada ketiga pengawalnya itu, dia pun menatap ke arah Rayden seakan sedang menunggu pendapatnya.


“Ganti dengan yang satunya!”


Lagi dan lagi Rayden menyuruh Zhia mencoba gaun pengantin yang lainnya.


“Ray, tidak bisakah memilih salah satu gaun yang tadi? Aku sudah merasa Lelah terus berganti gaun sperti ini!” bentak Zhia yang akhirnya memprotes permintaan Rayden. Sorot matanya menatap tajam Rayden penuh dengan kemarahan.


Karena dia sudah tidak sanggup untuk mencoba sisa gaunnya lagi. Rayden pun tersentak kaget, dia tidak menyangka akan dibentak oleh Zhia dihadapan semua orangm seperti ini.


Dan anehnya, dia tidak merasa marah atau tersinggung sedikitpun. Namun, malah lebih kearah takut kalua Zhia marah padanya dan lebih parahnya lagi rencana bulan madunya akan gagal lagi.


Lidahnya seketika terasa kelu seakan dia habis menenggak racun, dia ingin mengatakan sesuatu tapi suaranya tidak keluar.


“Waahhhh,…..Mamah cantik sekali!” seru Luca yang yang terpana saat melihat mamahnya dengan balutan gaun pengantin yang sangat indah.


“Woahhh,….Mamah benar-benar seperti boneka barbie milik teman Luci!”


Lucia berteriak dengan kerasnya tanpa sadar, dia merasa sangat takjub bahwa mamahnya sudah seperti boneka barbie yang disukai teman sekelasnya.


Bersambung..........


Note :


Hay, kak!😄😄😄


Jangan Lupa guys!


Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉


Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚

__ADS_1


Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌


Terima kasih All!😙😘😚


__ADS_2