Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Nyonya Muda!


__ADS_3

Begitu masuk kekamar itu, Rayden dan Noland langsung kena semprot dari Julia bahkan wanita itu tidak segan-segan menjewer kuping suaminya itu dengan gemasnya.


“Hay, kemana saja kau membawa Cano? Kenapa lama sekali, Luci terus mencarinya dari tadi tahu tidak!” seru Julia pada suaminya itu.


“Auwh,..Auwh,…sakit sayang!” rintih Noland yang merasa sakit pada telinga yang dijewer oleh istrinya itu.


“Sudah, Ayo ikut denganku keluar sekarang!” ujar


Julia menarik suaminya untuk keluar dari kamar itu meninggal Rayden dan Zhia berserta anak mereka disana.


“Ta-tapi, Mah! Papah belum menengok cucu kesayangan papah sama sekali.”


Noland berusaha meminta ijin pada istrinya untuk melihat Luca dan Lucia walau hanya sebentar saja.


“Tidak perlu, mereka sudah baik-baik saja sekarang!”


Julia tidak peduli dengan permintaan suaminya itu, dia terus saja memaksa Noland untuk keluar dari kamar itu.


Setelah Julia berhasil memaksa Noland dari kamar itu, kini tersisa Zhia dan Rayden saja dikamar itu. Sementara Luca dan Lucia kembali tertidur setelah minum obatnya tadi.


“Apa yang terjadi, Zhi?” tanya Rayden yang menghampiri Zhia yang sedang duduk ditepi ranjang.


“Tidak terjadi apa-apa! Tadi Luca dan Lucia terbangun sebentar, mereka mencarimu sambil menangis.” Ujar Zhia memberitahu apa yang terjadi saat Rayden tidak ada disana.


“Kenapa tidak ada yang mencariku?” tanya Rayden yang merasa bersalah, karena dirinya selalu tidak ada disaat Zhia dan kedua anak kembarnya sedang membutuhkan.


“Pelayan sudah mencoba mencarimu. Katanya kau sedang ada urusan penting bersama dengan papahmu diruang kerja, maka dari itu aku menyuruhnya untuk membiarkan saja. Lagian setelah si kembar minum obat, mereka tertidur lagi!”


Zhia pun menjelaskan dengan baik agar Rayden juga tidak terlalu merasa bersalah.


“Kau tidak perlu seperti itu untuk kedepannya, jika itu menyangkut dirimu dan si kembar semua pintu mana pun akan langsung terbuka untuk kalian. Kau mengerti? Ujar Rayden seraya mengelus rambut Zhia dan tersenyum dengan sangat manisnya, hingga membuat Zhia lagi-lagi terbuai akan pesonanya itu.


“Aku mengerti, jadi jauhkan tanganmu dariku!”


Zhia pun segera menepis tangan Rayden dari kepalanya, nada bicaranya kembali ketus.


Suasana menjadi canggung lagi, Rayden yang tidak pernah berpengalaman dalam menaklukkan hati seorang wanita menjadi bingung sendiri harus berbuat apa sekarang.


Karena bingung tidak tahu apa yang harus dia lakukan dengan sikap Zhia yang sangat menjaga jarak dengannya, Rayden pun memutuskan untuk pergi tidur saja.


Dia pergi menuju kekamar mandi mengganti setelan jasnya dengan baju tidur, kemudian naik keranjang dan memeluk putra serta putri kecilnya itu.


Rayden memperhatikan Zhia sejenak, tak lama kemudian dia pun terlelap.


Sedangkan Zhia masih terjaga, dia terus menatapi wajah tenang anak-anaknya yang sedang tertidur itu.


Tanpa sadar, Zhia juga memperhatikan wajah tampan Rayden yang tengah tertidur itu. Zhia membandingkan wajah Rayden dan kedua anak kembarnya, sangat mirip itulah kata yang tepat untuk menggambarkannya.


“Aku tidak menyangka kegilaanku 7 Tahun yang lalu membuatku berada situasi yang tidak pernah aku bayangkan ini. Dalam sekejap aku mempunyai segalanya, harta, kekuasan dan bahkan mempunyai sebuah keluarga bahagia yang dulu tidak pernah aku rasakan sedikitpun.” Gumam Zhia dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

__ADS_1


Zhia kemudian membaringkan tubuhnya disamping Luca, sehingga posisi si kembar berapa ditengah-tengah antara Zhia dan juga Rayden.


Ternyata Rayden belum tidur sama sekali, dia hanya pura-pura saja.


Rayden pun mendengar semua yang dikatakan Zhia, dia menggenggam tangan Zhia dan berkata “Apapun yang membuatmu bahagia pasti akan aku lakukan, Zhi! Jadi, kumohon jangan pernah mencoba pergi dariku lagi.”


...****************...


Keesokan pagi, Zhia yang sudah terbiasa bangun pagi untuk menyiapkan sarapan untuk Luca dan Lucia.


Kini dia sudah berada didapur yang sangat luas itu, disana sudah ada beberapa koki ternama yang sedang menyiapkan sarapan untuk Rayden.


Zhia tampak ragu untuk memasak disana, dia pun memberanikan diri meminta ijin untuk memasak demi kedua anak kembarnya.


“Permisi, bolehkah saya memasak sesuatu disini? Aku ingin membuat sarapan untuk kedua anak kembarku.” Ujar Zhia mencoba meminta ijin pada salah satu koki yang berada didekatnya saat itu.


“Se-selamat pagi, Nyonya muda! Maaf saya tidak tahu anda berada disini!” ujar Koki itu yang malah langsung membungkuk memberi hormat saat tahu Zhia berada disana.


“Selamat pagi, Nyonya muda!”


Akhirnya semua orang yang berada didapur memberi salam dan hormat pada Zhia. Sehingga membuat Zhia merasa tidak enak sendiri saat dipanggil sebagai ‘Nyonya Muda’ oleh orang-orang itu.


“Ka-kalian tidak perlu bersikap seperti itu padaku!” ujar Zhia yang menjadi merasa tidak nyaman dengan perlakukan para pelayan itu.


“Astaga! Apakah ini yang dinamakan dengan kehidupan orang-orang kaya!” batin Zhia seakan ingin menjerit sekeras-kerasnya mendapat perlakuan yang tidak biasa seperti itu.


Perintah Koki itu kepada yang lainnya. Semua orang pun dengan cepat memberikan ruang didapur untuk Zhia memasak.


“Silahkan, Nyonya muda! Gunakanlah dapur ini sesuka hati anda.” Ujar Koki itu yang memberikan senyuman ramah pada Zhia.


“Te-terima kasih!” Sungguh, Zhia merasa canggung sendiri dengan statusnya sekarang.


Namun, demi kedua anak kembarnya. Zhia menyingkirkan segala kecanggungannya itu, dia mulai memasak sesuatu yang disukai Luca dan Lucia saat sedang sakit.


Soup daging, itulah makanan kesukaan Luca dan Lucia saat mereka sedang sakit.


Saat itu, Zhia sedang asyik memasak soup dagingnya, tiba-tiba sebuah tangan kekar memeluk tubuhnya dari belakang.


Sehingga membuat Zhia terkejut dan berteriak, beruntung spatula yang berada ditangannya tidak dia layangkan kepada orang itu.


“Selamat pagi, Nyonya Xavier!” sapa orang itu yang ternyata adalah Rayden.


“Akhhh,….” Teriak Zhia yang melompat karena kaget perbuatan Rayden yang tiba-tiba memeluknya itu, dia pun segera mendorong tubuh Rayden menjauh darinya.


“Kenapa kau berteriak?” ujar Rayden tanpa rasa bersalah sedikitpun.


“Harusnya aku yang bertanya! Kenapa kau tiba-tiba memelukku?” seru Zhia dengan wajah kesalnya, dia mengangkat spatula dan mengarahkannya tepat diwajah Rayden.


“Hay, singkirkan dulu benda yang ada ditanganmu ini! Aku hanya ingin memeluk calon istriku sendiri, apa tidak boleh?” ujar Rayden yang menepis spatula itu dan mencoba mendekat pada Zhia lagi untuk memeluknya.

__ADS_1


“Calon istri? Siapa? Bukan aku ‘kan yang kau maksud?” cecar Zhia yang mempertahankan spatulanya agar Rayden tidak berani mendekatinya lagi.


“Tentu saja kamu, sayang! Siapa lagi yang dipanggil Nyonya muda disini kalau bukan kamu!” ujar Rayden dengan senyuman manis diwajah tampannya.


“Siapa juga yang setuju untuk menjadi istrimu?” ujar Zhia dengan nada ketusnya.


“Bukankah semalam kau sudah menyetujuinya?”


Rayden kembali mengingatkan Zhia tentang pembicaraan mereka semalam.


“Aku hanya setuju memberimu kesempatan untuk memperbaiki keadaan dan bertanggung jawab terhadap si kembar. Bukan setuju untuk menjadi istrimu?”


Zhia pun memperjelas perkataannya yang semalam agar pria dingin dan arogan yang ada dihadapannya itu dapat mengerti.


“Bukankah itu sama saja! Bertanggung jawab atas si kembar sama saja bertanggung jawab pada dirimu, karena kalian itu satu paket. Kau sudah mengerti, sayang?” ujar Rayden dengan penuh percaya diri.


Senang sekali rasanya, pagi-pagi sudah bisa menggoda Zhia seperti ini.


“Masa bodo! Aku tetap tidak mau menikah denganmu. Titik!” ujar Zhia penuh dengan penegasan.


“Kita lihat saja nanti!” sahut Rayden yang berjalan meninggalkan dapur dengan senyum merekah diwajah tampannya, dia kembali kekamar untuk melihat kondisi Luca dan Lucia apakah sudah bangun atau belum.


“Dasar pria arogan! Sangat menyebalkan!” gerutu Zhia sambil melanjutkan acara masaknya yang sempat tertunda oleh tingkah dari Rayden.


Sementara para pelayan dan juga koki yang masih berdiri disana, merasa sangat terkejut melihat perubahan sikap Tuannya yang biasa terlihat sangat dingin sekarang berubah menjadi hangat dan selalu tersenyum.


Bersambung.................


Note :


Hay, kak!😄😄😄


Karena Hari ini adalah Hari Kemerdekaan negara kita tercinta Indonesia, maka Author ngasih bonus 2 Bab nih! Selamat Hari Kemerdekaan All!😉😄


Jangan Lupa guys!


Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉


Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚


Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌


Terima kasih All!😙😘😚

__ADS_1


__ADS_2