Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Iblis Neraka Vs Dewa Kematian Part. 2


__ADS_3

“Hay, bro! Kau sedang mencari siapa dengan berteriak-teriak begitu?”


Orang yan dicari Levi pun muncul. Jayden berjalan dengan santainya menghampiri Levi seperti menghampiri temannya sendiri.


“Tentu saja mencari orang yang mendapat julukan iblis neraka, tapi sepertinya julukan itu bukanlah julukan yang tepat untuknya! Anjing bego sepertinya julukan yang sangat tepat untuknya, mengingat dia hanya dijadikan alat sebagai umpan untuk menarik musuhnya. Bagaimana menurutmu?” ujar Levi yang secara langsung menghina Jaydon tanpa merasa takut sedikitpun, dia terus saja memprovokasi lawannya itu.


“Heh,……Cara bicaramu sangat buruk sesuai dengan kelakuanmu, Zaen Levi!”


Jaydon tidak mungkin tinggal diam saja mendengar hinaan Levi tentangnya, dia pun membalasnya.


‘Terima kasih! Aku akan menganggapnya sebagai pujian.”


Bukannya marah atau emosi, Levi malah dengan meudahnya menganggap bahwa perkataan Jaydon sebagai sebuah pujian untuknya.


Jaydon hanya bisa berdiam diri mencoba meredakan emosinya terhadap semua penghinaan dan sikap Levi, dia sadar bahwa Levi sedang membuatnya emosi.


Apalagi mengingat sekarang pasukannya sama jumlah dengan pasukan yang dipimpin oleh Levi, jika bukan karena kecerobohannya mungkin dia bisa menghindari serangan pertama tadi.


“Hay, kenapa diam? Kau malu karena telah menjadi anjing bego untuk seseorang?” ujar Levi, sepertinya rencana untuk memancing emosi Jaydon tidak akan berhasil.


“Aku akui kau sangat pandai memancing emosi lawan, tapi bukankah itu cara yang tepat bagi orang yang mendapatkan julukan Dewa kematian seperti dirimu, Zaen Levi!”


Kini giliran Jaydon yang akan menyerang dengan cara sendiri.


“Hmmm,…Cukup menarik! Kau ingin kita mulai sekarang?” sahut Levi yang mengerti dengan apa dimaksud oleh si Jaydon itu.


“Kau memang pintar! Kita lihat siapa yang akan lebih berkuasa disini sang Iblis Neraka atau sang Dewa kematian!” ujar Jaydon disertai seringai iblisnya.


Begitu selesai mengatakan itu, Jaydon dan Levi sama-sama melepaskan tembakkan satu sama lain.


Beruntung keduanya bisa saling menghindari tembakan itu, Jaydon segera lari mencari tempat persembunyian yang aman untuk membidik Levi.


Tapi sayangnya, kali ini Levi sudah benar-benar menargetkan Jaydon sebagai bahan perburuannya.


Levi dengan Gerakan yang sangat cepat mengejar dan menghindari tembakan dari Jaydon sekaligus, jika di ibaratkan Levi sudah bagaikan serigala hutan yang sudah sangat kelaparan dan Jaydon sebagai mangsanya.


Dengan membabi buta Levi terus mengejar Jaydon, dia akan langsung menghabisi siapa pun orang yang menghalangi jalannya.


Karena tidak ada jalan lain, Jaydon pun tidak bisa lari lagi tapi dia harus menghadapinya secara langsung.


“Sial! Bocah itu benar-benar sudah gila! Aku harus segera membunuhnya.” Gumam Jaydon yang semakin merasa terdesak dengan serangan Levi dan pasukkannya.


Saat Levi sedang menembaki beberapa anak buahnya, Jaydon langsung menendang dan memukul Levi hingga senjata yang digunakannya jatuh terhempas jauh darinya.


Jaydon terus memukuli Levi yang sudah jatuh ketanah secara membabi buta, dia tidak membiarkan Levi mempunyai kesempatan untuk membalas pukulannya.


Levi yang tidak bisa menahan setiap pukulan Jaydon lagi, dia pun mengambil sejumput tanah didekatnya dan langsung saja melemparnya ke mata Jaydon hingga membuatnya tidak bisa melihat untuk sementara waktu.

__ADS_1


Levi pun segera memanfaatkan kesempatan itu untuk balas memukul Jaydon tanpa ampun, tapi dengan cepat Jaydon kembali menguasai keadaan.


Jaydon pun tanpa segan mengeluarkan belatinya sebagai senjata pertahanan hidup terakhirnya.


“Haa,….Haaa,… Kau pasti sudah merasa ketakutan dengan kemampuanku yang sebenarnya ini, makanya kau mengeluarkan belatimu itu. Benar bukan?” ujar Levi dengan nafas yang terengah-engah.


“Haa,…Haaaa,…Jangan bercanda! Semua legal digunakan didalam pertarungan antar mafia, jangan munafik kau tidak penah melakukannya!” seru Jaydon yang juga kehabisan tenaga dan juga nafasnya belum normal kembali seperi biasanya.


Pertarungan sengit antara Levi dan Jaydon benar-benar menguras banyak tenaga mereka.


Mendengar perkataan Jaydon, Levi hanya bisa menertawakannya “Hahahaa,….Aku baru pertama kalinya bertemu orang tidak tahu malu sepertimu!”


“Bagaimana kalau begini saja! Aku akan membiarkanmu tetap hidup, tapi dengan syarat kau harus menjawab beberapa pertanyaanku. Bagaimana kau tertarik?” lanjut Levi yang memberikan Jaydon sebuah kesepakatan.


“Apa yang ingin kau ketahui dariku?” ujar Jaydon yang sepertinya tertarik dengan penawaran yang diberikan oleh Levi.


“Ouh,… Sepertinya aku hanya akan bertanya satu pertanyaan saja! Siapa orang yang sedang kau lindungi sekarang?”


Levi langsung bertanya siapa sebenarnya ketua klan Tiger Dark yang sekarang.


Tapi disisi lain, Levi juga menyadari bahwa sampai kapan pun Jaydon tidak akan mengkhianati Tuannya seperti yang dia lakukan. Karena itulah dia kembali berkata “Sudahlah, aku tahu kau tidak akan menyetujui kesepakatan itu! Jadi, aku tidak perlu membuang waktuku untuk ini.”


Levi pun langsung menyerang dengan tangan kosong, meskipun lawannya memegang sebuah belati itu tidak akan menjadi masalah untuknya. Mendapat serangan mendadak dari Levi, sesaat Jaydon terpukul mundur.


Namun, detik berikutnya Jaydon langsung membalas menyerang. Pertarungan sengit pun kembali terjadi, mereka memang lawan yang sebanding jika dilihat cara bertarung mereka yang sangat ahli.


Sepertinya Levi kurang hati-hati saat berhdapan dengan Jaydon yang menyerang dengan menggunakan belati.


“Akhhh,…Shit! Belati itu sungguh mengganggu gerakanku saja!” umpat Levi sembari memegangi lengannya yang mulai mengeluarkan banyak darah.


“Kenapa sakit? Kau boleh menangis didepanku kalau perlu!” ujar Jaydon yang tersenyum puas karena berhasil melukai Levi.


“Hahh,….Hahahaaaa,….Sepertinya kau yang perlu menangis setelah ini! Karena aku akan membalas luka ini berkali-kali lipatnya!”


Levi pun kembali menyerang Jaydon tanpa memberi celah sedikitpun untuk lawannya membalas menyerang.


Sampai pada akhirnya, Jaydon hampir saja melukainya lagi kalau belati itu tidak menyangkut dikain yang membalut tangan Levi sebelumnya.


Benar, kain itu berasal dari potongan gaun yang diberikan Lucia untuk menutupi luka Levi akibat menahan pisau Liam saat di gudang.


Levi segera memanfaatkan kesempatan bagus itu untuk merebut belatinya.


Begitu belati itu berhasil Levi rebut, dia pun langsung menusukkanya ke perut Jaydon beberapa kali dan beberapa sayatan di berbagai bagian tubuhnya.


Satu goresan pada lengan Levi, benar-benar dia kembalikan berkali-kali lipatnya.


Dan disaat Levi berniat ingin menusuk bagian kepala Jaydon, tiba-tiba saja ada penembak jitu dari pihak musuh yang mengarah padanya.

__ADS_1


Levi pun segera mencari tempat berlindung, karena nyawanya lebih utama dibandingkan dengan mencabut nyawa musuhnya itu.


“Sial! Tinggal sedikit lagi aku bisa membunuhnya, tapi malah datang pengacau! Kali ini kau bisa melarikan diri, namun tidak ada untuk lain kali!” ujar Levi yang merasa sangat kesal karena target buruannya berhasil melarikan diri.


Ternyata begitu penebak jitu menyerang Levi, Jaydon segera memanfaatkan saat itu untuk melarikan diri.


Meskipun lukanya sangat parah, tapi Jaydon harus segera meninggalkan tempat itu secepatnya.


“Kak, kau tidak apa-apa? Maaf aku terlambat datang untuk menolongmu!” ujar Jayden dengan khawatir.


Jayden segera menyusul Jaydon begitu mendengar Levi beserta pasukannya berhasil menguasai kembali wilayah perbatasan.


Jayden pun sangat terkejut melihat luka yang diderita sang kakak sangat parah dan hampir saja kehilangan nyawanya kalau saja dia tidak datang tepat waktu.


“Tidak apa, aku hanya,_......”


Belum sempat menjawab pertanyaan dari adiknya, Jaydon sudah tidak sadarkan diri terlebih dahulu karena kehilangan banyak darah.


“Kak! Kak Jaydon!” seru Jayden yang berusaha membangunkan kakaknya.


“Jangan buang waktu disini! Ayo, kita pergi sekarang agar Jaydon juga segera mendapat pertolongan.”


Ternyata Evan juga datang untuk melihat situasinya secara langsung. Mereka pun segera pergi dari wiilayah itu, sebelum ada pihak musuh yang menyadari kehadiran Evan dan Jayden disana.


“Siapa orang itu? Apakah dia orangnya?” gumam Levi yang ternyata menyaksikan kejadian itu dari kejauhan.


Levi sebenarnya ingin segera mendekat agar bisa melihatnya lebih jelas tapi sayangnya mereka sudah meninggalkan tempat itu.


Apalagi hari sudah berganti malam, sehingga Levi semakin tidak bisa melihat wajah orang-orang yang membawa Jaydon.


Bersambung............


Note :


Hay, kak!😄😄😄


Jangan Lupa guys!


Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉


Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚

__ADS_1


Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌


Terima kasih All!😙😘😚


__ADS_2