Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Resepsi Pernikahan Part.2


__ADS_3

Zhia kembali menatap Rayden dengan intensnya. Lalu terjadilah adegan saling memandang lagi diantara mereka yang berlangsung cukup lama.


Suasana kembali menegang, apalagi Zhia masih terdiam menatap pada Rayden. Sementara semua orang sudah dibuat tidak sabaran untuk mendengar jawabannya.


Didalam hatinya, Rayden sudah pasrah dengan jawaban Zhia nantinya. Hingga sebuah suara berhasil memecahkan keheningan diruangan itu.


“Mamah, Ayo cepat katakan ‘ Iya’!” teriak Lucia yang kini sudah berdiri diatas kursi yang didudukinya.


Semua mata pun langsung tertuju kearah sumber suara, begitu juga dengan Rayden dan Zhia. Berbeda dengan Grandpa dan Grandmanya yang lebih terlihat shock dengan ulah dari cucunya itu.


Lucia sudah tidak sabar ingin mendengar jawaban dari mamahnya, makanya dia melakukan hal itu. Semua orang pun tertawa melihat tingkah menggemaskan Lucia itu.


“Luci, apa yang kau lakukan? Cepat turun sekarang!” perintah Julia dengan nada bicaranya yang rendah, namun penuh penekanan.


Mendapat titah dari sang ibu suri, Lucia pun segera turun dan duduk tenang kembali di kursinya dan berkata” Maaf, Grandma! Heheheee,….”


“Wahhh,….benar-benar gadis pemberani! Sama seperti Grandmanya!” gumam Noland yang takjub dengan cucunya itu.


“ Luci, good job!” bisik Luca yang malah memuji ulah sang adik kembarnya, dia pun mengacungkan kedua jempolnya pada Lucia.


Setelah memastikan Lucia kembali diam dan duduk tenang, mata Rayden dan Zhia kembali saling melempar pandangan. Sehingga membuat sang pendeta harus mengulang pertanyaannya kembali pada Zhia.


“Nona Arzhia Mave Xavier, apakah engkau bersedia?”


Zhia terdiam sejenak menatap kearah sang pendeta, suasana kembali menjadi tegang hanya tinggal menunggu jawaban dari Zhia dan akhir kisah cinta yang berawal dari $100 ini telah resmi dimulai dengan ikatan sebuah pernikahan yang suci dan penuh kesakralan.


“ Ya, saya bersedia!”


Jawaban yang sudah di tunggu-tunggu akhirnya keluar juga dari bibir Zhia.


Semua orang kembali bersorak sorai ikut merasakan kebahagiaan itu, terutama si kembar Luca dan Lucia yang menjadi sangat heboh melihat papah dan mamahnya akhirnya bisa bersatu kembali.


Namun Rayden malah terlihat tercengang saat mendengar jawaban Zhia yang jauh berbeda dari pemikirannya.


Ternyata Zhia tadi hanya ingin mempermainkan dirinya saja, makanya dia mengulur waktu untuk menjawabnya. Hal itu terlihat jelas dari senyuman indah Zhia yang terasa meluluhkan hatinya.


"Dengan ini kalian berdua saya nyatakan sudah sah menjadi pasangan suami istri dimata hukum dan dimata Tuhan. Selamat untuk kalian berdua!"


Sang pendeta kemudian mengumumkan kepada semua orang dan berlalu pergi meninggalkan altar. Karena tugasnya memang sudah selesai.


Rayden dan Zhia kini menghadap kearah tamu undangan dengan lampu sorot yang terus mengarah pada mereka.


"Sayang, bagaimana perasaanmu setelah menikahkan anak-anak kita!" ujar Noland pada istrinya Julia yang berdiri disampingnya sembari mengusap sisa airmata yang ada dipelupuk matanya.


“Mamah sangat bahagia, Pah! Bahkan kebahagian ini tidak bisa mamah gambarkan dengan sebuah kata-kata, pah!”


Julia memeluk suaminya dengan erat, airmata kebahagian kembali keluar tanpa mampu dia tahan.


“Papah juga, Mah! Akhirnya putra kita satu-satunya sekarang sudah resmi menikah dihadapan Tuhan!” ujar Noland yang juga merasa tterhari menyaksikan pernikahan putranya yang selam ini sangat dia impikan itu.


“Grandpa dan Grandma kenapa menangis?” tanya Lucia yang melihat Grandpa dan Grandma menangis sambil berpelukkan.


“Tidak, sayang! Granpda dan Grandma hanya merasa sangat Bahagia melihat papah dan mamah kalian akhirnya mengucap janji pernikahan juga.” Ujar Julia yang taktahu harus berkata apa.


“Kalau Bahagia harusnya tersenyum dan tertawa, tapi kenapa kalian malah menangis?” gumam Lucia yang tidak mengerti apa yang dikatakan Grandmanya barusan.


“Orang dewasa memang aneh, Luci! Sudah biarkan saja!” sahut Luca yang tidak mau ambil pusing dengan sikap Grandpa dan Grandmanya.


“Sekarang waktunya pasangan pengantin baru kita ini untuk saling bertukar cincin dan berciuman!”


Suara Will kembali mengalihkan perhatian semua orang pada Rayden dan Zhia yang masih berdiri diatas Altar dengan lampu sorot yang setia menerangi mereka.


“Silahkan berikan cincinnya!” lanjut Will lagi.


Kemudian Alea muncul dengan membawa cincinnya. Dan ternyata cincin itu adalah cincin pernikahan Rayden dan Zhia.


Khusus untuk cincin pernikahan Rayden memang sudah menyiapkan semenjak lama, semenjak dia mengetahui bahwa si kembar adalah anak kandungnya.


Tak mau menunggu lama lagi, Rayden langsung meraih cincin itu dan menyematkannya di jari manis milik Zhia.


Zhia hanya terdiam dengan airmatanya yang kembali bercucuran diwajah cantiknya, dia menatap lekat wajah pria yang kini menjadi suaminya lagi.


Kini bergantian Zhia yang menyematkan cincin dicari manis milik Rayden.


Suara tepuk tangan dan sorak sorai semua tamu undangan semakin memeriahkan suasana pernikahan yang dipenuhi rasa haru dan kejutan. Hingga Will kembali berulah dengan menuntut Rayden dan Zhia untuk berciuman saat itu juga.


“ Cium … cium … cium…”


Suara Will berhasil memprovokasi semua orang, sehingga semua orang ikut menyuarakan kata ’Cium’ pada pasangan pengantin baru itu. Rayden ataupun Zhia sama-sama tersentak ketika mendengarnya.


Menyadari Zhia yang terlihat sangat gugup, Rayden pun meraih tubuh Zhia itu mempersempit jarak diantara mereka. Lalu mencium kening Zhia lembut, namun begitu dalam.


Awalnya Zhia sedikit terkejut dengan ciuman Rey dikeningnya. Tak lama kemudian dia mulai menikmati ciuman hangat bibir Rayden dikeningnya itu.

__ADS_1


Para tamu undangan pun merasa sedikit kecewa, begitu juga dengan pembaca setia disini. Namun perkataan Rayden selanjutnya membuat semua orang kembali bersemangat.


"Untuk sekarang ciuman dikening saja! Untuk ciuman yang lain kami akan melakukannya didalam kamar saja!" ujar Rayden begitu melepas ciuman dikening Zhia.


Zhia pun menatap tajam pada Rayden, wajahnya berubah merah seperti kepiting rebus malu sendiri dengan perkataan Rayden.


Meskipun begitu, Zhia sangat menyukainya hingga suara Lucia membuat pasangan pengantin itu tersipu malu.


“Yaaahhh,…..Papah! Cium mamah yang banyak ‘dong!” seru Lucia yang lagi-lagi menyuarakan pendapatnya tanpa malu didepan semua orang.


“Ya Tuhan! Anak siapa itu barusan?” ujar Rayden dengan tampang terkejutnya saat mendengar perkataan putri kecilnya sendiri.


“Anakmu, Ray! Kalau bukan anak siapa lagi?” sahut Zhia dengan sedikit kesal.


Disaat bersamaan dia juga merasa lucu dengan perbuatan putrinya itu.


“Iya, benar! Itu anak kita, meskipun kelakuannya sedikit bar-bar mirip dengan ibunya! Hahaha,…..”


Rayden kembali memeluk Zhia, seraya sedikit meledeknya karena merasa gemas melihat istrinya yang sangat cantik hari ini.


“Mulai lagi ‘deh!” sahut Zhia, tapi dia tidak menolak pelukan hangat Rayden.


‘Waahh,…..Wahhh,…Ternyata anaknya yang kurang puas! Hahaa,…” ujar Will yang menertawakan Tuan dan Nyonya mudanya itu.


“Astaga! Luci, apa yang kau bicarakan barusan!”


Julia tidak menyangka bahwa Lucia kan menagtakan hal itu dengan lantang dan wajah polosnya.


“Kenapa Grandma?” tanya Lucia yang memang hanya berpikiran polos saja, tanpa tahu orang dewasa mengartikan lain dari perkataannya yang barusan.


Julia dan Noland hanya bisa menepuk keningnya, mereka bingung harus menjelaskan bagaimana lagi pada cucunya itu.


Semua orang yang kembali bersorak sorai seakan mengerti ciuman lain yang dimaksud oleh Rayden, tapi yang membuat mereka tertawa sampai sakit perut. Karena mendengar perkataan Lucia yang sangat polos itu.


“Hay, Will! Giliran aku tampil ‘dong!” ujar Levi yang tiba-tiba muncul dibelakang Will dan berbisik padanya.


Beruntung jantung Will sangat kuat, sehingga dia tidak perlu dibawa ke rumah sakit karena serangan jantung.


“Astaga! Kau rupanya?” seru Will yang menatap Levi dengan kesal.


“Iyalah, masa setan! Cepat ‘yah, aku akan standby dibelakang panggung.” sahut Levi.


Setelah mengatakan itu, Levi mulai bersiap dibelakang panggung sampai pada waktunya dia menampilkan hadiah pernikahan untuk Tuan dan Nyonya mudanya itu.


“Hadirin sekalian! Kami telah menyiapkan sebuah penampilan yang specktakuler pada hari yang sangat istimewa ini. Seseorang yang tidak pernah kalian duga akan membawakan sebuah lagu yang yang sangat indah. Silahkan menikmati penampilan ini sembari menyantap makanan yang telah disediakan!” Ujar Will yang melakukan sesuai yang Levi minta.


Alunan musik yang indah pun mulai terdengar memenuhi aula pesta, sebuah lampu sorot mulai mengarah kesudut ruangan tempat masuk menuju atas altar pernikahan.


“Siapa ‘yah, Pah?’ tanya Julia pada Noland.


“Apakah bocah itu!” ujar Noland yang hanya satu orang dikepalanya yang tidak lain pasti Levi orangnya.


Karena sebelumnya Levi mengatakan akan menyumbang lagu diacara resepsi pernikahan ini.


Benar saja, Levi mulai berjalan naik kepanggung dengan penuh charisma yang menarik jomblo-jomblo yang hadir diacara resepsi pernikahan itu.


Levi menyanyikan sebuah lagu berjudul Beautiful in white By Shane Filan dengan iringan instrumental piano dan Violin dipadukan dengan suara merdu milik Zaen Levi yang sangat memikat semua orang yang mendengarnya.


...Not sure if you know this...


...Aku tak yakin kau tahu ini...


...But when we first met...


...Namun sejak pertama kita bertemu...


...I got so nervous I couldn't speak...


...Aku merasa begitu gugup, aku tak bisa berucap...


...In that very moment...


...Pada saat itu juga...


...I found the one and...


...Aku menemukan seseorang dan...


...My life had found its missing piece...


...Hidupku menjadi lengkap...


...Reff...

__ADS_1


...So as long as I live I love you...


...Jadi selama aku hidup, aku mencintaimu...


...Will have and hold you...


...Aku akan memiliki dan memelukmu...


...You look so beautiful in white...


...Kau terlihat begitu cantik dengan gaun putih...


...And from now 'til my very last breath...


...Dan mulai sekarang sampai nafas terakhirku...


...This day I'll cherish...


...Hari ini akan selalu kuingat...


...You look so beautiful in white...


...Kau terlihat begitu cantik dengan gaun putih...


...Tonight...


...Malam ini...


...What we have is timeless...


...Apa yang kita miliki abadi...


...My love is endless...


...Cintaku tak ada habisnya...


...And with this ring I...


...Dan dengan cincin ini aku...


...Say to the world...


...Katakan pada dunia...


...You're my every reason...


...Kau adalah alasanku...


...You're all that I believe in...


...Hanya kau yang aku percaya...


...With all my heart I mean every word...


...Dengan sepenuh hati aku bersungguh-sungguh...


...Back to Reff...


Bahkan Zhia dan Rayden masih tidak percaya bahwa seseorang yang sedang mennyanyi di acara pesta pernikahan mereka itu bukanlah Levi, melainkan orang lain.


Terkejut dan takjub, itulah yang dirasakan oleh orang-orang yang selama ini dekat dengan Levi tapi tidak mengetahui tentang kemampuannya ini.


Bersambung..................


Note :


Hay, kak!😄😄😄


Jangan Lupa guys!


Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉


Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚


Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌


Terima kasih All!😙😘😚

__ADS_1


__ADS_2