
“Hay, kenapa harus kedua anakku? Mereka masih kecil dan aku sebagai papah mereka tentu saja tidak akan pernah membiarkan mereka untuk terlibat masalah yang sangat berbahaya seperti ini! Kalian berdua harus camkan itu dengan baik!”
seru Rayden yang tentu saja langsung menolak ide Will dan Levi dengan keras, sebagai ayah Rayden tidak akan pernah membiarkan kedua anak kembarnya dalam bahaya sedikitpun.
“Tuan, saya mengerti perasaan anda sebagai seorang ayah! Tapi,_.....”
“Bagaimana kau bisa mengerti perasaanku sebagai seorang ayah, kalau kau saja sampai sekarang masih belum pernah pacaran sama sekali!”
Belum selesai Will mengatakannya, Rayden langsung memotong ucapannya.
Bahkan perkataan Rayden tepat menusuk hatinya yang sudah menjadi sarang laba-laba, karena sudah lama tidak dihuni seseorang yang special.
“Bwuaahaha,….Tuan, perkataan anda tepat sekali! Lihatlah, Will sampai tidak bisa berkata-kata lagi!”
Melihat Will yang terkena sindiran secara langsung dari Tuannya, Levi pun tidak mau menyia-nyiakan kesempatan itu untuk menertawakannya.
Anggap saja, itu karma untuk Will yang sebelumnya terus menggoda dan menertawakannya dengan mengatasnamakan Nona kecilnya.
“Tuan, bukankah saya masih sendiri sampai sekarang karena anda juga! Coba saja kalau anda tidak memberikan saya banyak pekerjaan, mungkin saya sekarang sudah menikah dan mempunyai banyak anak!” seru Will yang secara tidak langsung menyalahkan kesendiriannya pada Tuannya.
“Jangan menyalahkan orang lain atas ketidak mampuanmu sendiri, Will! Lihatlah Levi, dia bahkan dalam seminggu sudah tiga kali berganti pasangan.” ujar Rayden yang malah menbandingkan Will dengan Levi yang playboy.
“Tuan, kalau mau membandingkan jangan dengan raja buaya darat seperti Levi. Dia itu Badboynya para wanita malam, aku bahkan tidak sudi untukn menirunya!” sahut Will sambil bergidik ngeri hanya sekedar membayangngkannya saja kalau dirinya seperti Levi.
“Sialan kau!”
Levi sangat geram dengan perkataan Will yang selalu saja membuka aibnya.
“Tuan, kami serius untuk bekerjasama dengan Tuan dan Nona kecil! Menurut kami itu sangat membantu penyelidikan kita untuk membongkar identitas musuh yang sebenarnya!” sambung Levi yang harus segera mengalihkan pembicaraan sebelum Will semakin membuka aibnya yang lain.
“Saya sangat sependapat dengan Levi, Tuan! Apalagi mengingat kemampuan Tuan dan Nona kecil yang sangat luar biasa itu, dijamin masalah kita ini akan cepat terselesaikan dan tidak berjalan ditempat terus seperti sekarang!”
Will pun membantu Levi untuk membujuk Tuannya agar bersedia bekerjasama dengan kedua anak kembar yang genius itu.
“Kita memang bisa bertahan dan menyerang dengan mengandalkan anggota klan kita, tapi sebesar apapun serangan kita semuanya akan percuma kalau kita tidak mengetahui musuh yang kita targetkan!” ujar Levi lagi agar lebih menyakinkan lagi.
“Ini memang sedikit berbahaya, tapi jika musuh masih menganggap mereka sebagai anak kecil biasa. Saya bisa menjamin musuh tidak akan terlalu waspada pada Tuan dan Nonan kecil. Dan sebaliknya kita yang akan diuntungkan, lalau semuanya akan menjadi lebih mudah!” sambung Will berusaha untuk membuat Tuannya menyetujui ide mereka.
Rayden hanya diam sembari memikirkan dan menmbang perkataan Will dan Levi barusan.
Sebagai ketua klan, Rayden memang ingin semua masalah yang mempertaruhkan banyak nyawa ini cepat selelsai.
Akan tetapi, sebagai seorang ayah dia tidak ingin anak-anaknya ikut masuk dalam bahayanya dunia mafia.
“Tuan, meskipun anda terus melindungi mereka dari bahaya klan musuh. Itu tidak menjamin keselamatan mereka sama sekali, terlebih lagi sepertinya Tuan dan Nona kecil melakukan penyelidikan secara diam-diam pada Evan.” ujar Will yang pada akhirnya memberitahu tentang kecurigaannya.
__ADS_1
“Apa maksudmu, Will! Kapan mereka dan bagaimana mereka menyelidiki tentang Evan?” seru Rayden yang tampak sangat terkejut begitu mendengarnya.
“Kemarin, Tuan! Tuan dan Nona kecil terus memaksa untuk mengunjungi kediaman Evan, karena itulah Tuan dan Nyonya besar serta sana menemani mereka kesana. Tapi meskipun tingkah Tuan dan Nona kecil seperti anak kecil pada umumnya, ada waktu dimana mereka memasuki rumah itu berdua saja.”
Will pun menceritakan semua yang terjadi saat dia berada dirumahnya Evan dan tanpa sengaja berpas-pasan saat sedang menerima telepon Levi pada saat itu.
“Haaah,…Anak-anak itu sifatnya benar-benar seperti Zhia!”
Rayden hanya bisa menghela nafas mendengar tingkah mengejutkan kedua anak kembarnya itu.
“Setidaknya wajah dan kemampuan mereka sangat mirip dengan anda, Tuan!” celutuk Will tanpa sadar.
“Tapi menurutkan Tuan dan Nona kecil semua mirip anda, Tuan! Apalagi sifatnya saat marah, Will kau ingat waktu kita menemukan mereka dan si Liam itu?” ujar Levi yang sangat ingat bagaimana raut wajah Lucia yang terlhat sangat marah pada Liam saat itu.
“Iya, kau benar! Waktu itu aku juga melihat tatapan penuh amarah dan membunuh dimata Nona kecil, entah apa yang terjadi saat kami datang Liam sudah terluka cukup parah untuk perbuatan seorang anak kecil!”
Will jadi teringat tentang kejadian waktu.
“Pokoknya Tuan dan Nona kecil merupakan sekutu yang terbaik untuk kita saat ini!” seru Levi dengan penuh kenyakinan atas penilaiannya dengan Will.
“Entahlah, aku akan pikirkan ini terlebih dahulu sebelum memutuskannya!” ujar Rayden yang masih merasa bimbang dengan ide kedua orang kepercayaannya itu.
“Kepalaku pusing! Ayo, kita bersenang-senang saja. Aku ingin tahu siapa orang yang membuat Zaen Levi kewalahan ini!”
lanjut Rayden yang secara tidak langsung mengajak Will dan Levi untuk menyerang klan musuhnya lagi.
“Iya, Tuan ‘kan masih menjadi pengantin baru. Bukannya kalau masih pengantin baru lebih betah dikamar ‘yah?”
Will pun ikut menimpali dengan sedikit menggodanya.
“Sialan kalian berdua! Aku harus melihat situasinya secara langsung untuk dapat segera memutuskan ide kalian yang barusan atau kalian lebih suka jalan ditempat terus seperti ini, Hah?” seru Rayden dengan raut wajah kesalnya.
“Tidak, Tuan! Mari, kita bersenang-senang saja!” sahut Will dengan cepat.
“Iya, Tuan pasti bisa menilai kemampuan orang itu dengan tepat!”
Levi pun ikutan mengalihkan perhatian Tuannya.
“Tidak, Will! Kau harus mengurus wanita itu dulu!” ujar Rayden yang mengingatkan Will atas perintahnya yang sebelumnya.
“Baik, Tuan! Saya akan segera mencari harimaunya. Tapi kalau tidak ada harimau, singa bolehkan, Tuan?” sahut Will sembari menanyakan semua kemungkinan yang terjadi.
“Terserah kau, Will! Asalkan tubuh wanita itu tidak tersisa sedikitpun.” ujar Rayden dengan santainya.
“Ya sudah, aku berikan pada buaya saja! Lev, itu untukmu!” ujar Will dengan sengaja menggoda Levi lagi.
__ADS_1
“Sialan kau ‘yah, Will! Aku gak selera sama mak lampir macam dia!” seru Levi yang pastinya tidak terima dengan perkataan Will barusan.
“Sudah, abaikan saja jomblo yang satu itu!”
Rayden pun mengajak Levi pergi sana, tidak lupa dia membalaskan kekesalan Levi dengan menyindir kelemahan Will.
“Wahhh,…Tuan, anda jahat sekali! Bisa-bisanya anda pilih kasih tepat didepan mataku seperti ini?” seru Will yang merasa dikhianati oleh Tuannya, tapi Rayden dan Levi tidak mempedulikannya sama sekali.
Mereka sibuk berbicara sendiri sembari berjalan keluar dari ruang bawah tanah.
“Lev, perlukah aku ganti baju dulu atau tetap seperti ini?” tanya Rayden yang sibuk memeperhatikan penampilannya.
“Seperti ini saja, Tuan! Lebih estetic, lagian nanti juga terkena darah lagi sana.” Jawab Levi yang tentu saja menyukai penampilan yang seperti itu.
“Baiklah, Ayo kita hancurkan mereka semua!” seru Rayden dengan penuh antusias.
Setelah itu, Rayden dan Levi langsung menuju ketempat tujuan penyerangan mereka.
Sementara Will, mencari binatang buas untuk mengeksekusi Grace.
Hari ini adalah hari kematian untuk Liam dan Grace, seharusnya dari awal mereka mencari masalah dengan orang yang salah.
Rayden menyamar sebagai anak buah Levi, sehingga dia mempunyai banyak peluang untuk menyerang orang yang dimaksud Levi dengan mudahnya.
Namun sayangnya, Rayden tidak berhasil melukai dan menangkap orang itu. Dengan liciknya orang itu kabur ditengah pertarungan mereka.
Bersambung.............
Note :
Hay, kak!😄😄😄
Jangan Lupa guys!
Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉
Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄
Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄
Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄
Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚
Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌
__ADS_1
Terima kasih All!😙😘😚