
“Sekarang kak Luca lakukan gerakan seperti yang Luci contohkan tadi! Masih ingat ‘kan, kak?” ujar Lucia yang menyuruh kakak kembarnya untuk mempraktekkan apa yang sudah dia ajarkan sebelumnya.
“Baik, Master!” sahut Luca dengan penuh percaya diri, dia pun segera bersiap untuk melakukan Gerakan yang telah dicontohkan oleh Lucia sebelumnya.
Dan benar saja, Luca melakukan semua gerakkannya dengan tepat dan benar. Bahkan Eva dan Alea mengakui bahwa apa yang diajarkan oleh Lucia sama persis dengan yang guru mereka ajarkan dulu.
Mereka sangat takjub melihat kemampuan mengajar Lucia, tapi kemampuan Luca yang langsung menguasai teknik kuda-kuda itu dengan hanya sekali melihatnya semakin membuat mereka terpana dan takjub.
“Woahh,…..Tuan kecil sungguh hebat! Hanya dalam sekali lihat saja bisa langsung mempraktekkannya dengn sangat sempurna!” gumam Alea yang tak berkedip memperhatikan setiap Gerakan yang sedang dipraktekkan Luca.
“Pantas saja, Nona kecil menyuruh kita mundur. Karena cara mengajarkan kita terlalu lambat dan juga ada beberapa yang kita lupakan!”
Eva pun ikut bergumam sendiri, dia menyadari kesalahannya dan juga Alea dalam mengajarkan bela diri pada Luca sebelumnya.
“Iya, Nona kecil memang pantas disebut sebagai Master yang sesungguhnya!” sahut Alea yang juga mengakui perkataan Eva.
“Kalian benar! Mereka berdua adalah cucu kembarku yang genius. Aku jadi tidak sabra ingin melihat bagaimana reaksi Cano saat berhadapan dengan anak-anaknya sendiri!” ujar Julia yang merasa bangga dengan kemampuan Luca dan Lucia, cucu kesayangannya itu.
“Anda orang yang paling beruntung, karena mendapatkan cucu kembar yang sangat menggemaskan dan juga sangat genius, Nyonya besar!” puji Eva pada Julia dengan tulus.
“Terima kasih! Kalian berdua tetap awasi mereka disini, aku akan menyiapkan makan malam yang special untuk kedua cucu kembar kesayanganku itu!” ujar Julia yang berniat ingin memasak makan malamnya sendiri.
“Baik, Nyonya besar!” sahut Eva dan Alea sembari membungkukkan badan memberi hormat sebelum Julia meninggalkan tempat latihan itu.
Julia hanya menanggapinya dengan senyuman, dia pun langsung meninggalkan ruang laithan dan menuju kearah dapur untuk mulai memasak makanan kesukaan si kembar seperti dia memasak untuk putranya sendiri.
Karena selera makan suami, putra serta cucu kembarnya sama persis yaitu daging asam manis.
Beralih pada Luca dan Lucia yang masih focus pada latihan mereka, hingga sampai tidak menyadari bahwa Grandmanya sudah tidak ada diruangan itu lagi.
Lucia tersenyum pada sanga kakak, karena berhasil menguasai Teknik dasar ini dalam sekali coba.
“Bagus sekali, kak! Kalau begitu kita lanjutkan dengan teknik dan jurus yang selanjutnya!” puji Lucia yang memberikan senyuman termanisnya pada Luca.
“Murid sudah siap, Master!” sahut Luca yang membalas senyuman adiknya.
__ADS_1
“Selanjutnya ialah Kyongkyok kisul atau serangan. Teknik serangan dalam jurus taekwondo terdiri dari serangan melalui Jireugi (pukulan), Chigi (sabetan), Chireugi (tusukan), dan Chagi (tendangan).”
Sebelum masuk kedalam prakteknya, Lucia menjelaskan sedikit tentang teknik yang selanjutnya bahkan sampai aksen dalam Bahasa koreanya dia juga menyebutkannya dengan tepat dan jelas.
“Wahhh,…Apakah teknik ini yang Luci gunakan untuk melawan paman pelayan pada waktu itu?” ujar Luca yang semakin tertarik dengan pelajaran yang dia terima dari adiknya, dia bahkan masih ingat jelas bagaimana Lucia mengalahkan Evan di hotel waktu itu.
“Tidak sepenuhnya benar, kak! Karena saat itu Luci menggunakan beberapa teknik dan jurus yang berbeda sesuai situasi yang ada. Jadi, tidak sepenuhnya Luci melawan paman pelayan itu dengan jurus yang ada didalam bela diri taekwondo. Luci ‘kan menguasai beberapa bela diri. Hehehee,……” Jelas Lucia sedikit membanggakan kemampuannya sendiri didepan sang kakak.
“Pada praktiknya, teknik-teknik itu pun terbagi lagi menjadi banyak bagian. Kak Luca, perhatikan gerakan Lucia lagi. Ini adalah beberapa teknik tendangan dalam bela diri taekwondo misalnya, terdiri atas beragam jenis, seperti Ap Chagi (tendangan ke depan), Naeryo Chagi (tendangan mengayun atau cangkul), Dollyo Chagi (tendangan melingkar), Yeop Chagi (tendangan ke samping), Dwi Chagi (tendangan ke belakang), Milyo Chagi (tendangan sodok depan), Dwi Huryeo Chagi (tendangan balik dengan mengait).”
Lucia pun melanjutkan penjelasannya sembari mempraktekkannya secara langsung pada Luca, tanpa sadar Luca langsung mengikuti gerakan adiknya. Dan lagi-lagi Eva dan Alea dibuat kagum dengan penyerapan Luca dalam mempelajarinya.
“Sepertinya kak Luca tidak perlu membutuhkan waktu yang lama untuk menguasai teknik dan jurus dasar dalam taekwondo ini! Bagaimana kalau kita lanjutkan saja?” ujar Lucia yang tak ingin membuang waktu untuk mengajari sanga kakak yang memang sudah tidak bisa lagi dijelaskan menegnai kegeniusan mereka berdua.
“Baiklah, Master!” sahut Luca yang siap melakukan setiap latihan yang akan dipercepat oleh Lucia.
“Ini adalah Makki atau disebut juga dengan tangkisan. Coba kak Luca serang Luci sekarang dengan Teknik serangan yang tadi sudah kakak pelajari!” pinta Lucia menyuruh Luca untuk menyerangnya.
Sedangkan dia akan menunjukan cara menangkisnya dan menjelaskan disaat yang bersamaan.
Luca pun langsung menyerang adiknya tanpa ragu, dia menerapkan semua teknik yang tadi sudah dipelajari sebelumnya.
Karena Luca masih seorang pemula dalam dunia bela diri, Lucia pun dapat menangkisnya dengan mudah.
Lucia juga menunjukan dan mejelaskan mengenai beberapa jenis tangkisan yang dapat dia pakai dalam bertarung.
“Apa kak Luca sudah mengerti dengan yang tadi Lucia jelaskan dan contohkan?” tanya Lucia sebelum melanjutkan ketahap yang sebelumnya.
“Kakak tidak tahu, bagaiman kalau Luci mencobanya sendiri?” ujar Luca yang secara tidak langsung memintanya untuk melakukan uji coba padanya.
“Baiklah, Ayo Luci coba pastikan!” sahut Lucia yang berbalik menyerang Luca, sementara Luca yang berusaha menangkisnya sesuai dengan yang di ajarkan oleh Lucia tadi.
Dan ternyata kali ini Luca juga dapat menguasainya dengan mudah. Semua serangan yang dilancarkan oleh Lucia berhasil ditangkis oleh Luca meskipun ada sedikit celah dalam pertahanannya itu, tapi itu sudah cukup bagus mengingat Luca yang masih sangat pemula didalam dunia bela diri.
“Bagus sekali, kak Luca! Luci sangat senang mengajari kak Luca seperti ini!”
__ADS_1
Puji Lucia pada sang kakak yang hampir menyelesaikan pelatihan bela diri taekwondo dalam waktu yang cukup singkat itu.
“Hehehee,……Ini semua karena berkat Master yang sangat hebat seperti Luci!”
Luca pun berebalik memuji kehebatan Lucia yang mengajarkan dirinya, hingga semua tekniknya bisa cepat dia mengerti dan kuasai.
“Ini yang terakhir, kak! Keup so atau sasaran tubuh. Dalam pertandingan resmi, tubuh taekwondoin memiliki nilai berbeda-beda. Sesuai dengan aturan bakunya, daerah sasaran yang diperbolehkan dalam pertandingan taekwondo adalah: Badan, Serangan ke area badan boleh dilakukan dengan tangan maupun kaki, tapi terbatas ke bagian tubuh yang dilindungi oleh body protector kecuali area di sepanjang tulang belakang.”
Kali ini Lucia tidak mempraktekkannya, tapi dia hanya menjelaskan saja sembari menunjuk bagian yang dia maksud.
“Muka, Wajah taekwondoin juga termasuk area yang sah untuk diserang, kecuali daerah kepala bagian belakang. Serangan pun hanya boleh menggunakan kaki.” Lanjutnya lagi.
“Agar cepat bisa dalam melakukan berbagai teknik taekwondo di atas, Anda perlu berlatih secara rutin. Anda bisa mendaftarkan diri ke klub taekwondo terdekat agar memulai latihan beladiri ini dari nol (sabuk putih) didampingi dengan pelatih profesional, baik sabeum, sabeumnim, master, atau grandmaster. Tapi untuk kak Luca tidak perlu pergi kemanapun, ‘kan ada Luci, papah, Grandpa dan masih banyak yang lainnya termasuk kedua kakak cantik yang ada disana.”
Inilah penjelasan terakhir yang disampaikan oleh Lucia pada sang kakak. Dengan ini satu teknik bela diri dasar taekwondo selesai dia ajarkan pada sang kakak kembarnya.
“Benarkah? Bagaimana kalau kita berdua coba untuk bertarung? Tapi jangan kasar-kasar ‘yah, kakak ‘kan masih pemula?” ujar Luca yang meminta Lucia untuk melakukan uji coba yang sesungguhnya, tapi dengan batas tertentu.
Bersambung........
Note :
Hay, kak!😄😄😄
Jangan Lupa guys!
Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉
Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄
Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄
Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄
Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚
__ADS_1
Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌
Terima kasih All!😙😘😚