Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Berduka!


__ADS_3

“Maaf, karena Luci cengeng! Luci juga tidak bisa membantu kakak dan papah.” ujar Lucia disela tangisnya.


“Tidak apa! Selagi ada papah dan kakak, Luci tidak perlu melakukan apapun. Biarkan papah dan kakak saja yang melakukannya!” sahut Luca yang mencoba menghibur Lucia.


“Luci juga ingin membantu?” ujar Lucia lagi yang mentapa penuh harap pada sang kakak.


“Baiklah! Apa sekarang Luci sudah berhenti menangis?” tanya Luca yang memperhatikan wajah Lucia dan Lucia pun hanya menganggukkan kepalanya.


“Kalau sudah berhenti menangis. Ayo, kakak akan ajari Luci cara mengaktifkan aplikasi buatan papah yang sulit itu.”


Luca mengajak Lucia untuk duduk didepan layar komputernya, sementara dia berdiri disampingnya.


Kemudian dengan lembut Luca mengajari dan mengenalkan adik kembarnya pada dunianya yaitu dunia IT.


Dengan cepat apa yang diarahkan dan diajarkan oleh Luca bisa Lucia ikuti dengan mudahnya sehingga membuat Luca tidak pelu bekerja terlalu keras untuk mengajarinya.


Ternyata dari balik pintu percakapan antara Luca dan Lucia didengar oleh Noland dan Julia.


Nolanda dan Julia hanya bisa menangis dalam diam saat mendengar percakapan dan sikap yang begitu dewasa dari kedua cucu kembarnya dalam menghadapi penculikkan yang terjadi pada mamah mereka.


“Hikss,….Bagaimana bisa anak-anak itu masih bersikap baik-baik saja disaat seperti ini? Mereka mengalihkan kesedihan mereka dan lebih memikirkan bagaimana cara menemukan Zhia, sedangkan aku hanya bisa menangis tanpa melakukan apapun. Hikss,….”


Julia langsung memeluk suaminya sambil menangis, sementara Noland hanya bisa diam membisu sembari meneteskan airmatanya.


“Kenapa ini terjadi lagi pada keluarga kita, Pah? Dulu putriku Rayna yang harus harus pergi dengan membawa banyak luka. Mamah tidak mau kalau Zhi sampai mengalami hal yang sama. Sebenarnya apa kesalahan kita sampai hal buruk terus menimpa keluarga kita, Pah? Hiksss,…….”


Sambung Julia yang merasa semakin putus asa dengan kejadian tragis yang harus terulang lagi menimpa menantu kesayangannya.


“Eva telah meninggal dunia, Mah! Dan Alea masih harus dirawat secara intensis dirumah sakit!” ujar Noland yang akhirnya membuka suara dana memberitahukan sebuah berita duka yang disampaikan oleh Will.


“Apa?!?” seru Julia yang sangat terkejut dengan kabar kematian salah satu pengawal pribadi menantu kesayangannya itu.


“Kita harus bersiap sekarang agar bisa ikut mengantar kepergian Eva untuk terakhir kalinya mewakilkan Zhia yang belum bisa ditemukan! Pergilah kekamar dulu bersama dengan pelayan. Papah akan memberitahu Luca dan Lucia sebentar mengenai kematian Eva!” pinta Noland yang menyuruh Julia untuk menenangkan diri dulu didalam kamar mereka.


Karena Noland sangat tahu bahwa masalah ini pasti akan kembali menggoncang jiwa istrinya lagi.


Benar saja, Julia tidak menunjukkan reaksi apapun dengan perkataan dari Noland. Julia hanya diam saja dengan tatapannya yang kosong dan deraian airmatanya yang seakan tiada hentinya.


“Kalian berdua, bawa Nyonya kekamarnya dan temani dia sebentar disana!” Perintah Noland pada dua pelayan yang berdiri tidak jauh darinya.


“Baik, Tuan!”

__ADS_1


Kedua pelayang itu pun langsung mengajak Nyonya besarnya untuk kembali kekamarnya, Julia hanya bisa pasrah seakan jiwanya telah hilang lagi bersama hilangnya Zhia dan juga kematian Eva.


Noland hanya bisa menatap kepergian istrinya dengan sedih. Sebab sudah bersusah payah dulu dia mengembalikan kebahagian istrinya yang hilang bersamaan dengan kematian putrinya yaitu Rayna.


Sekarang kebahagian diwajah istrinya kembali hilang, apalagi yang harus Noland lakukan untuk mengembalikan kebahagian istrinya itu.


Setelah Julia tidak terlihat lagi, Noland pun berbalik dan menatap pintu kamar dimana kedua cucu kembarnya berada.


Dengan berat hati, Noland harus memberitahukan mengenai kabar duka atas kematian Eva pada kedua cucu kembarnya.


“Sayang, boleh Grandpa masuk?” ujar Noland yang meminta ijin sebelum dia sepeuhnya masuk kedalam kamar itu.


“Grandpa!” seru Luca dan Lucia yang langsung menatap kedatangan Grandpanya itu.


“Kalian sudah selesai berbicara dengan papah kalian?” tanya Noland yang mencoba berbasa basi sebelum memberikan kabar yang sangat mengejutkan untuk kedua cucu kembarnya itu.


“Iya, Grandpa! Terima kasih sudah meminjami kami ponsel milik Grandpa, ini Luca kembalikan!” ujar Luca sembari menyerahkan ponsel yang dia pinjam pada Grandpanya.


“Tidak perlu! Kalian simpan saja, mungkin nanti masih dibutuhkan lagi. Grandpa masih punya satu ‘kok!”


Noland tidak mau menerima ponselnya kembali, dia malah menyuruh cucu kembarnya untuk menggunakan ponsel itu untuk terus membantu Rayden dalam pencarian Zhia.


Karena hanya Luca dan Lucia yang bisa membantu Rayden untuk melacak keberadaan Evan yang telah menculik menantu kesayangannya, sedangkan dia pasti akan sibuk menenagnkan Julia lagi.


“Grandpa hanya ingin menyampaikan sebuah kabar pada kalian berdua. Sepertinya kalian juga berhak tahu mengenai kabar ini!” ujar Noland yang langsung tertunduk sedih tanpa berani menatap mata polos kedua cucu kembarnya itu.


“Kabar? Apa mamah sudah berhasil ditemukan oleh papah, Grandpa?” seru Luca yang mengira bahwa mamahnya telah diselamatkan oleh papahnya dan sedang dalam perjalanan kembali.


“Benarkah? Dimana mamah sekarang? Luci ingin segera bertemu dengan mamah lagi!” sahut Lucia dengan mata berbinar yang penuh harap bahawa mamahnya baik-baik saja sekarang bersama dengan papahnya.


“Tidak, sayang! Ini adalah kabar duka. Salah satu dari pengawal mamah kalian yang bernama Eva telah meninggal dunia hari ini di rumah sakit.”


Jelas Noland yang memang harus memberitahukan semua kebenarannya pada Luca dan Lucia.


Meskipun pertemuan mereka terbilang cukup singkat, tapi Noland tahu mereka sangat dekat satu sama lain.


“Kakak Eva meninggal?” seru Luca dan Lucia bersamaan, karena saking terkejutnya mendengar kabar buruk itu.


Airmata si kembar pun tidak dapat terbendung lagi, baru saja mereka berhasil mengalihkan kesedihan mereka atas penculikkan mamahnya yang dilakukan oleh pamannya sendiri, sekarang ditambah lagi dengan kabar meninggalnya Eva pengawal mamahnya yang mereka sayangi.


“Iya, sayang! Kita harus bersiap sekarang untuk mengantar kepergian Eva untuk yang terakhir kalinya dan untuk selamanya. Jangan menangis lagi! Kita harus mengantar kakak Eva kalian dengan senyuman, bukan? Grandpa akan menunggu diruang tamu, kalian berdua cepat bersiap ‘yah. Karena pemakamannya akan dimulai sebentar lagi.” ujar Noland yang tak kuasa melihat airmata kedua cucu kembarnya yang mengalir dengan derasnya lagi.

__ADS_1


Noland lebih memilih untuk pergi dari kamar Luca daripada harus melihat kesedihan kedua cucu kembarnya tanpa bisa bisa menghiburnya sama sekali.


Biarlah cucu kembarnya saling menghibur seperti yang dilihatnya tadi, karena Noland sendiri sebenarnya tidak mampu untuk sekedar menghibur dirinya sendiri.


...****************...


Dengan iringan airmata keluarga Eva dan Keluarga Xavier mengantar kepergian Eva untuk selamanya.


Disana, si kembar bertemu dengan Will yang ternyata mengurus segalanya untuk pemakaman Eva dari saat dirumah sakit sampai selesai pemakaman.


Luca dan Lucia pun menghampiri Will yang sedang terdiam didepan foto Eva yang terpajang dikelilingi hamparan bunga berwarna putih tanda berkabung. Tatapannya terlihat kosong dan terlihat kesedihan serta penyesalan diwajahnya.


“Paman Will, bisa kita bicara sebentar?” pinta Lucia yang membangunkan Will dari lamunannya.


“Ada sesuatu yang ingin kami bicarakan dengan paman bertiga saja!” sambung Luca yang terlihat sangat serius saat mengatakannya.


“Baik, Tuan dan Nona kecil! Mari kita bicara diluar saja.” Sahut Will yang mengajak Luca dan Lucia keluar dari rumah berkabung.


Noland melihatnya, tatapan mata kedua cucu kembarnya itu sama persis dengan tatapan Rayden pada saat kematian Rayna.


Tatapan mata yang dipenuhi dengan tekad dan juga meminta keadilan atas kejaian buruk orang-orang yang mereka sayangi.


Akankah sifat Rayden yang satu ini juga menurun kepada kedua anak kembar itu, itulah yang Noland pikirkan saat melihat mata Luca dan Lucia.


Bersambung.............


Note :


Hay, kak!😄😄😄


Jangan Lupa guys!


Novel ini masih On Going 'yah! Maaf untuk sementara waktu updatenya tidak menentu🙏🙏🙏😢


Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚

__ADS_1


Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌


Terima kasih All!😙😘😚


__ADS_2