
“Apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana mereka semua bisa tahu? Bukankah kau dan Cano sudah mengurus hal ini?”
Deretan pertanyaan langsung Noland lontarkan kepada Will.
“Tuan, sepertinya ini juga perbuatannya Tuan Kecil! Menurut pendapatku sepertinya, Tuan kecil berniat untuk memberikan jalan keluar lagi untuk Evan!” ujar Will yang hanya mencurigai satu orang yang bisa melibatkan pihak luar yang paling berkuasa, sehingga memungkinkan Evan tidak bisa bergerak dnegan bebas dimana pun. Karena menjadi buronan seluruh orang didunia.
“Kau benar, Will! Sepertinya ini memang perbuatannya Luca. Karena itulah, kita juga harus mulai bergerak! Luca sudah mematahkan sayap dan kakinya, hingga mereka tidak dapat melarikan diri lagi. Sisanya kita tinggal membunuhnya saja! Kumpulkan anak buah yang tersisa untuk mengawasi bekas rumah Sam Joseph, sebab aku yakin Evan tidak mungkin berani menginjakkan kakinya dibandara.”
Kali ini Noland akan menyimpan pertanyaannya kepada si kembar untuk nanti. Prioritasnya saat ini adalah menyelamatkan Zhia dan mengintai markas lawan, karena dalam keadaan terdesak bisa saja Evan melakukan hal buruk pada Zhia sebagai pelampiasan kebenciannya.
“Baik, Tuan! Saya akan memberikan perintah lanjutan pada mereka untuk mengawasi tempat itu.” sahut Will yang langsung menegerti apa yang harus dia lakukan sekarang.
“Bagaimana dengan Cano? Kapan kemungkinan dia bisa tiba disini!” ujar Noland lagi.
“Tuan mengatakan paling tidak dua hari lagi mereka akan tiba! Hanya Tuan muda dan Levi saja yang bisa kembali dengan cepat, Tuan!” jelas Will.
“Hanya Cano dan Levi? Jadi ini rencana Evan yang sebenarnya selama ini. Membuat sebagian anak buah kita terjebak di dua pulau itu agar bisa membuat pasukan kita menjadi berkurang.”
Noland mulai menyadarinya dan kemungkinan Rayden juga sudah menyadarinya, karena itulah dia mempertaruhkan segala agar bisa kembali secepatnya.
Will pun sepertinya juga mulai sadar bahwa mereka semua tengah dipermainkan oleh Evan, melihat dari ekspresi wajahnya.
“Will, kita mulai sekarang! Kita tunjukkan kekuatan keluarga Xavier yang sebenarnya pada pecundang itu!” ujar Noland lagi yang menatap kearah Will dengan penuh arti.
“Baik, Tuan! Saya mengerti, akan saya siapkan semuanya dengan baik.”
Will pun segera memberi hormat pada Noland dan kemudian pergi begitu saja.
“Aku akan menghubungi mereka, kau bisa kembali melakukan tugasmu sekarang!” Perintah Noland pada kepala pelayan tadi.
“Baik, Tuan!” sahut kepala pelayan itu yang langsung kembali melakukan tugasnya seperti biasanya.
Sementara Noland langsung pergi menuju keruang kerjanya. Hal pertama yang harus Noland tangani adalah masalah yang berkaitan dengan pihak Luar sepertyi FBI, ICC dan Interpol.
Noland akhirnya membuat laporan resminya kepada ketiga pihak terkait itu, sehingga resmi sudah Evan beserta kawan-kawannya menyandang predikat penjahat internasional. Penjahat yang paling dicari seluruh orang didunia.
Noland memang sudah membuat laporan terkkait dengan kejahatan Evan dan anak buahnya, tetapi dia tidak memberitahukan keberadaan Evan pada ketiga pihak tersebut.
Biarlah Evan menjadi penjahat internasional yang paling dicari, tapi untuk hukumannya keluarga Xavier sendiri yang akan melakukannya.
Sesuai dengan dugaan Noland, Evan memang tidak bisa menginjakkan kakinya dibandara lagi.
Sehingga dia terpaksa kembali menggunakan helicopter untuk sampai dirumah masa kecilnya.
...****************...
Ternyata Evan udah menyiapkan semua rencananya dengan sangat matang, dia mengatur semua anak buahnya untuk melindungi rumah itu dalam radius 1 km.
__ADS_1
Seperti biasa Evan mengurung Zhia di salah satu kamar yang ada dirumah itu, sementara Evan sedang melampiaskan amarahnya dengan mengahncurkan barang-barang yang ada disekitarnya.
“Dasar bodoh! Apa kkau tidak punya otak, Hah? Bagaimana bisa aku kehilangan perusahaan yang aku bangun dengan susah payah hanya dalam waktu satu malam saja, Hah?”
Evan membentak salah seorang pejabat tinggi dikantornya dengan sangat keras, bahkan tanpa segan lagi Evan melemparkan sebuah Vas kecil pada kepala orang itu.
“Ma-maafkan saya, Tuan! Saya juga tidak mengerti kenapa orang ini begitu hebat, dia meretas system kita dengan menyebarkan sebuah virus yang kami tidak dapat kenali. Ka-karena itulah,_........”
“Karena apa, Hah? Kau saja yang bodoh kenapa menyalahkan orang lain. Dasar sialan! Jay, bunuh saja orang tidak berguna itu! Aku tidak ingin melihatnya lagi, dia menghancurkan kerja keras kita selama ini.” Perintah Evan yang tidak peduli lagi dengan nyawa orang itu.
“Tu-tuan, tolong ma-maafkan saya,_........”
“Kalian berdua urus orang itu!”
Jayden pun memerintahkan anak buahnya yang lain untuk mengurus orang tidak penting itu.
“Baik, Tuan!”
Kedua anak buah itu pun langsung menyeret orang itu dan melakukan sesuai dengan apa yang diperintahkan.
“Jay, bagaimana situasinya sekarang?” tanya Evan yang ingin mengetahui situasinya saat ini lebih jelas lagi.
“Sangat buruk, Tuan! Kita semua sudah mendapat predikat penjahat internasional yang paling dicari selain dengan bangkrutnya perusahaan. Bisa dikatakan kita kehilangan semuanya seperti dulu lagi.”
Bukan hanya menjawab, Jayden bahkan juga menjelaskannya secara mendetail.
“Felix, bagaimana dengan keadaan di area sini? Kau sudah mengamankannya dengan baik, bukan?”
Evan pun beralih pada Felix, orang kepercayaannya yang lain lagi setelah Jayden dan Jaydon.
“Sudah, Tuan! Akan tetapi, pihak musuh sepertinya sedang mengintai kita!” jelas Felix secara singkat.
“Siapa pemimpinnya?” tanya Evan lagi yang penasaran.
“Tuan Noland sendiri dan juga ada pria yang bernama Will yang selalu berada disampingnya.” Jawab Felix lagi seperlunya.
“Sudah aku duga dua orang ini pasti cukup menyusahkan! Jay, kapan kemungkin Cano bisa menyusul kita kesini?”
Evan pun beralih bertanya pada Jayden, setelah bergumam sendiri.
“Dua hari lagi, karena menurut informasi yang saya dapatkan Cano dan Levi meminta bantuan dari tentara yang sedang bertugas diperairan. Mereka menggunakan kekuasaan keluarga Xavier untuk bisa menggunkan jet tempur para tentara itu.” Jelas Jayden sesuai informasi yang dia dapatkan dari mata-matanya.
“Berarti kini sudah saatnya, Jay! Bersiaplah untuk melawan keluarga Xavier, balaskan dendam keluarga kita.” ujar Evan lagi.
"Tentu saja, aku juga sudah tidak sabar menunggu hari itu akan datang!” sahut Jayden yang memang sudah menyiapkan diinya untuk balas dendam.
Waktu pun terus berputar, Noland dan Will hanya bisa mengawasi sekitar tempat persembunyian Evan tanpa bisa menyerangnya.
__ADS_1
Karena Noland dan Will sedangmenunggu sampai Rayden dan Levi tiba disana, kurangnya sebagian anak buahnya membuat mereka tidak terlalu banyak pilihan.
...****************...
Hari yang ditunggu pun kini telah tiba, Rayden Levi telah tiba dibandara dan langsung berlanjut menuju ketempat dimana Will dan Noland sedang menunggu mereka.
Sementara disisi lain, Luca dan Lucia sudah mulai menyadari bahwa sedang terjadi sesuatu.
Apalagi melihat Grandpanya sering pergi bersama dengan Will, mereka yang genius sadar bahwa mamahnya sekarang sudah berada di negara A lagi.
Dengan keahliannya, Luca meretas cctv yang berada dibandara untuk memastikannya sendiri.
Akan tetapi, bukan rekaman Evan dan mamahnya yang tiba dibandara, Luca malah menemukan bahwa papahnya telah kembali hari ini bersama dengan Levi tentunya.
“Ouhhh,…Ada apa ini? Papah sudah kembali hari ini, tapi kenapa tidak pulang kerumah?” gumam Luca yang tengah serius menatap layar komputernya.
“Kemana papah pergi? Aku harus mencari tahunya sekarang juga.”
Luca pun beralih melacak keberadaan sang papah. Luca sangat serius melakukan perentasan pada ponsel milik papahnya, apalagi dia sudah pernah sekali berhasil melacaknya.
“Kak Luca sedang apa?” tanya Lucia yang baru saja masuk kedalam kamar sang kakak dan penasaran dengan apa yang sedang dilakukan Luca karena terlihat sangat serius.
Akan tetapi, Luca tidak menanggapinya sama sekalikerana sedang terlalu focus dengan aksinya.
“Apa ada masalah dengan perbuatan kakak kemarin? Apakah kakak ketahuan oleh polisi? Apakah kakak akan ditangkap?” seru Lucia yang malah memikirkan hal yang tidak-tidak, bahkan reaksinya sangat natural saat mengatakannya.
Bersambung.............
Note :
Hay, kak!😄😄😄
Jangan Lupa guys!
Novel ini masih On Going 'yah! Maaf untuk sementara waktu updatenya tidak menentu🙏🙏🙏😢
Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄
Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄
Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄
Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚
Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌
Terima kasih All!😙😘😚
__ADS_1