Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Musuh Bebuyutan


__ADS_3

“Jay? Kau?” seru Zhia yang menatap tidak percaya seraya tangannya menunjuk kearah Jayden tanpa dia sadari.


“Iya, ini aku! Kenapa? Kau kangen atau merindukan diriku?” sahut Jayden dengan pedenya.


“Huuweekk,….Amit-amit banget seorang Zhia merindukan mahluk semacam kamu itu!” seru Zhia yang langsung merasa mual hanya dengan melihat ke pedean Jayden musuh bebuyutannya itu.


Zhia bahkan mengabaikan keberadaan Rayden yang tengah menatap dirinya penuh tanya. Tapi memang sudah menjadi kebiasan Jayden dan Zhia saat sedang bertengkar mereka tidak pernah melihat tempat dan kondisi.


Karena merasa diabaikan oleh Zhia, Rayden pun memilih diam untuk sekarang. Dia ingin melihat apa yang akan terjadi, jika Zhia bertemu dengan Jayden yang pernah dibicarakan si kembar sebelumnya.


“Ma-mahluk katamu?” pekik Jayden yang merasa tidak terima dengan perkataan Zhia yang menyebutnya sebagai mahluk yang mempunyai banyak arti.


“Iya, kau itu lebih pantas disebut sebagai mahluk dari pada sebagai manusia!” sahut Zhia dengan sengaja.


“Wahh,…Zhi, cara bicaramu semakin lama semakin keterlaluan saja ‘yah! Coba ‘deh pakai filter sedikit kalau bicara dengan orang lain!” seru Jayden yang terlihat semakin geram dengan perkataan Zhia.


“Yah, benar ‘dong! Kamu ‘kan bukan orang untuk apa aku bicara dengan menggunakan filter!”


Dengan santainya dan sedikit tatapan mengejek pada Jayden, Zhia terus saja mengatakan bahwa Jayden itu bukan manusia.


“Hay, kau pikir aku mahluk halus atau apa, Hah? Seenak jidatnya kamu bilang kalau aku bukan manusia. Kamu ‘tuh yang siluman ular wanita!” ketus Jayden yang mengejek balik Zhia seperti biasanya.


“Apa kau bilang? Siluman ular? Kamu ‘tuh siluman kutu yang bisanya hanya berani melawan wanita!” seru Zhia yang kemarahannya sudah mencapai puncak.


Rayden pun hanya tersenyum melihat sisi Zhia yang seperti ini, terlihat sangat lucu dan menggemaskan. Tanpa mereka sadari ternyata saat ini pertengkaran Zhia dan Jayden menjadi perhatian banyak orang disana.


“Dasar siluman rubah betina!” gumam Jayden dengan tatapan mengejek pada Zhia.


“Apa? Sini kau, Jay!” Zhia tiba-tiba saja mendekat pada Jayden dan menjambak rambut Jayden dengan kuat.


Jayden pun tidak mau kalah dengan Zhia, dia membalas menjambak rambut Zhia dengan sama kuatnya sembari berkata “Apa, Hah? Kau pikir aku takut melawanmu, Hah?”


“Eeehh,….Zhi, hentikan!”


Rayden pun segera memisahkan Zhia dengan Jayden. Namun sayangnya, baik Zhia ataupun Jayden tidak ada yang mau kalah satu sama lain. Hingga membuat Rayden sedikit kewalahan untuk memisahkan mereka berdua.


“Jay, hentikan!”


Perintah Evan yang muncul entah dari mana. Jayden pun segera menghentikan pertengkarannya dengan Zhia, meskipun perasaannya masih sangat kesal.


“Kalian berdua sedang apa ‘sih? Bertengkar ditempat umum, kebiasaan buruk jangan dibiasakan ‘dong!” lanjut Evan lagi dengan kesal.


Memang setiap Zhia dan Jayden bertengkar atau beradu mulut, Evan yang akan selalu menjadi wasitnya disana.


“Biasa, Zhia duluannya yang memulainya! Jalan tidak pakai mata dan menabrakku hingga terjatuh! Dia pikir tempat ini miliknya sendiri apa?” ujar Jayden melontarkan tatapan kesalnya pada Zhia.

__ADS_1


“Hay, emang ada orang yang jalan pakai mata? Yang ada pakai kaki tahu! dan asal kau tahu saja, tempat ini memang milikku. Lebih tepatnya milik suamiku. Iya ‘kan, Sayang!” sahut Zhia yang memanfaatkan Rayden untuk membuat Jayden tidak bisa berkutik lagi.


Dan perkataan itu berhasil membuat wajah Rayden seketika merona, hatinya penuh bunga yang bermekaran melihat Zhia dengan penuh percaya diri mengenalkan dirinya sebagai suaminya didepan orang yang paling dekat dengannya.


“Hah? Mana mungkin seorang pria hebat sseperti Tuan Rayden Cano Xavier mau menikah dengan siluman rubah betina seperti dirimu!”


Jayden yang ternyata belum mengetahui apapun tentang kejadian dinegara A sebelum dia datang.


Semalam Jaydon memang mengatakan akan menceritakan semuanya yang terjadi, tapi mereka malah hanya menghabiskan waktu di bar dengan minum-minum dan bermain wanita saja.


Jadi sampai sekarang Jayden masih tidak mengetahui tentang si kembar yang ternyata anak kandung Rayden dan Zhia yang sudah resmi menjadi istri dari Rayden Cano Xavier.


“Ray,…”


Zhia meminta Rayden untuk membantunya, dia tanpa sadar merangkul lengan Rayden dengan wajah polos menggemaskan seperti Lucia. Rayden pun kembali merasa sangat Bahagia melihat Zhia yang mau bersikapa manja kepadanya seperti ini.


“Hallo, perkenalkan saya Rayden Cano Xavier! Ceo BLOUSHZE Group, suami Zhia!”


Rayden pun memperkenalkan dirinya sebagai suami Zhia yang sah. Tampak jelas diwajah Jayden bahwa dia sangat shock saat mendengarnya secara langsung dari mulut seorang Rayden.


Bukan hanya Jayden saja yang merasa shock disana bahkan rekan bisnis Rayden yang datang untuk menghadiri rapat juga merasakan keterkejutan yang sama.


Zhia pun menjulurkan lidahnya seakan sedang mengejek Jayden,dia sungguh menikmati ekspresi wajah terkejut musuh bebuyutannya itu saat mendengar kabar bahwa dia sudah menjadi Nyonya Xavier.


“Haah? Anda yakin dia istrimu?”


“Will, berikan undangannya!”


Perintah Rayden yang meminta beberapa undangan untuk dia berikan secara langsung pada Evan dan Jayden.


“Ini, Tuan!” sahut Will yang menyerahkan dua undangan.


“Datanglah di acara pesta resepsi pernikahan kami!” ujar Rayden sembari menyerahkan undangan itu pada Evan dan Jayden.


Evan dan Jayden terlihat mematung ditempat mereka masing-masing begitu menerima undangan tersebut. Rayden tersenyum puas karena Evan bereaksi seperti yang dia harapkan.


“Perhatian semuanya!”


Tanpa disangka Rayden meminta perhatian semua orang yang berada disana, hingga mereka bertambahak menjadi pusat perhatian semua orang.


“Disini, saya ingin memperkenalkan seorang wanita yang kini menjadi istri sah saya. Arzhia Mave Xavier, dialah istri dan wanita satu-satunya yang telah mengisi hatiku. Dia juga merupakan ibu dari kedua anak kembarku Luca dan Lucia.” ujar Rayden yang membuat suasana kantornya menjadi semakin riuh.


“Ray,_.....”


Zhia menatap Rayden penuh haru dan rasa kagum pada sosok suaminya yang tidak romantic tapi penuh perhatian.

__ADS_1


“Beberapa hari yang lalu, kami berdua telah mendaftarkan pernikahan kami secara resmi. Dan beberapa hari lagi, kami akan melaksanakan acara resepsi pernikahan kami. Jadi kami harap anda sekalian berkenan hadir dalam acara pesta resepsi pernikahan kami ini, memberikan doa terbaik untuk kehidupan kami sekeluarga kedepannya. Teruntuk undangannya, silahkan minta pada sekertaris saya ini!”


Rayden dengan bangganya mengumumkan tentang perihal acara pesta resepsinya dan bagaimana dia mengikat Zhia sebagai istrinya.


Semua wanita yang berada disana dibuat iri dengan sosok Zhia yang berhasil mendapatkan hati seorang Rayden Cano Xavier.


Sedangkan Zhia malah tak sanggup menahan airmatanya Ketika mendengar perkataan Rayden yang tanpa ragu memperkenalkan dirinya sebagai istri dari pria hebat seperti Rayden ini.


Dulu Zhia selalu di hina, di caci, di maki dan bahkan keberadaannya selalu tidak dianggap ada.


Tapi berbeda dengan Zhia yang sekarang, Zhia setelah menjadi istri dari Rayden. Kemana pun dan dimana pun Zhia berada, semua orang pasti akan langsung mengenali dirinya.


Menyanjungnya serta menghormati bahkan banyak yang merasa iri dengan nasibnya.


Zhia langsung saja memeluk Rayden untuk memyembunyikan tangis kebahagiaannya, hingga membuat pria yang berstatus suaminya itu sedikit merasa terkejut dengan pelukkan tiba-tiba dari Zhia.


“Zhi, kenapa kau menangis?” tanya Rayden yang menyadari bahwa istrinya saat ini sedang menangis.


“Kenapa masih saja bertanya! Bukankah sudah jelas aku menangis dan bahagia karenamu!” sahut Zhia lirih, tapi Rayden masih bisa dengan jelas mendengarnya.


“Hahahaa,…..Maaf , sayang! Aku tidak tidak bermaksud ingin membuatmu menangis seperti ini. Aku hanya ingin berbagi kebahagiaan dengan yang lainnya saja.” Ujar Rayden semakin mempererat pelukkannya pada tubuh Zhia, mengecup kening Zhia dengan mesranya.


“Sialan! Aku paling benci melihat musuhku bahagia seperti ini. Tunggulah, Cano! Aku akan menghancurkan semuanya yang membuatmu bahagia tanpa tersisa sedikitpun seperti kau menghancurkan diriku dulu!” batin Evan yang sangat tidak suka melihat Rayden bahagia seperti itu.


“Tuan, kau sungguh pria yang paling hebat yang pernah saya temui! Andai saya sudah menemukan belahan jiwa saya sendiri, pasti aku sangat bersyukur. Waahh,…Kenapa aku tiba-tiba merasa kesepian ‘yah?” batin Will yang awalnya hanya ingin memuji Tuannya, tiba-tiba saja berubah menjadi pria kesepian yang membutuhkan pasangan.


“Apa disini tinggal aku saja yang mengetahui soal ini?” batin Jayden penuh tanya.


Bersambung............


Note :


Hay, kak!😄😄😄


Jangan Lupa guys!


Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉


Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚

__ADS_1


Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌


Terima kasih All!😙😘😚


__ADS_2