Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Menutup Rapat!


__ADS_3

Karena tidak menemukan petunjuk apapun didalam ruang kerja Sam Joseph, Rayden langsung menyuruh membakar semua mayat yang telah dibunuhnya beserta rumah mewah itu.


Api pun menyala membumihanguskan semua yang ada disana, Rayden masih berdiri didepan rumah itu dengan tatapan kosongnya.


Sementara Evan dan Double Jay hanya bisa menyaksikan bagaimana api itu melahap habis rumah mewah itu terutama mayat orang-orang yang sangat mereka cintai.


Akibat perbuatan buruk mereka, keluarga mereka yang tidak tahu apapun menjadi korban karma yang seharusnya ditanggung oleh mereka sendiri.


Bukannya menyesal atau pun merasa bersalah, Evan dan Jayden malah menyalahkan dan menaruh dendam kepada keluarga Xavier terutama Rayden.


Sementara Jaydon tidak dapat mengartikan apapun atas tragedi yang menimpa keluarganya.


Disatu sisi, Jaydon memang sangat marah kepada Rayden karena keluarganya yang tidak bersalah dibunuh dengan begitu kejamnya.


Tapi disisi lain semua kejadian ini memang salah mereka sendiri yang menyiksa hingga mati gadis yang tidak bersalah apapun itu.


Jika harus ada yang disalahkan, seharusnya Evan dan yang lainnya ‘lah yang sangat pantas disalahkan.


Jika saja dari awal mereka mau mengakui kesalahan dan tidak melarikan diri seperti pengecut, mungkin semuanya tidak akan berakhir seperti ini.


“Siapapun yang membunuh adikku, aku harap mereka sudah mati hari ini! Rayna, katakan pada kakak. Apakah orang-orang yang melukaimu sudah sampai dineraka sekarang!”


Rayden menatap langit gelap diantara pancaran dari api yang tengah berkobar melahap seluruh rumah mewah itu tanpa sisa.


Tak lama kemudian, suara sirine mobil polisi semakin terdengar mendekati mereka.


Benar saja, sekumpulan polisi langsung mengepung Rayden dan anak buahnya dengan mengacungkan senjata untuk membuat mereka menyerahkan diri.


Semua anak buah Rayden tampak terlihat ketakutan bahwa mereka akan dimasukan kedalam penjara atas pembunuhan yang baru saja mereka lakukan.


Namun, Rayden dan Will terlihat sangat tenang meskipun polisi itu mengancamnya dengan senjata api.


“Tuan, polisi sedang mengepung kita sekarang!”


Will mencoba memberitahu Rayden mengenai kedatangan para polisi itu, karena sepertinya Rayden sedang melamun saat itu.


“Tuan Rayden Cano Xavier, anda dan seluruh anak buah anda akan kami tahan karena telah melakukan penyerangan dan pembunuhan secara brutal!”


Sang Komandan polisi itu menunjukan surat perintah penangkapan untuk Rayden beserta anak buahnya.


“Aku tahu!” sahut Rayden yang tampak tidak peduli sama sekali.

__ADS_1


“Lebih baik anda menyerahkan diri secara baik-baik sebelum kami melakukan tindakan yang lebih jauh dari ini!”


Sang Komandan polisi itu sebenarnya terlihat bingung akan sikap acuh Rayden yang tampak sangat tenang setelah membunuh dan dikepung oleh banyaknya polisi yang dia bawa.


“Hhhh,…Menyerah? Apa maksud perkataanmu?” ujar Rayden dengan senyuman sinisnya pada polisi yang menurutnya sangat tidak berguna itu.


“Lebih baik kau tutup mata, telinga dan hati atas kejadian ini seperti tidak pernah terjadi apapun! Atau aku yang akan menutup kalian secara paksa seperti aku menutup mata saat membunuh orang-orang sialan itu.”


Lanjut Rayden dengan raut wajah mengisyaratkan sebuah ancaman yang sangat serius.


Setelah mengatakan itu, anak buah Rayden yang lain pun langsung mengepung para polisi itu dengan menggunakan senjata api yang lebih mematikan bahkan Rayden juga sudah menyiapkan beberapa Sniper terbaiknya di beberapa lokasi.


Para polisi itu terperangah dengan kekuasan yang dimiliki oleh keluarga Xavier itu, bahkan jabatannya yang tinggi tidak membuat anak yang baru akan menginjak usia dewasa itu takut padanya. Malah sebaliknya dia dan anak buahnya yang takluk kepada putra keluarga Xavier itu.


Rayden dengan santainya pergi begitu saja meninggalkan tempat itu, sebelum pergi dia berkata pada komandan polisi itu “Jika ingin hidup ikuti aku sekarang!”.


Tidak ada pilihan lain lagi bagi komandan polisi itu, jika dirinya beserta anak buahnya ingin selamat maka dia harus sadar diri dan mengikuti kemauan Rayden.


Rayden berjalan menuju mobilnya di ikuti oleh Will dan komandan pasukan itu. Sementara anak buahnya yang lain tetap berada ditempat kediaman Sam Joseph untuk mengurus sisanya.


Rayden membawa komandan polisi itu ke sebuah villa yang terletak ditengah hutan. Disana sudah ada banyak orang yang mempunyai kedudukan tinggi di negara A, entah apa yang di rencanakan oleh Rayden dengan mengumpulkan semua orang penting disatu tempat seperti itu.


Tanpa disangka ada seorang anak kecil yang tiba-tiba muncul dari dalam bagasi mobil yang baru saja dinaiki Rayden.


“Siapa kau? Cepat katakan atau aku akan membunuhmu sekarang juga!” seru Will yang langsung mengarahkan senjatanya tepat dikepala bocah laki-laki itu.


Sementara, Rayden hanya menatap tajam dalam diam pada mata bocah kecil itu.


“Levi! Namaku Zaen Levi, aku hanya ingin berterima kasih saja pada Tuan ini karena sudah membantuku hari ini!”


Anak laki-laki itu pun menunjuk ke arah Rayden, hingga membuat orang yang ditunjuknya itu mengertyitkan dahinya.


Anak yang sangat pemberani, itulah yang ada didalam pikiran Will dan Rayden melihat bagaimana bocah kecil itu dengan lantang menjawab pertanyaan Will.


Sudah pasti anak kecil itu melihat pembunuhan yang dilakukan Rayden dan anak buahnya saat dikediaman Sam Joseph.


“Aku? Katakan alasannya kenapa kau harus berterima kasih padaku?” ujar Rayden dengan raut wajah tanpa ekspresi dan nada bicaranya terkesan sangat dingin dan penuh penekanan.


“Karena anda telah membunuh dan menghancurkan orang-orang itu! Sudah lama aku ingin membunuhnya sendiri dengan kedua tanganku, tapi karena aku masih kecil sangat sulit bagiku untuk melawannya sekarang.” ujar Levi kecil yang terdengar sungguh-sungguh saat mengatakannya.


“Aku tidak ingin tahu apa masalahmu dengan mereka, tapi aku melakukan semua ini bukan untukmu!” ujar Rayden yang harus menjelaskan secara lugas pada bocah itu, entah bocah itu mau mengerti atau tidak dia sebenarnya tidak peduli.

__ADS_1


Tampak jelas, Levi terdiam setelah mendengar penjelasan Rayden.


“Apa kau ingin menjadi lebih kuat lagi?” tanya Rayden yang sebenarnya dia sendiri tidak tahu mengapa dia menanyakan itu pada anak kecil.


Namun, tanpa disangka ternyata bocah kecil itu langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat sebagai tanda bahwa dia ingin menjadi lebih kuat dari dirinya yang sekarang.


“Baiklah!” sahut Rayden yang tersenyum dengan puasnya, ini pertama kalinya rayden tersenyum setelah kehilangan adik kembarnya untuk selamanya.


“Will, mulai sekarang aku serahkan bocah ini padamu! Levi akan menjadi anggota baru klan kita mulai sekarang. Jadi, kau harus melatihnya secara khusus supaya dia lebih kuat dari dirinya yang sekarang!”


Rayden pun tanpa pertimbangan langsung menerima Levi kecil masuk kedalam klan mafianya dengagn menunjuk Will secara langsung ayang akan bertanggung jawab mengurus dan mengajarinya.


“Terima kasih banyak, Boss!” ucap Levi yang segera memberi hormat kepada Rayden sebagi tanda terima kasihnya.


Sementara, Will masih diam menatap menyelidik pada bocah kecil yang sekarang berada dibawah tanggung jawabnya.


Setelah itu, Rayden pun segera masuk kedalam villa itu untuk melanjutkan apa yang sudah dia rencanakan kepada setiap pejabat tinggi yang berhasil dia undang secara paksa itu.


Semua yang Rayden lakukan sekarang demi mendiang adiknya dan juga keluarganya terutama teruntuk sang mamah yang menjadi sakit baik mental maupun fisiknya setelah kepergian Rayna yang sangat tragis itu.


Mungkin sekarang ini banyak yang mengutuknya tapi dia tidak peduli, karena mereka ‘lah yang pertama mengusik kehidupan bahagia keluarganya.


Jika tidak ada api, maka tidak akan pernah ada asap. Itulah perumpaan yang dipegang oleh Rayden.


Bersambung.............


Note :


Hay, kak!😄😄😄


Jangan Lupa guys!


Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉


Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚

__ADS_1


Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌


Terima kasih All!😙😘😚


__ADS_2