Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Hari Yang Sibuk!


__ADS_3

Kasus pembunuhan Rayna dan pembasmian klan Tiger Dark benar-benar terlupakan begitu saja.


Noland membawa Julia keluar negeri untuk memulihkan kesehatan Julia, sementara Rayden mulai disibukkan dengan berbagai perkerjaan kantor yang dibantu oleh Will.


Mereka sama-sama belajar dari nol, sedangkan Levi belajar dengan senior yang ada didalam klan dengan sangat giat.


Evan dan Jayden juga meninggalkan negara A untuk mendirikan klan Tiger Dark lagi.


Sam Joseph memiliki beberapa aset dinegara B atas nama orang lain, karena itulah Evan bersama dengan Jayden ingin mencoba mengembangkan asset yang tersisa untuk bisa membalaskan dendam mereka.


Sedangkan Jaydon lebih memilih tinggal bersama dengan rasa penyesalan dan perasaan bersalah yang setiap malam menghantui tidurnya.


Jaydon menganggap semua itu sebagai karma atas semua perbuatan buruknya selama mengikuti pergaulan Evan dan adik kembarnya itu.


...Flashback Off,…………………….....


Keesokan harinya, Rayden dan Zhia mengambil penerbangan dini hari untuk kembali.


Awalnya Rayden menolak dan terjadi perdebatan seru antara dia dengan istrinya yang berakhir dengan dia harus mengalah tentunya.


Rayden dan Zhia sampai di bandara International Airport Negara A pada siang harinya.


Begitu turun dari pesawat, Rayden dan Zhia sudah disambut oleh Will yang sudah menunggu kedatangan mereka dari beberapa jam yang lalu.


Rayden hanya mengantarkan Zhia sampai didepan manshion, setelah itu dia dan Will langsung menuju keperusahaan untuk menemui papahnya.


Beruntung untuk Zhia, karena saat sampai dia sampai dimanshion kedua anak kembarnya masih berada disekolah dan kemungkinan akan pulang sore nanti atau menjelang malam karena ada beberapa les tambahan untuk mereka.


Setidaknya untuk beberapa saat, Zhia bisa terhindar dari pertanyaan si kembar yang selalu menanyakan baby boy yang Rayden janjikan sebelum pergi.


Jika mengingat tentang itu, ingin rasanya Zhia menendang suaminya itu sampai keluar angkasa karena menjanjikan hal yang sangat mustahil pada anak-anaknya.


Zhia hanya berbincang santai dengan mamah Julia sambil membuat kue untuk si kembar.


Yah, sepertinya kue itu bisa digunakan untuk mengalihkan pertanyaan tidak terduga si kembar nanti.


Berbeda dengan Rayden yang langsung di sibukkan dengan berbagai hal yang membuat pening kepala sang author karena bingung mau membahas yang mana terlebih dahulu.


Okay, kita bahas mengenai klan mafia saja yang sedang memanas. Karena perusahaan masih cukup lancar, hanya beberapa dokumen saja yang menumpuk bagaikan gunung Himalaya tapi itu bisa diurus nanti.


Saat ini Rayden, Will dan Noland sedang berada diruangan Ceo.


Mereka mulai mengurutkan satu persatu masalah yang sedang mereka hadapi sekarang, tapi focus mereka terpaku pada pelaku yang membunuh Rayna dimasa lalu.


“Will, apa kau sudah menemukan apa yang aku minta?” ujar Rayden yang meminta laporan pencarian dari Will terlebih dahulu mengenai keluarga Sam Joseph secara terperinci.


“Sudah, Tuan! Tapi hasilnya masih sama saja seperti 10 tahun yang lalu.”


Will pun menyerahkan semua yang dia dapat dari pencariannya selama dia kembali dari pulau.

__ADS_1


“Aku masih yakin, kalau ada yang kita lewatkan selama ini! Tapi apa?” gumam Rayden yang harus memutar otak akan hal yang sangat mengganggu pikirannya itu.


“Menurutmu apa, Cano?” ujar Noland yang merasakan hal yan sama dengan putranya itu.


“Entahlah, Pah! Tapi sepertinya dulu Cano juga pernah mengalami hal yang serupa seperti sekarang, tapi entahlah!” sahut Rayden sembari memijat pelan pelipisnya yang terasa berdenyut dan sedikit pusing.


“Bagaimana dengan Levi?” lanjut Rayden lagi yang kini teringat dengan tugas yang dia serahkan untuk Levi.


“Dia sedang bersenang-senang sekarang, Tuan! Tapi kemarin dia menghubungiku, katanya dia sedikit kewalahan menghadapi pengganti Jaydon disana.”


Jelas Will yang melaporkan sesuai dengan apa yang dia dengar dari Levi saat menghubungi di rumah Evan kemarin.


“Penganti Jaydon? Apakah Levi mengetahui siapa dia?” tanya Rayden yang menjadi penasaran dengan sosok yang berhasil menandingi Levi itu.


“Levi tidak tahu siapa orang itu, katanya setiap orang itu muncul selalu menggunakan topeng.”


Will kembali menjawab sesuai apa yang dikatakan Levi tentunya.


“Benarkah? Dimana Levi sekarang? Suruh dia untuk segera menemuiku!” Perintah Rayden pada Will.


“Baik, Tuan!” sahut Will, dia pun segera mengambil ponsel yang berada disaku jasnya.


Belum sempat Will menekan nomor Levi, orangnya sudah menelpon duluan.


Sepertinya mereka berdua sudah terikat ikatan batin sejak pertama bertemu dulu. Will pun segera menerima panggilan telepon Levi dengan cepat.


Sampai-sampai Rayden dan Noland yang berdiri didekatnya terlonjak kaget saat mendengarnya.


“Sialan kau! Hampir tuli telingaku ini. Tidak sekalian berteriak menggunakan pengeras suara, Hah!”


Levi yang tidak terima pun berteriak balik pada Will sampi terdengar oleh Rayden dan Noland disana.


Will tahu itu akan terjadi, makanya dia langsung menjauhkan ponselnya dengan cepat dari telinganya.


“Astaga, papah hampir saja jantungan Cano!” ujar Noland sembari mengelus-elus dadanya yang masih berdetak dengan kencangnya.


“Will, sekali lagi kau melakukan hal itu didekatku! Pita suaramu itu akan aku cabut dan aku jadikan benang layangan untuk putraku, kau mengerti!” ujar Rayden yang menatap Will dengan tatapan membunuhnya.


“Hehehee,…..Maaf, Tuan! Sudah kebiasaan, jadi tanpa sadar begitu!”


Will hanya bisa tersenyum dengan tampang bodohnya.


“Kebiasaan! Kebiasaanmu, hampir membuatku terkena serangan jantungan tahu Will!” ketus Noland yang juga melontarkan tatapan tajamnya pada Will.


“Rasain kau!” ujar Levi yang ternyata mendengar ancaman itu.


“Sialan, dimana kau sekarang?” tanya Will dengan nada bicara yang layat untuk didengar.


“Aku berada dimarkas besar sekarang! Tanpa sengaja aku menangkap sesuatu tadi, jadi aku gabungkan dengan yang satunya!” ujar Levi yang memberitahukan lokasinya dan juga mengatakan hal yang membuat Will kesala karena tidak mengerti.

__ADS_1


“Menangkap sesuatu apa? Nyamuk? Lalat? Atau udara? Kalau bicara yang jelas, biar aku bisa mengerti!” seru Will dengan kesal.


“Sialan kau menangkap udara kentut busukmu itu! Aku berhasil menangkap Grace tadi.” ujar Levi walau terdengar ikut kesal.


“Lebih baik kalian kemarkas besar sekarang. Aku akan menjelaskan semuanya!” sambung Levi, setelah itu langsung menutup sambungan teleponnya secara sepihak.


“Sialan sekali bocah psikopat ini! Berani-berani menutup teleponku terlebih dulu. Ini sudah ke,_......? Ke berapa ‘yah?” gumam Will yang bingung karena lupa menghitungnya, sebab memang Levi selalu seperti itu.


“Ada apa?” tanya Rayden yang menyadarkan pikiran bodoh Will.


“Tidak ada, Tuan! Levi sekarang sedang berada dimarkas besar, katanya dia berhasil menangkap Grace tadi!” ujar Will yang segera memberitahukan apa yang tadi dikatakan oleh Levi.


“Kalau begitu, Ayo kita segera ke markas sekarang!” Perintah Rayden yang segera pergi menuju kemarkas besar klannya.


“Hay, Cano! Bagaimana dengan papah? Papah sudah bebas tugas ‘kan sekarang?” seru Noland yang menghentikan langkah Rayden.


“Bisakah papah membantuku hari ini! Banyak sekali yang harus aku urus di klan setelah pergi berbulan madu. Padahal seharunya masih beberapa hari lagi Cano dan Zhi menikmati masa indah berdua, tapi gara-gara kecoa sialan itu aku harus merelakannya dengan berat hati!” ujar Rayden yang menyimpan beban pribadi pada orang yang terus menerornya saat dipulau.


“Tuan, kalau sudah merelakannya seharusnya tidak merasa berat hati ‘dong!” sahut Will yang langsung mendapat tatapan membunuh dari Rayden.


“Hahahaa,….Benar sekali katamu, Will! Ya sudah sana pergilah, papah kasihan padamu. Jadi untuk hari papah akan menyelesaikannya, tapi tidak untuk besok!” ujar Noland yang malah sependapat dengan Will bahkan menertawakan nasib putranya itu.


Tanpa berniat menyahuti perkataan papahnya, Rayden pun segera meninggalkan ruangan itu untuk pergi menuju markas besar.


Mendengar Levi telah berhasil menangkap Grace, dia pun jadi teringat dengan Liam yang belum dia beri hukuman apapun.


“Will, mulutmu itu benar-benar ingin dijahit ‘yah! Atau pita suaramu harus aku keluarkan dulu baru kau bisa paham.” ujar Rayden saat didalam Lift, hingga membuat semua bulu kuduk Will merinding bahkan sampai yang tidak terlihat juga ikut berdiri dengan tegaknya.


Bersambung.............


Note :


Hay, kak!😄😄😄


Jangan Lupa guys!


Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉


Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚


Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌


Terima kasih All!😙😘😚

__ADS_1


__ADS_2