Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Pacar Paman Will!


__ADS_3

Berbeda dengan Grace yang tengah dipenuhi oleh amarah dan dendam setelah melihat berita tentang kebangkrutan keluarganya.


Grace sangat yakin bahwa semua ini adalah perbuatan dari Rayden, kerena sebelumnya Rayden telah memberinya sebuah peringatan dengan jelas.


“Akhhh,……Sialan kau, Cano! Aku tidak akan membiarkanmu hidup dengan tenang bersama wanita tidak tahu diri itu. Selamanya akan aku buat hidup kalian menderita!”


Seperti biasa, Grace akan memghancurkan semua barang-barang yang berada disekitarnya sebagai pelampiasan kemarahannya.


Namun, bukannya menyadari kesalahannya sendiri, Grace malah semakin menyalahkan Zhia yang dianggap telah merebut posisinya dan membuat dirinya harus berbuat nekad seperti sekarang.


“Aku tidak bisa diam saja disini! Aku harus memberi wanita tidak tahu diri itu pelajaran sekarang juga!” ujar Grace yang berniat untuk menghampiri Zhia saat itu juga.


Grace pun keluar dari dalam kamarnya dengan penuh amarah, tetapi saat dia berniat ingin keluar dari rumah itu beberapa penjaga yang diperintahkan oleh Evan segera menghentikannya.


“Kalian semua minggirlah sekarang! Jangan menghalangi langkahku.” ujar Grace pada para penjaga dengan penuh penekanan.


“Maaf, Nona! Kami tidak bisa membiarkan anda pergi, karena ini sudah menjadi perintah dari Tuan besar!” sahut penjaga itu yang masih tetap menghalangi Grace.


“Aku bilang menyingkir sekarang!” teriak Grace yang berusaha menerebos para penjaga itu.


Tetapi tenaganya tidak cukup kuat untuk menembus pertahanan para penjaga itu. Karena Grace sudah tidak bisa diperingati dengan menggunakan kata-kata, para penjaga itu pun terpaksa menggendong tubuh Grace dan membawanya kembali kedalam.


Setelah itu mereka langsung mengunci semua jendela dan pintu dari luar agar Grace tidak mempunyai kesempatan untuk kabur lagi.


Meskipun Grace berteriak sampai tenggorokannya sampai putus atau mengamuk samapi semua barang didalam rumah itu pecah, para penjaga tetap tidak akan membiarkan wanita itu pergi sampai ada perintah dari Evan.


...****************...


Keesokan paginya, seperti biasa Zhi bangun terlebih dahulu dari Rayden dan kedua anak kembarnya.


Zhia menuju kekamar mandi untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu, sebelum dirinya pergi kedapur untuk menyiapkan sarapan seperti biasanya.


Tak lama setelah Zhia pergi menuju kedapur, Rayden mulai terbangun dari tidurnya. Rayden pun segera berjalan menuju kekamar mandi untuk bersiap pergi kekantor.


Selesai bersiap dengan setelan jas kerjanya, kini wajah Rayden sudah kembali terlihat segar dan tentunya sangat tampan.


Rayden pun membangunkan kedua anak kembarnya yang masih tertidur, karena dia ingin sarapan bersama pagi ini dengan Zhia dan anak kembarnya serta orang tuanya juga.


Sebab hari ini Rayden akan mengenalkan pengawal baru untuk istrinya pada anggota keluarganya.


“Putri cantiknya papah dan pangeran tampannya papah! Ayo, bangun sayang!” ujar Rayden sembari membelai lembut kepala kedua anak kembarnya yang masih tertidur itu.


“Eeemmmm,…..Morning papah! Muachhhh,…..” sahut Lucia sembari menggeliatkan tubuhnya, lalu kemudian langsung bergelayut manja pada papahnya.


Tidak lupa, Lucia memberikan ciuman selamat pagi pada papah kesayangannya itu.


“Morning too, My princess! Mmuachhh,…..”


Rayden pun membalas ciuman dari putrinya itu dengan gemasnya.


“Eeemmmm,…..Papah, apakah kami sudah bisa bersekolah lagi mulai hari ini?” tanya Luca dengan matanya yang masih tertutup rapat, tapi anehnya posisinya sudah duduk sekarang.


Rambut Luca yang masih acak-acakkan ditambah pipi chubby putranya itu menambah Rayden ingin sekali mencubit putranya itu.

__ADS_1


Namun, Rayden lebih memilih memberikan ciuman selamat pagi pada pipi Luca dibandingkan dengan sebuah cubitan.


“Mmuachhh,……Good morning, boy!” ucap Rayden pada Luca yang masih tetap menutup matanya dengan rapat.


“Hmm,…Morning too, Daddy! When can we go to school again, Daddy?” sahut Luca yang kini sudah mulai membuka matanya, meskipun hanya sebelahnya saja yang sebelahnya lagi masih tertutup rapat.


Luca pun mengulang pertanyaannya lagi tapi dengan menggunakan Bahasa inggris.


“Not today, boy! Kalian berangkat ke sekolah mulai besok saja ‘yah! Nanti papah akan memberitahu Levi dulu untuk menjaga kalian lagi.” ujar Rayden yang akhirnya mencubit pipi Luca juga, karena sudah tidak tahan saat melihat pipi yang sangat menggemaskan itu.


“Papah, sudah janji ‘loh?” sahut Luca dan Lucia dengan cepat.


“Iya, sayang! Papah janji, sudah sana kalian cepat pergi mandi! Kalau sudah selesai kalian turun untuk sarapan ‘yah!” ujar Rayden lagi dengan senyuman yang merekah diwajah tampannya.


“Okay, Daddy!” sahut Luca dan Lucia serentak.


Kedua anak kembar itu pun segera berlari keluar menuju ke kamarnya masing-masing untuk mandi dan bersiap.


Rayden tak mampu menahan tawanya, melihat tingkah menggemaskan kedua anak kembarnya itu.


Setelah itu, Rayden pun langsung menuju keruang makan untuk menemui Zhia yang tengah sibuk menyiapkan sarapan didapur.


Saat Rayden sampai didapur, ternyata acara masak Zhia telah selesai dan berbagai jenis makanan sudah tertata rapi diatas meja.


“Zhi, apa kau yang menyiapkan semua makanan ini?” tanya Rayden pada Zhia yang baru saja meletakan menu terakhir masaknya.


“Iya, memang ada apa, Ray?” ujar Zhia yang malah berbalik bertanya pada Rayden.


“Selamat pagi, Cano! Selamat pagi menantu tersayangnya mamah!”


“Selamat pagi Pah, Mah!” sahut Zhia dengan senyuman cerahnya.


“Waahh,….Menu sarapan hari ini lezat sekali! Pasti semua makanan ini buatan kamu sendiri ‘yah, Zhi!” ujar Noland yang secara langsung memuji kemampuan memasak menantu kesayangannya.


“Terima kasih atas pujiannya, Pah! Zhi, harap papah menyukainya.” ucap Zhia dengan wajah malu-malunya.


“Ya ampun, Zhi! Kamu yang memasak semua ini? Apakah lukamu sudah tidak apa-apa?”


Julia pun langsung terkejut begitu mendengar. Hal pertam yang Julia pastikan adalah luka dialami Zhia yang baru kemarin itu.


“Hmm,… Itu juga yang ingin aku tanyakan dari tadi!” sahut Rayden yang kali ini sependapat dengan mamahnya.


“Aku sudah tidak apa-apa! Jangan khawatir.” ujar Zhia penuh kenyakinan diwajahnya.


“Selamat pagi, Grandpa! Selamat pagi, Grandma!” sapa Luca dan Lucia yang sudah selesai mandi dan mengenakan baju yang membuat mereka semakin terlihat menggemaskan saja.


“Ouhh,…Sayangnya Grandma ternyata sudah bangun! Selamat pagi juga, sayang! Sini Grandma mau ciuman selamat pagi dari kalian. Mmuachh,….Mmmuach,…”


Julia pun langsung memeluk dan mencium pipi si kembar dengan gemasnya. Noland pun tidak mau kalah, setelah istrinya kini dia mencium si kembar dengan senangnya.


“Woahh,…Daging asam manis kesukaan, Luci!” ujar Lucia dengan mata berbinar saat melihat makanan kesukaannya tersedia diatas meja sekarang.


“Luca juga!” sahut Luca dalam hal makanan, dia dan adiknya sama-sama suka dengan daging asam manis.

__ADS_1


“Terima kasih mamah!” ucap Luca dan Lucia, tanpa bertanya pun mereka sudah tahu bahwa semua makanan itu dibuat sendiri oleh mamahnya.


“Ternyata mereka memang benar-benar sangat mirip dengan Cano ‘yah, Pah? Bahkan sampai makanan kesukaannya juga sama persis!” ujar Julia pada suaminya.


“Iya, tidak ada yang tidak mirip!” Noland pun sependapat dengan istrinya.


Tak ingin membicarakan yang tidak penting, Rayden pun meminta semua orang untuk memulai sarapan mereka.


Baru saja satu sendok mereka menelan makanan, tiba-tiba Will datang dengan membawa dua orang wanita disana.


“Selamat pagi, Tuan dan Nyonya! Selamat pagi Tuan dan Nona kecil” sapa Will pada semua anggota keluarga dari Tuannya itu.


“Selamat pagi paman Will!”


Luca dan Lucia pun memberi salam balik pada Will, hingga Will langsung tersenyum lebar saking senangnya melihat wajah menggemaskan si kembar.


“Paman Will, siapa mereka?” tanya Luca dengan wajah polosnya.


“Pacar Paman Will ‘yah?” sahut Lucia dengan penuh semangat.


Will yang tadinya merasa bahagia melihat betapa menggemaskannya kedua anak kembar Tuannya itu, seketika langsung berubah kesal saat mendengar pertanyaan yang ditunjukkan pada seorang JoKer (Jomblo Keren) seperti Will.


Sementara terlihat jelas sekali Noland dan Rayden sedang menertawakan Will yang tidak bisa langsung menjawab pertanyaan sederhana yang ditanyakan oleh si kembar yang terlihat sangat polos itu.


Sedangkan Julia dan Zhia malah bingung sendiri melihat reaksi suami mereka masing-masing yang tiba-tiba saja tersenyum sendiri.


“Ehmmm,…..Sayang, mereka bukanlah pacarnya paman Will!” ujar Rayden pada kedua anak kembarnya.


“Lalu kakak cantik ini siapa? Kenapa ada disini?” tanya Lucia yang sudah semakin penasaran dengan sosok kedua wanita cantik yang dibawa Will.


“Apa pacarnya Papah?”


Pertanyaan yang terlontar dari mulut Luca, sontak saja langsung mengalihkan pandangan semua orang kearah Rayden terutama tatapan tajam Zhia.


Bersambung.............


Note :


Hay, kak!😄😄😄


Jangan Lupa guys!


Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉


Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚


Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌

__ADS_1


Terima kasih All!😙😘😚


__ADS_2