
Berbeda dengan kediaman Xavier yang tengah sangat sibuk mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam pestanya.
Ini merupakan perayaan pesta ulang tahun pertama si kembar bersama dengan keluarga Xavier.
Maka dari itulah, Noland dan Julia ingin semuanya tampak sempurna dengan mengutamakan kondisi Luca seperti yang dikatakan oleh Rayden dan juga Zhia semalam.
Namun, pestanya harus tetap terlihat meriah dan juga mewah. Mulai dari dekorasi, makanan, kue dan juga kado yang sudah mereka siapakan.
Bahkan Noland sampai memanggil Levi dan Will untuk ikut membantu mempersiapkan segalanya.
Apalagi waktunya tinggal beberapa hari lagi, mereka harus menyelesaikan sebelum Rayden, Zhia dan juga si kembar kembali.
Semuanya harus sempurna, itulah yang selalu diteriakan oleh Julia kepada semua orang yang sedang menyiapkan pestanya.
“Pah, bagaimana kalau tema pestanya bajak laut saja? Luci pasti akan sangat menyukai, bukan?” ujar Julia yang mencoba menyarankan sebuah tema untuk pestanya agar tekesan lebih baik lagi.
“Lalu bagaimana Luca? Kepribadian mereka ‘kan sangat bertolak belakang. Kita juga harus memikirkan keduanya ‘dong, Mah!”
Namun, sayangnya Noland tidak setuju karena memikirkan karakter Luca dan Lucia yang sangat berbeda. Meskipun pada dasarnya mereka berdua adalah anak kembar.
“Maaf, tapi bagaimana dengan Tuan muda? Bukankah ulang tahun Tuan muda juga sama dengan Tuan dan Nona kecil?”
Will yang mendengar Tuan dan Nyonya mudanya tengah membahas tema dari pesta sedang mereka siapkan pun ikut menyuarakan pendapatnya dengan mengingatkan bahwa Tuan mudanya juga berulang tahun pada hari itu.
Jadi, Will ingin memberitahu bahwa temanya harus umum agar bisa dinikmati oleh semua kalangan yang akan datang untuk ikut merayakannya.
Tapi Will tidak tahu, bahwa Rayden sudah tidak terlalu diutamakan lagi oleh kedua orang itu.
“Untuk apa? Cano sudah besar, dia tidak perlu lagi mengadakan pesta ulang tahu diusianya yang sekarang,” sahut Julia yang tidak memperdulikannya sama sekali.
“Tepat sekali! Cano sudah dewasa, dia pasti sudah bosan dengan perayaan ulang tahunnya.” Noland pun sependapat dengan istrinya.
“Tapi bukankah lebih baik kalau kita merayakannya sekalian?”
Will masih saja mencoba untuk membuat Noland dan Julia mengerti dengan pemikirannya saat ini.
“Tuan! Nyonya bagaimana kalau temanya kerajaan saja!” seru Levi yang tiba-tiba muncul dengan sebuah ide yang cukup laya untuk dipertimbangkan oleh mereka.
“Kenapa kau mengusulkan tema kerajaan?” tanya Noland yang hanya sekedar ingin mengetahui alasannya saja.
“Jadi begini, anggaplah Tuan muda dan Nyonya muda menjadi raja serta ratunya. Sementara Tuan dan Nona kecil akan menjadi pangeran serta Tuan putrinya, sedangkan anda menjadi raja terdahulu dan ibu suri. Bukankah itu sangat bagus dan cocok untuk semua usia?” Levi pun menjelaskan secara garis besarnya saja.
__ADS_1
“Saya setuju dengan ide Levi barusan, Tuan! Kita akan buat kue ulang tahunnya berbentuk istana mewah dan kita akan mendekorasi tempat ini menjadi sebuah kerajaan yang megah dan elegan. Kita akan menggunakan dress kode agar lebih terlihat nyata lagi. Semuanya akan sangat sempurna seperti di negeri dongeng.”
Will pun langsung menyetujui ide dari Levi, karena menurutnya itu lebih baik daripada tema yang kan dipikirkan oleh Noland dan juga Julia.
Setidaknya mereka bertiga bisa merayakan ulang tahun bersama sebagai raja, pangeran serta Tuan putrinya, tema yang cocok dibandingkan dengan yang lainnya.
“Lalu kalian berdua akan menjadi apanya?” tanya Julia yang menanyakan hal yang sebenarnya tidak perlu.
“Kami akan tetap menjadi ksatria pelindung darah kekaisaran yang mulia Ibu Suri!”
Levi pun langsung menyesuaikan diri untuk berakting smebari menjawab pertanyaan Julia, sehingga membuatnya menjadi puas dan langsung menyetujuinya.
“Okay,… Aku juga setuju! Ayo, gunakan kerajaan sebagai tema dari pesta ini,” ujar Julia yang sepertinya sangat menyukainya.
“Okay,… Will dan Levi, kalian yang urus semua persiapannya sampai selesai ‘yah? Kami akan memastikannya nanti.”
Noland pun juga menyetujuinya, kemudian ditambah dengan semua pekerjaan yang harus mereka berdua selesaikan tentunya.
“Hah, kenapa jadi kami berdua yang harus mempersiapkan semuanya? Bukankah anda bilang kami cuma akan membantu sedikit saja?” tanya Will yang terlihat bingung sendiri dengan situasi yang sangat merugikannya itu.
“Bukankah kalian berdua yang mendapatkan idenya, maka dari itu kalian berdua saja yang mempersiapkannya. Tugas kami akan memilih gaun yang digunakan saat pesata nanti. Dahhh,… Semangat ‘yah para ksatriaku!” ujar Julia, kemudian berjalan pergi yang diikuti oleh Noland disampingnya.
“Kenapa jadi aku yang disalahkan? Aku ‘kan hanya menyarankan sebuah ide, mana tahu kalau ide itu akan dipakai untuk menyusahkan kita begini!”
Levi pun tidak terima dislahkan seperti itu oleh Will, karena dia juga menjadi korbannya disini.
“Sudahlah, lebih baik kita kerjakan sekarang agar cepat selesai!” ujar Will yang tidak mau membuat waktu dan tenaganya untuk berdebat dengan Levi sekarang.
Dengan kerjasama yang baik antara Will dan Levi, mereka perlahan mulai mengubah mansion milik Rayden menjadi sebuah kerajaan yang bernuansa merak keemasan.
Karpet merah terbentang memenuhi setiap ruangan yang akan menjadi aula pesta.
Will dan Levi menyiapkan semuanya secara mendetail, mereka bahkan memberikan kepada semua pengawal yang akan berjaga dengan pakaian kesatria yang harus digunakan saat pesta berlangsung.
Tidak lupa, mereka juga memesan kue berukuran raksasa yang berbentuk seperti istana para putri.
Ditambah dengan menu makanan yang sama persis dengan menu para bangsawan dinegeri dongeng, sehingga mereka harus mengeluarkan koleksi anggur mahal keluarga Xavier hanya untuk pesta kali ini.
Tentu saja anggur itu untuk para kolega Rayden yang diundang, sementara untuk teman-teman Luca dan Lucia hanya disajikan desert dan minuman jus buah biasa dan beberapa menu lainnya juga khusus untuk anak-anak.
Hari yang ditunggu pun akan segera tiba. Rayden, Zhia dan si kembar pun sudah bersiap untuk kembali ke rumah mereka bersama dengan Dr. Ian tentunya.
__ADS_1
Mereka kembali menggunakan pesawat pribadi yang sebelumnya mereka gunakan untuk datang kepulau itu.
“Papah, kenapa kita harus kembali sekarang? Luca ‘kan masih ingin bermain istana pasir dipantai,” ujar Luca yang sebenarnya sangat menyukai tinggal disana.
“Iya, Pah! Luci juga suka tinggal disana.” Lucia sependapat dengan sang kakak.
“Sayang, apa kalian tidak merindukan Grandpa dan Grandma? Kalian tidak rindu dengan teman-teman kalian disekolah?” tanya Zhia yang membuat Luca dan Lucia langsung terdiam.
“Kalian tidak merindukan Grandpa dan Grandma? Waahh,… Mereka pasti sangat sedih saat mendengarnya,” ujar Rayden yang ingin menggoda anak kembarnya saja.
“Bukan begitu papah! Luca juga merindukan mereka, tapi Luca juga masih ingin bermain dipantai.”
Luca pun menjelaskan maksud dari keinginannya, bukannya dia tidak ingin kembali tapi dia seperti belum siap saja untuk menjalani kehidupannya seperti sebelumnya.
“Tuh ‘kan papah membuat kak Luca menjadi sedih lagi!” seru Lucia yang menatap kesal pada papahnya.
“Tidak apa-apa! Jangan pikirkan lagi hal yang sudah berlalu, Grandpa dan dan yang lainnya sudah menyiapkan sesuatu untuk kalian. Papah yakin kalian pasti akan sangat menyukainya!”
Janji Rayden kepada kedua anak kembarnya itu, meskipun Luca tidak menanggapinya sama sekali.
Tapi setidaknya mata polos putrinya itu sudah sangat berbinar yang berarti Lucia sangat berantusias untuk ini.
Zhia pun tersenyum bahagia melihat tingkah sang suami dan kedua anak kembarnya itu, dia sendiri tidak pernah menyangka bahwa Luca dan Lucia bisa langsung akrab dengan papahnya. Padahal mereka bertiga terpisahkan hampir 7 tahun lamanya.
Bersambung.............
Note :
Hay, kak!😄😄😄
Jangan Lupa guys!
Mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄
Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄
Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄
Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚
Terima kasih All!😙😘😚
__ADS_1