
Disisi lain Evan yang baru saja mengantar si kembar, Noland dan Julia pulang setelah melakukan tour sesuai keinginan si kembar.
Entah kenapa, Evan tiba-tiba juga teringat dengan Rayna terutama kejadian 10 Tahun yang lalu.
Pada saat itu adalah hari ulang tahun Double Jay. Biasanya mereka semua hanya merayakannya dengan berpesta selama beberapa hari di villa atau dibar favorit mereka biasa nongkrong dengan mabuk-mabukkan dan juga bermain wanita sepuasnya.
Namun, pada malam itu entah kenapa mereka semua ingin mencoba sensasi terbaru dengan mengkonsumsi obat-obatan terlarang, hingga membuat mereka semakin hilang kendali pikiran mereka.
Seperti biasa ada wanita yang akan selalu melayani mereka kapan pun dan dimanapun.
Tapi mereka semua merasa bosan dengan semua wanita malam itu, karena itulah Alan salah satu dari teman Evan memutuskan untuk mengadakan sebuah permainan yaitu berburu.
Mengingat siapa mereka dan juga Evan yang merupakan anak ketua klan Tiger Dark mereka berpikir bisa melakukan sesuka hatinya.
Permainan berburu, siapapun wanita yang berhasil mereka tangkap akan dijadikan sebagai pemuas ***** mereka dan setelah itu bisa membunuhnya dengan berbagai cara yang mereka inginkan.
Mereka semua pun langsung setuju akan ide itu termasuk Evan, keran dia juga bosan bermain dengan wanita muruhan yang ada dibar.
Saat itu, mereka melewati sebuah taman dan disana ‘lah korban buruan mereka yang tak lain adalah Rayna yang baru saja mengantar temannya naik taksi.
Alan orang pertama yang menghentikan dan mencoba merayu Rayna dengan mengandalkan wajahnya yang biasa saja.
Sementara Evan dan Double Jay masih mengawasi dari kejauhan aksi temannya itu yang sama-sama tengah dalam pengaruh obat terlarang dan juga minuman.
Melihat kecantikan gadis itu, Hasrat Evan pun mulai muncul lagi.
Bagaimana pun caranya malam ini dia harus mendapatkan gadis itu, jadi membiarkan Alan untuk menanganinya terlebih dahulu.
Namun disaat Alan sedang beraksi, datang dua orang pria yang sudah bisa Evan tebak bahwa kedua orang itu pasti pengawal yang melindungi gadis buruannya itu.
Alan sempat dipukuli oleh kedua pengawal itu dan gadis itu pun hendak di amankan oleh mereka.
Evan yang terlanjur tertarik dengan gadis itu, tentu saja tidak akan membiarkannya lolos begitu saja.
“Sial! Dasar tidak becus!” gumam Evan dengan tidak puas melihat betapa lemahnya Alan.
Kemudian Evan mengambil pisau yang berada didalam jok mobilnya, lalu berjalan keluar dari mobilnya.
“Hay, kau mau mengurusnya sendiri!” ujar Jayden yang hanya melihat Evan tanpa mau menghentikannya.
“Tentu! Karena aku yang membereskannya, maka aku yang akan menjadi orang pertama menikmati tubuh gadis itu!”
Evan langsung segera berlari sembari mengambil pisau yang berada di baik jaketnya dan menyerang kedua pengawal itu dengan sadisnya.
Evan menusukkan pisau itu langsung ke leher kedua pengawal itu tanpa ekspresi sama sekali, sehingga darah kedua orang telah dibunuhnya terciprat mengenai wajahnya.
“Akhhhhh,…………..”
Rayna hanya bisa berteriak melihat kejadian pembunuhan itu dan saat Evan berjalan mendekat kearahnya.
“Diamlah! Dasar merepotkan!”
__ADS_1
Evan langsung memukul Rayna sampai pingsan, dia pun dengan mudahnya menggendong tubuh Rayna masuk kedalam mobilnya.
“Kalian bertiga urus sisanya! Aku akan bersenang-senang dengan gadis ini terlebih dahulu. Jika sudah selesai, kalian bisa menyusulku digudang biasa!” ujar Evan yang menyuruh Jaydon dan Jayden turun dari mobil untuk membantu Alan membereskan lokasi pembunuhan dan membuang mayat kedua pengawal itu.
Setelah Double Jay turun dari mobil, Evan pun segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju kesebuah gudang kosong yang sering mereka gunakan untuk bersenang-senang.
Sesampainya digudang itu, Evan segera meletakan tubuh Rayna diatas sebuah matras yang biasa dia gunakan saat tidur disana.
Evan pun langsung melucuti semua pakaian yang dikenakan oleh Rayna pada malam itu dengan cara merobeknya dengan kasar, dia juga melucuti pakaiannya sendiri. Lalu mulai menidih gadis itu dan menikmati setiap inci tubuh indahnya.
Evan yang yang sudah di kuasai obat terlarang, minuman keras dan juga hawa nafsunya tidak peduli lagi dengan keadaan Rayna yang masih pingsan. Dia tetap menyatukan tubuhnya dengan Rayna secara brutal dan kasar.
Ditengah permainan panas Evan, Rayna tersadar sekuat tenaganya dia berusaha memberontak meskipun tubuhnya saat itu sudah dikuasai oleh pria itu sepenuhnya.
Bukannya menghentikannya, Evan malah terus melakukannya dengan kasar bahkan sembari memukulnya berkali-kali setiap Rayna memberontak maupun berteriak.
Selesai dengan penyaluran hasratnya, teman-temannya pun mulai berdatangan. Jayden menjadi orang kedua yang menikmati tubuh Rayna setelah Evan puas bermain.
Dilanjut dengan pria yang lain yang seakan sudah mengantri untuk pelampiasan hasrat mereka.
Disini hanya Jaydon saja yang tidak mau ikutan menyiksa gadis malang itu.
Perasaan bersalah pun muncul didalam hatinya setiap mendengar teriakan kesakitan yang berasal dari gadis itu saat satu persatu temannya sedang bersenang-senang termasuk adik kembarnya.
Sudah beberapa hari berlalu dan gadis itu masih digunakan oleh anak buah Evan sebagai pemuas ***** mereka saja tanpa diberi makan.
Hanya air putih saja dan penyiksaan yang tiada hentinya yang diberikan pada gadis itu.
“Meskipun aku tidak ikutan dalam hal ini, tapi aku akan tetap bertanggung jawab pada akibatnya.” ujar Jaydon yang masih terganggu dengan teriakan gadis malang itu.
“Kau tahu ‘kan bukan itu yang aku sedang tanyakan?” Evan menatap tajam pada Jaydon, sembari menyalakan seputung rokok favoritnya.
“Gadis itu bukan tipe!” jawab Jaydon dengan asal.
“Ehmm,….Tapi sepertinya gadis itu tipe adikmu! Lihatlah, dia tidak mau berhenti bermain dengannya!” ujar Evan yang tersenyum sinis.
“Bisakah kita melepaskan gadis itu sekarang, kalian sudah mendapatkan apa yang kalian inginkan!” pinta Jaydon yang semakin merasa iba saat mendengar teriakan gadis itu semakin lama semakin terdengar lirih.
“Kenapa? Kau merasa kasihan padanya?”
Evan hanya memicingkan sebelah matanya menatap Jaydon penuh menyelidik.
“Ti-tidak bukan itu juga maksudku!” ujar Jaydon yang terbata-bata saat mengucapkannya, hingga membuat Evan semakin tertarik untuk mengetahuinya.
“Benarkah kalau begitu ikut denganku sekarang!”
perintah Evan yang langsung menarik tangan Evan untuk masuk kedalam gudang itu, dimana Rayna ssedang dimainkan oleh anak buahnya.
Degh,…..Seketika jantung Jaydon terasa berhenti berdetak saat melihat kondisi gadis itu yang sudah sangat lemah dan penuh luka disekujur tubuhnya.
Bahkan wajahnya yang cantik sudah tidak terlihat lagi, senyuman indah saat pertama kali dia melihatnya ditaman sudah tiada lagi diwajahnya hanya tersisa kesedihan dan kesakitan saja diwajah itu.
__ADS_1
Dan parahnya, adik kembarnya sendiri masih asyik bermain dengan gadis malang yang sudah tidak berdaya itu dan ditonton oleh yang lainnya untuk bergiliran.
Iblis, semua orang yang berada didalam gudang itu adalah iblis termasuk dirinya sendiri. Itulah yang ada didalam pikiran Jaydon pada saat itu.
“Eiden, hentikan sekarang juga!”
Jaydon pun langsung mendorong adiknya menjauh dari gadis itu, hati kecilnya tidak bisa menbiarkan gadis itu menderita lebih lama lagi.
Jayden segera melepas jaket yang sedang dia gunakan untuk menutupi tubuh gadis itu.
“Maafkan aku!”
Jaydon membawa tubuh gadis itu kedalam pelukkannya, sembari membisikkan kata-kata maaf yang terus terucap oleh bibirnya.
Airmatanya perlahan mulai terjatuh saat gadis itu membisikkan sesuatu sebagai permintaan terakhirnya.
“To-to-tolong,….Be-beritahu pa....pah da...n ma.....mah, Ra-rayna sa-sa....ngat me-men...cin....tai me-me...re...ka! Ra-ray...na,….ju-ju.....ga sa-sa....yaa...ng ka-kak!”
Jaydon menangis sesegukkan sembari memeluk tubuh gadis yang bernama Rayna itu.
Gadis itu meninggal didalam pelukkan Jaydon, membisikkan kata-kata terakhirnya yang terdengar begitu tulus kepada orang yang paling berharga di ambang kematiannya.
Bahkan Jaydon masih mengingat betapa hangatnya nafas terakhir yang gadis malang itu hembuskan saat tidak sengaja mengenai kulit lehernya.
Jaydon melihat tangannya sendiri, ternyata terdapat beberapa luka tusukan pada punggung gadis malang itu mengakibatkan dirinya berlumuran darah.
Jaydon menatap tajam pada setiap orang yang ada disana dengan marah, terutama pada adik kembarnya sendiri.
Jaydon ingin marah, tapi tidak bisa sebab dia sendiri juga ikut terlibat dalam permainan konyol mereka yang sedang dalam pengaruh obat terlarang serta minuman keras.
Bersambung.............
Note :
Hay, kak!😄😄😄
Jangan Lupa guys!
Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉
Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄
Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄
Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄
Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚
Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌
Terima kasih All!😙😘😚
__ADS_1