Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Rayden VS Evan


__ADS_3

Bola mata Zhia seketika membulat begitu mengetahui bahwa suara itu milik Rayden.


Rayden awalnya ingin langsung kembali ke mashionnya.


Akan tetapi, Rayden tidak sengaja melihat Zhia sedang bertengkar didepan Caffe dan bahkan ada Grace juga disana.


Rayden pun lansung menyuruh Will untuk segera menghentikan mobilnya, karena dia takut terjadi sesuatu dengan Zhia.


Semua orang pun langsung terkejut dengan kedatangan orang paling berpengaruh dinegara A, bahkan beberapa dari mereka terpesona dengan paras tampan yang dimiliki Rayden terutama kaum wanita.


“Ray?” ujar Zhia seakan sedang tertangkap basah oleh Rayden.


“Cano, bantu aku membalas perbuatnya!”


Seketika Grace langsung mengubah raut wajah menjadi terlihat sangat menyedihkan, tangannya berusaha meraih kaki Rayden.


Akan tetapi, Rayden segera menghindarinya sembari berkata “Jangan menyentuhku! Nanti susah dibersihkan.”


“Cano, tapi wanita itu duluan yang memukul dan menghina didepan semua orang!” ujar Grace berusaha menarik simpati dan belas kasih dari Rayden agar membela, kemudian melimpahkan kesalahan pada Zhia.


Rayden hanya menatap Grace dengan tatapan jijiknya, hal itu membuat Grace semakin merasa marah dan terhina.


Grace pun segera bangkit dan berjalan mendekati Zhia, lalu berkata “Ingatlah, aku akan membalas perbuatanmu hari ini seratus kali lipatnya!”


“Jika kau berani berulah lagi padaku, maka aku akan membalasnya seratus ribu kali lipatnya. Kau ingat itu baik-baik, Nona Grace Adenthe!” sahut Zhia yang berbisik agar hanya Grace saja yang dapat mendengar ancamannya itu.


Amarah Grace semakin meluap-luap, beraninya wanita seperti Zhia mengancam Grace seperti itu. Namun, Grace memilih pergi karena ada Rayden disana.


Dia benar-benar tidak bisa berbuat apapun pada Zhia, jika ada sosok Rayden yang paling berkuasa berada disana untuk melindungi Zhia.


Mendengar tentang kedatangan Rayden, sang pemilik Caffe itu bahkan sampai keluar dari ruangannya khusus untuk menyambut kedatangan Rayden.


“Selamat datang di Caffe kami, Tuan Xavier! Sebuah kehormatan besar, Tuan berkenan menginjakkan kaki di Caffe saya yang kecil ini.”


Pemilik Caffe itu menyapa Rayden dengan segala pujian yang keluar dari mulutnya itu. Namun, Rayden tidak membalas sapaan pemilik Caffe itu.


Rayden lebih focus memperhatikan Zhia yang ternyata diam-diam menemui pria lain tanpa ijin darinya.


“Will, pastikan kejadian ini tidak menyebar!”


Perintah Rayden pada sekertarisnya itu, tetapi pandangan matanya tetap tertuju pada Zhia dan Evan.


“Baik, Tuan!”


Will segera melaksanakan perintah dari Tuannya itu.


“Dan untukmu! Kosongkan Caffenya dalam waktu 10 menit, karena aku akan menggunakannya.”


Kini Rayden beralih pada sang pemilik Caffe, dia memerintah orang lain dengan sikap dingin dan arogannya.


“Baik, Tuan Xavier! Kami akan segera kosongkan seluruh Caffenya.”


Sama seperti Will, sang pemilik Caffe itu pun langsung melaksanakan apa yang barusan diperintahkan oleh Rayden.

__ADS_1


Apalagi hanya dibatasi waktu 10 menit untuk menyelesaikannya.


Will segera membawa orang-orang yang tadi menjadi penonton dan mebuat video atas kejadian itu berkumpul.


Will mengambil semua ponsel milik orang-orang itu dan menggantinya dengan selembar Cek yang tidak terduga jumlah didalamnya.


Meskipun Sebagian dari mereka adalah orang-orang dari golongan orang kaya, tetapi siapa orangnya yang tidak mau dengan nominal cek sebanyak itu.


...----------------...


10 menit telah berlalu. Kini Rayden, Zhia dan Evan sudah berada didalam Caffe tersebut.


Suasana canggung terjadi diantara mereka sampai Rayden yang membuka pembicaraan terlebih dahulu.


“Kenapa kau membuat keributan disini? Bukannya menjaga anak-anak dirumah? Apa keadaan mereka sudah membaik sampai kau bisa berkeliaran seperti ini?”


Rayden langsung mencecar Zhia dengan berbagai pertanyaan, dia bahkan tidak menganggap keberadaan Evan tidak ada.


“Tunggu dulu! Zhi berada disini karena ingin menemuiku. Dan apa maksudmu dengan keadaan si kembar? Zhi bilang mereka baik-baik saja. Katakan padaku, Zhi! Apa terjadi sesuatu yang buruk pada si kembar?”


Belum juga Zhia menjawab pertanyaan dari Rayden. Kini Evan malah ikut-ikutan mencecar dirinya dengan berbagai pertanyaan.


“Hay, kau diamlah dulu! Aku sedang bicara dengan Zhia sekarang.” Ujar Rayden yang merasa kesal, karena Evan ikut campur urusannya dengan Zhia.


“Apa kau tidak lihat, kalau aku juga sedang berbicara dengan Zhi?” seru Evan yang tidak mau kalah berdebat dengan Rayden.


“Tapi aku yang bertanya terlebih dahulu!”


Rayden tetap tidak mau mengalah sedikitpun.


Begitu juga dengan Evan yang tidak akan meneyerah sedikitpun pada Rayden.


“Aku tidak peduli! Aku sedang bicara dengan calon istriku, jadi orang asing harap mengerti batasnya.” Ujar Rayden denga penuh percaya diri dan di akhir katanya, dia seakan sedang menyindir Evan secara tidak langsung.


Bola mata Zhia pun seketika membulat mendengar pengakuan Rayden yang tidak pernah dia bayangkan itu.


Zhia semakin memijat keningnya yang terasa sangat pening menghadapi kedua pria yang sama-sama tidak mau mengalah itu


“Jika memang kau merasa seperti itu. Seharusnya kau menjaga Zhia dan si kembar dengan baik! Selama aku menjaga Zhia dan si kembar, mereka tidak pernah mengalami hal buruk seperti ini, tapi setelah mereka bertemu denganmu masalah selalu saja muncul di kehidupan mereka!” ujar Evan yang memberikan pukulan telak kepada Rayden.


Sontak saja, Rayden seketika langsung terdiam. Dia sebenarnya ingin menghajar wajah menyebalkan Evan, tapi dia juga sadar bahwa apa yang dikatakan Evan memang benar.


Zhia pun langsung menatap Evan dengan lekatnya, dia tidak percaya bahwa Evan berani berkata seperti itu pada Rayden demi dirinya dan juga si kembar.


“Jangan Sok tahu! Aku tahu masalah terus muncul dikehidupan mereka karena diriku, tapi aku juga mempunyai caraku sendiri untuk melindungnya.” Sahut Rayden dengan raut wajah kesalnya.


“Jangan bilang kau yang memblokir bandara tadi malam!”


Evan berseru, dia langsung teringat dengan kejadian pemblokiran dadakan dibandara yang membuatnya harus meninggal Zhia dan Si kembar untuk mencari tahu alasannya pemblokiran itu dilakukan.


“Jangan bilang juga, kau yang membantu Zhia kabur dengan membawa si kembar?”


Mendengar perkataan Evan, Rayden pun sadar ternyata rencana pelarian Zhia dibantu oleh Evan.

__ADS_1


“Zhi, jelaskan sekarang juga!”


Evan dan Rayden serentak langsung berseru menatap Zhia untuk meminta penjelasan.


“Haaah,……….”


Zhia menghela nafas dengan berat, dia tidak tahu mengapa kedua pria it uterus beradu argument semenjak mereka duduk di Caffe itu.


“Sampai kapan kalian berdua akan bersikap seperti ini ‘sih?” ujar Zhia yang akhirnya mendapat kesempatan untuk berbicara.


“Sampai kau menjawab pertanyaanku!”


Lagi-lagi Rayden dan Evan mengatakannya secara bersamaan.


“Aish, kalian berdua sungguh sehati ‘yah!”


Zhia pada akhirnya harus mengakui kekompakan antara Rayden dan Evan itu.


“Zhi, apa benar dia orang yang memblokir bandara serta membawamu dan Si kembar pergi dari sana?”


Evan pun terpaksa harus mengulang pertanyaannya.


“Zhi, jawab aku dulu!” sahut Rayden menghunuskan tatapan tajamnya pada Zhia.


Zhia pun semakin merasa tertekan, diinterogasi langsung oleh Rayden dan juga Evan.


Niat hati ingin curhat sama Evan tentang masalahnya, tapi malah menemui kesialan dengan berantem dengan Grace dan tertangkap basah oleh Rayden.


“Iya, kalian berdua benar! Ray, kau benar! Evan ‘lah orang yang telah membantuku dalan rencana kaburku malam itu. Dan kau juga benar, Evan! Rayden ‘lah yang memblokir seluruh bandara serta juga membawa paksa aku dan si kembar untuk kembali. Apa kalian berdua sudah puas sekarang!?” seru Zhia yang akhirnya membenarkan perkataan Rayden maupun Evan.


“Kalau sudah puas, aku akan pulang sekarang.”


Setelah mengatakan itu, Zhia langsung beranjak dari tempat duduknya meninggalkan Rayden dan Evan yang masih disana.


“Dasar menyebalkan! Sial sekali hari ini! Sudah bertemu dengan wanita penyihir ditambah lagi dengan interogasi kedua pria itu. Tahu begini, lebih baik aku tidak usah pergi!” gumam Zhia sembari berjalan keluar dari dalam Caffe itu.


Bersambung.........


Note :


Hay, kak!😄😄😄


Jangan Lupa guys!


Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉


Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚

__ADS_1


Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌


Terima kasih All!😙😘😚


__ADS_2