Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Dibalik Meriahnya Pesta


__ADS_3

“Ya ampun, Evan! Kenapa kau bicara seperti? Meskipun aku sudah menikah sekarang, kau masih tetap temanku dan Jayden juga masih tetap sebagai musuh bebuyutanku. Sampai kapan pun masih harus menjaga dan melindungi aku dan si kembar!” ujar Zhia yang tidak ingin hubungan pertemanannya dengan Evan dan Jayden berakhir hanya karena dia sudah menikah dengan orang lain.


“Hay, kau sepertinya bangga sekali ‘yah menjadi musuh bebuyutanku?” sahut Jayden sedikit merasa kesal pada perkataan Zhia.


“Hahahaa,…..Iya, terserah kau saja! Ngomong-ngomong dimana Luca dan Lucia, Zhi? Aku tadi melihatnya berada disini, tapi kenapa sekarang tidak kelihatan?”


Evan menyadari bahwa Rayden sedang memperhatikan dirinya dan juga Jayden. Karena itulah, Evan mengalihkan perhatian dan topik pembicaraan dengan menanyakan keberadan kedua anak kembar Zhia.


“Iya, tadi mereka berada disini bersamaku! Tapi katanya mereka ingin makan kue, mungkin sekarang mereka sedang makan disana!” ujar Zhia sembari menunjuk kesuatu arah, dimana disana ada Noland dan juga Julia.


“Haduuhhh,…..Mereka ‘kan sudah manis, makan yang manis-manis nanti mereka malah jadi terlalu manis dan menggemaskan!” ucap Evan yang mengajak Zhia bercanda seperti biasanya.


“Hahaaa,….Kau bisa saja!” sahut Zhia yang akhirnya tertawa, meskipun candaan Evan sedikit garing menurut pendapatnya.


“Ya sudah, kalau begitu kami pamit undur diri ‘yah, Zhi! Ouhya,…..Sampaikan salamku untuk si kembar ‘yah!”


Tak ingin berlama-lama berhadapan dengan Rayden, Evan dan Jayden pun lebih memutuskan untuk pergi.


“Terima kasih ‘yah! Aku pasti akan sampaikan pada mereka!” ujar Zhia tanpa peduli dengan sikap dingin dan waspada Rayden pada dua orang yang dianggap sebagai teman baiknya itu.


Setelah itu, Evan dan Jayden pun meninggalkan pesta tersebut. Sementara Rayden dan Zhia kembali menyambut para tamu yang hadir untuk memberikan selamat atas pernikahan mereka berdua.


...****************...


Disisi lain, Luca dan Lucia sedang asyik mencicipi berbagai jenis kue lezat yang dihidangkan disana.


Awalnya mereka di awasi ketat oleh Grandpa dan Grandmanya, tapi beberapa meniy kemudian berdatangan kenalan Noland dan Julia yang menyapanya.


Sehingga mereka tidak sempat mengawasi kedua cucu kembarnya itu, Noland hanya menyuruh seorang penjaga untuk mengawasi si kembar.


Saat sedang asyik makan, Lucia tiba-tiba merasa ingin buang air kecil.


Lucia pun meminta pada sang kakak kembarnya untuk menemaninya pergi ke toilet, “Kak Luca! Ayo, temani Luci ke toilet!”


“Hah? Mau ngapain?” tanya Luca yang masih asyik menyantap kuenya.


“Luci ingin buang air kecil. Ayo, kak!” ujar Lucia yang tampaknya sudah sangat menahannya.


“Ya udah, Ayo!!”


Luca, sang kakak yang baik itu pun setuju untuk menemani adik kembarnya pergi ke toilet.


Pada saat Luca dan Lucia berjalan menuju ke arah toilet, orang yang disuruh untuk mengawasi si kembar malah sibuk mengobrol dengan teman yang ada disebelahnya.


Dan disaat yang bersamaan, Liam melihat kesempatan yang sangat langka itu. Liam mengikuti Luca dan Lucia sampai didepan toilet, dia menunggu sampai kedua bocah kembar itu keluar.


Setelah menunggu hampi sepuluh menitan, Luca dan Lucia akhirnya keluar juga dari dalam toilet. Dengan sikap yang sangat natural, Liam menghampiri Luca dan Lucia sebagai seorang pelayan.

__ADS_1


“Permisi, Tuan dan Nona kecil! Saya disuruh oleh Nyonya Zhia untuk mengantar Tuan dan Nona kecil ketempatnya sedang beristirahat sekarang!” ujar Liam yang mengatas namakan Zhia untuk mengarahkan kedua bocah kembar itu ketempat yang sepi agar bisa menjalankan rencana membunuhnya.


“Mamah yang menyuruhmu?”


Luca mencoba memastikannya, karena pelayan itu terlihat sangat mencurigakan.


Terlebih lagi Luca sangat tahu bahwa mamah dan yang lainnya pasti sangat sibuk hari ini, karena banyak orang yang datang untuk mengucapkan selamat atas pernikahan kedua orang tuanya.


“Memangnya mamah sekarang ada dimana, paman pelayan?”


Lucia juga merasakan hal yang sama dengan kakak kembarnya itu, tapi disisi lain Lucia juga penasaran siapa sebenarnya paman pelayan ini dan apa niatannya terhadap mereka berdua.


“Mari! Saya akan mengantar Tuan dan Nona kecil ketempat Nyonya Zhia sedang beristirahat!”


Liam pun tersenyum senang karena sepertinya rencananya akan berjalan lancer tanpa gangguan apapun.


Terlebih lagi kedua bocah kembar itu sepertinya sangat polos, sehingga dia mengira bisa membunuhnya dengan mudah.


Liam tidak tahu bahwa sekarang dirinya sedang dalam memasuki lubang kesengsaraan, jika sudah berhadapan dengan gadis cilik yang bernama Lucia itu.


“Baiklah, paman pelayan! Tolong antarkan kami pada mamah ‘yah!”


Lucia pun mengikuti permainan paman pelayan itu dengan sikap tenangnya seolah dia tidak mengetahui sedikitpun niat jahat pria itu.


“Luci, kau sungguh mau mengikutinya?”


“Tidak apa-apa, Kak! Percayalah pada Luci!” ujar Lucia yang berusaha menyakinkan kakak kembarnya bahwa mereka akan baik-baik saja dengan mengikuti pelayan itu.


Sepertinya otak kecil Lucia sudah mempunyai sebuah ide yang sangat cemerlang.


“Kau yakin?”


Luca masih ragu untuk menyetujui rencana adik kembarnya itu.


“Luci sangat yakin!” sahut Lucia penuh keyakinan pada dirinya sendiri.


“Tuan, Nona kecil! Silahkan ikuti saya saja!”


Menyadari kedua anak kembar Zhia tidak mengikutinya, Liam pun mengehentikan langkahnya dan berbalik.


Liam kembali menyuruh Luca dan Lucia untuk mengikutinya sebelum kesabarannya habis.


“Baik, paman pelayan!” sahut Lucia masih dengan senyuman dan wajah polosnya, dia bahkan memaksa kakaknya untuk mengikutinya juga.


Benar saja firasat Luca dan Lucia, pelayan itu membawa mereka ketempat yang sangat sepi dari lalu Lalang orang-orang.


Sebuah ruangan yang terlihat cukup berantakan dan sepertinya tidak terlalu dirawat seperti ruangan lain.

__ADS_1


Dapat disimpulkan bahwa ruangan itu merupakan sebuah gudang penyimpanan barang-barang yang sudah dipakai hanya dengan meilhat barang-barang yang ada didalamnya.


Setelah memastikan Luca dan Lucia masuk kedalam ruangan itu, Liam pun segera mengunci pintunya dari dalam.


Tapi sepertinya jarak gudang itu dari aula pesta yang sedang berlangsung tidaklah terlalu jauh.


Hal itu juga dapat disimpulkan dengan suara nyanyian Will dan Levi yang sepertinya sedang berduet menyanyikan lagu Marry You by Bruno Mars.


Jelas terdengar suara nyanyian merdu berasal dari Levi, sementara suara yang sedikit terdengar fals pasti suara nyayian dari Will.


Luca dan Lucia masih bersikap seperti layaknya bocah seumuran mereka, terlihat polos dan seakan tidak megetahui apapun yang nanti akan menimpa mereka berdua didalam sana.


Dengan sikap polosnya Lucia bertanya “ Paman Pelayan! Dimana mamah kami? Kenapa kami malah dibawa ketempat ini?”


“Dasar anak-anak bodoh! Mamah kalian tentu saja masih asyik berpesta disana. Sedangkan kalian berdua akan aku kirim ke neraka terlebih dahulu, sebelum aku mengirim Zhia kesana!”


Akhirnya Liam menunjukkan sosok aslinya didepan si kembar, dia bahkan dengan sombongnya akan mengirim Luca dan Lucia ke nereka.


Akan tetapi, dia tidak sadar bahwa yang sedang memasuki neraka adalah dirinya sendiri.


“Paman pelayan, Apakah nereka itu tempat yang indah? Oleh karena itu paman pelayan mau mengirim kami kesana ‘yah?”


Sebenarnya Lucia sudah tahu bahwa pelayan itu sedang mengancam mereka, dia tahu jelas neraka tempat orang-orang berdosa tinggal dan mendapat hukuman.


Tapi didepan penjahat bodoh seperti Liam, Lucia ingin bersikap sok polos dulu sebelum dia menunjukan dirinya yang sebenarnya.


“Astaga, Luci! Bisakah kau sedikit serius sekarang? Nyawa kita berdua sedang terancam sekarang, apalagi papah dan mamah tidak tahu tentang keberadaan kita!” batin Luca yang hanya bisa mengeluh didalam hatinya saja melihat kelakuan adik kembarnya mulai mengeluarkan tanda-tanda sikap bar-bar itu akan muncul.


Bersambung............


Note :


Hay, kak!😄😄😄


Jangan Lupa guys!


Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉


Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚


Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌

__ADS_1


Terima kasih All!😙😘😚


__ADS_2