Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Dibalik Meriahnya Pesta! Part. 2


__ADS_3

“Tentu saja, apalagi untuk anak-anak seperti kalian berdua! Anak yang lahir dari ibu seperti Zhia si wanita sialan itu!” ujar Liam yang sudah tidak mengatur kata-katanya lagi didepan anak kecil seperti Luca dan Lucia.


“Paman pelayan mengenal mamah kami?”


Kini Luca yang mengajukan pertanyaan, sepertinya dia mulai mengenali siapa sebenarnya pria yang menyamar sebagai pelayan itu.


“Ibu kalian dulu mengemis cinta padaku, tapi sekarang dia meremehkan diriku! Dan kini hidupku yang hancur tanpa sisa. Semua ini karena ibu kalian si Zhia sialan! Zhia pantas mati, begitu juga dengan kalian. Salahkan saja ibu sialan kalian itu, karena harus mati dengan tragis ditanganku!”


Liam mengutarakan semua yang ada didalam hatinya, dia tidak sadar bahwa perkataannya barusan akan menggali lubang kuburannya sendiri.


Luca dan Lucia pun teringat tentang rekaman cctv, dimana mamah mereka ditusuk oleh seseorang. Kini mereka sadar bahwa paman pelayan yang ada dihadapan mereka inilah pelakunya.


“Apa paman yang ingin membunuh mamah waktu itu?” tanya Luca dan Lucia yang tanpa sadar mengatakannya secara bersamaan, bahkan raut wajah mereka juga terlihat sama.


Iyalah sama, thor! Mereka ‘kan anak kembar!!


Maksudnya raut wajah mereka menunjukan kemarahan dan juga perasaan tidak terima mendengar mamahnya disakiti serta terus dihina seperti itu.


“Tepat sekali! Jika saja, pria sialan itu tidak membantunya, maka sudah pasti ibu kalian sudah menetap dineraka sekarang!”


Liam menjawabnya dengan bangga, dia sudah terlihat seperti orang gila saja.


“Tapi tidak apa, biar anak kembarnya saja dulu yang aku kirim ke neraka baru wanita sialan itu!” lanjut Liam lagi yang terus mengatakan neraka secara berulang-ulang.


“Dengan cara apa paman pelayan ingin mengirim kami ke neraka?” tanya Lucia dengan kemarahannya yang semakin memuncak, meskipuan lawannya kali ini pria dewasa yang gila.


Lucia tidak merasa takut atupun gentar sedikitpun, apalagi lawannya sekarang orang yang pernah melukai mamahnya.


“Dengan ini, aku akan mengirim kalian bertiga ke neraka! Tenang saja, hanya sakit sebentar ‘kok! Setelah itu kalian tidak akan merasakan sakit untuk selamanya.”


Liam pun mengeluarkan sebilah pisau bergerigi dan perlahan melangkah mendekati Luca dan Lucia.


Luca dan Lucia pun sedikit berjalan mundur, setelah mundur beberapa langkah Lucia tiba-tiba berhenti dan berkata pada sang kakak.


”Kak Luca, berlindunglah! Luci yang akan mengurusnya, sekaligus mengembalikan sesuatu yang pernah dia berikan pada mamah kita!”


“Baiklah, berhati-hatilah Luci!”


Luca tahu bahwa dirinya tidak bisa membantu adik kembarnya itu dalam bertarung, karena itulah dia memilih bersembunyi ditempat yang aman seperti yang dikatakan oleh adiknya.


Setelah memastikan kakaknya aman Lucia pun kembali beralih pada Liam, dia mengambil sebuah tongkat kayu yang berada tidak jauh dari tempatnya berdiri saat itu.


“Paman pelayan! Bagaimana kalau paman pelayan duluan saja pergi ke nerakanya? Siapkan sebuah rumah yang besar dan mobil baru seperti milik papah kami.” ujar Lucia masih bersikap polos, bahkan masih sempat menunjukan senyuman manisnya.


“Sialan kau bocah! Ternyata mulutmu sama busuknya dengan ibumu! Aku pastikan kau akan mati dengan lebih mengenaskan dibandingkan dengan yang kau kira!” seru Liam yang tidak terima dihina oleh anak sekecil Lucia.


“Benarkah? Kalau begitu cobalah! Luci juga ingin tahu seberapa hebat kemampuan paman pelayan, hingga ingin membunuh kami dan mamah!”

__ADS_1


Bukannya takut, si gadis kecil yang polos Lucia malah semakin menantangnya dengan lantang. Liam pun semakin marah karena merasa terhina dengan perkataan Lucia barusan.


“Matilah kau bocah sialan!”


Tanpa basa basi lagi Liam melayangkan sebuah serangan, dia mengarahkan pisau yang berada ditangannya pada Perut Lucia.


Tapi sayangnya, Lucia dengan lincahnya menghindari serangan itu. Bahkan Lucia beberapa kali berhasil memukul Liam dengan menggunakan tongkat kayunya.


Dengan senyuman meledek, Lucia berkata”Paman pelayan, maaf ‘yah! Sakit tidak?”


Perkataan Lucia semakin membuat Liam merasa sangat marah, dia pun kembali menyerang secara membabi buta pada Lucia.


Luca hanya bisa melihat dan berdoa untuk keselamatan adiknya dan juga dirinya sendiri, karena didalam ruangan itu tidak ada computer atau pun ponsel untuk dia gunakan meminta bantuan.


Beruntung Lucia sangat jago dalam bertarung dan berkelahi seperti ini, tapi tubuh kecilnya tidak bisa membuatnya leluasa untuk menghindari serangan Liam.


Sampai pada akhirnya gaun indahnya rusak karena sayatan pisau yang dilontarkan oleh Liam.


Gaun indah yang sangat disayang Lucia akhirnya terdapat robekkan yang cukup besar, gadis kecil itu menjadi sangat marah karena gaunnya dirusak.


“Paman pelayan, kau merusak gaun indah milik Luci!” teriak Lucia yang terlihat sangat marah.


“Ini hanya permulaan saja, anak manis! Setelah ini paman pastikan akan merobek seluruh tubuhmu itu tanpa tersisa!”


Liam masih juga belum menyadari bahwa gadis kecil yang kelihatannya polos dan menggemaskan itu, sebenarnya sangat menakutkan dan berbahaya untuk dirinya sendiri.


Apalagi Lucia kini sudah terlihat sangat marah, maka sudah dipastikan dia tidak akan membiarkan Liam dengan mudahnya.


Kemarahan Lucia benar-benar mirip dengan papahnya Rayden, terlihat manis dari luar tapi didalamnya sangat mengerikan kalau sudah mengamuk. Tidak aka nada kata ampun, jika dia sudah sangat marah.


“Paman pelayan, bersiaplah mulai sekarang Luci tidak akan bermain-main lagi!” ujar Lucia sebelum mulai menyerang Liam dengan serius.


Pertama Lucia sedang mengincar pisau yang berada ditangan Liam, karena itu sedikit mengganggunya dalam menyerang.


Kini giliran Lucia yang menyerang Liam secara membabi buta, dia mengeluarkan semua jurus andalannya yang sudah dia pelajari selama ini.


Terlihat sangat jelas dia wajah Liam bahwa dia sedang terkejut karena posisinya terus terpojok oleh bocah perempuan itu.


Perlahan Liam menyadari bahwa bocah perempuan itu, bukanlah bocah seperti pada umumnya yang lemah dan tidak berdaya.


Putri kembar Zhia ini malah terlihat sangat pemberani dan juga ahli dalam bertarung, padahal lawannya adalah pria dewasa seperti Liam.


Disisi lain, anak buah Levi yang mengawasi cctv, melihat Luca dan Lucia mengikuti seorang pria misterius yang memakai seragam pelayan.


Sepertinya pria itu ingin membawa Luca dan Lucia menuju ketempat yang jauh dari keramaian. Anak buah itu pun langsung memberitahu Levi mengenai apa yang dilihatnya.


“Tuan, ada masalah besar! Sepertinya Tuan dan Nona kecil telah diculik seseorang!”

__ADS_1


Sang anak buah pun memberitahukan semuanya pada Levi melalui Earpiece yang tersambung dengan para pengawal yang lain. Dan dia menghubungi Levi secara langsung.


“APA?!? Periksa semua rekaman cctv yang terdapat disetiap sudut hotel ini. Cari tahu kemana saja mereka pergi!”


Wajah Levi yang tadinya terlihat sangat bahagia seketika berubah menjadi serius dan juga panik.


Will yang berada disampingnya pun menyadari bahwa telah terjadi sesuatu yang salah, dia bertanya pada Levi “Apa yang terjadi?”


“Tuan dan Nona kecil telah diculik!” jawab Levi yang tak bisa menyembunyikan masalah besar seperti ini pada Will.


“Apa? Siapa yang berani bertindak bodoh disaat seperti ini?” ujar Will yang juga langsung berubah serius dan juga merasa sangat cemas.


“Aku belum tahu siapa, tapi aku akan memeriksanya sekarang juga! Kau beritahu Tuan dan Nyonya besar soal ini.”


Setelah mengatakan itu, Levi pun bergerak cepat menuju ke ruang monitor dan mengerahkan beberapa anak buahnya untuk mencari disekitar hotel. Tapi dengan bersikap natural agar tidak menimbulkan kerusuhan dan kepanikkan didalam pesta.


Sementara Will menghampiri Noland dan Julia untuk memberitahukan semua yang terjadi, bahwa Luca dan Lucia telah di culik oleh seseorang yang menyamar sebagai pelayan.


Begitu mendengar bahwa cucu kembarnya telah diculik, Noland dan Julia sangat shock dan marah. Bahkan tubuh Julia hampir ambruk, jika saja Nolan tidak segera menangkapnya.


Noland pun memutuskan untuk membawa istrinya ke ruang istirahat dulu dan mereka juga akan membahasnya disana saja.


Rayden dari kejauhan menyadari ada sesuatu yang salah dari kedua orang percayaannya itu dan juga orang tuanya.


Perasaan Rayden mulai merasa khawatir, tapi dia memilih untuk bersikap biasa saja karena ada Zhia disampingnya.


Rayden hanya bisa menunggu dengan resah sampai ada yang melaporkan apa yang terjadi padanya.


Bersambung............


Note :


Hay, kak!😄😄😄


Jangan Lupa guys!


Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉


Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚


Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌

__ADS_1


Terima kasih All!😙😘😚


__ADS_2