
Selesai dengan acara makan malam penyambutan anggota keluarga yang baru. Mereka semua akhirnya memutuskan untuk kembali pulang dan beristirahat, karena hari itu memang hari yang sangat melelahkan bagi mereka.
“Kalian istirahatlah! Pasti kalian merasa sangat lelah hari ini.” ujar Julia pada Rayden, Zhia dan juga si kembar.
“Baiklah, Mah! Zhi akan membawa Luca dan Lucia pergi kekamar dulu. Papah dan mamah juga istirahat yang cukup!” sahut Zhia pada Noland dan juga Julia.
“Ayo, sayang! Kita pergi kekamar sekarang.”
Zhia kemudian beralih mengajak kedua anak kembarnya untuk pergi kekamar mereka dan beristirahat.
“Dahh,.... Grandpa!! Grandma, Selamat malam!!” ujar Lucia yang melambaikan tangannya pada Granpa dan Grandmanya.
“Dah,....Sayang! Selamat malam juga, semoga selalu mimpi indah ‘yah!”
Nonald pun ikut melambaikan tangannya pada Lucia.
Sedangkan Luca hanya diam saja, tetapi tidak lama kemudian dia langsung berlari menghampiri Grandpa dan Grandnya dan berkata “Mana ciuman selamat malam untuk Luca?”
“Aaakkkhhhh,....Manisnya cucuku ini! Sini, kemarilah! Grandma dengan sangat senang hati akan memberi Luca banyak ciuman selamat malam.”
Mmuachh,...Mmmuachh,....Muachhh,....
Melihat wajah polos menggemaskan Luca siapa orangnya yang tidak akan merasa gemas sendiri. Julia dengan semangat memberikan ciuman pada pipi gembul Luca yang bagaikan bakpao itu.
Noland bahkan tidak bisa mengungkapkan rasa bahagianya saat itu, tanpa ingin membuang kesempatan langka dia juga langsung mengambil alih Luca dan mencium pipi menggemaskan cucu laki-lakinya itu.
Mmuachh,...Mmmuachh,....Muachhh,....
“Luci juga mau cium!”
Lucia yang melihat kakak kembarnya tengah mendapatkan ciuman selamat malam dari Grandma dan Grandpa, langsung saja berlari untuk meminta ciuman selamat malamnya.
“Aduhhh,.... Kenapa cucu-cucuku sangat manis sekali ‘sih! Kemari, sayangku!”
Mmuachh,...Mmmuachh,....Muachhh,....
Julia menjadi gemas sendiri melihat tingkah manis kedua cucu kembarnya itu, dia mencium pipi Lucia serta memeluk tubuh mungilnya itu dengan erat.
Mmuachh,...Mmmuachh,....Muachhh,....
Kini beralih Noland yang mencium dan memeluk Lucia dengan gemasnya. Selesai mendapatkan ciuman dari Grandpa dan Grandmanya si kembar pun langsung berlari menghampiri mamahnya lagi.
“Ayo, Mah! Kita kekamar sekarang.” Ujar Luca dan Lucia tanpa sengaja secara bersamaan.
“Ayo, sayang!” sahut Zhia yang menggenggam tangan mungik kedua anak kembarnya.
“Kalau begitu kami mau istirahat dulu, Mah! Pah!” pamit Zhia sebelum dia membawa kedua anak kembarnya masuk kedalam kamar mereka.
“Pergilah, Zhi! Mereka terlihat sudah mengantuk!” ujar Noland pada Zhia, sementara Julia hanya mengaggukkan kepala seraya tersenyum pada Zhia dan cucu kembarnya itu.
Setelah mendapat Ijin Zhia pun langsung membawa kedua anak kembarnya masuk kedalam kamar. Zhia segera membantu kedua Luca dan Lucia mengganti pakaian mereka dengan baju tidur. Tidak lupa Zhia menyuruh kedua anak kembarnya untuk gosok gigi, cuci muka dan kaki karena itu sudah menjadi aktivitas wajib si kembar sebelum tidur.
__ADS_1
Disisi lain, Rayden seperti merasa diabaikan oleh Zhia dan kedua orang tuanya.
Dia terus saja diam sembari memperhatikan Zhia dan orang tuanya yang terus saja hanya memperhatikan kedua anak kembarnya.
Namun, setelah si kembar sudah masuk kedalam kamar bersama mamahnya. Noland dan Julia baru menyadari kehadiran Rayden disana.
“Ayo, kita pergi kekamar juga, sayang!” ujar Noland yang langsung mengajak istrinya untuk pergi kekamar mereka setelah si kembar sudah pergi untuk istirahat.
“Ehmmm,..ehemmm,….”
Dehaman Rayden menyadarkan Noland dan Julia yang sedari tadi tidak menganggap ada keberadaannya disana.
“Cano? Kenapa kau masih disini?”
Julia yang bertanya dengan raut wajah kebingungan.
“Dari tadi Cano memang disini! Kalian saja yang tidak menganggap keberadaanku ada disini. Apakah dimata kalian hanya ada Zhia dan si kembar saja, lalu aku dianggap apa? Butiran debu begitu?” ujar Rayden dengan raut wajah kesalnya, bahkan ekspresi kesalnya itu hampir membuat Julia menertawakannya.
Sebab Rayden terlihat sangat menggemaskan saat sedang cemburu seperti ini, bahkan sekarang dia sedang cemburu kepada anak kembarnya sendiri.
“Butiran debu bagus juga, Cano! Daripada dianggap sebagai kentut, ada baunya tapi tidak ada wujudnya. Hahahahaa,…” sahut Noland yang menertawakan kekesalan putranya itu.
Hal itu, tentu saja membuat Rayden semakin merasa kesal pada papahnya. Mungkin saat ini tanduk iblisnya sudah muncul, melihat papah dan mamahnya terus menertawakan dirinya seperti itu.
“Sudah dianggap kentut, ditambah lagi tidak bisa melakukan malam pertama! Padahal itu ‘kan malam yang paling ditunggu-tunggu oleh penganti baru!!”
Menyadari bahwa putra itu sudah merasa sangat kesal karena dianggap kentut, Noland malah tambah semakin semangat menggodanya menggodanya.
“Mah, karena Cano tidak bisa melakukan malam pertama. Bagaimana kalau kita yang mewakilkannya saja, kasihan dia pasti merasa frustasi! Hahahaa,……”
Belum selesai Rayden dengan kata-katanya. Noland langsung memotongnya dan menggodanya lagi. Noland sama sekali tidak pedulu dengan amarah dari putra itu, lagipula itu kesempatan yang sangat langka menggoda putra seperti ini.
“PAPAH?!!?” teriak Rayden pada papahnya yang terus memancing amarahnya dengan cara menggodanya seperti tadi.
“Lari, Mah! Ada Cano ngamuk, Hahahaha,…..” ujar Noland yang langsung menarik tangan istrinya dan berlari menuju kamar mereka sambil terus menertawakan Rayden.
“Dasar orang tua menyebalkan itu!”
Rayden terus menggerutu sendiri memperhatikan kedua orang tuanya dengan tatapan kesal sampai mereka sudah tidak terlihat lagi oleh matanya.
Kemudian, Rayden berjalan dengan perasaan kesal menuju kedalam kamarnya. Dimana Zhia dan kedua anak kembarnya sudah berada didalam kamar itu.
Rayden yang masih dikuasai oleh rasa kesalnya, berjalan mengambil baju tidurnya dan langsung menuju kekamar mandi tanpa melirik Zhia dan anak kembarnya yang belum tidur sedikitpun.
“Mah, papah kenapa?” tanya Lucia dengan raut wajah bingung yang terlihat sangat menggemaskan.
“Sepertinya papah sedang marah ‘yah, Mah?”
Luca pun menimpali perkataan adiknya, dia mencoba menebak melalui raut wajah papahnya.
“Entahlah, mamah juga tidak tahu!” sahut Zhia, dia pun juga tidak tahu ada apa dengan Rayden hingga bersikap seperti itu.
__ADS_1
Baru saja dibicarakan, kini Rayden muncul dari kamar mandi dengan memakai baju tidurnya.
Raut wajahnya masih terlihat kesal, dia berjalan menghampiri Zhia yang sedang duduk dengan menyenderkan kepalanya dibahu ranjang.
Bukan hanya menghampiri Zhia, Rayden bahkan memeluk tubuh Zhia dan menyenderkan kepalanya pada bahu Zhia hingga membuat Zhia sedikit kaget dan tidak nyaman.
Namun, mengingat statusnya sudah menjadi istri sah Rayden. Zhia pun harus mulai terbiasa dengan sikap Rayden yang seperti ini, akhirnya Zhia membiarkan Rayden bersikap manja padanya seperti layaknya anak kecil yang sedang ngambek.
“Kau kenapa?” tanya Zhia yang hanya bisa melirik wajah Rayden, karena pelukan Rayden yang semakin erat pada tubuhnya membuat Zhia susah bergerak.
“Iya, papah sedang merasa kesal dengan seseorang ‘yah!”
Lucia pun ikut bertanya, gadis itu mulai khawatir pada papahnya.
“Iya, muka papah jadi terlihat nyeremin!” ujar Luca dengan wajah polosnya, hingga membuat Zhia ingin sekali tertawa saat mendengarnya.
“Benarkah? Papah tadi dikatain sama orang gila, makanya papah jadi merasa sangat kesal sekarang! Tapi setelah melihat kedua anak papah ini, hilang ‘deh rasa kesalnya.” Ujar Rayden yang mencubit pipi temben putrinya itu. Senyuman manisnya pun tersunggging dibibirnya.
“Orang gila? Memangnya kamu tadi pergi kemana sampai bisa bertemu dengan orang gila?”
Zhia percaya dengan perkataan Rayden yang ternyata orang gila yang dimaksud Rayden adalah papahnya sendiri.
“Sudahlah, jangan bahas orang gila itu lagi. Jadi bawaannya kesal terus!” ujar Rayden yang tidak mau membahas tentang papahnya lagi.
“Luca! Luci, kalian besok jangan sekolah dulu ‘yah?” ujar Rayden yang kini beralih berbicara dengan kedua anak kembarnya, tetapi dia tetap menyederkan kepalanya pada bahu Zhia.
“Kenapa?”
Zhia dan si kembar berseru serentak, hingga membuat Rayden merasa sedikit terkejut dengan kekompakkan istri dan anak kembarnya itu.
Bahkan ekspresi Zhia dan si kembar hampir terlihat sama, menatapnya dengan mata polos yang meminta penjelasan.
Bersambung..............
Note :
Hay, kak!😄😄😄
Jangan Lupa guys!
Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉
Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄
Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄
Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄
Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚
Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌
__ADS_1
Terima kasih All!😙😘😚