Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Pengawal Untuk Zhia


__ADS_3

Sesampainya dikantor Rayden dan Will seperti biasa disambut oleh para pegawainya. Will terus mengikuti Rayden dengan patuh sampai didalam ruangan Ceo.


Rayden duduk dengan santai di kursi kebesaran miliknya, sementara Will langsung membuka map kerja yang sudah dia siapkan.


“Apa jadwal untuk hari ini?” ujar Rayden seakan meminta Will untuk memulai melakukan pekerjaannya seperti biasa.


“15 menit lagi ada rapat dengan para dewan pemegang saham. Setelah itu, anda mempunyai jadwal untuk merekrut calon pengawal yang akan mengawal Nyonya muda atau anda bisa menundanya,_...”


“Tidak! Pindahkan jadwal perekrutan dengan jadwal yang pertama. Bukankah tadi yang berada di lobi kandidatnya?”


Rayden segera memotong perkataan Will begitu mendengar kata perekrutan pengawal untuk istrinya.


Bagi Rayden keselamatan dan keamanan istri serta anak kembarnya sekarang yang paling harus dia utamakan.


“Baik, Tuan! Saya akan segera menggantinya dan menyuruh seseorang untuk membawa para kandidat keruangan Hrd.”


Will langsung mencoret nomor urutan jadwalnya dan segera mengganti sesuai yang diminta oleh Rayden.


“Bagus! Kau boleh lanjutkan sekarang.” sahut Rayden sembari menyilangkan kaki dan menyenderkan kepalanya dengan santainya.


“Setelah rapat dengan Dewan pemegang saham. Anda masih mempunyai beberapa rapat yang lainnya, seperti rapat mengenai program IT yang sekarang sudah mulai berjalan, rapat dengan karyawan, rapat dengan Ash Group, dan blalalalalala,……….”


Will membacakan jadwal Tuannya seperti sedang membacakan sebuah dongeng, karena terlalu panjang dan mungkin semua jadwal itu akan selesai hampir larut malam nanti.


“Haah, kenapa banyak sekali!” gumam Rayden sembari menghela nafasnya panjang.


“Maaf, Tuan! Apa anda mengatakan sesuatu?” tanya Will yang tidak bisa mendengarnya dengan jelas.


Mungkin karena Will merasa cukup lelah, atau memang Tuannya yang sedang merancau sendiri seperti orang gila.


“Batalkan beberapa jadwal yang tidak terlalu penting! Kau sudah begadang beberapa malam, itu akan mempengaruhi pekerjaanmu. Jadi pulanglah lebih awal dan pergi istirahat.” ujar Rayden yang tidak ingin terlalu menekan Will, bagaimanapun juga Will masih manusia biasa yang membutuhkan jam tidur yang cukup.


“Terima kasih banyak, Tuan! Saya akan mengcancel beberapa jadwal anda untuk besok.”


Mendengar tidak ada kata lembur lagi, wajah Will akhirnya tampak terlihat lebih cerah sangat berbeda dengan yang sebelumnya.


“Hmmm, beritahu aku kalau mereka sudah siap untuk diwawancarai!” ujar Rayden lagi.


“Baik, Tuan! Map ini berisi mengenai informasi data calon penyawalnya, sedangkan yang ini mengenai topik rapat dengan para dewan pemegang saham, yang ini topik rapat untuk para peserta program IT dan ini mengenai topik rapat untuk para pegawai. Satu lagi, semua dokumen ini sangat mendesak. Jadi saya harap Tuan segera memeriksa dan menanda tangani secepatnya.” sahut Will sambil senyum-senyum sendiri saat menyadari bahwa boss dinginnya itu ternyata cukup perhatian juga padanya.


Sembari menyerahkan berkas, Will juga menjelaskan isi yang ada didalamnya satu persatu.


Will bahkan tanpa segan mengingatkan Rayden untuk menyelesaikan setumpuk dokumen yang sudah ada diatas meja keja Rayden hari ini juga, karena sudah sangat mendesak.


“Kau boleh pergi sekarang, Will!”


Karena merasa tidak nyaman melihat Will yang senyum-senyum sendiri terus, Rayden akhirnya langsung mengusirnya dengan tegas.


“Baik, Tuan! Saya permisi sekarang!”

__ADS_1


Will pun segera keluar dari kantor Ceo dan kembali keruang kerjanya sendiri. Dia langsung menghubungi pihak Hrd untuk membawa semua calon pengawal Nyonya mudanya berkumpul diruangan khusus untuk perekrutan karyawan baru.


Will tidak lupa, menghubungi seseorang yang sangat dia percayai untuk mengawasi gerak gerik Evan dan Jayden sesuai perintah khusus Tuannya.


Sementara Rayden mulai membaca satu persatu CV dari para kandidat pengawal yang mendaftar dengan teliti dan sangat seksama.


Ada beberapa kandidat yang berhasil menarik perhatian Rayden, tapi bukan dalam segi penampilan mereka.


Akan tetapi, dalam segi keterampilan mereka dalam seni bela diri. Ada satu kandidat yang paling menonjol dimata Rayden, karena banyak mencantumkan banyaknya prestasi yang telah diraihnya.


Tok,…..Tokk,……Tokkk,…….


Sebuah ketukan pintu mengalihkan perhatian Rayden, dia pun menyuruh orang itu masuk dengan berseru “Masuklah!”


“Tuan, mereka sudah siap untuk diwawancarai sekarang!”


Ternyata orang yang mengetuk pintu itu adalah Will yang ingin memberitahu bahwa sesi wawancaranya sudah siap untuk dimulai.


“Hmmm, Baiklah! Ayo, kita kesana sekarang!”


Rayden pun segera beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju keruangan dimana dia akan melakukan wawancaranya sendiri. Sedangkan Will dengan setia mengikuti kemana pun Tuannya pergi.


Sesampai diruangan yang dituju, orang Hrd segera membungkukkan badan mereka atas kedatang boss besarnya.


Semua calon kandidat juga memberi hormat untuk menyambut kedatangan sosok Rayden Cano Xavier yang ternyata bersedia untuk mewawancarai mereka semua secara langsung.


Rayden pun duduk di sebuah yang telah telah


“Selamat pagi, Tuan Xavier!” sapa semua orang yang berada didalam ruangan itu.


“Selamat pagi juga untuk semua yang berkenan hadir untuk mengikuti wawancara ini. Saya harap kalian semua bersungguh-sungguh saat melamar untuk menjadi pengawal istri saya.” ujar Rayden mulai membuka sesi wawancaranya.


“Saya telah memeriksa semua berkas yang kalian kumpulkan. Didalam semua berkas itu, saya jadi tahu bahwa kalian semua adalah orang yang berkualitas untuk melindungi istri saya.” lanjut Rayden terkesan dingin tapi setiap katanya sangat serius.


“Wahhh, ternyata Tuanku sudah benar-benar jatuh cinta dengan Nyonya muda. Selama ini aku pikir Tuan hanya ingin bertanggung jawab saja pada kedua anak kembarnya dan sikap lembutnya pada Nyonya muda hanya karena dia ibu dari anak kembar itu. Aku tidak menyangka Tuan mudaku yang dingin dan dulu sangat arrogant sekarang sudah cinta mati pada seorang wanita.” batin Will, akhirnya dia menyadari kenapa sikap Tuannya belakangan ini sangat berubah.


Ternyata sebuah cinta bisa mengubah seseorang yang dingin dan arrogant seperti Tuannya ini. Bukan seperti yang dikatakan oleh Tuan besarnya, Noland.


Bahwa Rayden memiliki kepribadian ganda, Tuannya hanya sedang merasakan rasa manisnya orang jatuh cinta.


“Karena saya tidak mempunyai banyak waktu, maka saya akan melakukan wawancaranya sekaligus. Saya hanya akan menanyakan satu hal dan jawaban kalian sendiri yang akan memutuskan akan diterima atau tidaknya!”


Rayden mengumumkan bahwa dia tidak akan melakukan wawancara seperti biasanya. Rayden tidak akan bertanya pada satu persatu kandidat, tetapi dia tetap menempatkan mereka dalam satu ruangan seperti ini dan hanya akan menanyainya satu pertanyaan saja.


Beberapa orang langsung merasa sangat bingung dan gugup, mereka semua mengira bahwa Rayden sedang menguji mereka semua dengan berkata seperti itu.


Tapi kenyataan memang benar Rayden ingin menghemat waktunya yang super sibuk itu.


Will tidak peduli apa yang ingin dilakukan oleh Tuannya itu, karena dia tahu Tuannya pasti akan melakukan yang terbaik.

__ADS_1


“Will bagikan sekarang!”


Rayden pun memerintahkan Will untuk membagikan selembar kertas kosong kepada para kandidat yang hadir.


Will segera melakukan tugas yang diperintahkan. Kini semua kandidat telah mendapat selembar kertas kosong.


“Sekarang tuliskan identitas kalian masing-masing pada lembar kertas yang kosong itu!”


Rayden mulai memberikan intruksi pada semua kandidat itu dan dengan refleks mereka pun langsung menuliskan identitas mereka secara lengkap.


“Dan ini pertanyaannya! Tulis alasan kalian memerlukan pekerjaan ini dan alasan kenapa saya harus menerima kalian bekerja. Saya ingin kalian menulisnya dalam satu kalimat tidak boleh lebih.” ujar Rayden penuh penekanan.


Terlihat jelas beberapa kandidat terlihat bingung menuliskan jawaban yang tepat dan ada juga yang bersikap tenang menulis jawabannya, bahkan ada yang hanya diam saja menatap kertas didepannya.


Rayden memberikan waktu 15 menit untuk mereka memikirkan dan menulis jawabannya.


“Okay, waktu kalian telah habis!” ujar Rayden yang menandakan bahwa mereka semua harus berhenti untuk menulis jawabannya.


“Will, kumpulkan semuanya!”


Rayden memerintahkan Will untuk mengum[ulkan semua kertas jawaban itu.


“Baik, Tuan!”


Will mulai berjalan dan mengambil satu persatu kertas yang berada di atas meja para kandidat.


“Aku akan memeriksa dan mempertimbangkan setiap jawaban dari kalian! Bagi yang terpilih akan dihubungi secara langsung oleh sekertaris saya ini yang bernama William Coopers. Terima kasih atas partisipasi kalian. Kalian sudah boleh pergi sekarang!”


Rayden menutup sesi wawancara itu dengan cepat, dia pun segera beranjak menuju keruang kerjanya lagi mengingat pekerjaannya yang sudah sangat menumpuk diatas meja.


Sementara Will mengikutinya untuk mengantarkan berkas jawaban hasil wawancara itu.


Bersambung...........


Note :


Hay, kak!😄😄😄


Jangan Lupa guys!


Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉


Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚

__ADS_1


Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌


Terima kasih All!😙😘😚


__ADS_2