
“Ya ampun, Tuan danNona kecil mengangetkan saya saja!” ujar Will setelah menata detak jantungnya hingga kembali normal.
“Paman Will sedang menelpon papah dan mamah ‘yah?” tanya Luca yang menebak bahwa itu adalah telepon dari papahnya.
Will pun dibuat salah tingkah, karena telepon itu berasal dari Levi bukan Rayden maupun Zhia.
“Paman Will, bagaimana kabarnya baby boy-nya Luci? Boleh Luci bicara denga papah dan mamah?”
Belum sempat Will menjelaskan, Lucia sudah salah paham dan kembali menanyakan mengenai adik bayinya yang dijanjikan oleh Rayden sebelum pergi berbulan madu.
“Ini Levi, Tuan dan Nona kecil! Kalau Tuan dan Nona kecil merindukan Tuan dan Nyonya muda nanti akan saya sampaikan pada beliau!” ujar Will yang harus segera memberitahu bahwa yang sedang berbicara dengannya melalui telepon adalah Levi dan bukan Tuan atau Nyonya mudanya yang seperti sedang asyik dengan bulan madu mereka.
“Kak Levi? Boleh Luci bicara sebentar?” ujar Lucia yang meminta ijin pada Will kalau dirinya ingin mengatakan sesuatu pada Levi secara langsung.
“Tentu saja, silahkan Nona kecil!” Will pun segera memberikan ponselnya pada Lucia.
“Hay, kak Levi!” ujar Lucia dengan malu-malu.
“Iya, Nona kecil!” sahut Levi yang terdengar sangat ramah dan juga sepertinya juga malu-malu seperti yang dirasakan oleh Lucia.
“Bagaimana dengan luka ditangan kak Levi sudah membaik?” ujar Lucia yang ternyata hanya menanyakan luka yang diderita Levi karena menyelamatkan dirinya saat berada di hotel waktu itu.
“Iya, sekarang sudah jauh lebih baik Nona kecil! Terima kasih karena mau memperdulikan saya!” ucap Levi sembari menatap luka yang masih terbalut dengan kain ditangannya, dia tersenyum manis dan hatinya pun terasa menghangat hanya kerena perhatian kecil dari Nona majikannya.
“Sama-sama, kak Levi!” ujar Lucia yang semakin terlihat malu-malu saat mengatakannya.
“Paman Will, ini! Terima kasih ‘yah?”
Setelah itu, Lucia langsung mengembalikan ponsel itu kepada Will.
“Ouhh,…Anda sudah selesai?” tanya Will memastikan, sembari menerima ponselnya lagi.
“Iya, kalau begitu kami menemui Grandpa dan Grandma dulu ‘yah paman Will! Ayo, kak!”
Lucia langsung menarik tangan kakak untuk meninggalkan Will sendirian lagi disana.
Luca hanya bisa melihat dengan bingung tingkah adik kembarnya, sementara Will hanya bisa tersenyum melihat tingkah Nona kecilnya itu yang sepertinya sangat menyukai Levi.
“Hahahaa,….Bagaimana rasanya, Lev?” tanya Will yang ingin sedikit menggoda Levi, tapi dia sendiri malah tidak bisa menahan tawanya.
Karena sikap Nonan kecilnya tadi terlihat sangat menggemaskan dan lucu dimatanya.
__ADS_1
“Bagaimana apanya?” tanya Levi balik yang bingung dengan maksud pertanyaan Will padanya.
“Kamu gak sadar kalau Nona kecil sepertinya sangat menyukaimu? Sepertinya ada kesempatan untukmu menjadi anggota keluarga Xavier ‘nih? Hahahaa,…..” ujar Will memperjelas perkataannya.
“Huahahahaa,…..Boleh ‘deh aku bermimpi dulu, tapi gak berani membayangkan ataupun mencoba menggapainya!”
Bukannya Levi namanya kalau menganggap perkataan Will barusan dengan serius, apalagi pembicaraan itu mengenai perasaan tidak akan mengkin hal itu akan terjadi.
“Kau gila ‘yah? Aku dan Nona kecil itu sangat jauh berbeda dalam berbagai hal dan aspek. Jadi jangan bicara ngawur ‘deh! Sudah ‘lah, aku mau bersiap menyerang lagi!”
Setelah itu, Levi pun langsung menutup panggilan telepon itu secara sepihak.
“Dasar bocah gila mau ngatain aku gila! Bisa-bisa kita berdua gila barengan nanti. Aku yakin bocah psikopat itu sedang baper sekarang.Hahahaa,….” gumam Will merasa sangat senang memegang satu kartu As lagi.
Setelah puas menertawakan Levi, Will pun kembali bergabung dengan Evan, Noland dan Julia yang tengah asyik berdebat dan saling sindir menyindiri.
Sedangkan si kembar terlihat sedang asyik bermain home tour seperti layaknya anak kecil pada umumnya, sehingga tidak ada yang merasa curiga dengan aksi menyelinap mereka yang sebelumnya.
...****************...
Disisi lain, Rayden dan Zhia sudah berada didalam kamar mereka. Sesaat Rayden masih diam membisu, sementara Zhia dengan setia menunggu sampai Rayden siap untuk menceritakan masa lalunya mengenai adik kembarnya yang telah lama meninggal dunia.
“Ada apa, Ray? Apa kau sangat sulit untuk menceritakan mengenai adikmu padaku?” ujar Zhia yang berusaha menyakinkan Rayden agar bisa sedikit terbuka padanya.
“Jika kau memang merasa sangat sulit untuk menceritakannya padaku, tidak apa Ray? Jangan memaksakan dirimu untuk bercerita, aku akan mencoba untuk mengertinya!”
Zhia beranjak dari duduknya berniat mengambil segelas air untuk Rayden agar lebih bisa menenangkan dirinya.
Namun, Rayden malah mengartikannya berbeda. Rayden mengira Zhia marah karena dia masih bungkam mengenai adik kembarnya, dia pun meraih tangan Zhia dengan erat sembari berkata “ Zhi, jangan pergi! Aku akan katakan semuanya yang ingin kau ketahui, tapi jangan pernah kau berniat meninggalkan aku!”
Tingkah Rayden saat itu seperti layaknya Luca yang tengah dilanda ketakutan karena ditinggalkan mamahnya, Zhia pun tersenyum dan langsung memeluk Rayden dengan eratnya.
“Kenapa aku meninggalkan suamiku sendiri? Pria yang sangat tampan dan sangat aku cintai ini! Aku hanya ingin mengambil segelas air untukmu agar kau bisa sedikit merasa tenang!” ujar Zhia yang mencoba menjelaskan, tangannya dengan lembut terus membelai kepala Rayden yang memeluk perutnya dengan erat.
“Jangan pergi kemana pun, tetaplah disisiku!”
Hanya perkataan seperti itu yang dilontarkan Rayden, tanpa berniat melepas pelukkannya pada Zhia.
“Iya, baiklah! Aku tidak akan pergi kemana pun!” ujar Zhia hanya bisa menuruti keinginan Rayden.
Sejenak suasana hening tercipta diantara mereka berdua, baik Zhia maupun sama-sama diam dan terhayut didalam pikirannya masing-masing.
__ADS_1
“Adik kembarku, Rayna Cano Xavier! Dia bisanya dipanggil Rayna, karena itulah papah dan mamah memanggilku Cano agar jika mereka menyebut nama ‘Ray,..’ kami berdua tidak akan berebut satj sama lain!” ujar Rayden yang memecah keheningan diantara mereka berdua.
“Rayna gadis yang sangat cantik, manis dan juga sangat ceria! Semua orag sangat menyukainya, karena dia juga memiliki hati yang sangat baik sepertimu Zhi! Dia mempunyai segalanya, tapi tidak dengan umur yang panjang!” lanjut Rayden yang sepertinya mulai menangis didalam pelukkan Zhia.
“Apa yang terjadi dengan adikmu, Ray?” tanya Zhia yang sedikit ragu saat menanyakan disaat Rayden sedang terpuruk seperti itu.
“Rayna, adikku yang malang! Sehari sebelum dia pergi untuk melanjutkan belajar di luar negeri, dia pamit kepada semua orang untuk menemui temannya. Tapi setelah itu, dia tidak pernah kembali Zhi! Aku, papah dan semua orang terus mencari keberadaannya tanpa henti. Hingga seminggu setelah pencarian, aku memang menemukannya. Adikku yang sangat malang!”
Rayden tak kuasa menahan isak tangisnya saat mengingat kembali masa yang menhancurkkan hati seluruh keluarganya itu.
Tanpa terasa airmata Zhia pun tidak mampu tertahan lagi, dia ikut menangis seakan ikut merasakan betapa hancurnya hati keluarga Xavier saat itu.
“Aku menemukan adikku, Zhi! Hiks,…Hikss,…Ta-tapi adikku sudah tidak bernyawa, seluruh tubuhnya dipenuhi dengan luka. Rayna-ku, dibuang begitu saja ditengah padang rumput ilalang. Aku terlambat menyelamatkannya! Aku kakak yang tidak berguna yang tidak mampu melindungi adikku sendiri.”
Rayden menangis sejadi-jadinya dihadapan Zhia, masa indah bulan madu yang seharusnya dia nikmati harus berujung dengan ingatan yang menyakitkan di masalalu.
Zhia langsung memeluk Rayden dengan eratnya, mencoba menenangkannya dan sayangnya dia malah semakin ikut terisak melihat tangis suaminya.
“Tidak, Ray! Hikss,….Itu bukan ‘lah dirimu! Semua ini sudah menjadi takdir hidup adikmu. Jika ada yang disalahkan, maka orang yang membunuh adikmu itu ‘lah yang harus disalahkan!”
Zhia mencoba menghibur Rayden dengan mengatakan apa yang ada didalam isi kepalanya saat itu.
“Ayo, kita kembali saja! Orang itu sekarang ada disekitar kita, bukan?” ujar Zhia yang mengajak Rayden untuk menyudahi acara bulan madunya dan memutuskan untuk kembali saja.
Bersambung.......
Note :
Hay, kak!😄😄😄
Jangan Lupa guys!
Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉
Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄
Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄
Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄
Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚
__ADS_1
Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌
Terima kasih All!😙😘😚