Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Ingatan Evan! Part. 2


__ADS_3

“Kalian berdua, buang mayatnya ditempat yang sepi!”


Perintah Evan yang tidak terlihat merasa bersalah sedikit pun terhadap kematian gadis malang itu. Dengan mudahnya Eva bahkan menyuruh membuat mayatnya begitu saja.


“Tidak! Aku sendiri yang akan mengurus jenazahnya!” sahut Jaydon yang tiak ingin menyesal dan merasa bersalah untuk kesekian kalinya pada gadis malang yang kini berada didalam pelukkannya.


“Sudah aku katakan untuk membuangnya! Jadi kau harus diam, kau tidak mau membantah perintahku, bukan?” seru Evan yang tidak peduli dengan pendapat orang lain.


“Tapi bukankah,_........”


“Aku tidak suka dibantah, Jaydon! Atau kau akan tahu sendiri akibatnya.” ujar Evan penuh penekanan, setelah itu dia pun pergi begitu saja seperti tidak terjadi apa.


Dan sesuai dengan perintah Evan, beberapa anak buahnya langsung membuang mayat gadis itu disebuah ladang ilalang yang sangat luas begitu saja.


Jaydon masih terdiam menahan segala amarah yang harus dia tahan, tubuhnya masih gemetar hebat setiap mengingat deru nafas terakhir dari gadis malang itu.


Dua hari kemudian, mayat gadis itu pun ditemukan. Betapa terkejutnya Evan dan yang lainnya begitu mengetahui ternyata gadis yang selama ini dijadikan pemuas mereka dan disiksa sampai mati merupakan putri satu-satunya dari keluarga Xavier.


Keluarga paling terpandang di negara A dan juga merupakan ketua klan BlackSky, musuh bebuyutan dari klan mereka.


Seharusnya mayat gadis itu tidak ditemukan oleh siapapun. Semua ini berkat Jaydon, dia diam-diam menyuruh seseorang untuk berpura-pura menemukan mayat Rayna yang sudah terlantar selama hampir dua hari ditengah luasnya padang ilalang.


Jaydon tidak bisa membiarkan jasad gadis itu begitu saja, cukup rasa bersalahnya yang hanya diam saja saat melihat gadis itu disiksa oleh adiknya dan teman-temannya sampai mati.


...****************...


Setelah pemakaman Rayna selesai, Rayden langsung mengumpulkan semua anggota klan mafia milik papahnya untuk membalaskan dendam atas penderitaan sang adik kembarnya yang dibawa hingga mati itu.


Dengan informasi yang didapat dari Will, Rayden sudah membulatkan tekad untuk membunuh semua musuh yang ditemuinya sampai pelaku pembunuh dan penyiksaan adik kembarnya menyerahkan diri.


Rayden sudah tidak peduli lagi dengan masa depannya sendiri, meskipun dia harus terjun kedalam dunia hitam mafia.


Semuanmya sudah tidak dipedulikan lagi oleh Rayden, didalam hati dan pikirannya hanya ada balas dendam pada orang yang telah menyiksa adik kesayangan sampai mati.


Semua yang dialami oleh Rayna akan Rayden kembalikan berkali-kali lipatnya. Dengan bantuan Will dan anak buahnya, Rayden memimpin langsung penyerangan pada semua markas rahasia klan Tiger Dark.


Semua yang menghalangi jalannya, akan mati dengan keadaan yang lebih mengenaskan dari yang dialami adiknya.


Klan Tiger Dark dibuat kalang kabut dengan serangan yang membabi buta yang dilakukan Rayden dan anak buahnya.


Ayah Evan langsung menyadari bahwa kematian Rayna Cano Xavier pasti ada kaitannya dengan putra sulungnya.


“Katakan pada papah! Apa kau dan teman-temanmu itu yang membunuh dan menyiksa putri satu-satunya keluarga Xavier sampai mati? Cepat jawab, Revan!” bentak Sam Joseph ayah kandung Evan dan Ketua klan Tiger Dark pada saat itu.

__ADS_1


“Maafkan Revan, Pah! Revan tidak tahu kalau gadis itu merupakan putri keluarga musuh klan kita.”


Revan Sam Joseph, itulah nama asli Evan yang sesungguhnya. Evan saat itu tengah bersujud dihadapan sang ayah atas kesalahan terbesar yang dia perbuatan untuk seumur hidupnya.


Ada juga Jaydon, Jayden dan beberapa teman-teman Evan lainnya yang juga ikut terlibat dalam pembunuhan Rayna.


Meskipun Jaydon tidak pernah ikutan menyiksa gadis malang itu, tapi dia mempunyai andil dalam kejadian itu.


“Tuan besar gawat!”


Salah satu anak buah Sam Joseph datang terbirit-birit untuk melapor seakan dia melihat hantu yang paling menakutkan.


“Klan BlackSky sedang menuju kemari dengan membawa pasukan yang sangat besar, Tuan besar!” lanjut sang anak buah yang terlihat semakin ketakutan dengan kedatangan pasukan musuh itu.


Terlebih lagi, kabar mengenai kehancuran semua markas rahasia mereka oleh pasukan yang dipimpin langsung oleh Rayden sudah tersebar dimana-mana.


“Perintahkan semua anak buah kita yang tersisa untuk bersiap menghadapi mereka sekarang juga!” teriak Sam Joseph pada anak buahnya itu, pikirannya semakin kalang kabut mendengar kedatangan dewa kematiannya itu.


“Baik, Tuan besar!”


Anak buah itu pun segera melaksanakan perintahnya, meskipun dia harus mati dalam pertempurran kali ini.


“Jay! Eiden, bawa pergi Revan dan semua keluargaku ketempat yang aman sekarang juga! Aku yang kan mengurusnya disini, meskipun aku harus mati disini tapi jangan sampai Revan terluka. Karena setelah ini aku yakin Klan kita akan harus tanpa tersisa, jadi kalian harus hidup untuk membangun kembali klan kita ini setelah aku tiada.”


“Pah?” ujar Evan dengan airmata yang mulai membasahi wajahnya, mungkin ini akan menjadi pertemuan terakhir dirinya dengan sang ayah yang selama ini memanjakannya.


“Pergilah, bawa mamah dan adikmu! Ingat Revan, jadikan hari sebagai pelajaran seumur hidupmu untuk tidak melakukan hal gegabah seperti ini lagi dimasa depan. Papah percayakan klan, mamah dan adikmu dalam genggaman tanganmu. Papah percaya padamu.”


Sam Joseph memeluk Evan untuk yang terakhir kalinya, menyalahkan putra itu pun percuma saja karena waktu tidak dapat dia putar kembali dan mungkin ini sudah menjadi karma yang harus Evan bayar atas perbuatannya.


“Pah?”


“Cepat kalian pergilah!” teriak Sam Joseph pada Evan dan juga Double Jay untuk pergi secepat mungkin dari tempat itu.


Bagaikan seorang pecundang dan pengecut, Jaydon serta Jayden bersama dengan Evan pun langsung mengatur pelarian diri mereka.


Sesuai pesan terakhir papahnya, Evan juga berniat untuk membawa pergi mamah dan adiknya untuk menyelamatkan dirinya.


Namun sayangnya mereka tidak punya banyak waktu, pasukan Rayden sudah menyerang secara membabi buta dirumah mewah itu.


Aliran darah segar dari manusia yang berhasil dibunuhnya, membuat setiap sudut rumah itu dipenuhi cairan berwarna merah dan berbau amis itu.


Sangat disayangkan, mamah dan adik Evan tidak berhasil melarikan diri karena terlalu lama berkemas dengan barang-barang mereka.

__ADS_1


Kedua orang itu pun ditangkap oleh anak buah Rayden, sementara yang berhasil melarikan diri dari penyerangan itu hanya Evan dan Double Jay saja yang sebenarnya bersembunyi tidak jauh dari tempat itu.


Evan, Jaydon dan Jayden melihat semuanya. Melihat bagaimana Rayden dan anak buahnya menyiksa dan membunuh semua orang lebih sadis dibandingkan dengan apa yang mereka lakukan pada Rayna.


Rayden terlihat bagaikan sosok iblis yang menguasai neraka, dia tidak peduli sedikitpun meskipun wanita, anak kecil maupun orang tua yang dibunuh didepannya dengan cara yang paling sadis.


Rayden mencari sesuatu diseluruh rumah itu, terutama didalm ruang kerja Sam Joseph. Entah kenapa hatinya merasa belum puas, padahal sudah membumi hanguskan seluruh klan Tiger Dark.


Mungkin itu hanya perasaannya saja, karena meskipun dia telah membunuh semuanya dengan menggunakan cara yang lebih tragis tapi adik kesayangannya selamanya tidak akan pernah hidup lagi.


“Kenapa tidak ada satu pun foto keluarga yang terpasang diseluruh rumah ini?” gumam Rayden yang entah kenapa itu malah menarik perhatiannya.


Benar saja, setelah kepergian Evan dan Double Jay. Sam Joseph menyuruh semua pelayannya untuk membakar semua foto Evan yang ada diseluruh rumah itu.


Kemudian, Sam Joseph juga memanipulasi data pemerintah mengganti foto identitas Evan dengan Foto salah satu anak buahnya yang disana.


Sam Joseph sengaja melakukan itu agar Evan tidak dikejar lagi oleh Rayden, cukup dia yang menjadi orang bersalah atas kematian putri satu-satunya keluarga Xavier itu dan menerima hukumannya.


Dan bukan hanya keluarga Evan, keluarga Double Jay pun juga ikut menjadi korban atas kemarahan Rayden.


“Aku akan membunuhmu dan seluruh keluargamu. Kau tunggu saja, Cano!” ujar Evan dengan tatapan penuh kebencian melihat sosok Rayden saat itu.


Bersambung.............


Note :


Hay, kak!😄😄😄


Jangan Lupa guys!


Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉


Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚


Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌


Terima kasih All!😙😘😚

__ADS_1


__ADS_2