Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Menggila Disertai Rencana!


__ADS_3

“Levi memang benar, kita sudah tidak mempunyai banyak pilihan lagi saat ini. Karena Evan memang sudah membuatnya seperti itu dengan tidak memberi banyak pilihan.”


Rayden perlahan menyadari bahwa rencana yang dikatakan oleh Levi memang rencana yang terbaik untuk keadaan mereka sekarang.


“Hmmm,…Benarkan? Kita tidak bisa menyusun strategi apapun disaat seperti ini. Kita bukan hanya akan langsung menyerang saja, tapi kita harus menggila disana. Hahahahaa,……”


Belum saja beraksi tawanya sudah terlihat seperti orang gila saja, hingga membuat Will bergidik mengeri dan sedikit menjauhinya.


“Kalian semua di izinkan untuk menggila disana! Akan tetapi, kita tetap harus membuat persiapan untuk menyerangnya.” ujar Rayden yang tidak akan membatasi lagi pergerakan anak buahnya dalam bertarung.


“Apa rencanamu sekarang, Cano?”


Noland pun merasakan bahwa Rayden sepertinya sudah membuat sebuah rencana.


“Sesuai yang dikatakan oleh Levi, kita semua akan menggila untuk menyerang mereka. Akan tetapi, kita akan dibagi menjadi lima kelompok. Papah dan bebebera orang lainnya akan mejadi kelompok pertama yang akan menyerang untuk pertama kalinya, disusul dengan Levi, Will dan kemudian aku yang akan menghadapi Evan secara langsung.”


Rayden pun menjelaskan tugas dan posisi masing- masing, mereka akan membagi menjadi beberapa kelompok tapi tetap menyerang secara bersama-sama.


“Apakah maksud Tuan, kita akan menyerang secara berlapis?” ujar Will yang mencoba memastikan apa yang dia tangkap dari penjelasan dari Rayden itu.


“Benar, kita focus menyerang pada posisi masing-masing! Kalian semua tetap menyerang dan menghabisi musuh dalam radius 200 meter dari posisi kalian. Akan ada tambahan satu kelompok penembak jitu untuk melindungi kelompok pertama dari jauh.”


Rayden pun kembali menjelaskan dengan lebih terperinci lagi.


“Cano, papah menolak untuk berada di kelompok pertama. Bagaimana pun juga, papah juga harus ikut membunuh si Evan bajingan itu.”


Noland pun menyatakan keberatannya kepada Rayden, sebab dia juga ingin membalaskan kematian putrinya dan sekarang merupakan kesempatan yang pailing tepat.


“Biar saya saja yang memimpin kelompok pertama, Tuan! Kita tidak punya waktu untuk memperdebatkan hal ini.”


Levi pun langsung menawarkan dirinya sendiri untuk memimpin kelompok yang pertama kali akan meyerang dan membuka jalan untuk kelompok lainnya.


“Okay,…Kita mulai sekarang! Bersiaplah diposisi dan kelompok masing-masing, Levi bersiaplah membuka jalan untuk kami!”


“Heheheee,…Waktunya menggila! Sudah lama aku tidak merasa sebahagia ini. Hahahaa,….”


Levi bergumam sendiri sembari mengeluarkan senyuman iblisnya.


Akhirnya pembalasan pun dimulai juga setelah cukup lama berdebat sebelum untuk memulai pertarungan.


Levi pun dengan penuh percaya diri menjadi orang pertama yang memulai penyerang. Terlihat jelas diwajahnya bahwa Levi sangat menikmati keputusannya itu.


Sepertinya memang Levi benar-benar akan menggila saat melawan para musuhnya.


“Lihatlah bocah itu, belum mulai saja sudah gila duluan!” ujar Will yang terus memperhatikan Levi sambil bergidik ngeri, dia bahkan mengatakan itu pada Noland.


“Biarkan saja! Karena aku juga akan menggila hari ini. Hahahaaa,….” sahut Noland yang ikut mengeluarkan senyuman iblisnya.


...****************...


Sesuai formasi yang direncanakan, Levi dan anak buahnya langsung memasuki kawasan musuh.


Serangan demi serangan yang dilancarkan kelompok penembak jitu memudahkan Levi membuka jalan untuk pasukan yang dipimpin Will, Noland dan juga Rayden.


Levi dan anak buahnya benar-benar menggila, dia membunuh para musuh yang menghalangi jalannya dengan mudahnya.

__ADS_1


Levi bahkan tertawa dan berteriak tidak jelas begitu berhasil melumpuhkan satu persatu musuhnya.


“Hahahaaa,…..Hay, kalian para cecunguk sampah! Kemarilah lawan aku sekaligus. Hahaaa,…..”


Contohnya seperti itu yang diocehkan oleh Levi dietengah pertarungannya.


Suara tembakan senjata api tidak adahentinya terus terdengar disana, hingga terdengar didalam rumah yang menjadi tempat persembunyian Evan.


Levi terus membuka jalan untuk pasukan yang lain, setelah berhasil melewati batas kekuasaannya bisa menggila, Levi pun langsung focus membabat habis para musuh disekitarnya yang berusaha mengejar Rayden dan yang lainnya.


“Wahhh,….Bocah psikopat itu benar-benar menggila tanpa ampun! Kalau begitu, aku juga tidak perlu segan lagi!” gumam Will yang mulai bersiap, karena sekarang giliran untuk dirinya menggila ditempat itu.


Setelah melihat kegilaan Levi, sekarang waktunya Will pun menunjukan dirinya saat sedang menggila dihadapan para musuhnya.


Seperti yang dilakukan oleh Levi, Will juga membuka jalan agar Rayden dan Noland bisa segera sampai dilokasi Evan.


“Tuan, silahkan lanjutkan perjalanan kalian! Saya akan membuka jalan untuk anda.”


Will yang sedari tadi mengomentari kelakuan Levi, sekarang dia malah ikut menggila malah melebihi Levi.


Will bahkan menggunakan dua jenis senjata sekaligus untuk membunuh para musuhnya, dia akan menembaki musuhnya yang berjarak cukup jauh dengan menggunakan senjata api kesayangannya dan menusuk setiap musuh yang mendekat dengan pisau favoritnya.


“Berhati-hatilah, Will!” pesan Rayden padda Will sebelum meninggalkannya menangani musuh yang ada disana.


“Hahahaa,…Tenang saja, Tuan! Saya akan segera menyelesaikan yang disini!” sahut Will yang sedang menikmati kegilaannya itu.


Rayden hanya bisa menggelengkan kepalanya saja melihat dua otrang kepercayaannya yang sedang menggila menghabisi para musuhnya.


Rayden tidak pernah menyangka bahwa Will dan Levi yang selalu bertengkar saat bertemu, sekarang malah terlihat bagaikan bocah kembar yang sedang menggila bersamaan.


Noland tertawa senang melihat kelakuan gila Levi dan juga Will.


...****************...


Suara tembakan dan kerusahan yang semakin terdengar jelas membuat Evan mengetahui bahwa lawannya semakin meendekat.


“Jay, bersiaplah! Sambut para musuhmu dengan baik!”


Perintah Evan pada Jayden untuk memimpin penyerang untuk menghalangi musuh masuk kerumah itu.


“Baik, Tuan!” sahut Jayden yang segera pergi untuk menempati posisinya sebelum Rayden dan yang lainnya sampai ditempat itu.


Selepas kepergian Jayden, Evan langsung memindahkan tubuh Zhia yang masih pingsan dan mendudukkannya diatas kursi.


Lalu mengikatnya dengan erat dan tidak lama setelah Evanselesai mengikatnya Zhia pun terbangun.


“Ehmmm,….”


“Kau sudah bangun rupanya!” ujar Evan yang duduk dengan santainya sambil menyalakan seputung rokok yang menjadi fafvoritnya.


“Kau membawaku kemana lagi, Evan?” seru Zhia yang kini tatapan matanya terhadap Evan dipenuhi kebencian.


“Mengantarmu kembali!” sahut Evan dengan malas.


“Jangan membodohiku, dasar bajingan!” umpat Zhia dengan kesalnya.

__ADS_1


“Kau tidak dengar keributan diluar sana? Mereka yang sedang berbuat ke onaran diluar adalah ayah Mertua dan suamimu sendiri, Zhi! Mereka datang untuk mengantarkan nyawanya padaku!” ujar Evan yang tersenyum puas melihat ekspresi terkejut dari Zhia.


“Tenanglah, sebentar lagi kau kan bertemu mereka! Jadi, diamlah dan dengarkan saja dari sini.” lanjut Evan lagi yang kemuadian menutu mulut Zhia dengan selotip hitam.


...****************...


Disisi lain, Setelah berlari cukup lama dari lokasi Will sedang melawan para anak buah Evan.


Akhirnya rumah yang dimaksudkan terlihat juga, tapi sayang anak buah Evan malah lebih banyak lagi menunggu disana lebih tepatnya mereka menjaga tepat didepan pintu masuk.


Disana sudah ada Jayden yang sedang menunggu kedatangan Rayden dengan tatapan yang meremahkan, seakan dia merasa sudah pasti menang melawan keluarga Xavier.


“Ternyata memang benar kau mengantarkan nyawamu sendiri hanya untuk menyelamatkan wanita ****** seperti Zhia!” ujar Jayden yang tersenyum sinis kepada Rayden.


“Hahaha,……Bwahahhahahaa,….Lucu sekali aku mendengar sampah pencundang sepertimu mengatakan itu.” seru Noland yang malah teratwa terbahak-bahak setelah mendengar Jayden berbicara, sepertinya sudah waktunya untu Noland menggila ditempat ini.


“Sepertinya kau ingin tertawa untuk terakhir kali disini! Silahkan tertawalah sepuasnya, aku bersedia menunggu!”


Jayden hanya menanggapi pertanyaan denggan senyuman kecutnya, sebab sebisa mungkindia tidak ingin emosinya terpancing hanya keran perkataan Noland.


“Dimana Zhia?”


Rayden dengan tegasnya menanyakan keberadaan Zhia.


“Aaahhh,….Aku hampir lupa tujuan kalian mengantarkan nyawa sendiri demi wanita seperti itu. Dia ada didalam, kau ingin menemuinya? Cobalah!”


Jayden benar-benar telah meremehkan Noland dan Rayden karena pihaknya menang jumlah pasukan.


Terlihat jelas dari senyuman dan caranya menatap Rayden yang seperti sedang meledeknya.


Rayden hanya bisa diam sembari mengepalkan tangannya kuat-kuat agar dapat menahan amarahnya.


“Aku ingin memastikan sesuatu padamu! Apakah kau juga membunuh dan menyakiti putriku?” ujar Noland lagi.


Bersambung.............


Note :


Hay, kak!😄😄😄


Jangan Lupa guys!


Novel ini masih On Going 'yah! Maaf untuk sementara waktu updatenya tidak menentu🙏🙏🙏😢


Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚


Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌


Terima kasih All!😙😘😚

__ADS_1


__ADS_2