Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Mobil Baru


__ADS_3

“Tidak apa-apa! Hanya saja, kalian sedang menjadi berita utama di seluruh dunia. Kita tidak tahu apa yang sedang dikatakan orang-orang tentang kalian, jadi akan lebih aman kalau kalian tidak berkeliaran dulu! Jangan seperti mamah kalian, keras kepala dan susah dibilangin.” ujar Rayden pada kedua anak kembarnya dan secara langsung menyindir Zhia yang mengakibatkan dia harus mendapat cubitan maut lagi diperutnya.


“Kau bilang apa, Ray?”


Zhia langsung melotot kearah Rayden sementara tangannya terus saja mencubiti perut Rayden dengan kesalnya.


“Auwhh,….Auwhh,… sakit Zhi! Cubitanmu seperti capit kepiting saja.” ujar Rayden tubuhnya bergeliyat menghindari cubitan dari Zhia yang semakin banyak saja.


“Apa kau bilang? Kau sudah mengataiku keras kepala, susah dibilangin dan sekarang kau bilang aku seperti kepiting!” seru Zhia yang semakin menyerang Rayden tanpa ampun.


Bukannya membantu mamahnya, Luca dan Lucia malah membela papahnya. Mereka malah menggelitik perut Zhia, hingga membuatnya merasa geli.


Melihat hal itu, Rayden pun langsung membalas Zhia dan membantu si kembar menggelitiki Zhia sampai membuat Zhia lemas karena banyak tertawa.


Setelah puas bercanda dengan papah dan mamahnya, Luca dan Lucia pun akhirnya tertidur.


Bahkan dalam tidurnya si kembar tetap saja memperebutkan papahnya, hingga Rayden harus tidur dengan terhimpit dua malaikat kecilnya itu yang memeluk tubuhnya dengan erat.


Sementara Zhia tertidur dengan nyamannya sambil menggenggam tangan Rayden, karena Rayden tidak mau melepaskan tangan Zhia sedikitpun.


Pagi harinya, seperti biasa Zhia bangun terlebih dahulu dari yang lainnya. Zhia menatap sebentar kedua anak kembarnya yang masih terlelap, dia juga menatap Rayden yang sekarang sudah berstatus sebagai suaminya itu.


Zhia masih tidak percaya statusnya sekarang sudah menjadi seorang istri dari Rayden Cano Xavier, pria tampan yang berkuasa serta menjadi pria idaman bagi sejuta umat wanita.


Tidak ingin terpesona dengan ketampanan Rayden lagi, dia pun segera beranjak dari ranjangnya dan pergi menuju kekamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Tanpa disangka oleh Zhia, ternyata Rayden sudah bangun sebelum dirinya. Rayden hanya pura-pura masih tidur saat Zhia mulai terbangun dari tidurnya.


Melihat Zhia yang memasuki kamar mandi, Rayden pun segera menyusulnya.


Sebelum Zhia mengunci pintu kamar mandi dari dalam, Rayden sudah keburu masuk kedalam dan langsung menguncinya.


Sontak saja, Zhia pun sangat terkejut dengan kehadiran Rayden yang tiba-tiba saja masuk kedalam kamar mandi yang akan dia gunakan.


“Ray, kenapa kau kemari? Cepat keluar, aku mau mandi sekarang!” usir Zhia yang belum mengetahu bahwa pintunya sudah dikunci oleh Rayden.


Rayden tidak menjawabnya, dia malah semakin menghimpit tubuh Zhia ketembok. Zhia pun semakin mematung, apalagi wajah Rayden semakin mendekati wajahnya.


Tinggal beberapa centi lagi bibir mereka akan saling bertemu, tetapi kedoran keras pada pintu kamar mandi membuat aksinya harus terhenti.


“Papah! Mamah, cepat buka pintunya! Luca sudah tidak tahan ingin buang air sekarang!” Ternyata pengacau kecilnya sudah bangun.


“Akhhh, Sial!”


Rayden membasuh wajahnya dengan kasar, kemudian dengan sangat enggan membuka pintu yang tadi dia kunci.


Begitu pintu terbuka, Luca langsung berlari menuju ketoilet tanpa memperdulikan ekspresi kesal papahnya dan ekspresi lega mamahnya.


Karena berkat Luca, Zhia berhasil lolos dari sergapan Rayden yang bagaikan serigala lapar itu.


“Sialan! Aku harus menyuruh Will agar renovasi kamarnya dipercepat. Kalau bisa hari ini juga harus selesai!”


Rayden pun berjalan kembali kekamar dan segera mencari letak ponselnya. Dia menekan sebuah nomor yang tidak lain adalah nomor Will.


Dia mengomeli Will habis-habisan, Will ‘lah tempat yang tepat untuk Rayden melampiaskan kekesalannya sejak semalam.


Beruntung, Luca datang tepat waktu. Kalau tidak habislah Zhia dimakan oleh Rayden pagi itu. Zhia pun melanjutkan niatnya untuk membersihkan dirinya.


Setelah selesai bersiap, Zhia pun menuju kedapur untuk membuatkan sarapan untuk si kembar seperti biasanya dan sekalian untuk sang suami serta mertuanya.


Meskipun kini Zhia telah resmi menjadi Nyonya muda di kediaman Xavier, tetapi dia tetap ingin menjalankan kewajibannya sebagai seorang ibu dengan baik.


Kini semua orang sudah berada diruang makan dan sedang menikmati sarapan mereka masing-masing. Wajah Rayden masih terlihat kesal, padahal dia sudah melampiaskannya pada Will melalui telepon.


“Papah!” panggil Luca yang membuat semua orang langsung menatap kearahnya.


“Hmmm,…”


Rayden hanya menanggapinya dengan dehaman saja sembari menatap Luca penuh tanya.

__ADS_1


“Apa papah hari ini pergi kekantor?” tanya Luca seperti sedang mempunyai maksud tersembunyi dibalik pertanyaannya itu.


“Tentu saja, sayang! Banyak pekerjaan yang sudah menumpuk dikantor karena tertunda selama beberapa hari.”


Rayden pun menjawab dengan santainya, karena memang hari ini jadwalnya pergi kekantor bukan ke markas.


“Bolehkan Luca ikut dengan papah? Luca ingin sekali melihat tempat papah bekerja.” Pinta Luca dengan wajah penuh harap bahwa apahnya itu mau membawanya keperusahaan tempat papahnya bekerja.


Rayden tampak terdiam sejenak, dia bimbang untuk membawa anak sekecil Luca masuk kedalam perusahaannya hari ini.


Apalagi mengingat dirinya hari ini memiliki jadwal yang sangat padat, karena beberapa hari tidak masuk kekantor.


“Pah, Luca mohon! Luca janji tidak akan mengganggu papah saat sedang bekerja, please?”


Luca kembali memohon pada papahnya itu dengan mata berbinar seperti mata kucing.


“Cano, kenapa kau diam! Bawa saja Luca bersamamu kekantor, lagian perusahaan itu milikmu mana ada orang yang berani memberi komentar.” Sahut Noland yang membantu cucu laki-lakinya itu.


“Hmm, Luci juga ikut, Pah! Boleh ‘yah!”


Lucia tidak mau ketinggalan, dia pun berseru dengan penuh semangat untuk ikut papahnya bekerja.


“Tidak sekalian Zhia meminta ikut, kalian ‘kan satu paket!” ujar Rayden yang masih terlihat kesal, tapi dalam hatinya berharap Zhia juga mau ikut dengannya kekantor.


“Tidak bisa! Zhi, Mamah dan papah harus mengurus tentang pesta pernikahan kalian! Mamah tidak mau pestanya ditunda terlalu lama, kalau bisa besok diadakannya!” seru Julia yang tidak membiarkan Zhia pergi kemana pun, karena dia sudah membuat banyak rencana yang ingin dia lakukan bersama dengan menantunya itu.


“Papah?” seru Luca dan Lucia pada papahnya, matanya terlihat sangat berbinar penuh harap.


“Ya sudah, kalian boleh ikut papah kekantor.” ujar Rayden yang akhirnya mengijinkan kedua anak kembarnya untuk ikut dirnya bekerja.


“Yeahh, makasih papah! Papah memang papah yang sangat sangat terbaik didunia!”


Luca dan Lucia pun berseru kegirangan, mereka tidak segan-segan memuji papahnya sampai setinggi langit.


“Pah, kalau melihat Luca dan Lucia seperti sedang melihat Cano kecil, bukan?” bisik Julia pada suaminya, kelakuan si kembar benar-benar mengingatkannya pada Rayden pada waktu masih kecil.


Noland pun berbalik berbisik pada istrinya.


“Mamah setuju, Pah!”


Julia pun sependapat dengan perkataan suaminya.


Selesai sarapan, Rayden pun langsung mengajak kedua anak kembarnya untuk segera berangkat kekantor dan tentu saja diantar oleh Zhia.


Sementara Noland dan Julia sudah sangat sibuk mengurus pesta pernikahan bahkan sebelu mereka pergi untuk memastikannya.


Begitu sampai didepan mobil, Luca dan Lucia langsung merasa kagum melihat mobil baru milik papahnya yang lebih besar dari sebelumnya.


“Woahh, papah! Papah beli mobil baru?” ujar Lucia dengan matanya yang semakin berbinar.


“Iya, sayang! Papah membeli mobil baru demi kenyamanan kalian. Apa kalian menyukainya?” sahut Rayden yang menanyakan pendapat dari kedua anak kembarnya mengenai mobil baru yang dibelinya itu.


“Luci sangat menyukainya, pah!” seru Lucia yang terlihat sangat bersemangat.


“Luca juga menyukainya, Pah!”


Luca pun menyuarakan pendapatnya dengan penuh antusias.


Mobil baru yang berjenis MPV Mercendes Benz Sprinter sengaja Rayden beli untuk kenyamanan Zhia dan kedua anak kembarnya saat pergi bersama.


Zhia pun semakin terpana pada sosok Rayden yang selama ini selalu memperhatikan mereka dengan sangat hati-hati.


Rayden melihat kearah jam tangannya, wajahnya berubah serius menyadari bahwa dia sepertinya akan sedikit terlambat datang kekantor.


“Luca! Luci, Ayo cepat kesini! Kalian tidak mau berpamitan dulu sama mamah?” seru Rayden yang memanggil kedua anak kembarnya yang sedang asyik melihat mobil baru mereka.


Luca dan Lucia pun segera menghampiri papah dan mamahnya.


“Mamah, kami pergi bekerja dengan papah dulu ‘yah?” pamit Luca dan Lucia kata-katanya seperti dia sendiri yang akan bekerja, bukan papahnya.

__ADS_1


Hingga membuat Zhia dan Rayden menjadi gemas sendiri melihatnya.


Mmmuachh,…. Mmmuachh,….


Zhia mencium pipi kanan dan kiri Lucia dengan gemasnya, kemudian berkata “Jangan nakal ‘yah, sayang! Jangan mengganggu kalau papah sedang bekerja, Okay!”


“Okay, Mom!” sahut Lucia sembari tersenyum dengan manisnya.


“Luca, jaga adik kamu dengan baik ‘yah?” pesan Zhia pada Luca yang sebagai sosok kakak bagi Lucia.


“Pasti, Mom! ‘Kan ada papah. Hehehee,…” ujar Luca yang malah langsung melempar tanggung jawabnya pada sang papah.


Mmmuachh,…. Mmmuachh,….


Zhia pun mencium kedua pipi Luca dengan gemasnya, dia tahu bahwa Luca tadi hanya bercanda saja. Zhia pun kembali mengingatkan dengan berkata “Jangan nakal ‘yah, sayang!”.


Luca hanya mengangguk sembari tersenyum, selesai berpamitan dengan mamahnya mereka langsung berlari masuk kedalam mobil baru papahnya. Kini tinggal Rayden yang belum berpamitan pada ibu dari anak-anaknya itu.


“Aku berangkat, Zhi! Kau tidak masalah ‘kan mengurus pesta pernikahan dengan mamah dan papah saja?” ujar Rayden memastikan.


“Iya, aku tidak masalah ‘kok! Tanpa pesta pun aku tidak masalah.” Sahut Zhia pada Rayden, karena dia memang tidak mau diadakan pesta yang besar.


Namun, mengingat Rayden bukan orang biasa, maka tidak mungkin kalau tidak mengadakan pesta pernikahn yang besar.


“Kalau ada apa-apa, langsung hubungi aku! Aku sudah memasukan nomor pribadiku diponselmu!” ujar Rayden yang membuat Zhia langsung terkejut karena ponselnya memakai keamanan dengan kata sandi.


“Jangan terkejut seperti itu! Kau lupa suamimu ini pemilik perusahaan IT terbesar dinegara A, membobol kata sandi saja itu hal yang sangat mudah bagiku.”


Rayden menyadari arti keterkejutan Zhia, dia pun memberi Zhia sedikit penjelasan.


“Aku pergi dulu! Jaga dirimu baik-baik, Zhi.”


Rayden mencium kening Zhia dengan lembut, membuat tubuh Zhia mematung bahkan dia sampai menahan nafasnya saat bibir Rayden masih berada dikeningnya.


Puas mencium kening istrinya, Rayden kini memeluk tubuh Zhia dengan penuh cinta.


Setelah itu, dia langsung berjalan menuju kemobilnya. Karena waktunya tidak terlalu banyak untuk berlama-lama dirumah.


Sedangkan Zhia masih mematung ditempatnya, dia terus teringat kecupan hangat yang diberikan Rayden pada keningnya.


Zhia terus menatap kepergian mobil Rayden, hingga Noland dan Julia menyadarkan lamunannya.


“Zhi, kau kenapa? Ayo, kita pergi sekarang!” ujar Julia yang sudah berdiri disampingnya.


“Pasti sedang memikirkan Cano! Anak kita ‘kan memang sangat mempesona!” tebak Noland yang tepat sasaran, hingga membuat Zhia langsung tersipu malu.


Tidak lama kemudian, mobil Noland tiba didepan mereka. Mereka pun segera masuk kedalam mobil, karena banyak sekali hal yang harus mereka urus untuk mempersiapkan pesta pernikahan yang sangat meriah.


Bersambung............


Note :


Hay, kak!😄😄😄


Jangan Lupa guys!


Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉


Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚


Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌


Terima kasih All!😙😘😚

__ADS_1


__ADS_2