
Berbeda dengan Rayden, Noland dan Will yang sedang berada diruang kerja. Mereka seperti sedang mengadakan rapat dadakan disana.
“Cano, jelaskan apa yang sebenarnya yang telah terjadi? Katanya kau diserang, apakah itu benar?”
Noland pun langsung masuk kepertanyaan inti.
“Will, kau yang jelaskan!” perintah Rayden yang malah melempar pertanyaan itu pada Will dengan entengnya.
Will pun langsung menatap Rayden dan Noland dengan bingung, posisinya sebagi sekertaris selalu membuatnya serba salah.
“Sudah Will kau saja yang jelaskan!” ujar Noland yang mengetahui kebimbangan hati seorang Will.
“I-itu, Tuan! Saat sedang melakukan pertemuan dengan keluarga Adenthe, saya menerima telepon dari Levi yang mengatakan bahwa Nyonya Zhia beserta Tuan dan Nona kecil berada dibandara dan,…..”
“Hay, kenapa kau menceritakan yang bagian itu juga!” seru Rayden yang segera memotong perkataan Will dengan cepat.
Rayden tidak ingin papahnya sampai tahu bahwa Zhia berniat untuk meninggalkannya untuk yang kedua kalinya.
“Will, lebih baik kau pergi saja ke markas besar. Bantu Levi mencari informasi!”
Usir Rayden yang tidak mau ambil resiko kalau Will akan membocorkan rahasianya yang lain lagi, terutama tentang perang virus antara dia dan Luca.
“Will, kau tetap disini! Lanjutkan ceritamu!”
perintah Noland yang memaksa Will untuk tetap tinggal disana dan kembali melapor melanjutkan yang tadi.
“Ba-ba,….”
“Will, siapa Ceo BLOUSHZE Group yang sekarang? Siapa Ketua Klannya sekarang? Dan siapa Tuanmu sekarang, hmmm?” ujar Rayden penuh penekanan, dia menghunuskan tatapan membunuhnya pada Will.
“Tuan, saya akan pergi dari sini sekarang juga!”
Will pun segera keluar dari ruangan itu, dia berlari kalang kabut hingga hampir menabrak pintu.
Kini tinggal tersisa Noland dan Rayden saja disana, mereka masih saling menatap dalam diam.
Didalam hatinya, Noland merasa sangat kesal dengan perkataan Rayden yang barusan. Seakan putra itu tengah menunjukkan kekuasaannya didepan papahnya sendiri.
“Apa yang terjadi?”
Noland pun memulai pembicaraan diantara mereka berdua.
“Sepertinya Klan Tiger Dark menargetkan Zhia dan si kembar!” ujar Rayden dengan penuh keyakinan.
“Bukan itu yang papah tanyakan, Cano!” seru Noland dengan wajah kesalnya.
“Lalu, papah sedang menanyakan yang mana?” ujar Cano yang tidak mengerti dengan arah pembicaraan mereka sekarang.
“Maksud papah, apa yang terjadi diantara kamu dan Zhia sampai dia mencoba untuk kabur darimu!”
Noland pun memperjelas pertanyaannya agar putra dinginnya itu mengerti.
“Ouh, itu karena kesalahpahaman tentang pertunangan Cano dengan Grace, Pah! Tapi kesalahpahaman itu sudah selesai sekarang. Cano sudah menjelaskan semuanya bahkan sudah memberitahunya bahwa pertunangan itu sudah batal!” jelas Rayden yang secara tidak langsung memberitahu papahnya bahwa hubungannya dengan Zhia sudah sediki membaik.
“Baguslah, kau melakukannya dengan baik, Cano!”
__ADS_1
Puji Noland sembari menepuk-nepuk bahu Rayden, tetapi Rayden segera menepisnya dengan kasar.
“Papah dan Mamah berhasil mengurus keluarga Adenthe, bukan!” tanya Rayden memastikan pekerjaan orang tuanya itu berjalan dengan lancar atau tidak.
“Tentu saja! Mereka akan melakukan jumpa pers besok.”
Noland menjawabnya dengan percaya diri.
“Kerja bagus, Pah!”
Puji Rayden dengan senyum manis diwajah dinginnya. Akhirnya dia terlepas dari wanita itu dan sekarang dia akan focus mengejar Zhia.
“Uuuhh, kau bisa tersenyum juga rupanya!”
Noland pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk menggoda Rayden. Namun, Rayden tidak memperdulikannya sama sekali.
“Cano, apa saja tips kalian saat membuat si kembar?”
Noland bertanya secara tiba-tiba bahkan jauh dari pembicaraan mereka yang sebelumnya.
“Hah? Maksud papah?” ujar Rayden yang masih tidak mengerti maksud pembicaraan papahnya itu.
“Maksud papah, Luca dan Lucia bagaimana bisa kau mewariskan segala yang ada padamu ke mereka! Terutama Lucia, papah tidak menyangka dia sangat hebat dalam ilmu bela diri?” ujar Noland yang kembali bersemangat saar menceritakan tentang cucu kesayangannya itu.
“Papah tahu dari mana soal kemampuan mereka?” tanya Rayden penuh menyelidik kepada papahnya sendiri.
“Soal itu, Lucia sendiri yang memberitahukannya?”
Noland pun menjawabnya dengan ragu-ragu, menyimpan rapat-rapat tentang kekalahan dirinya saat berduel dengan cucu perempuannya sendiri.
“Bukan hanya Lucia, pah! Bahkan Luca juga, dia sangat menguasai dalam bidang IT.” Sahut Rayden yang malah terlihat sangat serius saat membicarakannya.
“Bukankah itu bagus, Cano! Kedua anak kembarmu memiliki kemampuan yang genius. Putramu seorang genius IT, sedangkan putrimu genius dalam ilmu beladiri tapi kenapa kau malah terlihat tidak senang?”
Noland dapat melihat sebuah kekhawatiran diwajah Rayden, dia pun mencoba mendapat alasan dari kekhawatiran putra itu.
“Aku senang dan merasa sangat bangga dengan kemampuan istimewa anak kembarku itu. Akan tetapi, Cano juga merasa takut! Takut, kalau Lucia akan masuk kedalam Klan. Aku tidak mau putriku terlibat dalam kehidupan gelap klan mafia. Aku tidak khawatir pada kemampuan Luca yang aku khawatirkan putriku Lucia.” Ujar Rayden yang memberitahu papahnya tentang kekhawatirannya ini.
“Memang apa salahnya dengan Klan mafia, bukankah kau juga berada didunia kegelapan itu?” ujar Noland yang ingin terus mendukung kemampuan Lucia.
“Iya, tapi aku tetap tidak ingin mereka mewarisi kemampuanku yang satu ini pada mereka.” Sahut Rayden dengan cepat.
“Sudahlah, Cano akan melihat kondisi si kembar sekarang!”
Rayden pun hendak pergi dari ruangan itu, tetapi papahnya langsung saja mencegahnya.
“Eeehh, Tunggu dulu! Papah belum selesai bicara.”
Seru Noland yang menarik kerah belakang jas yang dikenakan Rayden saat itu.
“Ada apa lagi ‘sih, Pah!” sahut Rayden dengan kesal.
“Kau belum memberitahu papah tentang tips apa saja yang kamu dan Zhia lakukan sampai menghasilkan anak-anak seperti Luca dan Lucia. Cepat kasih tahu ke papah!” ujar Noland dengan penuh semangat dan antusias.
“Kenapa? Papah ingin mencobanya dengan mamah?”
__ADS_1
Terbesit sebuah ide nakal di otak Rayden, dia mengeluarkan smirk andalannya.
“Tentu saja, siapa tahu papah dan mamah bisa memberikanmu sepasang adik kembar yang genius! Bukankah kau bilang ingin punya adik?” ujar Noland yang semakin bersemangat.
“Kalau begitu kemarilah, Pah!”
Noland pun mendekat pada putra itu. Kemudian Rayden membisikkan sesuatu ditelinga papahnya, tampak jelas di senyuman Noland bahwa Rayden memberitahunya sesuatu yang tidak-tidak.
“Benarkah Zhia melakukan itu?” seru Noland yang tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Rayden.
“Tentu saja, makanya papah suruh mamah melakukannya juga!” ujar Rayden dengan penuh percaya diri.
“Baiklah, papah akan menggabungkan tips rahasiamu dan tips rahasia milik papah.” Ujar Noland dengan semangat yang membara.
“Papah punya tips rahasia juga?” tanya Rayden yang menjadi penasaran, dia tidak menyangka papahnya akan percaya dengan mudahnya apa yang dia bisikkan tadi.
“Tentu saja, kalau tidak bagaimana papah dan mamah bisa membuat anak yang setampan dan sehebat kamu Cano!” ujar Noland yang merasa bangga pada dirinya sendiri.
Rayden hanya menatap papahnya itu dengan tatapan aneh, jika bisa Rayden tidak mau mengakui papahnya yang bersikap seperti itu.
“Ingatlah, Cano! Ini rahasia diantara kita berdua, Okay!”
Noland pun menjadikan pembicaraan itu sebagai rahasia antara dirinya dan juga putranya itu.
“Papah juga ingatlah! Jangan pernah papah membawa Lucia masuk kedalam markas besar apapun alasannya.” Seru Rayden yang memperingatkan papahnya secara tidak langsung.
“Okay, Baiklah! Ayo kita kembali, papah ingin melihat kondisi cucu kesayang papah itu.”
Noland pun keluar dari ruangan kerja itu diikuti oleh Rayden dibelakangnya. Mereka pun berjalan menuju kekamar Zhia dan si kembar.
“Untuk masalah Klan Tiger Dark, papah sangat mempercayaimu, Cano! Papah yakin kau akan selalu menjaga Zhia dan anak kalian dengan baik.” Ujar Noland sebelum mereka memasuki kamar Zhia.
Rayden pun sedikit terkejut saat mendengar perkataan papahnya yang terlihat sangat serius saat itu.
Bersambung......................
Note :
Hay, kak!😄😄😄
Karena Hari ini adalah Hari Kemerdekaan negara kita tercinta Indonesia, maka Author ngasih bonus 2 Bab nih! Selamat Hari Kemerdekaan All!😉😄
Jangan Lupa guys!
Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉
Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄
Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄
Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄
Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚
Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌
__ADS_1
Terima kasih All!😙😘😚