
“Seharusnya kau bereaksi seperti Zhia yang dulu, Zhi! Benci Rayden sepenuh hatimu setelah mengetahui segala kebohongannya dengan begitu aku tidak perlu menunjukkan siapa aku yang sebenarnya seperti ini.”
Akhirnya Evan melepas topengnya didepan Zhia setelah sekian lamanya berpura-pura sebagai malaikat penolong.
Padahal didalam dirinya hanya dihuni sosok iblis keluaran dari neraka jahanam.
Dengan memberi isyarat melalui jentikan jarinya, anak buah Evan satu persatu mulai bermunculan mengepung seluruh Café itu ddan jumlahnya lebih banyak dari pengawal yang melindungi Zhia secara diam-diam.
“Evan, sebenarnya apa maksud semua ini?” seru Zhia yang meminta penjelasan dengan perubahan sifat Evan itu.
“Inilah aku yang sebenarnya, Zhi! Sesungguhnya aku bukanlah orang baik seperti yang kau kira. Aku hanya ingin menggunakan dirimu dan kedua anak kembarmu itu hanya untuk menyiksa serta membunuh Cano, suamimu itu dengan menggunakan tanganku sendiri!”
Evan bahkan dengansantainya mengatakan maksud dan tujuannya selama ini mendekati Zhia dan si kembar tanpa ada rasa bersalah sedikitpun telah mempermainkan hati mereka.
“Evan, cukup hentikan sampai disini! Sungguh bercandamu sekarang tidak luca sama sekali, Van!”
Zhia yang polos masih saja menganggap kebenaran yang dikatakan dan ditunjukan dari Evan hanya sebuah kebohongan belaka.
Seperti yang sudah diduga oleh kedua anak kembarnya, Zhia tidak mempercayai satu pun kebenaran yang dikatakan Evan.
Karena bagi Zhia Evan adalah orang yang sangat baik, penyelamat hidupnya dan akan selamanya seperti itu.
“Apa aku pernah bercanda denganmu? Bahkan sekali pun tidak pernah, Zhi! Jadi semua yang kau lihat dan kau dengar hari ini adalah kenyataan dan kau harus segera bangun, jika tidak kau akan kehilangan segalanya dalam sekejap! Karena aku akan memastikan semua yang aku akan menjadi kenyataan.”
Evan kembali mengeluarkan seringai liciknya pada Zhia, hingga membuat wanita polos itu hanya bisa terdiam dan menangis.
Karena hari ini semuanya bagaikan sebuah mimpi buruk baginya, pria yang dia nikahi adalah seorang ketua mafia dan penyelamatnya ternyata musuh bebebuyutan dari suaminya sendiri.
“Sudah aku katakan menangis tidak akan menyelesaikan masalah apapun, Zhi! Sebagai penyelematmu, aku akan memberikanmu dua pilihan. Pertama ikut denganku secara baik-baik dan biarkan Cano merasakan kehancurannya sendiri atau kau bunuh dia untukku? Mana yang akan kau pilih diantara keduanya, Zhi!”
Evan terus saja melanjutkan perkataan yang bagaikan anak panah tepat menusuk jantung Zhia hingga sampai ketulang-tulangnya.
Evan bahkan tidak memberikan waktu untuk Zhia bisa mencerna semua yang dia ketahui hari ini.
“Nyonya, jangan dengarkan perkataannya! Bagaimana pun caranya, kami pasti akan terus melindungi anda!” ujar Eva yang tidak mau Nyonya mudanya terjebak dalam perkataan Evan.
“Iya, Nyonya! Saya yakin Tuan muda pasti mempunyai alasan sendiri. Jadi jangan terkecoh dengan ucapan busuknya itu!” sahut Alea yang juga membela Tuan mudanya, meskipun dia baru tahu bahwa Tuan mudanya itu seorang ketua mafia yang paling ditakuti didunia.
“Mau mendengarkan atau tidak? Sekarang kalian semua berada didalam kendaliku!” ujar Evan yang tersenyum sinis pada Eva, Alea dan juga Zhia yang masih terdiam ditempat.
...****************...
Disatu sisi, Rayden yang baru saja sampai di manshionnya langsung saja menuju kekamar Luca.
Karena hanya dikamar Luca yang terdapat computer dengan kualitas paling tinggi untuk meretas.
Brakkkk,……………
“Luca! Lucia, ada yang perlu pa,_.........”
__ADS_1
Rayden masuk begitu saja kedalam kamar Luca yang memang tidak dikunci sama sekali.
Betapa terkejutnya Rayden saat melihat kedua anak kembarnya telah menemukan banyak informasi mengenai musuhnya yang selama ini bersembunyi dengan sangat baik sampai Rayden sendiri berulang kali terkecoh.
Bahkan Luca sepertinya masih meretas sesuatu, karena dia hanya menatap sekilas kedatangan papahnya kemudian kembali menatap kearah computer dengan sangat serius.
“Papah mau apa kesini? Meminta maaf?” tanya Lucia yang langsung memasang raut wajah cemberutnya.
“Darimana kalian semua mendapatkan semua data ini?”
Rayden mengabaikan pertanyaan Lucia dan malah bertanya balik mengenai data yang selama ini dia cari-cari dengan susah payah.
“Luca yang tadi meretasnya melalui virus yang ditanamkan pada komputer paman Evan, Pah! Dan tentu saja dibantu oleh Luci dan sekarang Luca mencoba meretas ponselnya!”
Luca pun menjelaskan dari mana asal muasal mereka mendapatan semua data penting itu secara singkat.
Sedangkan Lucia yang semakin merasa diabaikan oleh papahnya hanya diam dengan wajah cemberutnya.
“Teryata Evan adalah Revan Sam Joseph, putra satu-satunya Sam Joseph dan dialah yang telah membunuh Rayna-ku selama ini!”
Kemarahan Rayden pun mulai kembali meluap, begitu menyadari bahwa Evan ‘lah yang selama ini dia cari.
Tubuh Rayden seketika gemetar menahan gejolak amarahanya dan juga airmatanya.
“Papah it’s fine?” ujar Lucia yang langsung memeluk tubuh papahnya saat melihat tubuh papahnya itu gemetar dan airmata yang tertahan dipelupuk matanya.
Namun Rayden hanya diam dan hanya bisa menangis sambil memeluk putrinya itu dengan eratnya. Bahkan Luca sampai menghentikan akdsi meretasnya untuk melihat keadaan sang papah.
“Iya, sayang! Paman Evan kalian itu yang telah membunuh adik kembar papah dulu.”
Rayden pun memberitahukan rahasia besarnya pada kedua anak kembarnya itu tanpa ragu, karena dia juga ingin meminta bantuan pada Luca lagi.
Luca dan Lucia pun tampak tercengang saat mendengarnya langsung dari mulut papahnya, mereka berdua tidak menyangka bahwa paman yang selama ini mereka sayangi ternyata sekejam dan sejahat itu.
“Pah, kalau paman Evan seperti yang tadi papah katakan, maka sekarang memah berarti sedang dalam bahaya!” seru Luca yang langsung mengkhawatirkan tentang mamahnya.
“Maksud kamu?” ujar Rayden yang tidak mengerti dengan maksud perkataan putranya itu, karena setahunya Zhia masih berada didalam kamarnya.
“Papah, Ayo lihatlah ini!”
Luca pun langsung mengajak papahnya untuk melihat layar komputernya, dimana semua tentang Evan yang sebenarnya mulai terkuak.
Ternyata sebelum Luca menghampiri papahnya, dia sudah terlebih dahulu berhasil meretas ponsel milik Evan.
Dan yang pertama Luca lakukan adalah melihat semua isi pesan yang dikirim dan diterima oleh Evan.
Zhi, bisakah kita bertemu siang ini?
Ada sesuatu yang harus aku bicarakan padamu!
__ADS_1
Ini sangat penting!
Tentang suamimu, Rayden Cano Xavier!
^^^Baiklah!^^^
^^^Dimana kita akan bertemu?^^^
Dan ternyata Zhia langsung membalasnya.
Temui aku di café QH!
^^^Baiklah, aku akan pergi kesana!^^^
Hmmm,… Aku akan menunggumu!
Seketika mata Rayden terbelalak dengan lebarnya, saat membaca pesan terakhir antara Evan dengan istrinya yang mengajak bertemu untuk memberitahukan mengenai identitas Rayden sebagai seorang mafia pada Zhia.
Bagi Rayden identitasnya sebagai mafia diketahui oleh Zhia itu tidak ‘lah penting, tapi dia tidak ingin Evan melakukan sesuatu yang membahayakan nyawa Zhia seperti yang terjadi pada adik kembarnya dulu.
“Sial, aku harus segera menemukan Zhia!” seru Rayden yang harus bergerak cepat, jika tidak ingin Zhia-nya kenapa-napa.
Rayden pun langsung beranjak untuk segera menyusul Zhia di café yang tertulis dalam pesan itu.
“Papah! Papah mau kemana? Luci mau ikut juga!” tanya Lucia yang merasakan kekhawatiran yang sama dengan sang papah.
“Papah harus pergi untuk membawa mamah kalian kembali. Kalian tetap ‘lah disini! Luca bantu papah menemukan informasi lebih banyak lagi mengenai Evan. Dan Luci bantu kakakmu disini, memisahkan file yang penting seperti tadi! Papah janji akan pulang bersama dengan mamah kalian!” ujar Rayden yang membagi tugas pada kedua anak kembarnya, secara tidak langsung mereka sudah menjadi sekutu satu sama lain.
“Baik, Pah! Luca akan melakukan yang terbaik untuk membantu papah!” sahut Luca dengan penuh percaya diri, sementara Lucia hanya bisa mengangguk pasrah mengikuti keinginan papahnya.
“Papah pergi dulu!” pamit Rayden setelah itu langsung pergi menuju ke lokasi.
Bersambung.............
Note :
Hay, kak!😄😄😄
Jangan Lupa guys!
Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉
Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄
Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄
Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄
Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚
__ADS_1
Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌
Terima kasih All!😙😘😚