
“Sial, aku harus segera mencari celah untuk melarikan diri dari serangan Noland dan menjadikan kedua bocah itu sebagai sandera!” batin Jayden yang mutar otaknya untuk menciptakan selah tersebut.
...****************...
Sementara begitu Luca dan Lucia memasuki rumah itu seperti yang di alami oleh papahnya, mereka memeriksa satu persatu sampai mereka mendengar suara kegaduhan didepan sana.
“Luci, apakah kau juga mendengarnya?” ujar Luca pada sang adik kembarnya.
“Suaranya berasal dari sebelah sana, kak! Ayo, kita kesana kak!” sahut Lucia yang langsung berlari kearah sumber suara, diikuti oleh Luca dibelakangnya.
“Mamah! Papah!” ujar Luca dan Lucia secara bersamaan, mata mereka seketika membulat saat melihat kondisi mamah dan papahnya.
Ternyata benar apa yang diperkirakan oleh Luca selama ini, papahnya sudah menemukan mamah mereka dan sekarang tengah berhadapan langsung dengan Evan.
Betapa marahnya Luca dan Lucia saat melihat keadaan mamahnya yang seluruh tubuhnya dipenuhi dengan luka lebam dan bahkan mereka harus melihat mamahnya masih diikat disana.
Terlihat juga papah mereka yang sudah terluka dilengan kirinya dan dapat dismpulkan sendiri oleh si kembar bahwa luka itu pasti dikeranakan oleh Evan.
Tiba-tiba saja Lucia teringat akan mimpi buruknya tempo hari, dia tidak menyangka bahwa mimpinya yang dianggap sebagai bunga tidur belaka sekarang menjadi kenyataan.
Luca memang sangat marah, tetapi tidak terlihat semarah Lucia yang sudah mengempalkan tangannya dan menggertakkan giginya dengan erat melihat betapa jahatnya Evan.
Lucia langsung mengambil tongkat baseballnya dan meletakan tasnya disana dan kemuadian berkata”Kali ini kakak tidak akan menghentikan aku lagi, bukan?”
“Iya, kali ini lakukanlah sesukamu!” ujar Luca yang yang juga mengambil sebuat ketapel untuk membantu Lucia dan papahnya jika diperlukan.
“Baguslah, waktunya Luci beraksi! Beraninya orang sepertinya melukai papah dan mamahku.” gumam Lucia sembari sedikit melakukan pemanasan sebelum beraksi.
“Kakak selamatkan mamah! Biar aku dan papah yang menangani paman Evan.” ujar Lucia pada sang kakak.
“Berhati-hatilah, Luci!” pesan Luca pada adik kembarnya.
Setelah membagi tugas, mereka pun mulai bergerak untuk melaksanakannya. Baik Rayden dan Evan yang sedang dalam pertarungan sengit sedikitpun tidak menyadari kehadiran kedua bocah kembar itu.
Lucia segera mencari dan memanfaatkan kesempatan itu untuk menyerang Evan dengan tongkat baseball kesayangannya.
Sementara Luca berlari menghampiri mamahnya untuk melepaskan ikatan kain yang menutup matanya dan tali yang mengikat tubuhnya.
Jauh berbeda dari yang dirasakan Rayden dan Evan, Zhia yang mengetahui bahwa anak kembarnya juga berada didalam situasi yang bisa saja membahayakan nyawa mereka juga.
Zhia terus menatap putranya itu dengan tidak percaya, dirinya ikut mematung dengan deraian airmata yang semakin mengalir deras.
“Luca? Bagaimana bisa kau,…..”
__ADS_1
“Maafkan kami, Mah! Tapi Luca dan Lucia tidak bisa berdiam diri ketika tahu kalau mamah dan papah berada dalam bahaya seperrti ini.”
Luca segera memotong perkataan mamahnya, dia tahu bahwa mamahnya pasti akan sangat marah besar dengan aksi nekad mereka.
Luca sadar bahwa dia dan adik kembarnya sudah sangat jauh ikut campur dalam urusan orang dewasa itu, tetapi dia tidak bisa tinggal diam saja.
Jika ada sesuatu yang bisa dia lakukan untuk membantu papahnya dalam menyelamatkan mamahnya, maka apapun resikonya akan dia terima.
“Luca tahu mamah pasti takut terjadi sesuatu yang buruk pada kami karena melakukan ini, tapi Luca mohon untuk kali ini saja! Percayalah pada Luca dan Luci bahwa kami juga bisa melindungi mamah seperti mamah yang melindungi kami selama ini?” pinta Luca yang berharap mamahnya akan mengerti dengan niat mereka melakukan semua ini.
“Mamah hanya tidak ingin kalian terluka karena mamah! Hikss,….” ujar Zhia yang membelai lembut wajah Luca dengan penuh cinta.
“Kami tidak akan terluka dan juga kami tidak ingin mamah serta yang lainnya terluka!” sahut Luca sembari menghapus sisa airmata yang berada dipipi mamahnya.
“Mah, kita harus bersembunyi sekarang agar papah dan Lucia bisa focus menyerang dan mengalahkan paman Evan. Luca juga akan membantu mereka dari kejauhan dengan menggunakan ini!” lanjut Luca sembari menunjukkan ketapel dan beberap batu kecil yang tadi sempat dia kumpulkan saat diperjalanan.
Tenang saja batu-batu itu Luca tidak asal mengambilnya, dia hanya mengambil batu yang bentuknya unik dan terlihat menarik perhatiannya saja untuk dipungut.
Zhia hanya mengangguk menuruti perkataan Luca, mereka pun langsung bersembunyi disana tanpa diketahui oleh Evan.
Sementara itu,…..
Buuaakk,……
Buuaakk,……Buuaakkk,….
Tidak puas dengan memukul lengannya saja, Lucia juga memukul kaki dan perut Evan hingga tersungkur dihadapannya,”Dan ini untuk perlakuan burukmu terhadap mamah selama ini!”
Duuaaakk,……
“Dan ini karena selama ini telah menipu kami dengan sikap baikmu!” seru Lucia sembari mengarahkan tongkat baseballnya tepat didepan wajah Evan.
Dan setelah Evan tersungkur bahkan Lucia masih saja menendang wajah Evan dengan sangat keras.
Evan tidak dapat merespon maupun menahan serangan dari Lucia karena rasa keterkejutannya.
Bukan hanya Evan saja yang terkejut disana, Rayden bahkan mematung melihat perbuatan putrinya yang mengingatkan dirinya sendiri akan masa kecilnya.
“Lu-luci? Bagaimana bisa kau berada disini? Apakah Luca juga berada disini bersamamu?” tanya Rayden dengan suara yang terbata-bata, dia sungguh tercengang melihat putrinya yang begitu kejam dalam menghajar Evan yang dulu sangat dekat dengan mereka.
“Iya, kakak sedang menolong mamah disana! Kami datang karena khawatir dengan papah dan mamah, maka dari itu kak Luca meretas ponsel milik papah dan mengikutinya hingga sampai disini!”
Lucia pun menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan oleh papahnya dengan jujur dan juga tetap santai tentunya.
__ADS_1
Mendengar penjelasan Lucia, Rayden pun langsung menatap kearah Zhia sudah tidak terikat lagi kursi. Dan benar saja, Luca telah membantu mamahnya melepaskan diri.
“Dasar bocah sialan! Beraninya kau menyerangku!”
Evan segera bangkit dan berteriak dengan penuh amarah yang semakin memuncak. Dia langsung saja merebut tongkat baseball yang berada ditangan Lucia dan membuangnya kesembarang tempat.
Baik Rayden dan Lucia pun segera tersadar bahwa mereka tidak boleh lengah sedikitpun, terlebih lagi sekarang mereka berada dikandang musuh.
“Ternyata selama ini kau dan saudara kembarmu itu menyembunyikan kemampuan kalian! Beraninya kalian membodohiku!” ujar Evan lagi yang menatap tajam kearah Luci dan juga Luca yang sudah berhasil membebaskan Zhia.
“Paman ingat? Kami tidak pernah berusaha menyembunyikan apapun dari paman. Paman saja yang tidak pernah menyadari kemampuan kami yang sesungguhnya, tapi sebaliknya paman ‘lah yang menyembunyikan niat paman yang sesungguhnya terhadap kami terutama pada mamah!” seru Lucia yang tidak terima dengan perkataan Evan barusan, sekaligus dia juga ingin mengetahui alasan sebenarnya sampai Evan melakukan semua ini.
“Hay, anak kecil! Jangan ikut campur dengan urusan orang dewasa kau,_........”
“Kami tidak berniat ikut campur selama ini, tapi kenapa kau membawa-bawa mamah kami dan menyakitinya seperti itu? Kami tidak masalah jika kau dan papahku bertarung dengan mempertaruhkan segala, tapi tidak jika kau menyangkut mamah kami!”
Dengan keberanian penuh, Lucia dengan tegasnya memotong perkataan Evan dan secara tidak langsung menantang untuk bertarung.
Rayden bahkan tak bisa berkata apapun melihat keberanian putrinya, dia baru menyadari bahwa sifat Lucia sangat mirip dengannya waktu kecil dibandingkan dengan Luca.
“Bwuahahahaa,….Sesaat aku lupa kalau kau adalah putrinya! Karena itulah sifat menyebalkanmu saat ini sangat mirip dengannya. Haruskah kau kubunuh sekalian bersamanya?”
Sesaat Evan tertawa terbahak-bahak, tapi tidak berikutnya dia langsung berhenti dan melontarkan tatapan membunuhnya terhadap Lucia dan Rayden secara bergantian.
Bersambung.............
Note :
Hay, kak!😄😄😄
Jangan Lupa guys!
Novel ini masih On Going 'yah! Maaf untuk sementara waktu updatenya tidak menentu🙏🙏🙏😢
Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄
Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄
Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄
Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚
Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌
__ADS_1
Terima kasih All!😙😘😚