Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Zhia Vs Grace


__ADS_3

Didalam kamarnya, Zhia melihat ponselnya yang tergeletak diatas laci. Seketika Zhia teringat dengan Evan yang tidak mengetahui bahwa dirinya dibawa paksa kembali oleh Rayden.


Zhia pun langsung saja meraih ponselnya dan segera memeriksanya. Benar saja, puluhan pesan singkat dan panggilan masuk dari Evan seketika muncul dilayar ponselnya.


Form. Evan


‘Zhi, kau dimana?’


‘Aku mencarimu dan si kembar disetiap sudut bandara, tapi aku tidak menemukan kalian!’


‘Kalian baik-baik saja, bukan?’


‘Aku sangat mengkhawatirkan kalian, Zhi!’


‘Kalian bahkan tidak ada dirumah.’


‘Segera hubungi aku jika kau baik-baik saja, Zhi!’


‘Zhi, apa yang terjadi dengan kalian? Kenapa ada berita buruk mengenai kalian?’


‘Aku sangat khawatir, Zhi! Setidaknya beritahu aku kalau kalian sudah berada ditempat yang aman sekarang!’


Beberapa isi pesan singkat dari Evan yang sempat Zhia baca, dia benar-benar lupa tentang Evan yang membantunya melarikan diri semalam.


“Astaga, aku melupakan tentang Evan! Bagaimana ini?”


Zhia bergumam pada dirinya sendiri dengan perasaan cemas, karena telah membuat Evan menjadi kepikiran tentang keadaan dirinya dan juga si kembar.


“Ada apa, Zhi? Kenapa wajahmu terlihat cemas begitu? Apa terjadi sesuatu?” tanya Julia yang masuk kedalam kamar itu dan melihat Zhia yang terlihat sedang mencemaskan sesuatu.


“Mamah!” ujar Zhia yang pada akhirnya memanggil Julia dengan sebutan ‘Mamah’ dan Noland dengan sebutan ‘Papah’, karena terus saja dipaksa oleh kedua orang tua Rayden itu.


“Iya, sayang! Kau kenapa?” tanya Julia lagi.


“Begini, Mah! Bolehkah Zhia minta tolong untuk menjaga Luca dan Lucia sebentar saja. Zhia harus pergi menemui seorang teman, dia sedang mengkhawatirkan kami sekarang?” ujar Zhia yang akhirnya memutuskan untuk menitipkan kedua anak kembarnya kepada Julia.


“Tapi, Zhi! Diluar sana sedang banyak orang yang menghujatmu. Apa kau yakin akan baik-baik saja?”


Julia bukannya ingin melarang Zhia untuk menemui temannya itu, tetapi dia khawatir dengan keselamatan calon menantunya itu.


“Zhia, bisa jaga diri ‘kok, Mah!” ujar Zhia mencoba menyakinkan Julia untuk mengijinkan dirinya pergi.


“Begini saja, bawa beberapa pengawal untuk melindungimu, Zhi!” ujar Julia yang tidak bisa membiarkan Zhia pergi tanpa perlindungan apapun.


“Tidak!? Zhi, sungguh tidak memerlukan pengawal, Mah! Zhi, hanya akan pergi sebentar saja dan itupun dengan menggunakan topi agar tidak dikenali orang-orang.” Ujar Zhia yang dengan cepat menolak adanya para pengawal untuk dirinya.


“Kau yakin, Zhi?”


Julia menatap Zhia dengan tatapan khawatir.


“Iya, Mah! Lagian Zhi hanya pergi sebentar saja.” Ujar Zhia yang berusaha menyakinkan Julia.


“Ya sudah, kalau itu mau! Jaga dirimu baik-baik ‘yah, Zhi!”


Julia pun dengan berat hati mengijinkan Zhia pergi.


“Iya, Mah! Tolong jaga Luca dan Lucia sebentar ‘yah! Zhi, pergi sekarang.”


Setelah berpamitan pada Julia, Zhia pun langsung keluar dari kamarnya.

__ADS_1


Sebelum pergi, Zhia telah mengirim pesan pesan singkat pada Evan yang meminta untuk bertemu di Caffe Axe.


Caffe yang cukup terkenal dikalangan orang-orang kaya, karena tempatnya yang memang berada dikawasan elit lebih tepatnya dekat dengn manshion milik Rayden.


Sesampainya di Caffe itu, ternyata Evan tengah menunggunya didepan pintu masuk Caffe dengan raut wajah yang dipenuhi rasa khawatir.


Begitu Zhia turun dari mobil, Evan bahkan langsung berlari menghampiri dan memeluk tubuh Zhia.


Zhia pun mematung ditempat, dia tidak percaya bahwa boss yang selama ini dia kagumi sekarang sedang mengkhawatirkan dirinya bahkan memeluknya dengan erat.


“Zhi, syukurlah kau baik-baik saja! Aku sangat mengkhawatirkan dirimu dan bagaimana dengan si kembar? Dimana mereka?” ujar Evan begitu melepas pelukkannya pada tubuh Zhia.


“Mereka juga baik-baik saja! Sekarang mereka sedang berada dirumah papahnya.”


Zhia pun menjelaskan tentang kedua anak kembarnya tanpa ada sedikitpun yang dia sembunyikan pada Evan.


“Maksudmu dirumah Tuan Xavier?”


Evan mencoba untuk memastikannya.


“Iya, kami tinggal disana mulai sekarang!” ujar Zhia.


Tanpa disangka ternyata Grace juga sedang berada di Caffe itu. Grace keluar dari dalam Caffe pas disaat Evan bicara tentang Tuan Xavier.


Wanita itu pun sadar bahwa Zhia ‘lah ibu dari sepasang anak kembar yang merusak rencana pertunangannya dengan Rayden.


“Jadi kau! Ibu dari sepasang anak kembar sialan itu!” seru Grace yang berjalan mendekati Zhia dan Evan dengan tatapan tajamnya.


“Nona Grace!”


Zhia tanpa sadar mengenali mantan tunangan Rayden itu.


Evan pun langsung menyadari bahwa wanita itu ingin berniat jahat pada Zhia. Evan segera menengahi mereka sebelum wanita bernama Grace itu semakin mendekati Zhia.


“Kau mau apa pada Zhia?” ujar Evan seperti layaknya seorang pahlawan dimata Zhia.


“Ini tidak ada hubungannya denganmu. Jadi menyingkirlah!” seru Grace dengan tatapan yang memandang remeh pada Evan.


“Jika ini berkaitan dengan Zhia, maka aku berhak untuk ikut campur!” ujar Evan yang akan membela Zhia mati-matian.


“Dasar tukang ikut campur!” gumam Grace dengan tatapan meremehkan pada Evan.


“Sudahlah, Evan! Aku bisa menghadapinya sendiri.” Ujar Zhia yang menghentikan niat Evan yang ingin membantunya.


“Iya, aku tahu siapa dirimu! Bukankah kau mantan tunangan Tuan Xavier? Apakah sejak tadi siang atau tadi malam kau mendapat gelar itu?”


Zhia sengaja mengatakan itu, karena dia juga tidak terima dengan perkataan Grace yang mengatakan anak kembarnya sebagai bocah sialan. Terlebih lagi Grace telah mengkambing hitamkan dirinya dan juga anak kembarnya diacara konferensi pers yang diadakan oleh keluarga Andenthe.


“Apa katamu barusan?” seru Grace dengan tatapan yang dipenuhi amarah.


“Cantik-cantik ‘kok telinganya bermasalah!” guman Zhia, namun suaranya sedikit dikeraskan agar Grace bisa mendengarnya dengan jelas.


“Dasar wanita tidak tahu diri!”


Grace langsung saja melayangkan tangannya, dia berniat menampar wajah Zhia sekeras-kerasnya.


Plakk,……..


Terdengar suara tamparan yang begitu keras.

__ADS_1


Namun, bukan wajah Zhia yang terkena tamparan itu melainkan wajah Grace sendiri.


Sebelum tangan Grace mengenai wajah Zhia, tangan kiri Zhia segera menahannya sementara tangan kanannya melayangkan tamparan sekeras-kerasnya tepat diwajah cantik Grace.


Bahkan Grace sampai terjatuh kelantai, Evan bahkan sampai menatap Zhia dengan rasa tidak percaya.


Karena Zhia yang dia kenal selama ini adalah Zhia yang pendiam dan penuh kasih sayang, bukan Zhia yang bar-bar seperti sekarang.


“Auhh,………”


Grace merintih kesakitan sembari memegangi wajahnya yang terasa sakit dan panas, akibat tamparan dari Zhia.


“Itu karena kau sudah berani menghina anak-anakku!” ujar Zhia dengan penuh penekanan.


Plakk,…….


Zhia kembali melayangkan sebuah tamparan lagi untuk Grace pada pipi yang satunya dan kemudian berkata “Dan ini agar kau bisa berkaca dengan benar!”


Kejadian itu pun mengundang banyak orang untuk menontonnya, bahkan sampai ada yang mengvideokannya.


Zhia kemudian melihat kesekelilingnya, detik berikutnya bola matanya tertuju pada sebotol minuman susu dingin yang dipegang seseorang yang ada disana.


Tanpa berkata apapun, Zhia langsung saja merebut minuman itu dan menumpahkannya tepat diatas kepala Grace yang masih terduduk dilantai.


Semua orang pun dibuat terkejut dengan aksi Zhia itu. Tidak puas menamparnya sebanyak dua kali, Zhia bahkan mempermalukan Grace didepan semua orang.


“Minuman dingin ini untuk mendinginkan kepalamu agar kau tidak selalu menyalahkan orang lain atas ketidakmampuanmu sendiri. Kau memang sangat cantik dan sempurna! Akan tetapi, di mata Tuan Xavier akulah yang paling cantik dan paling sempurna didunia ini. Apa kau mengerti?”


Zhia berbisik tepat ditelinga Grace, dia sengaja melakukan itu agar Grace semakin merasa terhina olehnya.


“AAAKKHHHHH,…………………”


Grace berteriak sekencang-kencangnya, meluapkan segala amarah yang memenuhi kepalanya karena ulah Zhia itu. Bahkan teriakkannya itu sampai membuat orang bergidik ngeri.


“Apa kau sudah merasa puas membuat keributan disini, Zhi!”


Lagi-lagi sebuah suara yang tidak asing membuat Zhia langsung mencari sumber suaranya.


Bersambung..........


Note :


Hay, kak!😄😄😄


Jangan Lupa guys!


Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉


Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚


Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌


Terima kasih All!😙😘😚

__ADS_1


__ADS_2