
Sementara, Rayden bersama dengan Will sedang berada di perusahaan untuk menyelesaikan semua pekerjaan mereka yang masih banyak sekali yang tertunda.
Rayden tampak sangat sibuk dengan setumpuk dokumen yang ada diatas meja kerjanya. Sesekali Rayden harus memeriksa Email dan memastikan berkas yang akan dia setujui atau ditolak.
Ketampanan wajah seorang Rayden Cano Xavier bertambah berkali-kali lipat saat sedang serius bekerja seperti sekarang ini.
Sayangnya, pemandangan indah itu tidak bisa dinikmati oleh para karyawan wanita yang ada disana karena terhalang tembok marmer yang membentuk ruangan khusus Ceo.
Will pun tidak beda jauh sibuknya jika dibandingkan dengan Tuannya itu. Bahkan bisa dikatakan bahwa Will 3 kali lipat lebih sibuk dibandingkan dengan Tuannya yang hanya duduk dikursi kebesarannya.
Sementara Will harus bolak balik antara ruang kerjanya dengan ruang kerja Ceo, bahkan ruang rapat dan karyawan juga.
Beruntung Will orangnya sangat tahan banting, sehingga tidak mudah jatuh pingsan maupun sakit dengan sederet pekerjaan itu.
“Permisi, Tuan! Saya ingin melaporkan mengenai grafik saham bulan ini! Silahkan di cek, Tuan!” ujar Will yang langsung masuk kedalam ruangan Ceo setelah mengetuk pintu terlebih dahulu.
“Letakkan saja disitu! Aku akan memeriksanya nanti.” sahut Rayden yang masih focus memeriksa dokumen yang berada tangannya.
“Kalau begitu saya permisi kembali keruangan saya, Tuan!” pamit Will sebelum pergi.
“Eeehh,…..Will, tunggu dulu!” seru Rayden yang segera menghentikan Will.
“Iya, Tuan! Ada yang bisa saya bantu?” ujar Will yang menunggu perintah selanjutnya dari Tuannya.
“Apa Levi sudah mengabarimu?” tanya Rayden yang teringat dengan sosok Grace dan Liam.
“Semalam Levi memberitahuku bahwa dia hampir saja menangkap pria yang bernama Liam, tapi sayangnya dia sedikit terlambat. Saat sampai ditempat yang dimaksud, Levi dan anak buahnya tidak menemukan keberadaan orang itu disana.” Will pun menjelaskan apa yang dia tahu dari Levi.
“Jadi, maksudmu Levi melakukan kesalahan lagi?” ujar Rayden yang meminta penjelasan lebih dari Will.
“Bisa dikatakan seperti itu, Tuan! Dan untuk Nona Grace serta mata-mata didalam klan, levi belum berhasil menemukannya.” sahut Will kembali melanjutkan laporannya.
“Sudah aku duga! Apalagi ada campur tangan klan musuh pada mereka!” gumam Rayden sembari memikirkan sesuatu dengan begitu keras.
“Lalu bagaimana dengan tugasmu?” Rayden pun beralih menanyakan tentang perkembangan tugas yang dilakukan Will.
“Orang-orang yang mematainya mengatakan bahwa Evan tadi datang kemashion menemui Nyonya besar beserta Tuan dan Nyonya kecil! Dan juga,_.......”
“Apa? Kenapa kau tidak melapor dari tadi!”
Padahal Will belum selesai menjelaskan laporannya, tetapi Rayden malah langsung memotong perkataanya.
Sekarang Rayden malah focus mengotak-atik komputernya dengan ketikan jarinya yang terlihat sangat cepat.
Rayden seperti sedang meretas sesuatu, karena raut wajahnya terlihat sangat serius saat menatap layar komputernya.
“Kau kenapa diam? Lanjutkan laporanmu yang barusan!” ujar Rayden yang menatap tajam kearah Will walau hanya sekilas, tapi membuat Will sadar dari lamunannya.
“Setelah itu, dia pergi ke suatu tempat tapi sayangnya mata-mata saya kehilangan jejaknya saat memasuki perempatan.” ujar Will yang tetap harus melapor, meskipun itu merupakan kegagalannya.
“Jadi, kau juga melakukan kesalahan lagi seperti Levi!” sahut Rayden yang Kembali menatap tajam Will sekilas.
__ADS_1
“Maafkan saya, Tuan!” Hanya permintaan maaf yang bisa Will ucapkan saat itu.
“Sudah lupakan saja! Lalu apa lagi?”
Kali ini Rayden tidak akan mengambil pusing kesalahan Will dan Levi ini.
“Saya baru saja mendapat kabar bahwa pria yang bernama Jayden Carson baru mendarat di negara A siang ini, Tuan!”
Will kembali melanjutkan laporannya sesuai dengan perintah.
“Maksudmu, pria yang Namanya hampir sama dengan nama ketua klan Tiger Dark yang baru itu?” ujar Rayden memastikan tebakannya benar atau salah.
“Iya benar, Tuan! Dikonfirmasi bahwa kedatangannya menggantikan Nyonya muda menangani program IT yang tengah berjalan.” sahut Will yang memang masih bisa diandalkan.
“Bagaimana dengan nama kembarannya itu? Maksudku si Jaydon atau apalah itu namanya! Kau sudah mendapatkan lokasinya yang sekarang?”
Meskipun otaknya sedang meretas rekaman cctv dimanshion, Rayden masih bisa memperhartikan laporan yang dikatakan oleh Will. Meskipun dia tahu bahwa hasilnya tidak akan sesuai dengan harapannya.
“Belum, Tuan! Kami se,_......”
“Itu sepertinya sudah pasti!”
Belum selesai Will menjelaskan ucapannya sudah dipotong oleh Rayden yang seperti tidak perlu mendengarnya lagi.
“Will, kemarilah! Lihat ini.”
Rayden kemudian menyuruh Will untuk mendekat karena dia ingin menunjukkan sesuatu yang sangat menarik pada Will.
“Tuan, ini,_......”
"Tuan kedua bocah itu, bukankah anak kandung anda sendiri?" Will hanya bisa bertanya didalam hatinya sendiri.
Jujur saja, Rayden merasa sangat bangga mempunyai anak-anak genius seprti Luca dan Lucia.
Namun disatu sisi, Rayden juga merasa takut karena rasa penasaran kedua anak kembarnya terlalu besar dan sepertinya mereka sudah terlibat cukup jauh.
Rayden takut semakin mereka terlibat terlalu jauh dalam dunia mafia, keselamatan mereka juga semakin terancam.
“Apa Tuan tidak akan menghentikan Tuan dan Nona kecil?” tanya Will yang merasa penasaran dengan sikap Tuannya dalam menghadapi kegeniusan kedua anak kembar itu.
“Untuk sementara aku akan membiarkan mereka dulu, tetapi aku juga akan mengawasi mereka dengan ketat.” ujar Rayden yang hanya bisa mengawasi anak kembarnya secara diam-diam.
“Will, beritahu Levi untuk mulai mengawal si kembar mulai besok! Aku akan membuat si kembar focus pada sekolahnya saja.” Perintah Rayden pada Will.
“Baik, Tuan!” sahut Will dengan cepat.
Rayden pun beralih melihat rekaman cctv yang berada diruang tamu. Rayden dapat melihat dengan jelas bahwa Evan berniat ingin memeluk istrinya lagi, beruntung ada mamah Julia yang berada disana dan menghentikan niat Evan itu.
“Dasar orang berengsek ini!” umpat Rayden yang terus memperhatikan rekaman cctv itu dengan raut wajah yang sangat serius.
“Will, menurutmu apa saja yang mereka bicarakan sampai Nyonya besarmu itu terlihat sanagt kesal dan Nyonya mudamu terlihat kebingungan?”
__ADS_1
Rayden kembali menanyakan pendapat Will yang juga ikut melihat rekaman cctv itu.
“Sepertinya bukan sesuatu yang baik, Tuan!” sahut Will yang tidak yakin karena dia hanya bisa menebak-nebaknya saja.
“Aiishh,……Sebenarnya apa yang mereka bicarakan!”
Rayden hanya bisa berteriak frustasi karena rasa penasaran yang semakin besar.
“Will, ganti semua cctv yang terpasang diseluruh manshion dengan cctv keluaran terbaru yang bisa merekam suara juga! Ganti semuanya secara diam-diam.” Perintah Rayden pada sekertaris sekaligus tangan kanannya itu.
“Agar aku tidak merasa frustasi seperti ini!” lanjut Rayden yang kali ini terdengar seperti bergumam sendiri.
“Baik, Tuan!” Will hanya bisa menerima tugas demi tugas yang Rayden berikan kepadanya.
“Haah,….Aku hanya bisa bertanya pada Zhia soal ini nanti!”
Rayden kembali bergumam sendiri, sesekali menghela nafas dengan berat.
Rayden memijat keningnya yang terasa sangat pening yang disebabkan rasa penasarannya yang memuncak, bahkan dia sudah tidak focus lagi dengan semua pekerjaannya.
Hingga Will tiba-tiba berseru sembari menunjuk kearah rekaman cctv yang sedang dilihatnya,
“Tuan, lihatlah itu!”
“Apa?” sahut Rayden dengan kesal.
Walaupun begitu, Rayden tetap langsung melihat kearah rekaman cctv yang ditunjuk oleh Will. Begitu melihatnya, amarah Rayden semakin meluap tak terkendali.
Rayden rasanya ingin segera pulang saat itu juga untuk meminta penjelasan pada mamah, istri dan juga kedua anak kembarnya tentang apa yang sebenarnya terjadi saat kedatangan Evan.
Rayden benar-benar tidak terima atas apa yang dilihatnya dalam rekaman cctv itu, lebih tepatnya dia merasa sangat cemburu.
Karena istri dan anak kembaranya juga sangat dekat dengan si Evan yang sedang dalam pengawasannya itu.
Bersambung...........
Note :
Hay, kak!😄😄😄
Jangan Lupa guys!
Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉
Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄
Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄
Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄
Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚
__ADS_1
Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌
Terima kasih All!😙😘😚