Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Kembali Beraksi! Part. 2


__ADS_3

“Baguslah, kau sudah tahu apa yang perlu dilakukan sekarang bukan?” ujar Noland yang tak ingin memberi perintah yang sama untuk kedua kalinya.


“Ya Tuan besar! Saya akan mulai menyelidiki dari awal lagi mengenai keluarga Sam Joseph, sepertinya kita melewat pada bagian itu.” sahut Will yang memang sudah memikirkan semuanya saat diperjalanan dirinya kembali ke negara A.


“Kau benar! Kita sudah membunuh semuanya tapi ternyata sekarang pelaku utamanya yang kita cari malah muncul dan berniat untuk balas dendam. Aku akan menambahkan penjagaan ketat pada si kembar dan juga beberapa pengawal bayangan disekeliling mereka. Setidaknya dengan begitu kita bisa menghindarin hal-hal yang tidak kita inginkan.” ujar Noland yang segera mengambil langkah untuk melinddungi kedua cucunya.


“Iya, Tuan besar! Tuan muda juga melakukan hal sama terhadap Nyonya muda!”


Will langsung menyetujui langkah yang diambil kedua Tuannya itu, karena jika tidak dia yang akan kena imbasnya lagi.


“Ini sudah malam, kau boleh pergi sekarang!” ujar Noland yang menyuruh Will untuk pergi dan melaksanakan tugasnya itu.


“Baik, Tuan besar! Kalau begitu saya pamit undur diri sekarang.” Will langsung membungkukkan badan memberi hormat sebelum dia pergi meninggalkan ruangan itu.


Setelah kepergian Will, Noland terduduk lemas seorang diri didalam ruang kerja pribadi milik Rayden.


Noland menangis sesegukkan didalam keheningan ruangan itu sembari memandangi foto putri yang bernasib sangat malang.


Jika saja Noland bisa menjaganya dengan baik mungkin sekarang Rayna, putri kesayangannya akan tumbuh menjadi wanita yang palin cantik di negara A.


Menikmati segala yang dia punya, menjadi putri yang sangat disegani dan dipuja oleh banyak pria hebat didunia.


Sayangnya, takdir tidak sesuai keinginannya. Rayna harus meninggal dunia dengan membawa banyak luka atas perbuatan beberapa orang yang tidak bertanggung jawab dan bahkan tidak pernah mengakui kesalahannya sampai sekarang.


“Maafkan papah, putriku sayang! Hiks,….Papah bukanlah papah yang baik. Papah yang tidak bisa menjagamu, putriku! Seharusnya kau hidup dengan penuh kebahagian sekarang, tapi karena ke tidak mampuan papah menjagamu. Kau mamalah pergi dengan membawa begitu banyak luka. Semuanya salah papah, Rayna!” Hiks,…hiksss,….”


Hatinya kembali dipenuhi dengan rasa penyesalan yang teramat besar, karena tidak bisa melindungi putinya sendiri dengan segala kekuasaan dan uang yang dia miliki saat itu.


Noland semakin menangis terisak mentap foto putrinya yang sudah tidak bernyawa dengan tubuh yang dipenuhi luka.


Hanya melihatnya saja, Noland dapat merasakan bagaimana putrinya menahan sakit atas semua luka yang dialami oleh putrinya.


Cukup lama Noland menangis seorang diri didalam ruangan itu. Setelah menenangkan hati dan pikirannya, Noland pun kembali kekamarnya.


Noland langsung memeluk dan mencium kening istrinya yang ternyata sudah terlelap dalam tidurnya sembari berkata "Kau tidak boleh mengingatnya lagi, istriku! Aku pastikan kali ini orang yangvtelah membunuh putri kita akan mati ditanganku sendiri!"


...****************...


Beralih didalam kamar si kembar, ternyata Luca dan Lucia sedang mengadakan diskusi dadakan.


Diskusi mereka mengenai rencana mereka untuk menanam virus pada computer Evan agar mereka bisa meretas semua informasi yang ada didalamnya.

__ADS_1


“Kak, bagaimana kalau besok saja! Apapun yang terjadi besok kita harus mengunjungi rumah paman Evan! Luci tidak ingin setiap malam bermimpi buruk terus hanya karena curiga ini pada paman Evan!” seru Lucia yang terdengar seperti sudah tidak bisa berdiam diri lagi.


“Baiklah, kakak akan menyiapkan alatnya sekarang! Besok kau yang harus membuat alasan untuk bisa pergi setelah pulang sekolah, okay?” ujar Luca yang mengambil sebuah flashdisk dan memasukkan kedalam tas sekolahnya.


“Terima kasih, kak Luca! Kak Luca memang yang kakak yang terbaik didunia.”


Lucia pun langsung memeluk erat Luca sebagai tanda atas rasa terima kasihnya, karena sang kakak selalu saja menuruti apapun yang dia inginkan.


“Iya sudah sana, kembali kekamarmu! Ini sudah malam, sebaiknya kita tidur sekarang!” ujar Luca yang menyuruh adik kembarnya itu untuk tidur, karena besok ada rencana besar yang harus mereka lakukan.


“Baiklah, kak! Selamat malam.” ucap Lucia sembari berjalan keluar dari dalam kamar Luca.


“Selamat malam juga, semoga kali ini kau bisa bermimpi indah Luci!” Luca pun berbalik mengucapkan selamat malam pada adiknya.


“Makasih kak Luca!” sahut Lucia dengan senyuman manisnya.


...****************...


Keesokan harinya, Luca dan Lucia beraktivitas sepertin biasanya. Sarapan bersama dengan Grandpa dan Grandmanya, tidak lupa menanyakan adik baby boynya.


Setelah itu Julia mengantarkan Luca dan Lucia kesekolah dan akan menjemputnya ketika waktu sekolah selesai.


Karena itulah Rayden tidak pernah membiarkan Zhia seorang diri tanpa pengawasan langsung darinya.


Dan karena itulah Rayden membuat berbagai alasan agar sementara mereka tetap berada dikamar sampai dia menemukan sedit petunjuk mengenai para musuhnya.


Seusai pulang sekolah seperti biasa Grandma kesayangan si kembar menjemput mereka untuk pulang kemanshion.


Disaat itulah Lucia mengeluarkan jurus andalan bujuk rayunya untuk mengijinkan mereka pergi kerumah Evan hari ini juga.


“Cucu tersayang, Grandma! Bagaimana hari kalian disekolah, apakah menyenangkan?” ujar Julia yang menyambut kedua cucu kembarnya dengan senyuman yang merekah begitu Luca dan Lucia masuk kedalam mobil.


“Grandma, Luci ingin melakukan home tour dirumah paman Evan!” Lucia pun memulai aksinya untuk membujuk Grandmanya.


“Grandma ‘kan sudah pernah bilang, kalau mau berkunjung kesana harus bersama papah kalian!” ujar Julia yang mencoba menolak secara halus dan memberi sedikit pengertian pada cucunya itu.


“Tapi papah dan mamah ‘kan sedang pergi liburan, sedangkan kalau papah kembali pasti akan langsung sibuk dengan pekerjaannya. Kapan kami bisa berkunjung ketempat paman Evan?”


Luca pun harus turun tangan untuk membantu sang adik membujuk Grandmanya.


“Tuh ‘kan, kalau tidak kami menyusul mamah dan papah liburan saja. Luci dan kak Luca ‘kan bosan didalam rumah terus setelah pulang sekolah!” ujar Lucia yang semakin mendesak Grandmanya dengan membuat dua pilihan yang sangat sulit untuk dipilih oleh Julia.

__ADS_1


“Iya, Luca juga tidak mau dipaksa melakukan banyak latihan bela diri lagi sama Luci! Setidaknya hari ini bisa libur, kemarin kan sudah berlatih cukup banyak.” sahut Luca yang sebenarnya memanfaatkan untuk menghindari latihan bela dirinya dengan Lucia.


“Cukup banyak! Kemarin ‘kan hanya latihan teknik dasar Taekwondo, Muaythai dan Ju jitsu saja. Masih banyak beladiri lain yang belum Luci ajarkan pada kak Luca!” sahut Lucia yang malah teralihkan oleh perkataan sang kakak.


“Kan kemarin juga ada latihan panahan, bukankah itu sudah terhitung cukup banyak?” ujar Luca yang malah mengingatkan sangm adik dengan apa saja yang telah dia pelajari kemarin, tapi malah melupakan tujuan utama mereka untuk mengunjungi rumah Evan.


“Itu belum cukup, kak Luca! Besok dan seterusnya harus masih tetap latihan sampai kemampuan kakak bisa seperti Luci!” seru Lucia yang sudah menargetkan sang kakak agar setara dengannya.


“Hay, kenapa kau yang menentukan? Mau latihan atau tidak ‘kan terserah kakak!” ujar Luca yang tidak begitu menyukai rencana Luci kedepannya.


“Luci ‘kan gurunya, jadi Luci yang akan menentukan waktu latihan kakak untuk seterusnya. Tapi untuk sekarang kita harus mengunjungi rumah paman Evan terlebih dahulu, boleh ‘yah, Grandma?”


Julia hanya bisa menepuk jidatnya sendiri melihat tingkah kedua cucu kembar kesayangannya itu.


Apalagi Lucia tadi dia sangat focus berdebat dengan kakaknya, tapi dengan mudahnya dia mengalihkan pembicaraan kembali pada poin utama mereka.


“Boleh ‘lah, Grandma?”


Ditambah lagi dengan tingkah Luca yang malah terdengar sebagai sekutu yang sangat solid dengan Lucia setelah perdebatan diantara mereka.


Bersambung........


Note :


Hay, kak!😄😄😄


Jangan Lupa guys!


Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉


Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚


Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌


Terima kasih All!😙😘😚

__ADS_1


__ADS_2