
“Ehmm, Begini papah sudah menemukan sebuah cara yang paling efektif untuk meredam semua berita tentang Zhia dan juga si kembar.” Ujar Noland yang mulai membuka topik rapat keluarga itu.
“Biar Cano tebak! Antara mengadakan konferensi pers atau membungkam para wartawan itu dengan uang.”
Rayden mencoba menebaknya, biasanya pemikiran Rayden dan Noland sebelas duabelas yang artinya hampir sama.
“Keduanya!” sahut Noland dan Julia secara serentak, bahkan sampai Will dan Zhia dibuat takjub dengan kekompakan sepasang suami istri itu.
Sedangkan Rayden langsung membuang muka, dia tidak tahan jika melihat tingkah kedua orang tuanya yang seperti itu.
“Dan yang paling penting kalian berdua harus segera menikah!” lanjut Noland yang membuat mata Zhia seketika langsung membulat dengan sempurna.
“APA?!”
Zhia sungguh sangat terkejut dengan perkataan dari Noland itu. Dia mencoba meminta bantuan pada Rayden, tapi pria itu malah tersenyum puas dengan keputusan itu.
“Kalau itu Cano sangat menyetujuinya!” sahut Rayden dengan senyuman bahagianya.
“Saya juga setuju, Tuan! Selamat ‘yah, Boss!”
Bahkan sampai Will yang sedari tadi diam ikut menyuarakan pendapatnya.
“Terima kasih, Will! Bulan besok gajimu akan aku naikan 3 kali lipatnya.” Ujar Rayden pada Will yang membantunya menyudutkan Zhia.
Sementara Zhia langsung saja melemparkan tatapan tajam kearah Will.
“Hehehee, terima kasih banyak, Boss!” sahut Will yang tersenyum canggung, karena tatapan Zhia benar-benar sangat menakutkan dimatanya.
“Maaf, tapi aku tidak setuju untuk menikah!” ujar Zhia yang akhirnya tetap menolaknya secara halus didepan semua orang.
“Zhi, mamah mengerti kamu belum bisa menerima Cano sekarang! Akan tetapi, kau ingat kejadian semalam, bukan? Setidaknya pikirkan si kembar, Zhi! Kamu dan si kembar sekarang sedang dalam bahaya besar, banyak musuh Cano yang akan menjadikan kalian bertiga sebagi targetnya! Hanya berada disamping Cano, kalian baru bisa aman. Luca dan Lucia juga masih sangat membutuhkan sosok seorang ayah, Zhi!”
Julia berusaha membuat Zhia mengerti keadaan dan situasi sekarang. Sementara Noland dan Rayden hanya diam memperhatikan dua wanita cantik itu bicara dari hati ke hati.
“Tapi Mah,……”
“Zhi, sebenarnya apa yang kurang dari anak mamah ini? Apakah Cano kurang tampan? Kurang pintar? Kurang hebat? Atau kurang mampu untuk menghidupi kalian?”
Julia langsung memotong perkataan Zhia dan mencecarnya dengan berbagai pertanyaan. Zhia langsung terdiam, semua yang dikatakan oleh Julia adalah benar.
Dia tidak punya alasan lagi untuk menolak pernikahan itu, jika bukan demi dirinya maka dia akan melakukan pernikahan itu demi kedua anak kembarnya. Demi keselamatan serta masa depan kedua anak kembarnya Luca dan Lucia.
“Mah, jangan memaksa Zhia seperti ini! Cano akan mencoba memikirkan jalan keluar yang lainnya.” Ujar Rayden yang tidak tega melihat Zhia disudutkan sampai seperti itu.
“Tapi Cano,……”
“Baiklah, kalau hanya itu satu-satunya cara agar anak-anakku tidak berada dalam bahaya. Maka aku bersedia melakukan apapun, termasuk menikah dengannya!” ujar Zhia yang memotong perkataan Julia, nada bicaranya seakan sedang dalam keadaan terpaksa dan putus asa.
“Tidak, aku menolak menikah sekarang!” seru Rayden yang membuat semua orang langsung membulatkan bola matanya.
__ADS_1
“Cano, jangan bercanda! Zhi sudah setuju untuk menikah denganmu, tapi malah kau yang sekarang menolaknya.” Sahut Julia yang tidak habis pikir dengan jalan pikiran putranya itu.
“Jangan nambah masalah, Cano! Papah sudah sangat pusing ngurusin masalah yang kamu buat ini!”
Noland mengingatkan putra itu agar tidak bermain-main lagi.
“Dari awal sudah Cano katakan, Bukan! Bahwa Cano akan menyelesaikan masalah ini sendiri, kalian saja yang terus ikut campur dalam urusan pribadiku.” Seru Rayden yang tidak mau kalah berdebat lagi dengan kedua orang tuanya itu.
“Aku tidak mau menikah ‘yah tidak! Apalagi kalau mempelai wanitanya merasa dipaksa.” Lanjut Rayden lagi yang seakan sedang menyindir Zhia secara tidak langsung.
“Kenapa papah tidak mau menikah dengan mamah? Huhuhuu,….”
Tanpa disangka Luca dan Lucia mendengar semua percakapan itu. Mereka pun menangis sedih begitu mendengar kedua orang tuanya tidak mau bersatu.
“Apakah papah sebenarnya tidak sayang pada kami, makanya papah tidak mau menikah dengan mamah? Papah jahat, huhuhu,….”
Luca pun ikut menangis, dia merasakan perasaan yang sama seperti adiknya.
“Tidak, sayang! Papah sangat menyayangi kalian lebih dari apapun didunia ini, maka dari itulah,…”
“Cukup, Ray!” Bentakkan Zhia seketika membuat Rayden langsung terdiam.
Zhia segera menghampiri kedua anak kembarnya, memeluknya serta menghapus sisa airmata yang ada dipipi gembul kedua bocah kembar itu.
“Tidak, sayang! Papah pasti akan menikah dengan mamah. Mulai sekarang Luca dan Luci akan mempunyai papah, bahkan ada Grandpa dan Gradma juga. Jadi kalian jangan sedih lagi ‘yah!” Zhia kembali memeluk erat kedua anak kembarnya itu.
Ternyata Rayden dan Si kembar sedang saling bekerja sama membuat Zhia menerima pernikahan itu dengan sukarela.
Noland, Julia dan Will hampir saja tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Rayden dan kedua bocah kembar itu.
Tidak disangka ayah dan kedua anak kembarnya itu bisa langsung menyinkronkan acting mereka dalam waktu yang sangat singkat, bahkan sampai membuat semua orang merasa tertipu terutama Zhia.
"Good job, Twins!" gumam Rayden sembari tersenyum memuji kehebatan acting kedua anak kembarnya.
Dari awal, Rayden sebenanrnya sudah mengetahui tentang kehadiran Luca dan Lucia disana. Karena itulah, Rayden langsung ingin menemui mereka.
Akan tetapi, papah dan mamahnya malah memaksanya untuk tetap disana. Padahal Rayden sudah mengetahui apa yang akan dibicarakan oleh kedua orang tuanya itu.
"Karena Cano dan Zhia sudah setuju untuk menikah. Kita akan melakukan konferensi besok pagi. Kita harus mengklarifikasi berita yang Grace buat dan juga memperkenalkan Zhia serta si kembar kemata dunia!"
Noland pun langsung menyimpulkan hasil rapat dadakannya itu. Akhirnya Noland dan Julia bisa bernafas lega melihat putra semata wayang mereka sold out juga, plus bonus sepasang cucu kembar yang memiliki otak genius dan sangat menggemaskan.
"Grandpa, berarti Luca akan masuk TV 'dong?" celetuk Luca dengan wajah polosnya yang menggemaskan.
"Iya, sayang! Makanya besok Luca harus sedikit berdandan agar terlihat semakin tampan seperti papah!" sahut Rayden yang mewakili papahnya untuk menjawab, tidak lupa dia membanggakan dirinya sendiri yang memang tampan.
"Kalau masuk TV artinya Lucia jadi artis 'yah, Mah?"
Seketika mata Lucia langsung berbinar begitu mendengar bahwa dirinya akan masuk TV. Bayangannya langsung tertuju pada aktor Jackie Chan yang menjadi favoritnya nomor satu didunia.
__ADS_1
"Tentu, sayang! Kau bahkan akan lebih terkenal melebihi artis seperti papah!" Lagi-lagi Rayden mewakilkan orang lain menjawabnya serta menyombongkan dirinya sendiri.
" Woaahhh,..Papah hebat!" Luca dan Luciq berseru kagum pada kehebatan papahnya.
"Thank's, Sayang! Sini peluk papah."
Si kembar pun langsung berlari menghampiri papahnya. Memeluk, mencium dan bergelayut manja pada papah yang selama ini mereka sangat rindukan.
"Mah, Siapa dia?" bisik Noland yang sebenarnya merasa iri, karena hanya Rayden yang selalu di nomor satu 'kan oleh si kembar.
"Yang pasti bukan anak mamah, Pah!" sahut Julia yang merasakab hal yang sama dengan suaminya.
Sementara, Zhia hanya diam memperhatikan dengan penuh rasa bahagia melihat senyum yangvterus merekah diwajah anak kembarnya itu. Mungkin keputasannya sudah sangat benar untuk menikah dengan Rayden.
"Will, Siapkan segalanya untuk konferensi pers besok pagi! Pastikan keamanan dan kenyamanan Zhia dan Si kembar saat konferensi pers sedang berlangsung. Sumpal juga para wartawan agar tidak menanyakan hal-hal yang membuat sensitif si kembar. Aku ingin tidak ada masalah dalam acara itu!"
Perintah Noland pada Will sampai tidak mau terlewatkan detail sedikitpun yang akan membahayakan menantu dan cucu kembarnya.
"Sa-saya, Tuan!" Will mencoba memastikan lagi pendengarannya.
"Siapa lagi yang namanya William Coopers disini, kalau bukan kamu!" ujar Noland penuh penekanan.
"Ba-baik, Tuan! Akan saya laksanakan." sahut Will yang sudah tidak ada kata membatah lagi untuknya. Terpaksa dia harus bekerja extra malam ini.
Pada akhirnya, rapat dadakan keluarga Xavier selesai dengan hasil bahwa mereka semua akan melakukan konferensi pers dan mengumumkan tentang pernikahan Zhia dan Rayden.
Karena acara konferensi persnya akan diadakan besok pagi, terpaksa Will harus bergadang semalaman untuk mempersiapkan segalanya. Mulai dari tempat, pakaian dan juga para wartawan yang akan mereka undang dalam acara tersebut.
Bersambung............
Note :
Hay, kak!😄😄😄
Jangan Lupa guys!
Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉
Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄
Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄
Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄
Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚
Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌
Terima kasih All!😙😘😚
__ADS_1