
“Sudahlah, aku sudah tidak mengantuk lagi!”
Rayden meraih tangan Zhia, lalu menciumnya beberapa kali. Rayden membelai tangan itu dengan lembut, memperhatikannya dengan inters dan merasakan kelembutan tangan Zhia yang telah berhasil merawat anaknya seorang diri.
“Kau kenapa?”
Zhia pun merasa sedikit aneh dengan sikap Rayden yang begitu lembut memperlakukannya, tetapi kali ini tidak banyak berkata apapun.
Biasanya Rayden akan selalu mengatakan apapun yang ada didalam pikirannya langsung pada Zhia, tapi kali ini Rayden seakan tengah menahan sesuatu yang ingin dia sampaikan pada Zhia.
“Tidak apa-apa! Memang kenapa kau bertanya seperti itu?”
Bukannya menjawab Rayden malah balik bertanya pada Zhia sembari memainkan tangan Zhia dan sesekali membandingkan tangan kecil Zhia dengan tangannnya sendiri.
“Entahlah, aku hanya merasa sikapmu hari ini lebih aneh dari biasanya?” ujar Zhia dengan ragu, dia ingin menarik tangannya dari genggaman Rayden. Akan tetapi, Rayden malah semakin mempererat pegangan tangannya.
“Aneh? Maksudmu aku,_.......”
“Tidak! Bukan seperti itu maksudku, jangan salah paham dulu!”
Zhia segera memotong perkataan Rayden, sebelum pria itu semakin memojokkannya lebih jauh lagi.
Apalagi saat Rayden mendongakkan kepalanya menatap Zhia, meminta penjelasan atas perkataan yang tadi.
“Aku hanya merasa kau akhir-akhir ini lebih pendiam dari sebelumnya. Biasanya kau akan selalu mengatakan apa yang ingin kau katakan, tapi belakangan ini kau lebih terlihat menahan apa yang mengganggu pikiranmu! Ada apa? Aku jadi merasa khawatir!”
Zhia kembali menjelaskan tentang sikap aneh Rayden yang dia maksud. Karena melihat Rayden yang menyimpannya sendiri malah membuat perasaannya semakin khawatir, Zhia takut kalau sampai anak kembarnya berada dalam bahaya lagi.
“Kau tidak perlu megkhawatirkan apapun, Zhi! Aku yang akan mengurus semuanya dan melindungi kalian. Aku akan segera menangkap orang-orang yang berniat melakukan hal jahat padamu dan juga anak kembar kita. Kau focus saja pada anak-anak dan kesembuhanmu. Jangan pikirkan hal lain, kau mengerti Zhi!”
Rayden menyadari kekhawatiran Zhia sebagai seorang ibu, apalagi selama ini hidup Zhia dan si kembar selalu damai tanpa adanya musuh berbahaya disekeliling mereka.
Zhia hanya bisa diam, meskipun dia sangat mempercayai perkataan Rayden. Akan tetapi, hatinya tetap tidak bisa tenang seakan masih banyak hal buruk lagi yang akan terjadi padanya dan juga kedua anak kembarnya.
Berbeda jauh kehidupan mereka yang sekarang dengan adanya kehadiran Rayden yang merupakan ketua mafia.
Memiliki banyak sekali musuh dimana-mana itu sudah pasti, tetapi Rayden tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan jatuh cinta dan mempunyai anak.
Itulah yang menjadi salah satu alasan Rayden tidak suka berdekatan dengan wanita, karena dia tidak mau wanita yang dia cintai terluka oleh musuhnya. Itu juga yang menjadi alasan Rayden menerima Grace menjadi tunangannya dulu.
Sifat Grace yang sombong serta haus akan kekuasaan membuat Rayden tidak masalah jika suatu hari Grace mati dibunuh oleh salah satu musuhnya.
Setidaknya dia sudah menikah saat Grace mati, sehingga mamah dan papahnya tidak akan memaksanya untuk menikah lagi setelah kematian Grace. Namun, takdir malah berkata lain.
Rayden dipertemukan dengan Zhia dan melakukan hubungan cinta satu malam, tanpa dia tahu benihnya tumbuh dirahim Zhia.
__ADS_1
Jika waktu bisa diputar kembali, Rayden pasti tidak akan pernah membiarkan Zhia pergi pada saat dia telah merenggut kehormatannya. Maka semuanya tidak akan berakhir seperti ini.
Rayden bisa menyembunyikan Zhia ataupun identitasnya si kembar ke public, karena itu akan membuat mereka tetap aman disisinya.
Tapi takdir selalu berkata lain, Rayden menemukan anak kembarnya melalui berita yang viral di internet.
Dia bisa menikah dengan Zhia juga berkat konferensi pers yang dilakukan oleh Grace.
Karena fitnah dari Grace terpaksa Rayden ahrus mengumumkan keberadaan Zhia pada public, demi membersihkan nama baik Zhia dan juga si kembar.
Rayden sangat bingung, jika dia tidak memperkenalkan Zhia dan si kembar pada public maka Zhia serta si kembar akan selalu menjadi target semua orang.
Disisi lain, jika Rayden memperkenalkan Zhia dan si kembar pada public maka sudah pasti mereka akan menjadi target utama dari musuh-musuhnya.
Antara ditargetkan oleh orang diseluruh dunia atau musuh-musuhnya, tidak ada satu pun dari pilihan itu yang baik untuk Zhia dan si kembar serta Rayden.
Tapi Rayden harus memilih salah satu dan harus bersiap menanggung akan akibat dari pilihannya.
“Ray, ada apa?” ujar Zhia yang membuyarkan lamunan Rayden. Tanpa sadar Rayden terbawa hayut oleh pemikirannya sendiri.
“Aaahh,…Tidak ada! Aku dengar Dr. Ian menarik kembali kedua perawat itu! Seharusnya aku beli saja rumah sakit milik pemerintah itu agar kau bisa mendapat perawatan yang eksklusif kapanpun dan dimana pun!” sahut Rayden yang segera mengalihkan pembicaraasn Zhia yang terus merasa penasaran akan masalah yang terus menganggu pikirannya.
“Kau gila ‘yah! Aku tidak apa-apa! Kenapa kau terus memperlakukanku seperti orang yang sedang sekarat ‘sih!” seru Zhia yang geram mendengar perkataan Rayden, saking geramnya Zhia bahkan beberapa kali mencubit lengan Rayden hingga membuat Rayden merintih kesakitan.
“Auwhh,…..Auwhh,…. Sakit sekali, Zhi!”
“Aku tidak suka kamu bersikap arogan dan semaunya seperti ini! Bagaimana kalau Luca atau Lucia meniru sikapmu yang seperti itu. Aku tidak mau mereka bersikap seperti ini pada orang lain.”
Mata Zhia semakin memerah seperti hampir menangis, Rayden pun kelabakan melihat istrinya yang malah menangis hanya karena ucapannya.
“Zhi, jangan menangis! Maafkan aku! Aku hanya asal bicara tadi. Aku janji tidak akan berkata seperti itu lagi untuk kedepannya.”
Rayden segera bangkit dari posisi tidurnya, dia berusaha menangkup wajah Zhia yang sudah meneteskan airmata tapi Zhia langsung menepisnya dengan kasar.
Rayden juga berniat meraih tubuh Zhia untuk memeluknya, tetapi Zhia kembali menolaknya dan malah mendorongnya menjauh.
“Asal bicara katamu? Kau pikir semua orang sama sepertimu yang mempunyai harta dan kekuasaan? Bagaimana dengan orang-orang sepertiku, Ray! Hikss,….” seru Zhia, dia pun tidak mengerti kenapa perkataan Rayden begitu melukai hatinya dan mengingatkan dia akan masalalunya.
“Zhi, aku sungguh minta maaf! Aku mengaku bahwa aku salah, jadi jangan menangis. Kumohon!” pinta Rayden yang berusaha membujuk Zhia untuk memaafkan perkataannya dan berhenti menangis.
Sebab hati Rayden terasa sakit dan sesak, jika melihat Zhia meneteskan airmatanya.
“Kau pasti tidak akan pernah tahu, Ray! Bagaimana orang-orang sepertiku bertahan saat sedang sakit. Dulu untuk memeriksakan kandunganku saja, aku tidak mampu untuk membayarnya. Biaya persalinan si kembar, bahkan biaya untuk memeriksakan si kembar saat sedang sakit aku sama sekali tidak mampu membayarnya jika bukan karena Evan yang selalu membantuku. Hikss….”
Zhia tidak bisa berhenti menangis, dia juga tidak mudah mengabaikan perkataan Rayden barusan yang katanya hanya asal bicara.
__ADS_1
Entah kenapa perkataan Rayden terus mengingatkan Zhia betapa berjuangnya dia dulu saat berada dirumah sakit.
Meskipun Zhia sekarang sudah menjadi Nyonya muda Xavier, dia tidak mau orang lain yang statusnya lebih rendah darinya yang sekarang mengalami nasib yang sama dengannya dulu.
“Zhi,_....”
“Hanya karena aku tidak punya uang, tidak punya kekuasaan dan jabatan. Semua dokter dan perawat mengabaikan diriku yang menahan kesakitan pasca melahirkan. Mereka juga tidak peduli saat bayiku menangis kesakitan saat itu. Dan kau bersikap egois menahan dokter dan perawat hanya karena luka sekecil ini? Hikss,…..”
Zhia terus tak menghiraukan permintaan maaf Rayden, mengungkapkan isi semua beban hatinya dulu yang membuat dirinya sempat merasa sangat putus asa.
Rayden tak kuasa menahan tangisnya saat mendengar betapa beratnya kehidupan Zhia yang merawat si kembar seorang diri di negara asing.
Hatinya terasa semakin sesak dan sakit mengetahui betapa wanita didepannya ini sangat terluka, tapi dia malah melupakan Zhia begitu mudahnya setelah malam itu.
“Zhi,….!”
Rayden mendekap tubuh Zhia dengan erat, meskipun Zhia telah menolaknya berkali-kali.
“Kau tidak akan pernah tahu bagaimana orang-orang seperti kami bertahan untuk hidup diluaran sana, Ray! Hikss,……”
Zhia masih menangis didalam pelukan hangat Rayden. Hatinya masih terasa sakit ketika mengingat kejadian waktu dirinya akan melahirkan si kembar dan juga saat memeriksakan baby Lucia yang waktu itu sempat demam tinggi.
Banyaknya dokter dan perawat pada rumah sakit itu yang berlalu lalang tapi selalu mengabaikannya dan mengutamakan orang-orang yang yang lebih mempunyai kedudukan serta uang.
Beruntung ada Evan yang membantunya, sehingga Zhia dan anaknya tidak terlalu lama diabaikan.
Bersambung...............
Note :
Hay, kak!😄😄😄
Jangan Lupa guys!
Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉
Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄
Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄
Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄
Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚
Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌
__ADS_1
Terima kasih All!😙😘😚