
“Hay, Kalian berdua kenapa malah berdiam diri begitu. Hari ini adalah hari yang sangat bersejerah untuk kalian berdua, jadi rayakanlah dengan yang lainnya! Selamat ‘yah untuk kalian berdua!” seru Rayden yang langsung saja memeluk Will dan juga Levi dengan perasaan yang sedikit menjadi lega.
“Selamat untuk apa, Tuan! Kami tidak akan menerimanya, posisi ketua hanyalah untuk keluarga Xavier. Saya maupun Levi tidak dapat menerimanya sampai kapanpun, kami hanya akan menggantikan Tuan untuk sementara sampai Tuan siap kembali untuk memimpin kami lagi,” ujar Will yang sampai kapan pun tidak akan mengakui peresmian ketua klan yang baru ini.
“Benar sekali, saya juga tidak mau mengakuinya,” sahut Levi yang selalu sependapat dengan Will kalau menyangkut tugas merepotkan yang harus mereka lakukan.
“Kalian berdua ini kenapa ‘sih? Semua anggota klan yang lain sudah setuju ‘loh,” ujar Noland yang ingin mengetahui alasan yang dimiliki Will dan Levi yang membuat mereka berdua terus saja menolaknya.
“Karena posisi ketua klan memang harus di isi oleh Tuan muda, tapi kalau Tuan muda tidak mau memimpin kami lagi kita akan mengangkat Tuan dan Nona kecil sebagai penggantinya atau kita bubarkan saja semuanya! Untuk apa klan ini masih berdiri kalau sudah tidak ada pemimpinnya lag,?” ujar Levi dengan beraninya mengatakan apa yang ada didalam isi kepalanya pada saat itu.
“Cukup Levi!” bentak Rayden yang tidak tahan lagi mendengar penolakan Levi dengan Will.
“Tidak, Tuan! Dengan meninggalkan posisi ketua klan tidak akan bisa mengubah apapun yang sudah terjadi. Kami akan menggantikan posisi Tuan untuk sementara waktu, lebih baik kita memikirkan hal yang lain saja daripada terus merebutkan ini!”
Tanpa rasa takut sedikitpun, namun tidak mengurangi rasa hormatnya kepada Rayden. Levi pun menghentikan pemikiran Tuannya itu untuk memberinya posisi sebagai ketua klan.
“Kalian ini benar-benar keras kepala ‘yah!” seru Rayden dengan kesalnya.
“Tuan, saya baru saja mendapat kabar mengenai kasus Evan! Sepertinya ada sedikit masalah.”
Tiba-tiba Will menyela pembicaraan Rayden dengan Levi bagitu melihat ponselnya yang mendapat pesan dari salah satu polisi yang bertanggung jawab menangani kasus Evan.
Perhatian pun seketika teralih pada Will yang tengah sibuk menatap layar ponselnya itu.
“Hay, Will! Bisa tidak kau tidak mengalihkan pembicaraan terus, Hah?” bentak Rayden yang semakin kesal dengan sikap Will maupun Levi yang kali ini tidak mau mendengarkan sedikitpun perkataannya.
“Tapi ini sangat serius, Tuan!” ujar Will yang menunjukan isi pesan tersebut kepada Rayden.
“Ouh, hanya seperti itu saja! Berikan saja pada Levi agar dia yang mengurusnya.”
Rayden hanya membacanya sekilas, kemudian dia langsung saja melempar masalah itu pada Levi untuk diselesaikan seorang diri.
“Hay, apa? Masalah apa ‘sih?”
Levi pun dibuat penasaran dengan masalah yang dimaksud oleh Will, dia pun langsung mendekati Will untuk memastikannya sendiri.
“Ini lihatlah sendiri!”
Will pun menyerahkan ponselnya dan membiarkan Levi membacanya sendiri.
“Wahh,...”
__ADS_1
Hanya kata itu saja yang keluar dari mulut Levi dengan ekspresi terkejutnya.
“Wahh, Apa? Kau tidak sanggup mengurus masalah itu?” ujar Rayden yang melontarkan tatapan tajamnya pada Levi.
“Ini bahkan lebih mudah dari perintah anda untuk menjadi ketua klan barusan!” sahut Levi dengan gaya santainya sembari mengembalikan ponsel itu pada Will.
“Ouhya,…Bicara mengenai ketua klan, kalian sudah dengarkan hasil keputusan akhirnya 'kan? Ketua kita tetap Tuan Rayden Cano Xavier dan untuk sementara waktu aku yang akan menggantikannya sampai beliau siap memimpin kita lagi dan Will yang akan membantu sebagai wakilnya! Kalian semua mengerti, bukan?” seru Levi yang kembali mengumumkan bahwa dirinya hanya sebagai ketua pengganti saja seperti biasanya.
Noland dan Rayden hanya bisa menghela nafas dengan panjang, ternyata usahanya untuk lepas dari klan sama sekali tidak menemukan jalan.
Sedangkan Will hanya diam sambil menyimak saja, sebab posisinya tidak akan pernah berubah yaitu tetap menjadi ketua klan dan juga sekertaris pribadi.
“Kami mengerti, Tuan!” sahut seluruh anggota klan yang segera memberi hormat pada para pemimpin mereka itu.
“Bagus, kalian semua boleh bubar sekarang! Karena hasil dari pertemuan ini juga sudah diumumkan.”
Akhirnya selesai juga drama pergantian klan yang baru ini, Levi pun tersenyum lega karena dia terbebas juga dari tanggung jawab sebagai ketua klan. Meskipun Levi tetap harus menanggungnya untuk sementara waktu, setidaknya bukan untuk seterusnya.
Satu persatu anggota klan pun mulai berjalan pergi meninggalkan markas dan kembali pada tugasnya masing-masing, sebab masih banyak hal yang perlu di urus setelah pertarungan dengan klan musuh sebelumnya.
“Kalian berdua sudah puas sekarang? Kalau begitu sudah waktunya aku memberikan tugas yang banyak untuk kalian berdua!” ujar Rayden yang membuat Will dan Levi langsung terdiam.
“Aku akan pergi kesebuah tempat bersama istri dan kedua anak kembarku untuk waktu yang tidak bisa ditentukan. Tujuan dari kepergianku ini untuk membuat suasana baru yang terasa nyaman dan aman bagi Luca,” lanjut Rayden yang harus memberitahukan kepergiannya agar Levi dan Will juga mengerti alasandia melempar tanggung jawabnya.
“Tuan kecil kesayangan kalian itu mengalami trauma yang cukup besar. Levi, kau tahu ‘kan kejadian waktu itu?” sahut Noland yang mulai ikut bicara, setelah sekian lama hanya menyimak saja.
“Maksud Tuan? Saat Tuan kecil,_......”
“Benar sekali! Karena itulah kau harus mengurus kasus ini sampai selesai dan benar-benar harus sangat rapi, jangan sampai ada yang tersisa sedikitpun. Apalagi kalau menyangkut tentang Luca, bersihkan semuanya. Kau mengerti?”
Sebelum Levi menyelesaikan perkataannya, Rayden langsung memotongnya karena dia tidak ingin membahasnya lagi.
Sudah cukup untuk membahas tindakan luar biasa yang dilakukan oleh seorang anak kecil yang baru berusia 6 tahun.
“Baik, Tuan saya mengerti,” sahut Levi dengan cepat.
“Will, sedangkan untukmu lakukan seperti biasa! Bantu Tuan besar di kantor dan bantu Levi jika dia menglami kesulitan saja, kalau tidak jangan menawarkan diri untuk membantunya!”
Sekarang giliran perintah untuk Will, Rayden tidak memberinya perintah khusus karena Will hanya perlu membantu Noland dan Levi disaat yang dibutuhkan saja.
“Baik, Tuan! Akan saya laksanakan seperti perintah,” sahut Will.
__ADS_1
“Sebelum itu, aku ingin kalian menyiapkan semua yang diperlukan untuk perjalananku kali ini. Cari tempat yang sangat nyaman dan aman, utamakan penduduknya yang ramah dan sangat minim kejahatan," ujar Rayden.
"Dan jangan lupa tempatnya harus indah, kalau bisa yang banyak pemandangan yang bisa menenangkan hati serta pikiran!" pesannya lagi.
"Satu hal lagi, siapkan juga peralatan medis yang diperlukan, soal ini tanyakan saja pada Dr. Ian. Itu tugas kalian saat ini, ouhya,…. Satu hal lagi tempatkan keamanan yang sangat ketat disekitar kami saat berada ditempat. Klain berdua mengerti?”
Rayden ingin persiapan liburannya kali ini sangat sempurna, dia tidak ingin sesuatu yang buruk menghantui mereka lagi seperti bulan madunya dengan Zhia waktu itu.
Apalagi tujuan kepergian mereka kali ini demi menyembuhkan trauma yang dialami oleh Luca.
“Baik, Tuan! Kami akan kerjakan sekarang juga.”
Will dan Levi pun segera pamit undur diri agar bisa melakukan semua persiapannya dengan cepat.
Sebelum pergi mereka memberi hormat terlebih dahulu kepa Rayden dan juga Noland seperti biasanya.
Kini tersisa Noland dan Rayden saja yang berada diruang pertemuan itu. Sesaat mereka saling diam tanpa kata, hingga Noland membuka pembicaraan.
“Bagaimana sekarang? Bukankah papah sudah bilang bahwa keputusanmu tidak akan berhasil? Mereka memang anak-anak yang penurut kalau diperintah, tapi kalau mengganti posisi ketua klan itu sama saja kau membubarkan klan itu sendiri!”
Noland berjalan mendekati putranya itu, dia pun menepuk bahu Rayden untuk memberikan semangat.
“Mau bagaimana lagi, Pah! Mungkin sekarang Cano belum bisa mundur, tapi suatu hari nanti harus bisa! Sudahlah, Ayo kita kembali kerumah sakit saja.”
Rayden tidak ingin menyerah begitu saja, masih banyak kesempatan untuk mencobanya lain kali. Setelah pembicaraan singkat itu, Rayden dan Noland pun langsung kembali kerumah sakit untuk menemani istrinya masing-masing tentunya.
Bersambung.............
Note :
Hay, kak!😄😄😄
Jangan Lupa guys!
Mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄
Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄
Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄
Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚
__ADS_1
Terima kasih All!😙😘😚