
“Iya, aku sangat yakin! Orang ini sudah tua, dibunuh pun percuma. Biarkan dia memperbaiki diri saja. Iya tidak, pak?” ujar Levi yang tetap teguh dengan keputusannya.
“I-iya, Tuan! Terima kasih, terima kasih banyak, Tuan!”
Berkali-kali orang itu bersujud dihdapan Levi sembari mengucapkan terima kasih.
“Haaah,….Terserah kau saja ‘lah! Tapi kau harus bisa bertanggung jawab untuk kedepannya!” sahut Will yang tidak terlalu mempermasalahkan keputusan Levi, entahlah dirinya juga tidak tega untuk menyiksa orang tua itu sampai mati.
“Tuh kau dengar sendiri, bukan? Makanya setelah ini keluarlah dari dunia hitam mafia, cari pekerjaan yang baik. Jangan seperti ini lagi, apalagi kau sudah tua seperti ini.” ujar Levi pada orang yang notabenenya merupakan mata-mata klan dari musuhnya.
“Baik, Tuan! Tapi untuk keluar dari dunia mafia ini saya harus mati dulu agar keluargaku tetap hidup, karena Tuan besar menyandara keluarga saya sebagai jaminan atas kesetiaan saya!” sahut orang itu yang membantu Will dan Levi mendapatkan suatu petunjuk lagi.
“Tuan besar?” seru Will dan Levi secara bersamaan.
“Diamlah kau orang tua! Apa kau ingin keluargamu mati dengan mengenaskan, HAH!” bentak mata-mata yang satunya agar orang itu tutup mulut dan tidak memberitahu mengenai Taun besar yang dia maksud adalah Evan.
Duaakkk,…………
“Sialan! Berani-berani kau berteriak dihadapanku!”
Levi langsung menendang perut mata-mata yang atdi berteriak itu dengan sangat keras hingga membuat orang itu langsung tersungkur dan muntah darah.
“Kalian tidak akan mendapatkan apapun dengan membunuhku seperti ini. Hahahaa,….” ujar orang itu dengan sombongnya, sepertinya dia belum mengenal dengan baik siapa Will dan Levi yang sebenarnya.
“Waah,…….Lev, sepertinya belum tahu siapa kamu yang sebenarnya! Lev, kasih tahu kau yang sebenarnya sekarang!” seru Will dengan penuh antuasias, sepertinya sebentar lagi dia akan melihat tontonan yang mengasyikan.
“Benar kau belum tahu siapa aku?” ujar Levi sembari meregangkan semua otot tubuhnya untuk melakukan pemanasan sebelum permainan yang sesungguhnya dimulai.
“Kau itu hanya bocah psikopat yang bodoh, bahkan keberadaan kami saja kau tidak pernah menyadarinya! Hahahaa,…Bocah tolol yang sok-sok ‘kan berkuasa disini!”
Bahkan nyawa sudah berada diujung tanduk orang itu masih sempat meremahkan seorang Levi.
“Waahh,… Harus aku akui temanmu yang satu ini sungguh memiliki keberanian yang sangat luar biasa. Dia dengan beraninya membangunkan dewa neraka yang sedang tertidur. Jangan meniru temanmu itu, efek sampingnya tidak baik untuk kesehatan jiwa dan raga!” ujar Will yang mengingatkan pada mata-mata yang akan diampuni oleh Levi.
“Ba-baik, Tuan!” sahut pria tua itu dengan tubuh gemetar.
“Kami? Maksudmu mereka?” tanya Levi yang kali ini telah mengeluarkan senyuman iblisnya.
Levi kemudian menjentikkan jarinya, setelah itu muncul beberapa anak buahnya dengan membawa sekitar 5 mayat kehadapan mata-mata yang songong nan sombong itu.
Melihat rekannya yang telah mati dengan cara yang tragis dan sangat terlihat sangat mengenaskan, seluruh tubuh orang itu seketika langgsung gemetar, keringat dingin telah mengucur deras dari tubuhnya.
“Kenapa kau diam? Kau tidak mau menyapa semua rekanmu ini? Aahh, aku ingat sekarang, ada beberapa lagi temanmu diluar! Apa kau mau melihat mereka juga?” ujar Levi yang tersenyum puas hanya dengan melihat ekspresi mangsanya yang sudah sangat ketakutan itu.
Levi semakin mendekat pada orang itu sembari memainkan sebilah belati ditangannya, sorot matanya terlihat sangat menakutkan ditambah senyuman iblisnya terus saja dia tunjukan setiap menatap mata-mata yang berani membangunkan jiwa iblisnya itu.
“Tenanglah! Aku akan mengirimmu menemui rekanmu, tapi dengan cara perlahan!” bisik Levi tepat ditelinga mainan barunya itu.
__ADS_1
Setelah itu, Levi tertawa sepuanya merasakan tubuh mangsanya sudah gemetar ketakutan hanya dengan mendengar perkataannya saja.
“Will, apa aku boleh memulainya sekarang?” ujar Levi yang ingin meminta ijin terlebih dahulu pda Will sebelum dia mulai bermain.
“Ouhya,….Tentu saja! Silahkan kau lanjutkan saja bersenang-senangnya!” sahut Will dengan menunjukan senyuman terbaiknya.
“Kau tidak mau ikutan?” ujar Levi lagi yang secara tidak langsung mengajak Will untuk bermain bersama dengannya.
“Tidak, terima kasih! Aku jadi penontonnya saja disini. Silahkan nikmati saja permainannya.” sahut Will lagi masih dengan senyuman yang sama.
“Ya sudah, kalau kau tidak mau bergabung!” ujar Levi yang kembali beralih menatap mangsanya dengan sangat tajam.
“Lihatlah! Dewa kematian sudah muncul artinya permainan seru akan dimulai sekarang.” bisik Will pada mata-mata yang satunya.
Jlebb,…… Jlebb,…… Jlebb,……
Levi langsung saja menusuk mangsanya berkali-kali dibagian perutnya tanpa rasa ampun dan kasihan sedikitpun.
Percikan darah akibat tusukan it uterus saja mengenai wajah Levi yang tampak terlihat sangat tidak berperasaan saat melakukan itu.
“Uhuukk,….Uhuukkk,….”
Orang itu langsung muntah darah dan tubuhnya langsung terkulai lemas dengan darah segar yang terus keluar dari bekas tusukkannya.
“Berikan aku bahan bakar sekarang!”
“I-ini, Tuan!”
Dengan cepat anak buahnya itu langsung saja menyerahkan segentong bahan bakar pada Levi dengan tangan yang gemetar.
Apalagi saat melihat tangan Levi yang sudah berlumuran darah saat dia menerima bahan bakar itu.
“Kau lihat, bukan? Dialah raja iblis yang sesungguhnya, makanya jangan pernah mengajaknya bermain seperti ini dengannya. Atau nasibmu akan berakhir seperti rekanmu itu, mungkin akan lebih menyakitkan dari ini!” ujar Will pada pria tua yang juga menjadi mata-mata dari klan musuh yang entah kenapa dia dan Levi ingin mengampuninya.
Sementara, Levi mulai menuangkan bahan bakar itu mengelilingi orang yang baru saja ditusuknya itu.
Kemudian, dia melemparkan sebatang korek api pada lingkaran bahan bakar yang dibuatnya itu. Seketika api langsung menyala dengan besarnya.
Orang yang berada didalam lingkaran api itu pun berteriak kepanasan dan meminta ampun kepada levi sembari menahan sakit pada luka tusukannya.
Namun, baik Levi maupun Will tidak menghiraukannya sedikitpun. Karena mereka sudah mendapatkan satu narasumber yang sepertinya cukup berguna.
Sedangkan anak buah klan BlackSky yang menonton adegan itu hanya bisa menatap mengeri dengan kegilaan dari pemimpinnya itu.
Jika ada yang tidak kuat melihatnya, maka mereka hanya bisa menutup mata mereka tanpa bisa menutup telinga mendengar teriakan kesakitan orang disiksa Levi itu.
“Bagaimana rasanya neraka buatanku? Menyenangkan, bukan?” ujar Levi yang tersenyum dengan puasnya, wajahnya dan tangannya yang sudah dipenuhi darah tidak membuatnya jijik sama sekali.
__ADS_1
Akan tetapi, malah membuatnya semakin menikmati permainan ini.
“Sekarang pergilah ke neraka yang sesungguhnya!” lanjut Levi yang menyiramkan sisa bahan bakar langsung ke orang itu.
Sehingga api segera menyambar tubuh pria yang sudah tidak berdaya itu dan membakarnya secara hidup-hidup hingga mati.
“Inilah akibatnya jika kau berani meremahkanku dan Tuanku!”
Levi melempar bekas wadah bahan bakar itu kedalam api, hingga api semakin membesar dan membuat ruang bawah tanah itu terasa sangat panas.
“Kalian semua urus sisanya yang disini!”
Perintah Levi kepada semua anak buahnya yang berada disana, kemudian dia berjalan menghampiri Will dan seorang mata-mata yang tadi telah diampuni oleh mereka.
“Baik, Tuan!” sahut semua anak buahnya yang berada disana sembari membungkukkan pada Levi.
“Ayo, kita bicara diatas saja!” ajak Levi pada Will dengan santainya seperti tidak pernah terjadi apapun.
“Hay, kau tidak ingin membersihkan dirimu dulu? Bersihkan darah itu dulu ‘lah! Baru setelah itu kita bicara.” ujar Will yang merasa jijik dengan penampilan Levi yang dipenuhi dan bau amis darah.
“Kenapa? Bukankah aku masih tetap terlihat tampan, walaupun penampilanku seperti sekarang?” sahut Levi dengan pedenya, dia bahkan berusaha memegang tubuh Will dengan tangannya yang masih berlumuran darah.
“Aishh,……Singkirkan tanganmu itu! Ini baju baru tahu bahkan sudah hampir sebulan aku belum mencucinya agar masih tercium aroma-aroma baju baru beli!” ujar Will yang dengan cepat menghindari tangan Levi.
“Iiihhh,……Jorok kali kau ini, Will!” sahut Levi yang menunjukkan raut wajah jijiknya, dia tidak sadar bahwa penampilannya yang sekarang lebih menjijikan dari pakaian baru Will yang belum dicuci selama sebulan.
“Sudah sana bersihkan dirimu dulu! Aku akan membawa orang ini keruanganku!” ujar Will yang pergi begitu saja menuju keruangan pribadinya dimarkas dengan membawa mata-mata yang akan diiterogasinya itu.
Bersambung...................
Note :
Hay, kak!😄😄😄
Jangan Lupa guys!
Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉
Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄
Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄
Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄
Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚
Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌
__ADS_1
Terima kasih All!😙😘😚