Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Rencana Liburan!


__ADS_3

“Nyonya, maaf aku tidak bisa melindungi anda lagi mulai sekarang! Kedatangan saya kemari hanya untuk memilihat keadaan anda dan juga untuk berpamitan!” ujar Alea lagi yang membuat Zhia langsung tersadar dan menatap Alea untuk meminta penjelasan dari ucapannya barusan.


“Apa maksudmu? Apa kau juga akan meninggalkanku!” seru Zhia yang tidak ingin satu lagi pengawal pribadi kesayangannya meninggalka dirinya.


“Tapi saya tidak bisa melindungi anda dengan baik Nyonya muda! Saya tidak pantas,_...”


“Siapa yyang mengatakan bahwa kamu tidak pantas menjadi pengawal manantu kesayanganku ini, Alea? Kau lebih dari pantas untuk berada diposisi itu, apalagi kami sudah melihat kesungguhan hatimu dan juga Eva dalam usaha kalian melindungi Zhia! Kami mohon tetaplah berada disisi menantuku untuk waktu yang lama!”


Julia pun tidak tahan untuk tidak ikut bicara, dia percaya Alea adalah orang yang terbaik untuk melindungi menantu kesayangannya itu.


Zhia pun menganggukkan kepalanya membenarkan perkataan Julia dengan cepat, dia tidak ingin posisi Alea digantikan oleh orang lain hanya kerana kejadian itu.


“Alea, kami tidak akan memaksamu! Tapi kami akan memberikan waktu untukmu memikirkannya sekali lagi. Pulihkan dirimu dengan baik sembari kau memikirkan apa yang akan menjadi keputusan terakhirmu!” sahut Noland yang tidak akan meminta jawaban dari Alea sekarang, karena gadis itu juga membutuhkan waktu untuk memikirkannya dan juga memulihkan tubuhnya.


“Terima kasih, Tuan dan Nyonya besar! Saya akan memikirkannya dengan baik. Maaf, saya mohon pamit dulu sekarang!”


Tidak dapat mengatakan apapun lagi, Alea pun memilih untuk pergi dari sana. Keputusannya untuk mengundurkan diri sebagai pengawal Zhia pun mulai goyah saat mendengar permintaan yang tulus dari keluarga Xavier itu.


“Kenapa terburu-buru, tetaplah disini sebentar lagi! Bukankah kau baru saja datang?” Zhia pun mencoba menahannya untuk tetap disana.


“Maaf, Nyonya! Keluarga saya sedang menunggu dibawah, saya akan mengabari anda jika sudah memutuskannya! Saya permisi,”


Alea tidak bisa berlama-lama disana, dia pun segera memberi hormat pada semua yang orang berada disana dan setelah itu langsung meninggalkan ruangan itu tanpa ada yang bisa lagi menghentikannya.


“Tunggu Alea,_.....”


“Biarkan dia memikirkannya sendiri dulu, Zhi! Hatinya pasti masih terguncang karena kehilangan rekannya dalam bertugas!”


Julia pun segera menghentikan niat Zhia yang mengejar Alea.


“Hay, Will kau tidak mengejarnya? Bukankah kau ingin memberinya bunga itu” bisik Levi yang membuat Will langsung tersadar dari lamunannya.


“Ouhya,…Kau benar! Aku lupa soal itu. Aku pergi mengejarnya dulu, kau tolong jelaskan pada Tuan dan Nyonya!” ujar Will yang langsung saja berlari keluar untuk mengejar Alea, Sehingga tingkahnya itu menimbulkan tanya pada Zhia dan yang lainnya disana.


“Kenapa dengan kembaranmu itu, Lev? Kayak orang kesetanan saja.” Noland pun bertanya pada Levi daripada penasaran.


“Ouh,…Dia bukan kesetanan atau kesurupan, Tuan! Dia hanya sedang jatuh cinta dan sedang berusaha mengejarnya!” ujar Levi yang harus menjelaskan alasannya.


“Dengan siapa?” seru Noland, Julia dan Zhia bersamaan.


“Pasti dengan kak Alea!” sahut Lucia yang menebaknya dengan tepat.

__ADS_1


“Ouh,…Bagaimana Nona kecil tahu?” ujar Levi yang malah terkejut dan penasaran dengan Lucia yang menebaknya dengan sangat benar.


“Jadi benar Will menyukai Alea?” seru Zhia lagi yang masih ingin memastikannya.


“Sepertinya begitu! Lebih pastinya tanyakan saja langsung padanya,” ujar Levi yang tidak mau terlalu ikut campur pada urusan orang lain.


Disaat yang bersamaan, Rayden muncul dengan wajah penuh tanya. Tadi saat sedang berjalan menuju keruang rawat Zhia dan si kembar, dia tidak sengaja berpapasan dengan Will.


Tapi anehnya Will terlihat seperti biasanya, Rayden mengabaikan dan seakan tidak terlihat dimata Will.


Sebab biasanya Will pasti akan langsung menyapanya dan tidak lupa memberi hormat kepadanya, tapi barusan Will benar-benar telah mengabaikannya.


Rayden bahkan terus bergumam sendiri mengenai kejadian barusan yang baginya terasa tidak lazim Will sampai mengabaikannya begitu.


“Apa kalian semua tahu Will kenapa? Dia terlihat sangat aneh seperti orang yang sedang kesetanan,” ujar Rayden yang langsung bertanya pada semua orang yang berada disana.


Dia tidak tahu bahwa perkataannya hampir mirip dengan perkataan Noland sebelumnya.


“Sudahlah tidak usah dijawab! Levi kumpulkan semua orang kita dimarkas malam ini juga!” Lanjut Rayden yang mengalihkan pembicaraan dengan memberikan sebuah perintah pada Levi.


“Ba-baik, Tuan!” sahut Levi yang langsung bergerak cepat, dia menganggap bahwa sedang ada musuh yang mau menyerang mereka lagi.


“Ada apa Cano? Apakah ada musuh lagi?” ujar Noland yang ikut mengira telah terjadi sesuatu lagi seperti yang dipikirkan oleh Levi.


“Tidak ada! Cuma ada sesuatu saja yang ingin Cano sampaikan pada mereka, Pah! Soal yang kita bahas kemarin itu, Pah!” jelas Rayden dengan santainya.


Rayden masih tidak sadar bahwa perintahnya telah membuat Levi mengira ada bahaya lagi. Bahkan Noland, Julia dan juga Zhia serta Lucia sudah merasa sangat tegang.


Sebab Rayden tiba-tiba memberikan perintah seperti itu dan Levi langsung menanggapinya dengan sangat serius seakan memang akan terjadi sesuatu yang buruk lagi.


“Luca tertidur lagi, Mah?” sambung Rayden yang melihat Luca ternyata sudah terlelap lagi didalam alam mimpinya.


“Sialan bocah ini, kupikir masih ada musuh yang tersisa dan akan menyerang lagi! Levi bahkan sampai langsung lari begitu saat mendapat perintahnya!”


Noland hanya bisa bergumam sendiri mengutuki kekeliruannya atas perkataan Rayden.


“Iya, sepertinya tanpa sadar dia tertidur saat kami para orang dewasa sedang saling berbicara!” ujar Julia yang mentap kearah Luca sedang tertidur dengan nyenyaknya.


“Ada apa? Apa terjadi sesuatu yang buruk dengan hasil pemeriksaannya?” seru Zhia yang segera mendekat pada Rayden dengan wajah yang terlihat sangat khawatir.


“Tidak ada masalah dengan hasil pemeriksaanmu dan Lucia, tapi Luca,_...”

__ADS_1


“Kakak kenapa, Pah!” sahut Lucia yang juga mulai merasa khawatir dengan kondisi kakak kembarnya itu.


“Tidak apa-apa, sayang! Papah hanya berencana ingin membawa kalian untuk berlibur bersama setelah dokter memperbolehkannya. Bagaimana apa Luci menyukai liburan?” ujar Rayden yang tentu saja harus menyembunyikan fakta yang sebenarnya dari putri kecilnya itu.


“Iya, Lucia sangat menyukainya! Kapan kita pergi, Pah?” seru Lucia yang tampak tidak sabar untuk pergi liburan.


Akan tetapi, baik Noland, Julia maupun Zhia menyadari bahwa rencana liburan itu pasti ada hubungannya dengan kondisi Luca.


Karena itu juga, Noland jadi mengerti dengan maksud Rayden untuk memberi perintah seperti tadi pada Levi.


Mereka sudah sepakat untuk melepaskan posisi sebagai ketua klan pada yang lain demi kebaikan si kembar.


“Ehmmm,… Nanti papah coba bicarakan dengan Dokternya lagi ‘yah! Mungkin harus menunggu sampai kondisi mamah kalian membaik,” ujar Rayden disertai senyuman manisnya.


“Baiklah, Pah!” sahut Lucia yang terlihat sedikit kecewa.


“Mamah! Mamah harus makan yang banyak supaya bisa cepat sembuh, kalau mamah cepat sembuh ‘kan kita bisa cepat pergi liburan! Luci ingin pergi kepantai, mau menangkap ikan Hiu!” lanjut Lucia dengan celotehannya yang malah terdengar sangat menggemaskan, apalagi raut wajahnya yang chubby membuat keimutannya semakin bertambah saja.


“Hahahaa,… Iya, sayang! Mamah pasti akan makan yang banyak supaya cepat sembuh. JadI, Luci juga harus makan yang banyak!” ujar Zhia yang tersenyum melihat tingkah luca putrinya itu.


“Yeay,… Akhirnya Luci bisa pergi kepantai bersama mamah dan papah! Sudah sangat lama Luci dan kak Luca menantikan hari untuk pergi kepantai bersama. Soalnya teman- teman selalu pergi bersama papah dan mamah mereka setiap liburan sekolah, tapi Luci dan kakak,_... ! Sudahlah, sekarang Luci ‘kan sudah punya papah! Papah Luci bahkan lebih hebat daripada papahnya teman-teman Luci. Hehehee,….”


Karena terlalu gembira, Lucia sampai kelepasan membuka luka lamanya dan juga Luca yang tidak pernah mereka beritahukan pada Zhia sebelumnya. Dan lagi-lagi karena mereka ingin menjaga perasaan mamahnya.


Bersambung.............


Note :


Hay, kak!😄😄😄


Jangan Lupa guys!


Mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚


Terima kasih All!😙😘😚

__ADS_1


__ADS_2