Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia
Double L, Sang Detectiv! Part.2


__ADS_3

Lucia segera menoleh kearah kakaknya yang sedang berjalan untuk mengambil flashdisk dan juga semua dokumen yang berada dibawah flashdisk itu.


Pada bagian teratas dokumen itu adalah informasi pribadi mengenai Evan yang sedang sangat dicurigai oleh Rayden.


“Luci, lihatlah! Kenapa papah mencari informasi mengenai paman Evan ‘yah? Bukankan paman Evan itu orang yang sangat baik pada kita dan mamah”


Luca menunjukan setumpuk dokumen yang di ambil pada adiknya.


“Kita cari tahu saja, kak! Daripada terus bertanya-tanya begini!” ujar Lucia yang menyarankan pada kakaknya.


“Kau coba periksa semua ini, biar kak Luca yang memeriksa kedua flashdisk ini!”


Luca pun menyerahkan setumpuk dokumen itu pada adiknya.


“Okay, kak! Semua akan beres ditangan Luci.” sahut Lucia dengan penuh percaya diri.


Setelah membagi tugas, Luca langsung pergi mengaktivkan computer yang ada disana.


Sementara Lucia membawa semua dokumen menuju ke sofa untuk memeriksa semuanya dengan hati-hati.


Kini kedua anak kembar itu sudah sangat focus melakukan tugasnya masinga-masing di ruang rahasia milik papahnya itu.


......................


Disisi lain, Rayden dan Will sudah sampai di markas besar. Seperti biasa mereka langsung disambut oleh Levi dan anggota yang lainnya.


“Selamat datang di markas besar, Tuan!” sapa levi dan anggota lainnya seraya membungkukkan badan memberi hormat.


“Will! Levi, kalian berdua ikuti aku.”


Perintah Rayden yang berjalan masuk kesebuah ruangan yang khusus dimasuki olehnya saja dan orang-orang yang di ijinkan masuk seperti Will dan Levi.


“Baik, Tuan!” sahut Will dan Levi mengikuti kemana Tuan mereka pergi.


“Levi, tangkap orang ini! Dialah orang yang hampir membunuh istriku. Aku ingin kau menangkapnya hidup-hidup!”


Rayden menyerahkan selembar kertas berisi informasi mengenai Liam Hudson pada Levi.


“Hmmm, Tuan! Yang penting masih hidup, bukan?” tanya Levi dengan ragu.


“Kenapa kau bertanya seperti itu?”


Will menjadi penasaran denga napa yang dipikirkan Levi sampai harus bertanya sperti itu segala.


“Tidak apa-apa! Aku yakin menangkap orang seperti ini tidak mungkin bisa dilakukan secara baik-baik. Jadi terluka sedikit tidak masalah ‘kan?” ujar Levi yang tidak dapat menjamin bahwa dia bisa menangkap orang itu dalam keadaan tidak terluka.


“Tidak masalah! Meskipun kau membawanya dalam keadaan sekarat itu malah lebih baik. Asalkan jangan sampai kau membawanya dalam keadaan sebagai mayat!” ujar Rayden yang tidak mempermasalahkan cara Levi untuk menangkap si Liam itu yang penting Rayden tidak ingin orang itu mati sebelum berhadapan dengannya.


“Siap, Tuan!” sahut Levi langsung bersemangat, setidaknya dia bisa sedikit bermain-main dengan buruannya itu.


“Satu hal lagi! Ada mata-mata musuh didalam klan kita. Aku ingin kau mengurusnya juga, Levi!” ujar Rayden mengatakan kecurigaannya atau lebih tepatnya insting mafianya.

__ADS_1


“Maksud Tuan!” seru Will dan Levi tampak sangat terkejut dengan perkataan Tuannya, karena secara tidak langsung mereka telah lalai melakukan tugasnya.


“Jadi, Klan Tiger Dark selama ini telah menempatkan mata-mata didalam klan tanpa kita ketahui?” sahut Will memperjelas perkataannya.


“Hmmm, Levi aku akan memberikan hukuman atas kelalaianmu nanti!” ujar Rayden membenarkan apa yang dikatakan Will.


Rayden pun tidak segan akan memberikan hukuman pada Levi atas kelalaiannya itu tapi tidak sekarang. Karena ada urusan yang lebih mendesak yang harus mereka selesaikan untuk sekarang.


“Dan kau Will! Kau juga akan dihukum, karena sudah ceroboh dengan melewatkan sebuah petunjuk yang sangat penting dalam rekaman cctv itu.”


Kini Rayden beralih pada Will, memberitahu kesalahan yang telah dilakukan oleh sekertaris pribadinya itu.


“Maksud Tuan?”


Will pun kebingungan, karena dia merasa telah melakukan tugasnya dengan baik.


“Aku yakin kau pasti melupakan rekaman cctv yang terakhir, bukan?” ujar Rayden menyadarkan Will atas kesalahannya.


Mendengar hal itu, Will langsung teringat akan hal itu. Will memang lupa bahwa masih tersisa satu rekaman cctv lagi yang belum dia periksa sama sekali.


Will pun langsung bersujud dihadapan Tuannya dan mengakui kesalahan besarnya itu dengan berkata “Tuan, saya mengaku bersalah! Mohon anda menghukum saya dengan berat.”


“Aku pasti akan menghukum kalian berdua sesuai kesalahan yang kalian perbuat, tapi tidak sekarang! Kita harus menemukan orang-orang ini dulu, karena keselamatan istri dan anakku yang paling di utamakan disini.”


Rayden akan mengundur hukuman untuk Will dan juga Levi, karena banyak hal yang harus mereka lakukan mulai sekarang.


“Levi, kau bertugas untuk mencari keberadaan orang bernama Liam dan Grace apapun cara yang kau lakukan dan juga segera tangkap mata-mata yang ada di klan. Jangan lupakan tugas utamamu juga, kau harus menjaga dan melindungi anak kembarku dengan baik.” Rayden memberikan perintahnya pada Levi.


“Baik, Tuan!” sahut Levi dengan cepat.


Kini giliran Will yang mendapat tugas khusus dari Tuannya. Rayden menyerahkan berkas tentang Jaydon, Jayden dan juga Evan.


“Tuan! Bukankah ini,_.....?” seru Will yang langsung mengenali Evan, karena sudah beberapa kali mereka saling bertemu.


“Hmmm, kau benar! Dia adalah Evan Joseph, bossnya Zhia dan juga Ceo dari Qhelfin Group di negara B. Jayden Carson, dia Direktur dari Qhelfin Group dan bisa dikatakan sebagai tangan kanannya Evan.” ujar Rayden yang mengingat identitas ketiga orang itu dengan sangat jelas.


“Jangan bertanya lagi! Lakukan tugas kalian dengan baik. Intropeksi kesalahan kalian dan jangan mengulanginya lagi. Kalian berdua mengerti!”


Rayden segera melanjutkan perkataannya saat melihat Will dan Levi yang ingin menanyakan banyak hal lagi padanya. Karena itulah, Rayden menyuruh untuk Will dan Levi untuk intropeksi sendiri kesalahan mereka.


“Baik, Tuan! Kami sudah mengerti!” sahut Will dan Levi serentak, mereka tidak ingin menambah murka pada Tuannya itu.


“Will, kau kenapa masih disitu? Cepat berdiri sekarang, kita harus pergi kekantor sekarang.” ujar Rayden sembari berjalan keluar terlebih dahulu, diikuti oleh Levi dan Will dibelakangnya.


“Lagi cari kutu ‘yah, bro?” Tentu saja Levi tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menggoda Will.


“Sialan kau!” seru Will dengan kesalnya.


Setelah itu, Rayden dan Will melanjutkan pekerjaan mereka di kantor. Sudah beberapa hari Rayden terus menunda urusan didalam perusahaannya, sehingga pekerjaan yang harus dia selesaikan bertambah banyak.


......................

__ADS_1


Disisi lain, Luca dan Lucia masih terus memeriksa semua dokumen dan juga isi yang ada didalam flashdisk.


Mereka terus berada didalam ruang rahasia milik papahnya sampai lupa waktu. Namun, pada saat mereka mau memutuskan untuk berhenti dulu.


Luca tidak sengaja membuka sebuah rekaman cctv yang menampilkan sosok Evan.


“Luci, kemarilah!” seru Luca tapi matanya terus focus menatap layar computer didepannya, lebih tepatnya memperhatikan kejadian penyerangan dalam rekaman cctv itu.


“Ada apa, kak?”


Lucia segera menghampiri kakaknya, dia pun ikut melihat apa yang sedang kakaknya lihat dengan sangat serius itu.


“Kak! Bukankah itu paman Evan dan yang sedang diserang itu mamah? Kenapa paman Evan tidak langsung menolong mamah?” seru Lucia yang tampak tidak percaya bahwa paman yang selama ini sangat baik kepada mereka, tega melihat mamahnya disakiti oleh orang lain.


“Jadi, karena ini papah juga menyelidiki tentang paman Evan dan paman Jay!” gumam Luca yang sepertinya sudah mengerti alasan papahnya terus mencari tahu tentang identitas kedua orang yang paling dekat dengan mereka.


“Kak?”


Lucia menatap kakaknya penuh tanya, seperti pemikiran mereka juga sama.


“Tunggu sebentar! Kakak akan mengirim semua rekaman serta data informasi pada flashdisk yang satunya ke surel milik kakak agar kita bisa mencari tahunya sendiri.”


Luca dengan cepat mengirim semua rekaman cctv yang ada didalam flashdisk itu dan juga data yang dia berhasil retas semalam.


“Luci, kau juga rapikan semua dokumen yang tadi sesuai urutan yang tadi agar papah tidak curiga.”


Luca juga tidak lupa memperingatkan adik kembarnya agar membersihkan semua jejak kenakalan mereka.


“Sudah, kak! Luci bahkan sudah menempatkannya kembali ditempat yang tadi!” sahut Lucia yang menyimak kakaknya melakukan pekerjaan hebat dimatanya.


Luca terus focus mengirim semua data didalam flashdisk itu, tapi dia mengalami sedikit kendala karena flashdisknya ada dua.


“Mamah pasti sekarang sedang mencari keberadaan kita, kak!” ujar Lucia seakan mengingatkan pada kakaknya agar mempercepat pekerjaannya.


Bersambung.................


Note :


Hay, kak!😄😄😄


Jangan Lupa guys!


Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉


Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄


Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄


Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄


Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚

__ADS_1


Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌


Terima kasih All!😙😘😚


__ADS_2