Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Waktunya Hukuman!


__ADS_3

Sesampainya dimarkas besar, seperti biasanya disambut langsung oleh Levi dan anak buah yang lainnya.


Terlihat dari raut wajah dan penampilan Levi serta yang lainnya, jelah mereka sangat kelelahan karena diperintahkan untuk terus menyerang dan mendesak kekuatan klan lawan.


“Selamat datang, Tuan!” sapa Levi sembari membungkukkan badan memberi hormat di ikuti oleh anak buah yang lainnya.


“Hmmm,…..Apa yang terjadi selama aku pergi?” ujar Rayden sembari terus berjalan masuk kedalam markas dan sepertinya dia berniat langsung keruang bawah tanah untuk mengurus pria dari masa lalu istrinya itu.


“Tidak ada yang menarik ‘sih! Saya cuma berhasil mempertahankan wilayah perbatasan, sedikit melukai Jaydon atau siapa itulah namanya. Dan beberapa kali menyerang klan musuh, meskipun tidak sepenuhnya bisa menaklukkan mereka ‘sih setidaknya mereka merasa sedikit terdesak untuk sekarang!”


Levi pun menjelaskan semuanya dengan perasaan yang sedikit enggan, mungkin karena dia sedikit lelah atau sedang memikirkan sesuatu. Tentu saja, Levi langsung mendapatkan tatapan penuh tanya dari Will atas kelakuannya yang jauh dari biasanya itu.


“Kau kenapa?” tanya Will yang sudah tidak dapat menahan rasa penasarannya terhadap perubahan sikap Levi.


“Kenapa? Aku?” ujar Levi yang malah bertanya balik dengan wajah polosnya.


“Iya, kau ‘lah! Kalau tidak siapa lagi?” seru Will yang menjadi bingung sendiri menghadapi Levi yang seperti itu.


“Sudahlah, kalian berdua kenapa malah membahas yang tidak penting!”


Rayden pun segera mengakhiri percakapan yang tidak tentu arah itu.


“Bagaimana dengan orang berniat menculik si kembar? Dimana dia sekarang? Lalu apa benar kau sudah menangkap wanita itu?” sambung Rayden yang langsung menanyakan keberadaan Liam dan juga Grace.


“Silahkan ikuti saya, Tuan!” sahut Levi yang menunjukkan dimana dia menahan dan menyiksa Liam di ruang bawah tanah.


Levi pun menunjuk ruangan yang seperti penjara bawah tanah yang letaknya paling ujung sendiri dan sangat minim cahaya.


Begitu tepat didepan tempat yang ditunjuk Levi, terlihat seorang pria yang sudah sangat lemah dan tubuhnya dipenuhi luka.


Inilah akibatnya karena telah berani melukai keluarga Xavier dan itu belum seberapa, sebab Rayden belum turun tangan sendiri.


“Apa kau mendapatkan sesuatu darinya?” ujar Rayden yang menatap tanpa ekspresi pada pria yang bernama Liam itu.


“Tidak, Tuan! Sepertinya dia hanya ingin melukai Nyonya muda saja, dia tidak mengetahui tentang orang-orang yang lainnya terutama mengenai klan Tiger Dark!”


Levi memjelaskan apa yang dia dapatkan dari hasil mengintrogasi Liam dan juga menurut penilaiannya sendiri.


“Bagaimana dengan Grace? Kau mendapatkan informasi darinya?” ujar Rayden yang beralih menanyakan soal Grace, karena dia yakin wanita yang menjadi mantan tunangannya itu pasti bekerjasama dengan musuhnya.


“Saya belum mengintrogasinya, Tuan! Karena saya baru saja menangkapnya tadi.” ujar Levi yang mengatakan sejujurnya.


“Saat kau menelponku tadi?” seru Will hanya sekedar memastikannya saja.


“Iya, itu pun aku tidak sengaja melihatnya. Jadi, ‘yah sudah aku tangkap sekalian mumpung dia sedang menampakkan diri!” sahut Levi yang memang entah dia tidak peduli ataupun tidak peduli sama sekali.


“Hahahaa,….Menampakkan diri, memangnya dia hantu!”

__ADS_1


Will tak mampu menahan tawanya, kerena cara bicara Levi dan tingkahnya hari ini sangat menggemaskan dimatanya.


“Dia memang bukan hantu, tapi kelakuannya seperti hantu kau tahu tidak?” sahut Levi yang merasa sedikit kesal kerena ditertawakan oleh Will.


“Lev, pinjam belatimu sebentar!” pinta Rayden yang meminta belati yang biasa Levi sembunyikan dibalik saku jaketnya.


“Ini, Tuan! Buat apa belatinya, Tuan?”


Levi pun langsung menyerahkan belatinya pada rayden, dia juga bertanya karena merasa sangat penasaran dengan apa yang akan dilakukan Tuannya itu dengan belati itu.


“Mengurus sampah masyarakat yang seharusnya aku singkirkan dari awal! Buka pintunya, Will!”


Rayden kini telah mengeluarkan sosok iblis yang bersemayam didalam tubuhnya, dia menunjukan tatapan membunuhnya.


Sudah dapat ditebak akhir seperti apa yang akan dialami oleh Liam, Will pun membuka pintu yangb mengurung Liam yang sudah terluka parah didalam sana.


Mendengar suara langkah beberapa orang yang mendekatinya, Liam pun mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa orang itu.


Malaikat mautnya telah tiba hari ini, Liam tersenyum menghina begitu melihat sosok Rayden yang kini tepat berdiri dihadapannya dengan sebilah belati yang sedang dimainkan ditangannya.


Rayden tersenyum sinis pada Liam yang tengah mengejeknya dan kemudian berkata “Kau tidak takut rupanya! Apa karena kau sadar bahwa ini adalah hari terakhirmu bisa bernafas, Huh?”


“Sekarang aku mengerti darimana asal kemampuan bocah iblis itu, ternyata ayahnya saja seorang mafia dan ibunya seorang wanita murahan!” ujar Liam dengan suaranya yang sangat lemah karena tidak mempunyai tenaga lagi.


“Hay, kau salah besar! Biar aku beritahu ‘yah! Yang murahan itu ayahnya, sedangkan ibunya itu sudah menjadi paling pro dalam menjinakkan iblis dewasa dan dua iblis kecil. Setidaknya kau harus tahu kebenaran ini sebelum kau mati!” sahut Will yang langsung saja mendapat tatapan tajam dari Rayden dan tatapan penuh tanya dari Levi.


“Tidak, Tuan! Maafkan saya, mulut saya akan lebih hati-hati lagi untuk kedepannya!” ujar Will yang segera menyadari kesalahan mulutnya yang seperti rem blong itu.


Tak ingin membuang waktu lama lagi, perhatian Rayden kembali teralihkan pada Liam.


Rayden mengarahkan belatinya, pada wajah Liam sembari berkata “Dia benar! Bukan Zhia yang murahan, tapi aku yang hanya dihargai $100 saja pada malam itu. Malam saat kau membuatnya patah hati dan Zhia dengan sukarela menghampiriku.”


“Sebenarnya aku ingin berterima kasih padamu, karena berkat sikap menjijikanmu Zhia menjadi milikku sepenuhnya pada malam itu. Tapi kau malah melakukan hal yang tidak dapat aku maafkan dengan melukai Zhia dan menargetkan kedua anak kembarku.”


Lanjut Rayden yang menekankan ujung belati itu pada pipi Liam yang perlahan-lahan merobek pipinya.


“Sekarang aku sangat membenci mulut busukmu ini!”


“Akhhhh,…………..”


Dengan wajah tanpa ekspresi, Rayden merobek mulut Liam yang membuatnya langsung berteriak kesakitan. Percikan darah mengenai wajah Rayden yang datar dan sangat dingin.


“Aku juga tidak suka dengan matamu ini!”


Rayden lalu mencongkel mata Liam secara paksa dan Liam pun terus berteriak hingga seluruh ruangan bawah yanah itu dipenuhi oleh suara terikannya.


Will dan Levi hanya diam menyaksikan kekejian yang dilakukan Tuannya itu, mereka berdua sudah terbiasa menyaksikan hal itu bahkan itu masih belum seberapa.

__ADS_1


Rayden memotong semua urat nadi Liam, menusuk dadanya beberapa kali seperti yang Liam lakukan pada Zhia.


Sehingga darah terus keluar dari sayatan yang diberikan Rayden dibeberapa bagian tubuhnya.


Setelah itu, Rayden membiarkannya begitu saja mati secara perlahan karena rasa sakit dan juga kehilangan banyak darah.


Begitu keluar dari ruangan Liam ditahan, wajah dan seluruh tubuh Rayden sudah dipenuhi dengan darah.


Ekspresinya masih datar dan sangat dingin, tatapan membunuhnya masih belu menghilang sedikitpun.


Karena sesuai dengan alasan dia mengakhiri bulan madunya dengan cepat, yaitu menyelesaikan semuanya tanpa tersisa sedikitpun.


“Dimana wanita?” ujar Rayden yang kini beralih pada Grace.


“Dia ada diruangan itu, Tuan!” sahut Levi yang menunjuk salah satu ruangan yang tidak jauh dari tempat Liam ditahan.


“Aku akan kesana sendiri! Kalian urus saja mayat sampah itu.”


Perintah Rayden yang langsung berjalan seorang keruangan yang tadi ditunjukkan oleh Levi.


“Baik, Tuan!” sahut Will dan Levi secara bersamaan.


Melihat Tuannya yang sudah masuk kedalam ruangan dimana Grace ditahan, Will pun sudah tidak tahan lagi untuk menanyakan hal ini pada Levi, “Hay, bagaimana cara mu menangkap wanita itu? Bukankah dia selama in dilindungi oleh klan musuh?”


“Berjanjilah kau tidak akan memberitahu soal ini pada siapapun, maka aku akan memberitahumu?” ujar Levi yang meminta Will untuk berjanji.


“Baiklah! Cepat ceritakan padaku!” sahut Will yang sudah tidak sabar ingin mengetahuinya.


Bersambung.............


Note :


Hay, kak!😄😄😄


Jangan Lupa guys!


Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉


Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚


Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌

__ADS_1


Terima kasih All!😙😘😚


__ADS_2