
“Iya, kedua cucu kembar Grandma memang yang terbaik didunia ini!”
Tak akan bosan dan tak ‘kan hentinya Julia untuk memuji kedua cucunya itu. Lucia pun tersenyum bahagia mendengar setiap pujian yang dilontarkan Grandmanya pada mereka.
Beralih pada Eva dan Alea lagi yang tengah bingung memikirkan bagaimana cara mereka memulai melatih Tuan kecilnya itu. Sedangkan Luca sedang menunggu intruksi pertama dari guru.
“Ev, bagaimana sekarang? Apa yang harus kita lakukan untuk memulainya?” bisik Alea pada Eva yang berdiri disampingnya.
“Aku juga tidak tahu! Bukankah kita harus mengajarkan tentang hal-hal dasarnya dulu seperti yang dulu Master ajarkan pada kita?”
Eva baik berbisik pada Alea, sedikit memberi pendapat tapi juga ada keraguan didalamnya.
“Ishhh,….Kau ini, kalau mau memberi pendapat harus yakin ‘dong!” sahut Alea dengan sedikit kesal karena dari pendapat Eva tidak ada yang bisa membantunya sedikitpun.
“Master, apa yang harus murid lakukan sekarang?” tanya Luca lagi yang terpaksa mengulang pertanyaannya yang sebelumnya.
“Apa dulu yang ingin Tuan kecil pelajari? Karate, Taekwondo, Muay Thai atau ada yang lainnya?”
Karena tidak tahu apa yang harus diajakan lebih dahulu, Alea pun memastikan beladiri apa yang pertama ingin dipelajari oleh Tuan kecilnya agar dia juga bisa focus dalam mengajarkan.
Sejenak Luca sepertinya terasa bimbang karena sebelumnya dia tidak tahu apapun mengenai bela diri.
“Taekwondo saja dulu, kak! Menurut Luci itu yang lebih mudah dipelajari dibandingkan yang lainnya!”
Beruntung Lucia langsung menyuarakan pendapatnya dan membantunya membuat pilihan yang tepat.
Luca pun menatap adik kembarnya yang sedang memperhatikan dirinya berlatih sambil tersenyum manis padanya, apalagi ada Grandmanya juga yang berada disamping Lucia.
“Murid memilih untuk belajar Taekwondo terlebih dahulu, Master!” ujar Luca yang memutuskan pilihannya menurut pendapat sang adik.
“Baiklah, saya akan mengajar mengenai teknik dasar dalam bela diri Taekwondo! Silahkan ikuti saya, Tuan kecil!”
Setelah memutuskan, Alea kemudian hendak memposisikan dirinya menunjukkan teknik dasar dalam bela diri Taekwondo yang dia pelajari.
“Baik, Master!” sahut Luca yang memang sudah siap dari tadi.
“Kakak Cantik, sebelum melakukan latihan dan memasuki Teknik dasar bela diri. Bukankah sebaiknya harus dilakukan pemanasan terlebih dahulu. Pemanasan adalah bagian dari kegiatan latihan atau olahraga yang bertujuan untuk mempersiapkan tubuh sebelum melakukan aktivitas fisik atau olahraga inti. Fase pemanasan biasanya dilakukan dengan kardio ringan, dan juga bisa dikombinasikan dengan peregangan dinamis / statis.” ujar Lucia yang mengingatkan betapa pentingnya pemanasan sebelum melakukan latihan ataupun jenis olah raga lainnya.
“Pada dasarnya pemanasan memiliki beberapa manfaat, yaitu: Mempersiapkan otot yang akan digunakan saat latihan, Meningkatkan detak jantung, Meningkatkan suhu tubuh, Meningkatkan sirkulasi darah, Mempersiapkan sendi untuk melakukan aktivitas latihan, Mengurangi risiko cedera, dan Meningkatkan performa latihan. Karena itulah sangat penting melakukan pemanasan sebelum masuk kelatihan utama.”
Lanjut Lucia yang bahkan menjelaskan secara mendetail mengenai manfaat dalam melakukan pemanasan sebelum latihan fisik.
__ADS_1
Eva, Alea dan Julia langsung terbengong mendengar betapa telitinya Lucia dalam belajar bela diri selama ini.
Pantas saja, melawan dua orang dewasa saja bisa langsung menang ternyata ilmu yang dipelajari Lucia memang tidak ada duanya dibandingkan dengan mereka.
Eva dan Alea langsung merasa malu, karena Lucia saja bisa memperhatikan hal mendetail seperti itu.
Tapi kenapa mereka malah menyepelekannya, sedangkan Luca bertambah ttakjub dengan pengetahuan yang di miliki oleh adik kembarnya itu.
Apalagi dengan kemampuan bela diri Lucia yang mungkin bisa dikatakan setara dengan papah mereka.
“Waahh,….Luci, kau memang yang terbaik!”
Puji Luca sembari menunjukan kedua ibu jarinya pada Lucia.
“Hehehee,…Makasih kak Luca! Silahkan dilanjutkan latihannya, maaf Luci tadi sedikit mengganggu!” ujar Lucia dengansikap malu-nalunya yang terlihat semakin menggemaskan saja.
“Tidak apa, Nona kecil! Seharusnya kami yang berterima kasih karena anda bersedia untuk mengingatkan kami!” ujar Eva dan Alea yang langsung menunduk memberi hormat pada Lucia.
“Hehehee,…Silahkan lanjutkan saja, Kak!” ujar Lucia disertai senyuman manisnya.
Setelah mengatakan itu, Eva dan Alea pun menunjukkan caranya melakukan pemanasan pada Luca sesuai dengan apa yang telah mereka pelajari selama ini.
Sebenarnya ada beberapa gerakan yang membuat Lucia ingin menegurnya lagi, tapi sebisa mungkin dia menahan diri demi menghormati Eva dan Alea yang menjadi guru bela diri sang kakak.
Pertama, Alea menjelaskan setiap Teknik dasarnya secara lisan. Setelah itu, bagian Eva yang akan mempraktekkannya.
“Secara garis besar, terdapat 3 materi pokok yang akan diajarkan dalam teknik dasar taekwondo ini, yaitu: Kyukpa (teknik pemecahan benda keras) Latihan teknik dengan memakai sasaran atau objek benda mati, seperti papan kayu, batu bata, genting, dan lain-lain. Teknik taekwondo ini bisa berupa tendangan, pukulan, sabetan, bahkan tusukan jari tangan. Poomsae (rangkaian jurus) Teknik gerakan dasar dalam menyerang dan bertahan melawan lawan yang imajiner dengan mengikuti diagram tertentu. Kyorugi (pertarungan) Praktik teknik gerakan dasar (poomsae) dengan melibatkan dua orang yang bertarung saling menggunakan teknik serangan dan teknik pertahanan diri yang telah dipelajarinya.”
Penjelasan Alea terdengar sangat sempurna dan seakan dia semakin terlihat seperti duru yang sangat handal dalam penyampaian kepda sang muridnya.
Sekarang tinggal mempraktekkan beberapa jurus yang ada didalam bela diri taekwondo yang akan ditunjukan oleh Eva.
“Tuan kecil, silahkan ikuti gerakan saya! Ini namanya jurus Seogi (kuda-kuda) atau biasa disebut dengan step maupun langkah!” ujar Eva sembari menunjukan sebuah gerakan membuka kaki sejajar dengan lebar bahunya.
Lucia yang melihat pelatihan bela diri yang terlihat sangat lambat itu, akhirnya tidak tahan lagi.
Lucia pun langsung masuk ke arena pelatihan dan berniat untuk menggantikan Eva dan Alea mengajari kakaknya sendiri.
Lucia berdiri didepan Luca sembari berkata “ Luci saja yang mengajari kak Luca! Tapi dengan syarat kak Luca juga harus memanggil Luci sebagai Master sepanjang kita sedang berlatih.”
“Baik, Master!”
__ADS_1
Bukannya merasa tersinggung Luca malah terlihat sangat senang karena adik kembarnya sendiri yang hebat bela diri yang akan mengajarinya secara langsung.
Hal itu dapat disimpulkan begitu melihat senyuman yang ditunjukan Luca pada sang adik kembarnya.
“Maaf ‘yah, kakak cantik! Biarkan Luci yang ambil alih saja dari sini!” ujar Lucia yang secara tidak langsung meminta pada Eva dan Alea untuk menepi, karena dia akan mengajari kakaknya dengan sedikit cepat.
“Tidak apa, Nona kecil! Kalau begitu kami akan menunggu disana!” sahut Eva dan Alea yang segera menepi dari tempat latihan dan berdiri di samping Julia yang sedang bangga melihat kedua cucunya.
“Kak Luca sudah siap?” ujar Lucia, begitu Eva dan Alea telah meninggalkan arena latihan.
“Saya sudah siap, Master!” sahut Luca dengan senyuman manisnya.
“Dalam praktiknya, para taekwondoin harus menguasai beberapa jurus taekwondo dasar saat masih berada di sabuk putih, seperti: Seogi (kuda-kuda). Ada banyak sekali jenis sikap kuda-kuda dalam jurus taekwondo. Istilah taekwondo yang menggambarkan teknik yang satu ini misalnya Moa Seogi (kuda-kuda rapat), Naranhi Seogi (kuda-kuda sejajar), Ap Seogi (sikap jalan kecil), Juchum Seogi (kuda-kuda duduk), Ap Kubi (kuda-kuda panjang), Dwit Kubi (kuda-kuda L), Beom Seogi (kuda-kuda sikap harimau), dan Dwi Koa Seogi (kuda-kuda silang). Kak Luca harus memperhatikan setiap gerakannya dengan baik, cari titik paling efektif didalam setiap langkahnya.”
Lucia menjelaskan sembari memprakteknya langsung dihadapan sang kakak, sementara Luca memperhatikan setiak gerakan yang dilakukan Lucia dengan seksama.
Seakan Luca sedang menyimpan dengan baik didalam otak kecilnya itu. Sepertinya Lucia juga mengerti beberapa kata Bahasa korea yang ada didalam setiap seni bela diri yang di pelajarinya, dia masih mengingatnya dengan jelas bahkan aksen bicaranya juga sangat tepat.
“Langkah atau step juga termasuk salah satu teknik taekwondo ini. Yang dimaksud langkah adalah gerakan kaki tanpa melakukan tendangan maupun pukulan serta bertujuan mendekati menjauhi, menghindari, dan mengecoh lawan. Sepintas, teknik dasar taekwondo ini memang terlihat sederhana. Namun dalam sebuah pertandingan resmi, step sangat penting dimiliki oleh seorang taekwondoin agar kuda-kuda serangan tidak mudah dibaca oleh lawan. Jadi, kak Luca tidak boleh meremehkannya sedikitpun. Mengerti!” lanjut Lucia yang menjelaskan betapa pentingnya sebuah kuda-kuda didalam setiap ilmu bela diri.
“Yapp,…Murid sangat mengerti, Master!” sahut Luca yang terlihat sangat serius mempelajari semuanya.
Bersambung........
Note :
Hay, kak!😄😄😄
Jangan Lupa guys!
Novel ini masih On Going 'yah! Dan akan update 1 Bab/hari.😄😄😉
Jadi, mohon untuk dukungannya 'yah!🙏🙏😄
Jangan Lupa tinggalkan Like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga 'yah!😉😉😄
Novel ini hanya ada dan update di Aplikasi Noveltoon/Mangatoon saja. Yang ada ditempat lain itu semua plagiat. Jadi, mohon selalu dukung novel Orisinilku ini 'yah!😉😄😄
Jangan lupa berikan ❤💕💖 untuk Author tersayang kalian ini 'yah!😉😙😘😚
Tambahkan juga ke rak favorit novel kalian 'yah! Supaya tidak ketinggalan kisah serunya Double L, Papah Rayden dan juga Mamah Zhia!😉👌
__ADS_1
Terima kasih All!😙😘😚